Menjadi istri pengganti istri pertama, begitulah yang Deandra alami. Ketika dirinya terpaksa harus menikah dengan Majikan di rumahnya ini, hanya karena dia membutuhkan sosok seorang istri pengganti di saat istri pertamanya masih dalam keadaan koma.
"Jadi istri pengganti untukku, selama istri pertamaku belum sadar"
Sebuah kalimat yang membuat Deandra sangat terkejut. Namun sebuah pilihan yang akhirnya dia ambil. Entah bagaimana pernikahan ini berlanjut, mungkin akan tetap bersama dengan saling mencintai? Atau bahkan saling melepaskan dengan rasa sakit?
Saksikan kisahnya di PENGGANTI ISTRI PERTAMA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadiah Pernikahan?!
Sikap Afkha ini seolah dia yang menemukan istrinya sedang selingkuh saja. Padahal kalaupun aku selingkuh juga bisa saja, kan aku hanya pengganti saja untuknya. Bukan istri yang benar-benar dia cintai. Tapi kenapa sekarang ini dia malah marah-marah gak jelas seperti itu.
"Kau masih akan berdiri saja disitu? Apa tidak berniat untuk meminta maaf setelah melakukan kesalahan itu?" ucap Afkha, terdengar sekali nada kesal karena melihat Deandra yang hanya berdiri diam di tempatnya tanpa berniat melangkah untuk mendekat padanya.
Deandra menghembuskan nafas pelan. Sabar Dean, dia ini hanya seorang pria yang sedang kesepian karena selama ini istrinya koma. Sekarang kamu hanya perlu bersikap baik dan tidak lagi menyinggung perasaan suami kesepian ini. Deandra hanya mencoba menenangkan dirinya agar tidak menggeplak kepala Afkha yang menyebalkan itu. Eh, tapi dia juga tidak akan berani melakukan itu sebenarnya.
Berjalan perlahan ke arah Afkha, Deandra masih mencoba untuk menenangkan hatinya dan tetap menampilkan wajah dengan senyuman yang indah bak seribu bunga yang bermekaran di taman. Ketika dia sudah dekat dengan suaminya yang duduk di sofa, tangan Afkha langsung menarik tangannya dan mendudukan Deandra di atas pangkuannya.
Apa si, kenapa harus seperti ini? Kalau nanti tiba-tiba ada karyawan yang masuk bagaimana? Deandra menatap was-was ke arah pintu keluar dari ruangan ini. Takut jika tiba-tiba saja pintu itu terbuka dan orang lain masuk. Apa yang akan mereka katakan jika melihat posisi seperti ini. Ish, kenapa dia ini selalu ada-ada saja.
"Sayang, nanti ada yang masuk dan lihat kita seperti ini, bagaimana?"
Ayolah, lepaskan aku. Jangan terus membuat aku kesal. Deandra menunjukan senyum sejuta warna pada suaminya, meski hatinya sedang mengumpat kesal. Tapi dia tetap terlihat seperti wanita yang sangat anggun dan menuruti keinginan suaminya. Kalau saja ada waktu dimana aku bisa membalas semuanya, aku akan balas dia lebih dari semua ini. Aku akan membuat dia kesal, tapi tidak bisa menunjukan kekesalannya seperti aku. Tapi mana mungkin bisa. Argghhh...
"Memangnya kenapa kalau ada yang lihat? Kita suami istri, dan tidak akan ada yang melarang suami istri seperti ini.Bahkan jika aku menciummu sekarang, juga tidak akan ada yang marah" ucap Afkha santai, wajah panik Deandra yang takut akan ada orang lain yang masuk dan melihat posisi mereka ini, malah terlihat lucu dimata Afkha.
Membuatnya panik dan kesal memang menyenangkan.
Deandra menghembuskan nafas kasar, dia tidak bisa lagi dengan posisi seperti ini. Kalau benar ada yang masuk dan melihat posisinya dan Afkha yang seperti ini, pastinya Deandra akan sangat malu.
"Sayang, aku turun ya. Kasihan pasti kamu pegal 'kan, kaki kamu akan sakit kalau aku terus berada di atas pangkuanmu seperti ini" ucap Deandra.
Ingat ya, tubuh aku memang tidak terlalu tinggi. Tapi aku juga tidak termasuk dengan wanita yang kecil mungil. Jadi alasan berat adalah yang paling benar. Deandra sudah tersenyum senang karena merasa dirinya sudah menemukan alasan yang jitu untuk membuat Afkha menyudahi acara mangku-memangku dirinya ini. Namun..
"Kaki aku kuat jika harus memangku kamu dengan berat badan dua kali lipat lagi dari sekarang"
Ucapan Afkha itu membuat senyuman Deandra langsung memudar seketika. Dengan kesal, Deandra langsung berdiri dari atas pangkuan suaminya. Dia benar-benar kesal karena sekarang Afkha malah seolah sengaja ingin membuatnya malu jika ada yang masuk. Duduk di samping Afkha dengan memalingkan wajahnya. Tentu saja Deandra takut jika harus menatap Afkha saat ini. Karena pastinya Afkha akan menatapnya dengan tatapan jitunya, dingin dan tajam.
"Oh, jadi sekarang sudah mulai jadi pembangkang dan tidak mau menuruti aku. Kau hebat sekali Deandra! Sudah mulai melanggar peraturan diantara kita, kalau begitu aku akan mengambil lagi semua yang sudah aku berikan padamu!" ucap Afkha dengan tajam dan begitu penuh penekanan.
Deg..
Deandra memutar matanya gelisah, kalau semua yang sudah Afkha berikan padanya. Berarti termasuk uang yang sudah dia bayarkan untuk sisa hutang Ayahnya. Aduh, darimana aku bisa menggantinya uang sebanyak itu. Meski kesal dan malu dengan perbuatannya sendiri, tapi Deandra tetap harus melakukan ini agar hidupnya tetap berjalan tanpa harus memikirkan tentang hutang lagi.
Dengan cepat Deandra kembali duduk di atas pangkuan Afkha. Dia memejamkan matanya karena merasa sangat malu dengan apa yang dia lakukan saat ini. Tapi semua ini juga demi kelangsungan hidupnya.
Lebih parah lagi saat Deandra memberikan kecupan di bibir suaminya itu, karena melihat Afkha hanya diam bersandar di sofa dengan tangan bersidekap dada. Menatap Deandra dengan begitu lekat. Membuat Deandra berinisiatif untuk memberikan kecupan di bibir Afkha.
Aaa, aku memang sudah gila! Tidak, memang dia yang sudah membuat aku jadi gila seperti sekarang. Aaa.. Afkha sialan, kenapa aku selalu kalah denganmu.
Afkha menepuk tangannya dua kali, dan seketika pintu langsung terbuka dengan pelayan yang membawakan makan siang untuk mereka. Memang semuanya sudah dia atur oleh Asistennya yang serba bisa dan mengerti apa yang Afkha inginkan saat ini.
Aaa.. Dia benar-benar gila, sialan dia sengaja ingin memperlihatkan semua ini pada orang lain. Kalaupun mau pamer, lihat-lihat dulu dong. Menghindari malu yang sudah sangat besar itu,
Deandra memilih memeluk leher Afkha dan menyembunyikan wajahnya di belakang leher suaminya.
Dan suaminya itu malah merasa senang dengan apa yang dirinya lakukan. Bahkan dia langsung mengelus rambutnya dan mencium kepalanya dengan lembut. Seolah memang sedang ingin pamer pada semua orang.
Ya Tuhan, aku ingin mencekiknya sekarang!
"Ini adalah istriku, dia yang memiliki Restaurant ini, karena aku memberikannya untuk hadiah pernikahan kami. Jadi kalau sesekali dia datang, tolong berikan yang terbaik" ucap Afkha pada kepala pelayan dan manager Restaurant yang juga ikut masuk hanya sekedar untuk menyambut kedatangan Afkha.
"Baik Tuan" ucap kepala pelayan itu.
Apa dia bilang? Hadiah pernikahan, cih. Dia 'kan memberikan ini hanya karena dia yang ingin memaksa aku untuk menikah dengannya. Meski sebenarnya aku juga tetap merasa di untungkan. Tapi bisa sekali dia membuat cerita seolah dia adalah suami yang romantis. Padahal nyatanya hanya seorang suami yang menyebalkan.
Sebenarnya ketika manager Restaurant dan Kepala pelayan itu masuk. Mereka sudah di berikan peringatan oleh Asisten Afkha untuk tidak membicarakan apa yang mereka lihat di dalam ruangan ini pada siapapun. Semuanya hanya cukup untuk mereka berdua. Tidak menyangka juga jika saat mereka masuk, ternyata sepasang suami istri ini bermesraan. Membuat semua orang yang melihatnya iri saja.
Bersambung