NovelToon NovelToon
Pembantuku Konglomerat

Pembantuku Konglomerat

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:104.4k
Nilai: 5
Nama Author: Erna Surliandari

Tak ingin dijodohkan oleh pria yang tak pernah ia cinta untuk kesekian kalinya, Sora memilih pergi dari rumah, dan meninggalkan semua fasilitas yang di berikan sang Papi untuknya.

Ia akhirnya menyamar sebagai Pembantu di rumah seorang saudagar kaya. Bernama Pak Hartono, beliau mempunyai Dua orang anak dengan jarak usia yang begitu jauh. Lalu tugas Sora beralih menjadi Baby sitter karena melihat sang Balita begitu akrab dengannya.

Disanalah Ia mulai bertemu dengan Niji, Kakak Lila yang Dua Puluh Satu tahun lebih tua dari adiknya. Perdebatan demi perdebatan terjadi, antara Sora dan Niji, Kakak dari adik balita yang ia asuh saat ini. Meski jarak yang begitu jauh, Niji begitu menyayangi adiknya itu.
Hingga suatu hari Sora mengetahui, jika Niji adalah adik Ryuji_kekasih yang Ia cari selama ini. Ryuji bukan menghilang, tapi mengalami koma dalam waktu yang lama akibat semua penyerangan yang dialaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tentang Ryuji

Hari pernikahan itu telah tiba. Di kediaman keluarga pranata, sudah begitu ramai berkumpul semua sanak saudara dan tamu undangan dari semua kalangan.

Keluarga Rayan pun telah datang dengan pasukan mereka. Puspa pun telah siap di kamarnya, dengan balutan kebaya putih lengkap dengan mahkotanya.

"Kamu sudah siap, Puspa?" tanya Ayu yang menghampirinya.

Baik Sora mau pun Puspa, mereka tak memiliki banyak teman ataupun sahabat dekat. Sora terlalu kritis dalam berteman, Ia pun tak suka ketika seorang mengaku teman dan mendekatinya hanya karena Sang Papi. Tapi, jika tak karena itu, orang tak akan mau mendekatinya.

Begitu juga dengan Puspa. Ia selalu terikat dengan Sora selama ini. Ia tak memiliki sahabat lain, karena mereka selalu memanfaatkannya untuk memanfaatkan Sora. Bukan hanya teman wanita, Pria pun seperti itu. Hanya memanfaatkan Puspa agar dekat dengan Sora.

"Dan kini, akhirnya aku harus kembali melindungimu. Aku akan menikah dengan Rayan dan memakai namamu disana. Aku tahu ini berdosa, tapi... Ini lah yang bisa aku lakukan." batin Puspa.

Ia kemudian di gandeng Ayu untuk keluar, menghampiri Rayan untuk Ijab qabul mereka.

" Apa ini sah?" tanya Puspa pada Ayu.

" Entahlah. Aku tak bisa berkata apapun tentang ini. Jika pun ada kesempatan bicara, pasti itu terbatas. Kau lebih tahu, karena kau lebih lama di rumah ini." balas Ayu, dengan wajah datarnya.

Puspa hanya kembali diam, Ia tahu persis posisi Ayu di rumah itu. Ia menantu, tapi suaranya nyaris tak pernah di dengar. Tugasnya hanya merawat Akito, dan sesekali ke Rumah Sakit jiwa untuk mengontrol mertuanya yang dirawat disana. Ia tak beda dengan puspa sebenarnya, hanya beda dari status dalam keluarga, tapi tugas dan kewenangan mereka amat sama tiada beda. Masih bersyukur jika suaminya tak lantas membuang dirinya hanya karena satu kesalahan yang Ia lakukan.

" Posisiku, tak ubahnya sepertimu. Hanya seorang Babu, berkedok istri putra sulung keluarga ini. Bedanya, aku harus memiliki anak untuk penerusnya." imbuh Ayu.

Kini mereka telah ada di antara para tamu. Puspa duduk tepat di sebelah Rayan, dan siap untuk mendengarkan ijab qabul mereka yang tak pernah terencana. Bahkan siapa saja mereka belum pernah saling mengenal sebelumnya.

"Aku tak ingin mempermainkan pernikahan." lirih Rayan padanya yang fokus menatap penghulu didepan mata.

"Anda kira saya mau? Saya hanya Babu disini. Saya bahkan tak bisa mengatakan tidak pada keluarga ini." jawab Puspa dengan begitu apa adanya.

Semua proses dilakukan oleh mereka berdua, hingga akhirnya, Ijab qabul itu pun terucap. Puspa hanya bisa menangisi semuanya begitu dalam sementara  Rayan hanya menatapnya dengan tajam seolah merasakan perih dan sakitnya puspa saat ini.

"Wanita ini.  Ia hanya alat keluarga ini. Ia tak bersalah, dan aku tak patut membencinya. Hanya hingga sora kembali, akankah semuanya kembalih normal?" gumam Rayan dalam hati.

♦️♦️♦️

"Aaaah, perasaan ini. Kenapa tak enak seperti ini? Aku sudah sarapan, bahkan sudah mandi. Tapi kenapa masih tak nyaman." gumam Sora, yang terus memegangi dan mengelus dadanya.

"Kenapa kau?" tanya Niji yang menghampirinya.

"Ngga papa... Ngga enak aja rasanya. Kayak lagi ada sesuatu, tapi entah apa." jawab Sora.

Mereka hanya bertiga dengan Lila di rumah. Papa dan Mama Niji sedang ada di rumah sakit, karena hari ini ada visit untuk Kaka Niji. Bik Mun ikut, karena harus membantu untuk memandikan bujangnya di sana. Sejak kecil, Ryuji paling dekat dengan Bik Mun, dan tak mau dengan pengasuh yang lain.

"Ra... Aku minta maaf atas yang kemarin. Karena udah berburuk sangka sama kamu." ucap Niji.

"Ya, mungkin beginilah nasib orang ngga punya. Selalu di curigai dimana-mana. Parahnya, kadang di tuduh atas sesuatu yang ngga pernah mereka lakukan sama sekali. Maka dari itu, aku sampai sekarang ngga pernah punya temen deket."jawab Sora, dengan segelas susu hangat di tangannya.

Mendengar kata-kata itu, Niji semakin merasa bersalah atas sikapnya yang mash sesuka hati pada orang lain.

Sora seperti wanita dengan banyak trauma, dan tampak begitu banyak yang Ia sembunyikan dalam semua cerianya, Keras hatinya, dan segala cuek yang pernah Niji perhatikan beberapa lama setelah bertemu Sora.

"Jalan yok." ajak Niji.

"Kemana? Siang-siang begini. Lila juga masih tidur."

"Ya nantilah. Tunggu Lila bangun, udah mandi dan cantik. Ku bawa keliling bengkulu. Pasti banyak yang belum di kunjungi 'kan?"

"Iya sih, pengen ke Pantai. Duduk santai makan opak sama kuah satenya, lihatin anak-anak mandi pantai."

"Kayaknya kamu tahu, apa udah pernah kesini sebelumnya?" tanya Niji yang makin penasaran.

"Dulu, Mama pernah disini waktu usiaku masih Lima tahunan. Berasa pengen ulang kenangan itu aja, sebagai pengobat rindu ke Mama."

"Ra.... Mama mu?"

"Udah meninggal, kecelakaan. Saat usiaku Lima belas tahun."

"Owh, maaf." sesal Niji, yang tanpa sengaja membuat mata Sora berkaca-kaca.

"Dah, ngga papa. Mau ditangisin kayak gimana juga, ngga akan bisa balik." Tapi, andai bisa menemukan kebenaran tentang kecelakaan itu, pasti hati ini semakin tenang dan ikhlas.

Niji menepuk bahu Sora, sekedar untuk menenangkan dan meanabahkannya. Ia tak tahu apapun, dan tak akan pernah bisa berbuat apa-apa untuknya.

Rumah Sakit Bayangkara.

Di ruang ICU, disana terbaring Ryuji, kakak Niji. Tidur begitu pulas dengan segala peralatan yang terpasang di tubuhnya.

Kecelakaan terjadi Beberapa bulan lalu, ketika Ryuji memutuskan pulang dari pelarian menuju kota kelahirannya. Dalam tragedi itu, Ia mengalami cidera kepala yang begitu berat, meski luka di tubuh tak terlalu parah. Semua orang curiga, jika Ia mengalami beberapa penganiayaan. Karena melihat luka di kepala bagaikan luka dari benda tumpul yang sengaja dipukulkan padanya.

Sempat Pak Rudi meminta polisi untuk menyelidiki, tapi kasus akhirnya di tutup karena tak mendapatkan titik terang sama sekali. Barang bukti, jejak, dan lainnya tak pernah di temukan. Jika itu benar-benar kesengajaan, maka orang yang melakukan itu berarti sudah begitu profesional dengan semuanya.

"Bik, biar saya bantuin ngelap badannya. Tapi diem-diem aja, ya? Meskipun tidur, dia pasti bisa denger dan bisa rasain." bisik Bu Fatma padanya.

Bik Mun mengangguk, dan mulai dengan tugasnya. Bu Fatma mempersiapkan air hangat dan waslap untuk membersihkan tubuh Ryuji. Perlahan, karena meski tidur, Ia pun merasakan sakit di tubuhnya. Apalagi masih ada memar yang hingga kini belum sembuh.

Dalam tubuh yang kekar itu, terdapat sebuah tato bergambar mata yang begitu indah, tepat di lengan kirinya.

"Ini pacarnya?" tanya Bik Mun.

"Mungkin, saya juga ngga tahu. Bibik tahu, dia ngga pernah mau mengobrol bahkan melirik saya." jawab Bu Fatma, dengan perasaan yang sedih.

1
L A
Lumayan
L A
Biasa
Ai Nuroh
ini ada kelanjutan nya g Thor ??
Siti Nihayah
ditunggu kelanjutannya yahh ka
Memyr 67
𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗷𝗮𝘂𝗵 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗲𝗸𝘁𝗮𝘀𝗶, 𝗺𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗷𝘂𝗱𝘂𝗹𝗻𝘆𝗮.
Memyr 67
𝘀𝗼𝗿𝗮 𝗮𝗻𝗮𝗸 𝗸𝗼𝗻𝗴𝗹𝗼𝗺𝗲𝗿𝗮𝘁 𝗯𝗲𝗴𝗼? 𝗮𝘆𝘂𝗻𝗮 𝗰𝘂𝗺𝗮 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗶𝗻 𝗱𝗶 𝗸𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗴𝗮𝗻𝘆𝗮. 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗶𝗻 𝘆𝗴 𝗸𝗲𝗯𝗲𝘁𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗶𝘀𝘁𝗿𝗶 𝗸𝗮𝗸𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮. 𝗸𝗲𝗻𝗮𝗽𝗮 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗻𝗴𝗶𝗸𝘂𝘁𝗶 𝗮𝘆𝘂𝗻𝗮 𝘆𝗴 𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝗵𝘂𝗯𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗮𝗵 𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗸𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗴𝗮𝗻𝘆𝗮?
Elen Gunarti
Ditunggu up nya ya kaka
debby harahap
lanjutannya mana ya
Arif Arta
mana updatenya,apa uda ga ada niat bikin lanjutannya????
Uswatun Khasanah
penasaran sama kelanjutannya tp kok udah ada tulisan tamatnya
padahal certa belm kelar
Nurmalia Irma
yupp itu bettuul bgt ayu..suamiku juga anak pertama tapi malah adik perempuan nya yg berkuasa dikeluarga nya
Rosy
lah..kenapa mama Fatma jadi curiga sama Sora..yg patut di curigai itu papanya Sora dan kakaknya..kenapa kecelakaan mama Sora dan Ryuji sama persis..disini Sora hanya korban
Rosy
mama ana sudah meninngoy Thor..kenapa masih bisa mampir kesini 🤭
Rosy
waahh..jangan2 orang yg mencelakai mamanya Sora dan Ryuji adalah orang yg sama ya ..🤔 dan sekarang mama Fatma tau kalau Sora ada hubungan spesial sama Ryuji..
Aisah Aja
lanjut thorrr...💪🏻💪🏻💪🏻
Mirna Loden Mirna Mirna
ko gk ad lnjtan yah mohon donk 🙏🙏🙏🙏
Aish
menarik😍😍
Pujiastuti
semoga cepat terbongkar rahasia yang tersembunyi tentang kematian ibu kandungnya Sora dan kecelakaan yang dialami Ryuji,,,,

lanjut kak tetap semangat upnya 💪💪💪
Purwati Ningsih
Masih misteri.. mkin penasaran aj thorr 😊❤😘
YuliaMile
jangan² ryuji mantan kekasih sora yg diputusin demi perjodohan sora sm laki² yg selingkuh itu,kecelakaan ryuji apa ulah dr ardy kakaknya sora ya ??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!