Dahulu, Yin Xiang hanyalah seonggok sampah tidak berguna dan berasal dari keluarga pengkhianat kekaisaran. Kehadirannya bahkan dianggap sebagai pembawa sial bagi setiap orang. Karenanya, Yin Xiang kerap sekali direndahkan dan disiksa.
Suatu hari, Yin Xiang terjatuh ke jurang neraka tanpa dasar. Di sana, Yin Xiang menemukan serpihan jiwa Dewa Kegelapan dan Yin Xiang ditunjuk sebagai penguasa kegelapan berikutnya. Yin Xiang bangkit dan menjadi orang yang kuat. Yin Xiang bertekad membalas dendam semua orang yang sudah menghinanya serta keluarganya. Selain itu, Yin Xiang harus berhadapan dengan kaum vampir yang mengganggu kehidupan manusia.
Bagaimana kisah Yin Xiang membalaskan dendamnya? Apakah Yin Xiang bisa menghadapi para kaum vampir yang datang mengganggu? Ikuti kisah Yin Xiang dalam cerita 'Kembalinya Sang Pendekar Kegelapan'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virisani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13: Reruntuhan Klan Yin
Malam berganti menjadi pagi. Matahari terbit di ufuk timur. Menerangi bumi dan isinya dengan sinar hangat yang menenangkan. Aktivitas manusia sudah dimulai sejak subuh tadi. Banyak orang yang tengah berjalan ke sana kemari.
Para pedagang sudah mulai menjajakan dagangannya di pasar. Para pendekar pengelana sudah memulai perjalanan mereka lagi. Begitupun dengan orang-orang lainnya yang melakukan bermacam kegiatan hari ini.
Yin Xiang melangkah ringan setelah mengisi perutnya dengan makanan enak di kedai. Kini, gadis remaja yang wajahnya ditutupi topeng itu pergi menuju suatu tempat yang menyimpan cukup kenangan baginya.
Walaupun pada saat itu, Yin Xiang masih belum bisa mengingat banyak hal, tapi beberapa adegan manis dan hangat terekam olehnya. Bahkan, kejadian pahit itu juga tersimpan apik di dalam pikirannya.
Yin Xiang berjalan ke arah tenggara di kekaisaran Yu. Sebuah tempat di mana klan Yin berdiri dulu. Wilayah kekaisaran Yu terbagi menjadi enam wilayah dengan masing-masing satu klan besar menempatinya. Hanya saja, kejadian beberapa tahun silam membuat kekaisaran Yu hanya memiliki lima klan besar saja.
Dahulu, berdiri klan Yin di sebelah tenggara, klan Luo di sebelah timur, klan Lan di sebelah barat, klan Jin di sebelah utara, klan Wei di sebelah barat laut, dan klan Yu di sebelah selatan. Klan Yu sendiri merupakan keluarga kekaisaran.
Karena suatu kejadian, klan Yin sekarang sudah tidak ada lagi. Hanya menyisakan satu gadis kecil yang sudah remaja dengan dendam tinggi di hatinya. Yaitu, Yin Xiang.
Setiap langkah yang diambil oleh Yin Xiang terasa berat dan sesak. Dirinya semakin dekat dengan tempat asalnya. Yin Xiang berhenti tepat di depan sebuah gerbang klan yang kini hanya menyisakan reruntuhan atau puing bangunan saja.
Setitik air mata jatuh dari wajah cantik Yin Xiang. Perlahan, gadis itu melepas topeng yang dikenakannya. Yin Xiang menghela napas panjang sebelum melangkah masuk ke kediaman klan yang tersisa reruntuhan saja.
Napas Yin Xiang tercekat melihat rumahnya yang dulu dihiasi tawa kini sudah tidak ada lagi. Kesedihan terpancar jelas di wajah gadis remaja itu. Kenangan manis dan pahit tercampur di ingatannya.
Bayangan-bayangan masa kecil saat dia bermain dengan saudara satu klannya. Berkejar-kejaran dengan sang ayah tercinta. Belajar menari bersama ibu. Dan banyak lagi.
Yin Xiang berlutut di tengah-tengah tempat yang dulunya adalah halaman luas. Dirinya menundukkan kepala tanda penghormatan untuk semua saudaranya yang sudah tidak ada lagi. Menahan isakan yang akan keluar dari mulutnya, Yin Xiang perlahan berbicara, "Ayah, ibu, aku pulang".
Mata indah Yin Xiang menyapu ke seluruh puing bangunan di sana. Yin Xiang mencoba menggali ingatannya yang lain di masa lalu. Saat klan Yin masih berdiri kokoh, Yin Xiang baru berusia 6 tahun. Sudah ada beberapa hal yang bisa Yin Xiang ingat.
Gadis itu mengepalkan tangannya. Musnahnya klan Yin dari kekaisaran Yu disebabkan oleh klan lainnya yang bersekutu. Yin Xiang memang belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi di balik kejadian malang yang menimpa klan Yin. Namun, dendam di hatinya tetap bergemuruh.
Pandangan Yin Xiang semakin menggelap. Aura hitam tipis menguar dari tubuhnya. Emosi yang terpendam, mulai keluar sedikit demi sedikit. Rasa sakit yang dirasakan Yin Xiang sudah terlalu dalam dan sulit untuk disembuhkan.
Yin Xiang memejamkan matanya dan menghela napas panjang. Gadis itu melukai jari telunjuknya. Dia menggambar sebuah rune dengan darahnya di tanah. Yin Xiang ingin mengembalikan bangunan megah klan Yin seperti saat klan Yin masih berjaya.
Setelah membuat rune, Yin Xiang memukul tanah menggunakan telapak tangannya dengan kuat. Menciptakan sedikit debaman. Dalam sekejap, asap hitam mulai menyebar, melingkupi seluruh puing bangunan klan Yin.
Sambil bersedekap dada, Yin Xiang mengamati asap itu dengan mata tajam. Kurang dari 15 menit, bangunan klan Yin sudah terbentuk seperti sedia kala. Yin Xiang tersenyum puas melihatnya. Kini, rumahnya sudah kembali lagi.
Yin Xiang juga membuat segel ilusi. Dirinya tidak ingin orang lain melihat bangunan klan Yin kembali seperti semula. Masih belum saatnya untuk menunjukkan diri pada dunia kalau klan Yin akan bangkit. Yin Xiang masih membutuhkan banyak hal untuk bisa mengalahkan orang-orang yang akan menjadi penghalang di masa depan.
Segel ilusi yang dibuat Yin Xiang, akan menyebabkan orang-orang tetap melihat reruntuhan bangunan klan Yin. Padahal, bangunan klan Yin sudah berdiri dengan kokoh lagi.
Yin Xiang berjalan mengitari bangunan klan Yin yang terbilang sangat luas. Yang pertama kali dia kunjungi adalah paviliun tempat orang tuanya tinggal. Langkah Yin Xiang terlihat anggun, berwibawa dan tegas. Siapapun yang melihatnya pasti akan merasa bahwa Yin Xiang belajar tata krama dengan sangat baik.
Paviliun milik mendiang orang tuanya cukup sederhana, tapi tetap elegan dengan berbagai ornamen yang menghiasi dinding. Yin Xiang tersenyum saat mengingat dirinya selalu menyambangi paviliun itu dengan berlari. Di belakangnya para pelayan akan mengejar. Menghentikan Yin Xiang kecil untuk berlari. Dan sesampainya di paviliun, ibu Yin Xiang akan menjewer telinganya karena tidak mendengarkan peringatan para pelayan.
Yin Xiang terkekeh mengingat hal itu. Air mata kembali terjatuh dari manik indah Yin Xiang. Kenangan-kenangan manis itu justru membuat Yin Xiang semakin rindu pada orang tuanya. Dia tidak tahu kemana perginya jasad kedua orang tuanya. Karena, saat sampai di depan reruntuhan klan Yin, tidak ada satu pun tulang belulang di sana.
Setelah puas melihat paviliun orang tuanya, Yin Xiang pergi menuju aula klan. Tempat diadakannya pertemuan ataupun rapat. Yin Xiang melangkah masuk dan duduk di salah satu kursi di sana dengan pandangan kosong. Yin Xiang masih berada dalam kesedihannya.
Hela napas panjang terdengar dari Yin Xiang. Gadis itu memejamkan mata. Dia mencoba menghubungi Ling Feng. Ketua Bandit Tengkorak Hitam yang kini sudah berganti menjadi wakil Yin Xiang dengan nama organisasinya, Serigala Perak.
'Paman Ling Feng', Yin Xiang mencoba melakukan telepati pada Ling Feng.
Ling Feng yang tengah bersantai di sebuah rumah besar dengan kelompoknya tersentak saat mendengar suara nonanya, yakni Yin Xiang. Ling Feng memejamkan mata dan mendengarkan lebih jelas apa yang dikatakan Yin Xiang.
'Nona? Anda memanggil saya?' balas Ling Feng melalui telepati.
'Ya. Datang ke tempat ini bersama dengan semua anggota. Lakukan dengan cepat', Yin Xiang mengirimkan titik koordinat keberadaannya pada Ling Feng.
Saat itu juga, setelah mendapat koordinat, Ling Feng langsung mengumpulkan semua anggota Serigala Perak. Pria itu tidak membuang waktu. Dirinya dan 20 anggota Serigala Perak langsung meluncur ke tempat yang diberikan oleh Yin Xiang.
Betapa terkejutnya para anggota Serigala Perak saat menyadari bahwa koordinat yang diberikan Yin Xiang adalah tempat klan Yin berdiri dulu. Bahkan, mereka lebih tercengang lagi saat melihat bangunan klan Yin yang sudah berdiri megah. Yin Xiang mengizinkan anggota Serigala Perak untuk bisa melihat bangunan Klan Yin saat ini.
Ling Feng dan para anggotanya menggunakan teknik ilmu meringankan diri, jadi mereka bisa sampai dengan cepat. Apalagi lokasi mereka berada tidak jauh dari klan Yin. Ling Feng dan yang lain mendarat tepat di depan gerbang mewah nan indah klan Yin. Dengan langkah yang ragu-ragu 21 orang itu masuk ke dalam lingkungan klan Yin
Yin Xiang dari dalam aura bisa merasakan keberadaan anggotanya yang sudah sampai. Dirinya kemudian beranjak dan menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang di kediaman klan Yin, paman"
***
saling dukung yukk
mending cetak aja mukamu di koin atau lembaran mata uang
dijamin, semua orang bakal kenal