Kisah ini menceritakan tentang seorang gadis yang mengalami broken home, sejak ia masih duduk di bangku SMA, lebih tepatnya sejak kls 3 SMA.
Dikarenakan sang ayah berselingkuh dengan wanita lain dan lebih memilih selingkuhannya dibandingkan dengan sang ibu, oleh sebab itu mereka bercerai, dan dari masalah itu pula ibunya meninggalkan dirinya dengan sang nenek.
Lambat laun ia pun bertemu dengan seorang pria yang memiliki sikap dan hati sedingin es.
Ia pun memiliki rencana untuk menaklukkan hati sedingin es itu, mampukah ia menaklukkan hati pria es itu?
Nb: Cerita ini hanya fiksi saja, jika ada kesamaan dalam nama, tempat, alur, dll, itu tidak disengaja 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anowmuri3__, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Keesokan paginya, masih di kediaman pak Aditama.
Kini Yura dan ayah tirinya itu tengah sarapan bersama.
"Yah," panggil Yura pada saat mereka selesai sarapan.
"Ada apa?" tanya pak Tama.
"Begini, kemarin Yura liat, eh ... Salah, bukan Yura, tapi teman Yura, ya teman Yura ..."
"Ya terus kenapa?" tanya pak Tama.
"Begini, salah satu temanku ada yang ke bar. Dan apa ayah tau? Dia ngeliat Senja sedang berada di sana juga, dia lihat Senja bersama dengan seorang pria. Ayah gak percaya, nih Yura punya fotonya, Yura dapat ngasih dari teman Yura itu," jawabnya seraya menyerahkan ponselnya ke ayahnya.
Pak Tama pun mengambil ponsel anak tirinya itu, kemudian ia melihat sebuah gambar yang memang menunjukkan anak kandungnya itu, dan ...
Brakkk.
"Kurang ajar!!" pak Tama pun menggebrak meja makan, sehingga membuat Yura terkejut, namun tak lama wanita itu pun tersenyum, dalam hatinya ia begitu senang lantaran ia berhasil membuat Senja semakin di benci oleh ayah kandungnya sendiri.
"Ayah tenanglah, Yura tidak ingin nanti ayah sakit, jika terus memikirkan anak tidak tau diri itu," ucap Yura menenangkan.
Pak Tama pun menghela nafasnya, kemudian ia pun pergi ke kantornya, tanpa mengatakan apapun.
Sementara Yura, ia pun tersenyum dengan lebar, setelah ayah tirinya itu pergi, ia pun mengambil ponselnya lantaran ada yang menghubunginya.
"Halo," ucapnya setelah mengangkat telepon itu.
" ... "
"Oke baby, aku akan ke sana sekarang."
Tut. Sambungan telepon itupun terputus.
Yura pun segera pergi ke kamarnya, untuk bersiap-siap pergi menemui seseorang yang tadi meneleponnya.
Selesai bersiap, Yura pun langsung pergi menggunakan mobilnya, mobil pemberian dari ayah Senja, hadiah ulang tahunnya ketika ia berumur tujuh belas tahun.
Tak lama Yura pun sampai di tempat yang ia tuju, ia pun keluar dari mobilnya, setelah memarkirkan mobilnya, dan masuk kedalam hotel.
Setelah berada di salah satu depan kamar hotel, ia pun langsung mengetuk pintunya.
Tak lama pintu itupun dibuka, dan ia pun langsung masuk kedalam.
"Oh baby i Miss you," ucap seorang pria, pria itu pun langsung melahap bibir ranum Yura.
"Daddy aku juga merindukanmu," ujarnya dengan sensual, setelah ciuman mereka terlepas.
"Daddy butuh pelayanan mu," bisiknya tepat ditelinga Yura, bahkan pria yang di sebut Daddy pun menjilat telinga Yura.
"Tentu aku akan melayani Daddy, asal bayarannya harus dua kali lipat dari sebelumnya."
"Apapun untukmu sayang."
"Ini yang aku suka darimu Daddy Robert."
Kedua manusia itu pun langsung melakukan hubungan yang terlarang.
Yaps, pria itu adalah Robert, klien bisnis yang melakukan kerja sama dengan William waktu semalam.
Dan ya, Yura adalah sugar baby nya, entah apa yang membuat Yura menjadi sugar baby, padahal ia sudah mendapatkan uang jajan yang lumayan dari ayah tirinya.
Hingga hidupnya pun terbilang enak, dibandingkan dengan Senja ketika belum bertemu dengan William.
Entahlah, hanya dirinya lah yang tau, apa yang ia mau.
...###...
Perusahaan w company.
Kini Senja tengah sibuk mengerjakan pekerjaannya, namun ia pun harus menghentikan pekerjaannya lebih dulu, lantaran William atau suaminya, memanggil dirinya untuk ke ruangannya.
"Anda memanggil saya?" tanyanya, ketika sudah berada di dalam ruangan suaminya.
"Hm, buatkan aku kopi," jawab William tanpa mengalihkan ke arah laptop.
"Baik, apa seperti biasa?" tanya Senja, lantaran di panthouse Senja sering membuatkannya kopi.
"Hm."
"Cih kumat," gumam Senja lantaran suaminya itu berbicara dengan irit, seraya melangkah ke luar, guna pergi ke dapur kantor.
Saat sudah berada di dapur kantor, Senja pun langsung membuatkan suaminya kopi.
Pada saat ia tengah membuat kopi, ia mendengar bisikan atau lebih tepatnya sindiran dari beberapa karyawan wanita yang saat ini tengah berada di dapur perusahaan juga.
"Lihatlah, pasti dia sedang mencari kesempatan untuk menggoda bos kita," sindir salah satu orang.
"Pasti, orang seperti dia sudah bisa ditebak," saut yang lainnya.
Senja yang kini sudah selesai membuat kopi pun pergi dari sana, tanpa menghiraukan sindiran dari dua wanita tadi.
Ia pun pergi dengan membawa satu cangkir kopi, ia pun mengetuk pintu saat sudah berada di depan ruangan CEO.
Setelah mendapatkan izin untuk masuk, Senja pun masuk kedalam.
"Permisi tuan," ucapnya seraya menaruh cangkir kopi di atas meja kerja William.
"Kalau begitu saya permisi," lanjutnya.
"Hm."
Senja pun keluar dari sana, sepeninggalan Senja, William pun mengambil cangkir kopi yang tadi istrinya itu buat.
William pun meminum kopi itu, ia pun tersenyum kecil setelah meminum kopi buatan istrinya itu.
.
gmna rasanya d selingkuhi enak kan
itu lah yg d rasakan ibu nya senja..