seorang pria bernama kaito yang hidup di kos-kosan murah seketika mendapatkan kekuatan untuk membunuh orang lain dengan instan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon m. hussein maliki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
masalah baru
Esoknya, di sekolah, kaito yang terlihat dingin membuat yuna khawatir, karena kaito yang yuna kenal tidak dingin seperti itu, yuna menghampiri kaito lalu menyapa kaito, kaito tidak menjawab sapaan yuna, luna yang turun dari mobilnya langsung memeluk kaito, kaito mengelus kepala luna, yuna yang melihat itu langsung terkejut, karena kaito yang dimusuhi satu sekolah malah memiliki pasangan wanita yang paling populer di sekolah, kaito dan luna jalan bersama menuju ke kelasnya, wajah yuna terlihat sedih, yuna berjalan ke kelasnya. istirahat, yuna melihat luna menyuapi kaito, kaito terlihat tersenyum ke arah luna, yuna berlari ke kamar mandi wanita, sesampainya di kamar mandi wanita, yuna masuk ke dalam toilet, yuna terus menerus menangis. Di kantin, banyak murid yang menyerang kaito setelah mengetahui kalau kaito berpacaran dengan luna, kaito hanya diam dan melihat murid itu, murid itu langsung meninju kaito, akibatnya murid itu tewas, tubuh luna sangat berkeringat setelah melihat kejadian itu, kaito menginjak kepala orang itu, semua orang langsung kabur dari sekolah setelah melihat kejadian itu, luna yang mencoba kabur, langsung tidak bisa bergerak karena kekuatan milik kaito, kaito mengelus kepala luna sambil tersenyum lembut ke arah luna, yuna yang baru kembali dari toilet melihat mayat siswa di kantin, yuna langsung memarahi kaito, kaito membuat luna pingsan, yuna dengan cepat memegang tubuh luna, kaito berjalan ke arah lorong sekolah. "kaito, kenapa kau berubah menjadi seperti ini, kau bukanlah kaito yang ku kenal, siapa kau" teriak yuna ke kaito.
Kaito tidak menjawab teriakan yuna, kaito masuk ke lorong sekolah, lalu kaito berjalan ke arah pintu keluar. Di luar sekolah, kaito melihat dirinya sudah dikepung oleh polisi, kaito hanya menghela nafasnya, seketika semua polisi yang mengepung kaito tewas, murid-murid yang melihat itu langsung lari, tapi kaito lebih dulu membuat semua murid pingsan, yuna yang membawa luna keluar sekolah melihat semua murid yang pingsan dan banyak polisi yang tewas. "kaito, apa yang kau lakukan, dasar monster" teriakan amarah yuna.
Kaito tersenyum, lalu tertawa sangat keras, yuna sangat marah ke kaito, yuna berjalan ke UKS yang ada di sekolah, lalu menaruh luna di UKS, yuna kembali keluar sekolah, yuna berjalan ke arah kaito, lalu menampar wajah kaito, seketika kaito terdiam setelah di tampar oleh yuna. "dasar sialan, kenapa kau tidak mati saja" kata kaito.
yuna memukul wajah kaito, seketika kaito pingsan karena terkena terkena pukulan yuna. Di rumah sakit, kaito sadar dari pingsannya, lalu melihat yuna yang tertidur disamping kaito, kaito sadar kalau yuna yang membawanya ke rumah sakit, kaito mencoba menghubungi luna, luna tidak mengangkat telepon kaito. Di mall, luna melihat-lihat barang mewah, luna ditemani oleh seorang pria, pria itu seperti berkencan dengan luna, seketika luna mendapatkan pesan dari kaito, luna membaca pesan itu.
"terima kasih luna atas semua hal yang kau lakukan kepada diriku selama ini, aku sangat senang bisa melihat mu tersenyum, mungkin aku akan lebih senang lagi jika kau jujur kepada diriku, semoga kau tenang disana ya" isi pesan dari kaito.
Luna langsung mematikan HP nya, mereka berdua lanjut berkencan di mall, seketika saat luna dan pria itu sedang membeli baju, seketika luna koma, pria itu langsung lari dari mall, luna dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit, kaito menggenggam tangannya, lalu membuka tangannya, yuna terbangun dari tidurnya, yuna memeluk kaito, kaito mengelus kepala yuna, yuna terus menerus menangis. "kenapa kau tadi menyerang semua orang yang ada di sekolah, ada apa dengan dirimu kaito" kata yuna yang menangis.
Kaito tidak tau kalau dirinya banyak membuat masalah di sekolah, yuna yang sadar kalau kaito saat ini adalah kaito yang yuna kenal, sedangkan kaito yang membuat kekacauan di sekolah adalah kaito lain. Beberapa hari kemudian, luna berhasil siuman dari koma nya, yuna membawa kaito ke cafe. Di cafe, yuna dan kaito memesan makanan, lalu kaito terdiam melihat yuna, yuna melihat kaito dengan tatapan yang tajam. "kaito aku ingin bertanya kepada mu, tentang kertas mantra yang kau gunakan" kata yuna.
pesanan mereka berdua di taruh di meja. "tanyakan saja, aku hanya ingin hidup dengan santai tanpa masalah" jawab kaito.
yuna meminum minuman yang dipesannya lalu menaruh minumannya. "untuk apa kau menggunakan kertas mantra di sekolah, apakah kau berniat membunuh semua murid yang ada di sekolah?" tanya yuna ke kaito.
Kaito melihat yuna dengan tatapan yang tajam. "mantra itu hanya untuk melindungi diriku, jika ada seseorang yang memiliki niat untuk membunuh diriku, maka orang itu akan tewas sebelum dia membunuh diriku, jadi mantra itu hanya untuk melindungi diriku saja, dan juga aku tidak tau kalau ternyata mantra itu dapat membunuh seseorang" jawab kaito.
setelah yuna mendengar jawaban kaito, yuna mengerti keadaan kaito, karena kaito sering sekali dibully, jadi kaito menggunakan kertas mantra itu untuk melindungi diri, lalu mereka berdua makan bersama. pulang dari cafe, ada sebuah pemberitahuan dari X arena, kalau X arena sudah bisa dimulai kembali, tersisa 4 hari untuk bersantai di dunia lama, mereka berdua naik ke mobil yuna. "kaito, apakah kau masih berpacaran dengan luna?" tanya yuna ke kaito.
Kaito melihat ke arah jendela mobil, kaito merasa kalau sebuah paksaan adalah hal yang salah. "sudah tidak, aku berpacaran dengannya agar aku mengetahui dirinya lebih dalam lagi, karena aku sudah tau kalau dia tidak mencintai diriku, jadi aku putus dengannya" jawab kaito.
Yuna merasa lega, kaito menepuk bahu yuna, seketika wajah yuna memerah. "memangnya kenapa, apakah kau ada masalah dengan luna, atau ada hal lain yang membuat dirimu menanyakan hal ini?" tanya kaito.
wajah yuna memerah, kaito tersenyum, kaito mengangkat tangannya dari bahu yuna, kaito menutup matanya. Sampainya di kontrakan kaito, kakak kaito memarahi kaito, karena membuat kasus lagi di sekolah, yuna tertawa kecil, kaito hanya menghela nafas, karena harus menghadapi amarah kakaknya. "maaf yuna, adikku memang selalu membuat kasus, dia tidak pernah sama sekali membanggakan kakaknya, jadi mohon dimaafkan" permintaan maaf kakak kaito ke yuna.
Yuna merasa kalau kakak kaito tidak perlu meminta maaf. "kakak tidak perlu meminta maaf, kakak juga tidak melakukan kesalahan kan, tapi aku khawatir dengan kondisi kaito saat ini, untuk saat ini, lebih baik dia tidak pergi ke sekolah terlebih dahulu, kasus yang dibuatnya, sangat besar, jika dia pergi ke sekolah, dia akan langsung di penjarakan" kata yuna.
Kakak kaito langsung melempar kaito ke dalam kontrakan. "yuna, apakah kau mau mampir ke kontrakan kami sebentar, untuk menjelaskan kasus yang dibuat kaito" ajakan kakak kaito ke yuna.
Yuna menerimanya, mereka berdua masuk ke dalam kontrakan, yuna melihat kaito yang terbaring di lantai, yuna langsung membantu kaito berdiri, mereka bertiga duduk di meja makan, 2 bodyguard yuna ikut masuk ke dalam kontrakan kaito. "yuna tolong jelaskan kasus yang dibuat kaito di sekolah" kata kakak kaito.
Yuna menghela nafas, kaito melihat yuna dengan tatapan yang sangat tajam. "kaito berkelahi dengan 1 murid yang disebut preman terkuat di sekolah, kaito secara tidak sengaja membunuh preman itu, karena kejadian itulah semua murid langsung melaporkan kejadian itu ke polisi, kaito membunuh karena dirinya juga diambang kematian saat menghadapi preman, kaito terpaksa membunuh preman itu, polisi langsung datang ke sekolah, kaito langsung lari lewat pintu belakang sekolah, setelah berhasil lari dari sekolah, kaito langsung dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya yang terluka parah, untuk biaya rumah sakit aku yang menanggung nya, jadi jangan khawatir" kata yuna.
Seketika kakak kaito menangis, yuna mencoba untuk menenangkan kakak kaito, tapi kakak kaito tetap menangis. "aku tidak tau harus bilang apa, tapi aku sangat berterima kasih kepada dirimu, memangnya kaito melakukan apa sampai preman itu ingin bertarung melawan kaito?" tanya kakak kaito sambil menangis.
Kakak kaito berhenti menangis, lalu kakak kaito memegang bahu kaito. "karena aku berpacaran dengan kaito, jadi preman itu mengetahui kalau kami pacaran, lalu preman itu mencoba untuk membuktikan siapa yang lebih pantas menjadi pacar ku, preman itu ingin melakukan pertarungan dengan kaito, pertarungan itu dimenangkan oleh kaito, jadi karena masalah kami pacaran" jawab yuna.
Kakak kaito mengerti, yuna pamitan dengan kakak kaito dan kaito, yuna pulang ke rumahnya, kaito masuk ke kamarnya. Malamnya, kakak kaito menyiapkan makan malam, mereka berdua makan, kakak kaito memikirkan cara agar adiknya bisa keluar dari masalah ini. Selesai makan, mereka berdua membersihkan piring, gelas, dan lain-lain yang ada di meja makan, lalu mereka berdua kembali ke kamarnya masing-masing untuk tidur.