NovelToon NovelToon
Jika Takemichi Dan Izana Menjadi Perempuan

Jika Takemichi Dan Izana Menjadi Perempuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Tokyo Revengers / Tamat
Popularitas:46.9k
Nilai: 5
Nama Author: sit nur Aisyah

bagaimana jika saat izana yang berjalan dengan santai tiba tiba di sergap? dia dipaksa untuk ikut dan setelah dia bangu, tiba tiba tubuhnya menjadi seorang wanita, tidak lama kemudian izana menemukan pemuda yang adalah anggota Toman, dia menguji coba serum yang dia temukan hingga membuat pemuda itu juga sama seperti nya.

"wanita cantik" takemichi

"apa kau lihat lihat!?" izana

"garang sekali" takemichi

"kau sekarang sama denganku" izana

"hah?" takemichi nge-lag

"waaaaaa kau jahat sekali izana!!" takemichi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sit nur Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

two bullying girls

Kedua gadis ini benar benar cari ribut.

.

.

.

.

Izana mencoba menoleh ke belakang.

Entah kenapa, orang yang memeluknya ini terasa sangat familiar. Anehya, ia juga tidak merasa risih dengan pelukan tersebut.

cup

Izana melebar kan matanya saat seseorang dibelakangnya mengecup ringan leher dan pundaknya.

"Izana..."

Suara itu terdengar bergetar.

Izana membelalakkan mata.

"Kau..."

Ia langsung mengenali pemilik suara itu.

Orang di belakangnya semakin mempererat pelukannya.

"Izana, jangan pergi..."

"Kumohon..."

Suara itu terdengar parau.

Izana bisa merasakan bahunya sedikit basah.

Orang itu sedang menangis.

Izana menghela napas pelan.

Kemudian ia menepuk kepala orang tersebut.

"Aku sudah di sini, bukan?"

ucapnya dengan senyum sendu.

"Kakucho."

Kakucho menundukkan kepalanya.

"Jangan pergi lagi."

"Aku seperti orang gila tanpamu."

"Tolong jangan tinggalkan aku sendirian lagi."

"Aku kesepian tanpamu."

"Sejak kecil kita selalu bersama."

"Saat kau menghilang dan tidak ada di sisiku, aku merasa benar-benar sendirian."

Suara Kakucho semakin serak di akhir kalimatnya.

"Hiks..."

"Hiks..."

"Kaku-chan sungguh menyedihkan..."

Takemichi ikut menangis terharu.

BRUK!

Di saat yang sama, Mikey tiba-tiba memeluk Takemichi yang berada di sampingnya.

Takemichi terkejut.

"M-Mikey-kun?!"

Mikey menatap mata biru itu dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.

Kemudian ia menyandarkan dahinya ke pundak Takemichi dan memeluknya erat.

"Takemichi..."

"Jangan pergi lagi."

"Bukankah kau pernah bilang kalau saat aku kehilangan kendali, kau akan memukul dan menasihatiku?"

"Sekarang..."

"Aku sudah melakukan banyak hal yang bahkan tidak bisa kau bayangkan."

Suara Mikey terdengar parau.

Takemichi masih membeku karena terkejut.

BUGH!

"Sialan!"

Izana langsung menatap Mikey dengan urat yang mulai muncul di dahinya.

"Aku lengah lagi dan memberimu kesempatan mendekatinya!"

Di belakang Izana seolah muncul api kemarahan.

"A-ampun..."

ucap Mikey refleks.

BUGH!

BUGH!

Dua pukulan ringan mendarat di kepala Mikey.

"Michi, ayo pulang."

Izana langsung menarik tangan Takemichi.

Kemudian ia menoleh ke arah para berandalan yang masih berkumpul.

"Dan kalian semua."

"Kalau tidak menghentikan pertarungan seperti ini, lain kali aku sendiri yang akan memberi pelajaran."

Nada suaranya terdengar sangat mengancam.

"Ayo pergi."

Takemichi yang masih linglung hanya bisa mengikuti langkah Izana.

Namun beberapa detik kemudian—

"Hiks..."

"Hiks..."

"Hueeeee..."

Tangis Takemichi tiba-tiba pecah.

"Aku jadi ingat kejadian dulu lagi!"

Semua orang langsung membeku.

Mikey pun ikut terdiam.

Mereka teringat kejadian saat Takemichi pernah dipermalukan di depan banyak orang dan hampir berada dalam situasi berbahaya sebelum Mitsuya menolongnya.

Sejak saat itu, Takemichi memang masih menyimpan trauma tertentu terhadap perlakuan kasar yang pernah ia alami.

"Michi..."

Mikey langsung panik.

"Sudah, jangan menangis lagi."

"Nanti cantiknya hilang, loh."

Namun kalimat itu justru membuat Izana semakin kesal.

PLAK!

Sebuah geplakan mendarat di kepala Mikey.

"Itai!"

Mikey langsung mengaduh.

"Berani-beraninya kau membuatnya menangis!"

teriak Izana.

"Aku pastikan kau tidak akan mudah menemuinya lagi!"

"Lalu kalian semua, urus urusan kalian sendiri!"

Setelah mengatakan itu, Izana langsung membawa Takemichi pergi.

Rambut panjangnya bahkan terlihat seperti berkibar karena saking kesalnya.

Meninggalkan sekelompok orang yang hanya bisa melongo.

"Izana, tunggu aku!"

teriak Kakucho yang segera berlari mengejar mereka.

"Bos..."

gumam Sanzu prihatin.

"Mikey, sabar."

Kisaki yang baru datang hanya bisa menghela napas saat melihat drama yang baru saja terjadi.

Tak lama kemudian, kerumunan mulai bubar.

Mikey kembali ke markasnya.

Namun pikirannya terus dipenuhi oleh Takemichi.

Terutama saat melihat bagaimana Takemichi masih takut dan menjaga jarak darinya.

...⚪⚪⚪...

Di sisi lain...

Kedua gadis itu akhirnya sampai di rumah.

Mereka masuk dan segera menutup pintu.

"Izana, tunggu!"

teriak Kakucho dari kejauhan.

BRAK!

Pintu langsung tertutup.

Meninggalkan Kakucho sendirian di luar.

"Hiks..."

"Kenapa aku juga dicampakkan..."

gumamnya sedih.

...⚪⚪⚪...

Keesokan paginya...

Seperti biasa, kedua gadis cantik itu sudah duduk di bangku mereka.

"Zanami! Michiko!"

"Waaaah! Kalian kemarin keren sekali!"

Shiro langsung menghampiri mereka begitu masuk kelas.

"Ck."

"Sudah, jangan dibahas."

"Kita netral sekarang."

Izana menyandarkan dagunya ke tangan.

"Shiro-kun."

Takemichi tersenyum ramah.

"Ada apa?"

Wajah Shiro langsung memerah.

Bagaimanapun juga, Takemichi selalu terlihat lembut dan ramah.

"H-haa..."

"Aku cuma mau bertanya."

"Kau mau bertanya apa?"

tanya Izana datar.

Shiro menelan ludah.

"Apakah kalian mantan berandalan?"

"Ya."

jawab Takemichi santai.

"Lalu kenapa aku tidak pernah mendengar nama kalian?"

Takemichi dan Izana saling melirik.

Kemudian Takemichi tersenyum.

"Yah..."

"Dulu kami menyamar."

Shiro berkedip.

"Menyamar?"

"Dulu kami dikenal dengan identitas yang berbeda."

jawab Izana santai.

"Aaaaa!"

Shiro langsung menjambak rambutnya sendiri.

"Pantas saja!"

"Kalian terlalu berani untuk ukuran murid biasa!"

Takemichi tertawa kecil.

"Hihi."

"Dulu aku anggota Divisi Satu Toman."

"Sedangkan Izana adalah mantan pemimpin Tenjiku."

Shiro langsung membeku.

"...Eh?"

Lalu pingsan di tempat.

"Dia pingsan lagi."

gumam Izana.

Takemichi tertawa kecil.

...⚪⚪⚪...

Tak lama kemudian...

Shiro kembali sadar.

"Kalau begitu..."

"Kenapa kalian meninggalkan kedua geng itu?"

"Itu cerita panjang." jawab Izana santai.

"Intinya ada beberapa masalah."

"Jadi kami memilih pergi."

"Oh..."

Shiro mengangguk paham.

"Pantas saja kemarin kalian langsung dipeluk dua orang brutal itu."

DUAG!

Sebuah geprakan kembali mendarat di kepala Shiro.

"Itai!"

"Ck."

"Jangan bahas mereka lagi."

Izana mendecak kesal.

"Oh iya..."

Shiro tiba-tiba berpikir keras.

"Bukankah mantan ketua Tenjiku bernama Kurokawa Izana?"

"Dan kapten Divisi Satu Toman adalah Hanagaki Takemichi?"

Ia langsung memperhatikan wajah keduanya.

Kemudian matanya membelalak.

"Heeeeeeh?!"

"Kalian berdua?!"

Takemichi hanya tersenyum canggung.

Tepat saat itu—

TENG! TENG! TENG!

Bel masuk berbunyi.

Semua murid langsung kembali ke tempat duduk masing-masing.

Pelajaran pun dimulai.

...⚪⚪⚪...

Jam istirahat.

Takemichi yang sudah sangat ingin ke toilet langsung berlari keluar kelas.

"Aku ke toilet dulu!"

teriaknya.

Tak lama kemudian ia keluar dari toilet wanita dengan wajah lega.

"Hah..."

"Leganya."

Ia mulai berjalan kembali menuju kelas.

Namun...

BYUR!

"Aaaah!"

Takemichi terkejut saat seember air tiba-tiba disiramkan dari atas.

Tubuh dan seragamnya langsung basah kuyup.

Di hadapannya berdiri dua orang yang sangat familiar.

"Hahaha!"

"Itu akibatnya kalau berani melawan kami!"

Milan tertawa puas.

"Ah, Milan."

"Bukankah itu agak keterlaluan?"

ucap temannya, meski wajahnya sama sekali tidak terlihat bersalah.

"Biarkan saja."

"Biar dia tahu akibatnya."

Milan menyeringai sinis.

Namun beberapa murid yang melihat kejadian itu langsung terkejut.

"Tunggu..."

Salah satu dari mereka menunjuk Takemichi.

"Bukankah itu Takemichi?"

.

.

.

.

.

...-TO BE CONTINUED-...

1
Kirana Yola adiba
lanjut kak penasaran sama cerita selanjutnya
Kirana Yola adiba
aku penasaran kak lanjut kak
Kirana Yola adiba
lanjut kak penasaran aku dg cerita selanjutnya
makasih ya kak udah up banyak
shinobu
lanjut min ceritanya bagus
Kirana Yola adiba
penasaran aku dg cerita selanjutnya
shinobu
lanjut min ceritanya bagus min
shinobu
lanjut ke konten utama nya
Kirana Yola adiba
lanjut kak
Kirana Yola adiba
aduh penasaran aku lanjut kak semangat
Saada Sania
lanjut author
Kirana Yola adiba
lanjut kak
hore kakak up
Kirana Yola adiba: sama sama
total 4 replies
REN & HARUKA
baguss thorrr🤩
누르하이다🤭☺️
pantesan thor aku tungguin gak up up ternyata eh ternyata.....
누르하이다🤭☺️: gak papa thor tapi kalo ada rencana mau buat cs/novel baru kabari ya thor biar aku bisa basa
total 2 replies
Kirana Yola adiba
padahal cerita nya bagus dan menarik
AkuAulia loplop pecinta BxB: iya bener
total 3 replies
haruchiyo aya
Luar biasa
aza
Kecewa
aza
Buruk
Kirana Yola adiba
lanjut kak
makasih ya kak udah up
up nya jangan lama lama ya kak
semangat ya kak
nea oktavia d
author lanjut
Shazarina Kamlun
di tunggu kelanjutaanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!