NovelToon NovelToon
Suami Milyarder

Suami Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Menantu Pria/matrilokal / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:88.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mei-Yin

Kehidupan sederhana yang dijalani, berubah hanya dalam sekejap mata saat mengetahui identitas suaminya.

Dalam waktu satu malam dia berubah menjadi istri milyarder.

Lylia Federick Richards tidak pernah tahu tentang identitas suaminya yang ternyata adalah pewaris tunggal kerajaan bisnis yang selama ini dinyatakan hilang.

Memiliki suami milyarder tak selamanya menyenangkan. Banyak hal yang hanya bisa dipendam tanpa diungkapkan. Apalagi saat serangkaian kejadian mengerikan menerpa dan hampir membuat nyawa melayang.

Mampukah Lylia bertahan dan tetap membersamai Xavier dalam keadaan apa pun?

Mampukah Xavier melindungi Lylia dari orang-orang yang berniat mencelakainya?

Simak kisahnya Xavier dan Lylia hanya di sini ✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei-Yin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 — Luka hati Lylia

Federick masih berada di ICU karena kondisinya masih kritis pasca operasi. Belum ada satupun anggota keluarga yang bisa bertemu sebab dokter tak mengizinkan.

Lylia duduk di sebelah Xavier yang setia mendekapnya erat. Tak lama terlihat sosok Eudora dan Karina berjalan mendekat dengan tatapan yang sulit ditebak.

“Ibu mau bicara!” ucap Eudora tegas.

Lylia menatap manik wanita paruh baya itu dalam diam. Sementara Xavier meski terlihat abai, telinganya tetap dipasang untuk mendengarkan.

“Xavier, sebagai menantu Keluarga Richards harusnya kau membantu keluarga istrimu. Bukan malah mendorong kami dalam kehancuran seperti ini.”

Sepasang suami istri itu hanya menyimak tanpa berniat untuk menimpali.

“Benar yang dikatakan ibu. Seharusnya kau membantu memperkuat Rich Company, bukan malah menghancurkannya, Adik ipar.”

“Untuk sekali saja jadilah berguna bagi Keluarga Richards. Selamatkan perusahaan yang kini sedang berada diambang batas.”

“Jangan sampai kehancuran Keluarga Richards menjadi ejekan dan hinaan bagimu. Karena sebagai seorang kepala keluarga dan suami, kau tak bisa berguna bagi istrimu.”

Tangan Lylia mengepal kuat. Ah ... dia terlalu berharap lebih. Ekspektasinya terlalu tinggi, berharap ibu dan adiknya akan meminta maaf setelah sang ayah memintanya. Namun, tetap saja perangai buruk mereka membuat mulut busuk itu bukan meminta maaf justru mencecar dan menghina.

Lylia langsung bangkit dan menatap ibu serta adiknya tajam. Urat-urat di lehernya sampai menonjol karena tak bisa lagi menahan diri.

“Cukup! Belum cukup selama ini kalian menghina dan merendahkan aku juga suamiku. Sekarang setelah mengetahui statusnya, kalian juga masih menghinanya. Keterlaluan. Mulut kalian memang busuk!” kata Lylia dengan tatapan nyalang.

Plak!

Eudora melayangkan tangannya hingga menghampiri pipi Lylia. Xavier belum sempat mencegah karena lengah dengan pergerakan mertuanya.

“Beraninya kau bicara buruk dan menghinaku.”

Lylia mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Bibirnya menyunggingkan senyum sinis ke arah Eudora.

“Apa hanya ibu saja yang bisa menghina dan merendahkan. Aku pun juga bisa melakukan hal yang samab. Jangan lupa aku juga punya mulut yang tak selamanya akan terkunci rapat mendengar segala cacianmu.”

Tangan Eudora kembali melayang, tetapi kali ini Xavier menahannya dan mencengkeram lengan wanita itu kuat dengan tatapan membunuh.

“Jangan coba-coba menyentuh istriku. Aku diam karena masih menghormati Lylia yang tak mengizinkan diriku menghancurkan Keluarga Richards. Seharusnya kau berterima kasih padanya, tapi kau justru melakukan hal sebaliknya. Aku bisa membuat Keluarga Richards menghilang dalam waktu singkat,” kata Xavier penuh penekanan, menyentak tangan itu dengan kasar hingga sang pemilik raga hampir terjerembab.

Lylia pergi dari hadapan ibu dan adiknya. Dia sungguh muak melihat mereka berdua yang tak bisa merenungi kesalahan.

“Sekali lagi aku melihat kau mengangkat tangan pada istriku, kupastikan kau akan menanggung segala akibatnya.”

Xavier menatap Eudora dan Karina dengan tajam. Tidak ada lagi kelembutan atau kesopanan yang dulu ditunjukkan.

Kondisi kesehatan Federick belum juga membaik meskipun telah mendapatkan perawatan yang bagus dan ditangani dokter hebat.

Setiap pagi Lylia akan datang ke rumah sakit dan pulang bersama Xavier yang selesai bekerja. Sengaja Lylia tidak menginap karena saat malam Alucard dan Karina akan datang.

Di mana Eudora?

Wanita paruh baya itu ada di rumah dengan alasan tidak enak badan. Padahal Lylia jelas tahu jika ibunya memang malas berada di rumah sakit.

“Ada yang ingin ayah bicarakan, Lylia.”

Lylia yang telah melangkah berhenti, tetapi tak berniat membalikkan tubuhnya. Dia hanya sedang menunggu apa yang ingin dikatakan ayahnya.

“Maafkan ibu dan adikmu,” lanjut Alucard dengan suara rendah.

“Mereka punya mulut untuk melakukannya. Mengapa harus ayah yang mewakilinya?” Lylia tersenyum sinis. “Jangan paksa mereka untuk meminta maaf hanya demi saham Richards.”

“Tunggu, Lylia. Dengarkan ayah!”

Lylia melenggang pergi tanpa mau mendengar sang ayah. Dia cukup tahu dan yakin pria itu pasti akan memberikan banyak alasan untuk menjaga nama istrinya tetap terlihat baik.

Di luar ruangan Lylia menghela napas kasar sambil menyeka sudut matanya yang berair.

Waktu masih menunjukkan pukul tiga sore. Dirinya tak menyangka jika sang ayah datang lebih cepat hanya untuk bicara hal yang sia-sia. Karena terus melamun Lylia tak sadar sudah sampai di lobby rumah sakit. Dia memutuskan menunggu dan memanggil taksi, berniat mengunjungi suaminya di kantor.

Hampir lima puluh menit menempuh perjalanan yang cukup membosankan, taksi tiba di lobby sebuah gedung tinggi yang sangat megah bertuliskan XBOX Group.

Bibirnya tersungging senyum lega. Dia tidak tahu alamat kantor suaminya, memilih mencari alamatnya di internet dan untungnya benar.

“Ambil saja kembaliannya, Tuan. Terima kasih,” kata Lylia keluar dari dalam taksi setelah menyerahkan uang.

Memasuki gedung para penjaga tersenyum dan menunduk sopan, bukti bahwa perusahaan ini memiliki karyawan yang berprilaku baik.

“Saya ingin bertemu dengan Xavier,” kata Lylia pada resepsionis yang berjaga.

“Sudah memiliki janji dengan beliau, Nona?”

Lylia menggeleng pelan.

“Maaf, Anda harus membuat janji terlebih dahulu sebelum menemui Tuan Xavier.”

“Katakan saja pada Asisten Jensen, Lylia ingin bertemu.”

“Baik, Anda bisa tunggu sebentar.”

Tak sampai sepuluh menit, sosok asisten itu muncul dan menatap para resepsionis dengan tajam.

“Beraninya kalian membiarkan Nyonya Bailey menunggu!” kata Jensen membuat tiga wanita itu terbelalak kaget.

“Maafkan kami, Tuan.”

“Jangan marahi mereka. Aku yang memilih mengikuti prosedur di perusahaan ini. Mereka hanya bersikap profesional,” bela Lylia.

“Maafkan kami, Nyonya. Sungguh, kami tidak tahu jika Anda adalah istri Tuan Xavier.”

Ketiga wanita itu menunduk dengan lutut yang gemetar. Lylia segera meminta Jensen mengantarnya menemui sang suami. Dia tak ingin kehadiran pria itu mengintimidasi tiga wanita yang tak bersalah.

Kesan pertama Lylia, perusahaan ini memiliki karyawan yang profesional dan sungguh taat aturan.

Gedung itu bertingkat tiga puluh dengan desain yang modern, tetapi tetap terlihat formal.

“Tuan Xavier telah merombak seluruh pegawai secara besar-besaran, Nyonya. Memutus para pengkhianat yang telah merugikan perusahaan. Termasuk harus bermusuhan dengan Tuan Henry,” jelas Jensen.

“Paman Henry?”

“Benar, Nyonya. Lebih jelasnya Anda bisa bertanya langsung dengan Tuan Xavier.”

Sesampainya di lantai teratas, Jensen mengantar sampai di pintu dan mengetuknya, lalu membukanya dan mempersilakannya masuk.

“Mengapa tidak berkabar kalau mau datang ke sini.” Xavier bangun dan menyambut istrinya dengan pelukan.

“Tidak ada rencana.”

“Kau meninggalkan kakek sendirian?”

“Ada ayah.”

Lylia mengamati interior ruangan Xavier yang rapi dan sangat luas. Sekali lagi dia lupa jika suaminya adalah milyarder.

“Apa maksud Jensen kau bermusuhan dengan Paman Henry. Apa yang terjadi?”

Lylia memilih menuju lemari pendingin dan mengambil sekaleng soda, lalu duduk di sofa siap mendengar cerita suaminya.

Selama seminggu ini dia cukup sibuk dengan memikirkan kondisi kakeknya, mungkin itu juga salah satu alasan Xavier tak banyak bercerita.

“Biasalah. Jangan terlalu memikirkan sesuatu yang tidak penting. Semuanya baik-baik saja,” kata Xavier.

Belum sempat Lylia menjawab, terdengar suara dering ponselnya berbunyi. Lylia mengambil benda pipih di dalam tas dan melihat siapa nama pemanggil. Bibirnya tertarik ke dalam, malas.

“Siapa?”

“Karina.”

Lylia mengabaikan panggilan itu dan menyimpan ponselnya. Namun, dering ponsel kembali berbunyi dengan nomor berbeda. Mau tak mau Lylia menjawabnya. Namun, sedetik kemudian dia terlonjak bangkit.

“Kakek ....”

To Be Continue ....

1
Hari Dunddung
sangat bagus ceritanya sayangnya ngk ada lanjutannya.......
untuk author lanjut dong jangan bikin pembacamu penasaran 😁😁😁
buna
ya bayangin aja, anak dari pelakor dapet bagian lebih gede.. ga membenarkan sikap mereka sih, tp tetep aja.. hemmm aga gmn gitu.
buna
mungkin yang benar karena pria kaya belum tentu terhormat dan punya adab serta sopan santun
Rifa Endro
emang enak dikerjain
Rifa Endro
siapa lagi musuh Xavier ini
Rifa Endro
jangan mulai lagi
Rifa Endro
kau berubah secepat itu ?
Rifa Endro
jelas dia tahu, dia putri dari Ling-hua.
Rifa Endro
drama apa lagi
Rifa Endro
pasti itu rencana eudora
Rifa Endro
eudora, meski lilya berasal dari darah seorang jalang. ternyata mertuamu mberikan harga lebih di atas mu. you know that. tuan federick pasti lebih tahu melalui hati dan naluri
Rifa Endro
sadar kah ?
Rifa Endro
rahasia yg kau sembunyikan.
Rifa Endro
ibu yg nggak ada akhlak. jangan dicontoh ya sayang
Dwie Anna
kok gk di lanjut kak mey
Nirwana Harahap
kpn lnjut thour
Nirwana Harahap
selalu membuat candu
Nirwana Harahap
semngat thor, ceritA novelmu selalu membuat canduu
Dwie Anna
kak Mey jangan lama" dong...
lanjutan'y dong kak
𝕴𝖇𝖚𝖓𝖞𝖆 𝖆𝖓𝖆𝖐-𝖆𝖓𝖆𝖐
Miranda ...🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!