NovelToon NovelToon
Terjebak Reverse Harem

Terjebak Reverse Harem

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Pernikahan rahasia / Trauma masa lalu / Bullying dan Balas Dendam / Romansa / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:269k
Nilai: 4.8
Nama Author: Azmi McFadden

Warning : Cerita ini hanya untuk pembaca dewasa

Pasca berakhirnya pertunangan dengan mantan kekasihnya yang kasar dan super toxic, Lila memutuskan untuk kembali ke Brisbane, kota tempat ia tumbuh bersama empat sahabat masa kecilnya yang dulu ia perlakukan sebagai kacung.

Henry, Jacob, Aiden dan Pierre. Mereka yang dulu Lila anggap sebagai anak buah, kini menjelma menjadi empat pria dewasa yang super tampan dan sangat mapan. Sementara Lila justru bertahan dengan sisa tabungannya dan honor sebagai novelis tidak terkenal yang sangat sedikit.

Setelah dipermalukan oleh Henry di acara reuni SMA, Lila justru mendapatkan kejutan demi kejutan tak terduga dari keempat sahabat masa kecilnya yang diam-diam mencintainya sejak lama.


Jika kamu suka cerita ini, jangan lupa like, coment dan follow ya 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azmi McFadden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersenang-senang

"Aiden, sialan! Gara-gara dia aku jadi memikirkan itu terus! Lila brengsek, kenapa kau harus kembali dengan penampilan seperti itu? Kenapa tidak seperti dulu saja agar aku bisa membalaskan dendamku dengan tenang?"

"Hai, sayang! Kenapa bicara sendirian?"

Seorang wanita berlingeri merah masuk ke ruang pribadinya sembari membaca dua gelas berisi anggur yang mahal. Wanita itu memberikan satu gelas kepadanya, Henry menerimanya dengan sedikit terpaksa.

"Kenapa kau masih di sini?"

"Kau tidak suka aku di sini?"

"Aku sudah bilang padamu untuk angkat kaki sebelum aku pulang'kan?" Henry menaikkan nada suaranya dan memberikan tatapan intimidasi pada wanita ini.

Wanita ini hanya membalas tatapan dinginnya itu dengan senyuman yang menggoda dan meletakkan gelas yang ia pegang di atas meja kerja Henry. Wanita ini mengalungkan kedua tangannya ke leher Henry dan mendaratkan ciuman ke bibirnya.

"Aku ingin mengandung anak darimu! Bisa malam ini kita lakukan tanpa pengaman?" Bisiknya lembut sembari memberikan jilatan ke belakang telinga Henry.

Entah mengapa Henry merasa kesal, ia sedang tidak ingin membahas hal seperti itu malam ini. Matanya tertuju pada jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 06.30 malam.

"Aku harus pergi!" Ucapnya sembari bangkit dari kursi dan melepaskan pelukan wanita ini dengan paksa.

"Sayang, kau mau pergi kemana? Aku baru saja datang ke kota ini pagi ini, tapi kau sama sekali tidak mempedulikan aku! Aku kesepian, sayang! Bawa aku pergi jalan-jalan!"

"Sial, lepaskan tanganmu! Apa lagi yang kau inginkan dariku?"

"Kenapa kau bicara seperti itu? Kita akan segera bertunangan, kenapa kau tetap saja bersikap dingin padaku? Oh aku tahu, apa kau datang ke kota ini untuk menjemput mantan sekretarismu yang menjijikkan itu? Ya ampun, apa dia mengandung anak darimu sehingga kau tidak bisa melepaskannya?"

"Apa yang kau katakan? Bisakah kau pergi dari hadapanku? Kau tahu, aku sangat muak padamu! Katakan pada si tua bangka itu. Aku sama sekali tidak bertunangan apalagi menikah denganmu!" Henry terlihat sangat marah dan itu berhasil membuat wanita ini terdiam ketakutan. Ia tahu bagaimana mengerikannya Henry saat sedang marah. Kekayaan yang ia miliki bahkan bisa membuatnya membeli nyawa orang lain.

Henry melangkah pergi dengan kesal, ia harus datang ke restoran itu malam ini. Keinginannya yang menggebu-gebu untuk balas dendam pada teman masa kecilnya itu membuatnya tak bisa memikirkan hal yang lain. Ia hanya ingin melihat Lila menderita bagaimanapun caranya. Meskipun ia harus melakukan hal keji dan menjijikkan sekalipun.

"Lila brengsek! Lihat saja, aku pasti akan membalasmu! Aku tidak akan bisa hidup dengan tenang sebelum menyaksikan kesengsaraanmu!"

***

"Sialan, dia terlambat! Sebenarnya dia mau datang atau tidak?" Rutuk Henry kesal. Dia bertingkah seolah dia datang tepat waktu.

Jacob hanya tersenyum, sementara Pierre menggeleng pelan. Ia tak tahu mengapa Henry bisa begitu bersemangat padahal jelas bahwa ia menganggap acara makan malam ini hanyalah omong kosong.

"Dia datang ke restoran dengan taksi, aku pikir seharusnya kita menjemputnya tadi!" Ujar Aiden.

"Kau benar! Aku akan coba menghubunginya!"

"Hai, maaf aku terlambat!" Belum lagi Pierre sempat menghubunginya, Lila menghampiri mereka dengan tergesa-gesa seolah sedang dikejar-kejar sesuatu.

Lila tersenyum kikuk, mencoba merapikan mini dressnya yang sedikit kusut serta rambutnya yang tergerai. Mereka terpukau, jika dilihat dari penampilannya, jelas bahwa Lila berusaha keras untuk tampil cantik malam ini.

"Tidak apa-apa! Silakan duduk!" Ujar Jacob sembari menarik kursi dan mempersilahkan Lila duduk seperti seorang pria bangsawan yang sangat sopan.

"Terima kasih!"

"Kau berdandan untuk siapa, hah?" Celetuk Henry kesal dengan mata yang nyaris tak berkedip.

Inilah alasan utama mengapa Lila menolak untuk makan malam bersama mereka. Semua itu karena Henry pasti akan terus melontarkan cacian kepadanya. Bagi Lila, Henry benar-benar mengesalkan.

Lila menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Ia sebenarnya cukup senang saat tahu akan makan malam di restauran ini. Karena itu artinya dia bisa makan mewah tanpa harus keluar uang. Namun imbalan yang ia terima adalah kebencian yang Henry berikan.

"Bisakah kau berhenti bicara padaku? Aku datang kesini karena Pierre yang mengundangku. Jika bukan karena aku menghormatinya, aku tidak akan datang, apalagi harus melihat wajahmu yang memuakkan itu!"

"Hahaha...aku datang kesini karena Pierre yang mengundangku, bla bla bla! Hei, kau pikir aku bodoh? Kau datang kesini untuk makan gratis-"

Gerakan tangan Lila reflek meninju wajah Henry yang duduk di depannya.

"Sialan! Kenapa kau meninjuku...?" Henry langsung menyentuh tulang hidungnya yang nyeri akibat pukulan tangan Lila yang terkenal kuat itu.

"Kau itu memang harus dipukul, baru bisa diam!"

"Hei kalian berdua, sudahlah! Kenapa kalian selalu saja bertengkar? Ayolah, orang-orang memperhatikan kita!" Pierre mencoba melerai pertengkaran kekanakan dari dua orang manusia dewasa yang sudah berumur 27 tahun, tapi masih saja bertengkar seperti siswa sekolah dasar.

Henry dan Lila menarik diri, pura-pura bertingkah seolah tidak ada keributan yang mereka buat. Sementara Jacob tampaknya tak tahu bagaimana cara membuat kedua temannya ini akur. Meski saat ia pikirkan lagi, sejak dulu Henry dan Lila memang sering bertengkar dan Bryan sudah pasti menjadi pihak yang dihajar. Tak peduli statusnya sebagai putra dari pengusaha yang sangat kaya.

"Hahaha...ya ampun! Seru sekali ya? Rasanya seperti kembali ke masa dulu!" Tawa Aiden pecah melihat tingkah kedua temannya yang sejak awal memang tak pernah akur. Ia satu-satunya yang menganggap pertengkaran Henry dan Lila sangat menyenangkan.

"Ini sama sekali tidak seru, bodoh!" Ujar Henry sembari meneguk wine di gelas.

"Siapa bilang? Ini seru! Ya, kalau dipikir-pikir, sudah 10 tahun kita tidak berkumpul dengan anggota yang lengkap seperti ini'kan?"

"Aku lebih suka kita berempat saja! Tidak perlu ada orang yang lain lagi!" Henry sengaja mengatakan hal itu untuk menyinggung Lila. Namun Lila tampaknya tak peduli, ia sibuk melahap makanan di piringnya seolah tidak makan selama dua hari.

"Jadi, kenapa kalian selalu pergi berempat? Kemana pacar kalian?" Tanya Lila membuka pertanyaan frontal yang membuat mereka sedikit terkejut. Memang aneh jika diperhatikan karena mereka hampir selalu jalan berempat tanpa pacar atau pasangan.

"Apa pedulimu?" Rutuk Henry kesal. Sepertinya apapun yang Lila katakan akan selalu ia tanggapi dengan sinis.

"Aku tidak peduli. Tapi aku hanya penasaran saja, kenapa kalian tidak mengajak pacar kalian juga untuk makan malam? Tidak mungkin kalian tidak punya pacar'kan?"

"Punya pacar atau tidak itu sama sekali tidak ada urusannya denganmu! Jika kami mengajak pacar kami, kau akan mengajak siapa?" Pertanyaan Henry membuat Lila semakin menahan kesal. Ia berhenti makan dan meletakkan pisau dan garpunya di atas piring.

"Apa setelah ini kalian sibuk?"

"Kenapa? Kau ingin pergi ke suatu tempat?" Tanya Jacob.

"Bagaimana kalau kita minum-minum di club?"

"Hah? Kau bilang apa? Minum-minum di club?

***

1
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
sangat suka,bikin mewek
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
sakit banget aiden meninggal... pingin banget aiden tetep hidup...
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
mewek parah...
Restu
.🤭😊😊😊
Restu
good
Restu
terimakasih thour
Restu
sakit thour😭😭😭
Restu
author jangan kejam.
Restu
😭😭😭😭
Ko
Kau tau thor.. Kau lah author yg plg jahat dari semua author yg novelnya pernah aku baca. Dari bab 1 sehingga tamat kau buat aku menangis. Bukan menangis biasa2 tapi menangis hingga mataku bengkak & aku flu. Teganya kau thor..kau buat aku menjiwai watak lila, aiden, henry, pierre & jacob spt mereka itu diriku sendiri. Aku bisa merasai sakit, bahagia, derita, sengsara, kerinduan, ghairah & cintanya mrk..aku berharap novel ini akan panjang lg atau setidaknya ada season 2 tapi...ia tdk akan mungkin ada kan thor??? Apakah tdk keterlaluan thor bila aku masih mengiginkan kebahagiaan utk mrk berenam setelah kematian aiden? Aghh! Aku rindu kisah mrk thor...😭😭😭😭😭😭
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU: sama aku jg ngrasa gitu .. aku jg nangis2 wkwkwk
total 3 replies
Etik Fidiati
😭😭😭😭😭
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Santi Kurniawati
😭😭😭😭😭😭
Santi Kurniawati
semangat lila
Santi Kurniawati
😭😭😭😭😭
Santi Kurniawati
😭😭😭
Santi Kurniawati
😍😍😍
Linda Othman
finaly the end. hidup bersama akhirnya 😊
Linda Othman
ala mati ke??!! tidakkk
Linda Othman
Deep...
Linda Othman
knp bila pov Lila lebih sedih...terus kuat Lila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!