NovelToon NovelToon
PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA

Status: tamat
Genre:Mafia / Hamil di luar nikah / Selingkuh / Pelakor / POV Pelakor / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Meta Janush

Belinda Alexandra Amani dijual oleh ayahnya pada seorang pria asing saat ia berusia tujuh belas tahun. Dia dikurung dalam kamar gelap, kaki serta tangannya dirantai dan matanya ditutup kain hitam. Hampir setiap malam dia disiksa.

Setelah dilepaskan dari tempat terkutuk itu, Bella dijual kembali ke Nightclub sebagai pembayar hutang ayahnya. Empat tahun kemudian dia bertemu kembali dengan pria yang merenggut kesuciannya.

Pria itu bernama Dante Sebastian, seorang pria beristri dan sudah memiliki seorang anak.

“Sejak kapan kau bekerja disini?” Dante melontarkan pertanyaan sambil tangannya menyentuh tubuh gadis itu. Tangannya mengusap kulit lembut dan mulus Bella.

“Ehmm…..sejak tiga setengah tahun lalu!” jawab Bella dengan jujur.

“Kenapa kau bekerja disini? Apa kau kekurangan uang?”

Trauma, dendam dan keinginan untuk membalas orang-orang yg menghancurkannya. Tapi takdir membuatnya menjadi orang ketiga untuk membalaskan dendam dan merebut kembali miliknya.

PELAKOR ISTIMEW

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meta Janush, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13. KEGELISAHAN

“Maaf aku sudah membuatmu menungguku. Apa kau bisa tidur nyenyak tadi malam sayang?” tanya Dante sambil memeluk pinggang istrinya.

“Hmmm…..aku tidak pernah bisa tidur nyenyak tanpamu disisiku, sayang.” ujarnya bermanja-manja dipelukan Dante.

“Kau tahu kan bagaimana kelakuan keempat temanku kalau sudah bertemu?”

“Iya sayang!” Tatiana tersenyum sambil tangannya memainkan kancing kemeja Dante. “Apakah teman-temanmu mencoba meracunimu dengan minuman dan wanita-wanita itu?”

“Tidak ada! Aku mengusir semuanya. Kami hanya membahas hal penting tadi malam. Aku hanya mengijinkan mereka mendatangkan satu wanita terbaik sebagai pelepas penat mata mereka. Hal yang kami bahas tadi malam sangat berat dan setelah selesai, mereka berempat saling memperebutkan wanita itu.”

Dante menjelaskan kegiatannya dengan terperinci pada istrinya, dia juga tahu keinginan istrinya. Tangannya masuk kedalam bathrobe yang dikenakan Tatiana dan tangannya menjelajahi area sensitif milik istrinya.

“Ahhh…...tahan dulu sayang. Sebentar lagi Alex bangun.”

“So? Tidak bisa sekarang ya? Sebentar saja, sayang.” ucap Dante sambil matanya melirik kearah ranjang, seorang anak laki-laki tertidur pulas disana. Dante pun menghentikan tangannya dan menarik tangannya keluar dari balutan bathrobe istrinya.

Dia menghela napas, setidaknya aku sudah membersihkan tanganku dengan tubuhmu Tatiana! Lirihnya dalam hati.

“Tadi malam Alex mencarimu saat makan malam di acara. Pergilah mendekat padanya.” ucap Tatiana yang dipatuhi Dante.

Pria itu duduk disisi tempat tidur lalu mengecup keningnya. ‘Maaf aku pulang terlambat Alex!’ bisiknya. Dante mendongakkan kepala menatap wanita yang berdiri disampingnya.

“Jam berapa kau pulang tadi malam?” tanya Dante pada istrinya. Tatapan matanya lembut dan penuh kasih sayang.

“Kalau tidak salah sekitar jam dua belas atau lewat sedikit. Aku lupa, setelah selesai acara kami berkumpul bersama panitia penyelenggara dan ada sedikit pesta kecil. Maafkan aku sayang, aku tidak bisa meninggalkan acara makanya aku pulang telat!” ucap Tatiana yang mendekat lalu memegang bahu Dante.

“Kau menyentuhku terus dari tadi, sepertinya kau ingin ya. Kemarilah!” ujar Dante lalu berdiri dan menarik tangan istrinya masuk kedalam wardrobe.

“Bagaimana kalau Alex bangun, sayang?” tanya Tatiana resah.

“Tidak lama, aku hanya akan membuatmu merasa enak. Apakah kau tak menginginkannya?”

“Sayang, kau tidak perlu memikirkanku!” Tatiana merasa tidak enak hati, tapi suaminya seakan tak peduli. Pria itu langsung mendudukkan Tatiana dipangkuannya lalu menarik tali bathrobe, siap main.

“Daddy!” baru saja serangan dimulai terdengar panggilan putranya.

“Alex sayang, kau sudah bangun?” tanya Dante kembali merapikan pakaian istrinya, lalu kembali ke kamar dan mengecup kening putranya.

Bocah laki-laki tampan berusia empat tahun itu terlihat menggemaskan dengan matanya yang masih mengantuk dan bibir mengerucut.

“Biar kuurus dulu Alex, mandilah dan ganti pakaianmu. Setelah itu kita sarapan bersama, bagaimana?” ucap wanita itu sambil menggendong putranya.

“Baiklah. Aku titip anak kita.” dante melirik anak laki-lakinya. “Setelah ganti baju, daddy akan menyiapkan sarapan kesukaanmu, bagaimana?”

“Oke daddy!” jawab Alex yang sudah lancar bicara.

“Alex sama mommy dulu ya.” Tatiana membuka tangannya, bocah laki-laki itu melemparkan diri kedalam pelukan ibunya.

“Aku titip Alex ya sayang.” Dante mengecup bibir istrinya sebelum pergi. Setelah keluar dari kamar dan menutup pintu, wajah dante yang tadi tersenyum kini kembali tegang. ‘Maafkan aku istriku.’

...*****...

“Ssshh…...” desis Bella yang tertidur pulas. Siapa sih yang nendang kakiku dari tadi? Resek banget sih jadi orang. Bella menggeliat lalu membalikkan tubuhnya ditempat tidur kala kakinya terusik oleh ulah seseorang yang menggoyangkan kakinya.

“Bangun! Apa kau masih mau tidur?”

Suara yang terdengar ditelinganya terasa familier tapi Bella enggan untuk bangun, matanya masih terpejam. Hingga sesuatu yang dingin menyentuh kulit kakinya. “Ssshhhh…..dingin!” sontak mata Bella terbuka lebar karena es batu yang menelusuri dari pangkal kaki hingga paha membuatnya terusik dan matanya terbelalak menatap orang yang berdiri dihadapannya.

“Kau?”

“Aku?” tanya orang itu.

“Eh---ma---maaf Tuan maksudku. Kapan anda kembali?” tanya Bella sedikit kesal lalu mengusap wajahnya dan menyugar rmabutnya kebelakang. Dia merasa salah tingkah menghadapi pria yang memegang gelas kosong yang menaruh gelas itu diatas nakas.

“Kau tidur seperti orang mati saja. Aku sudha membangunkanmu berulang kali. Jam berapa kau tidur tadi malam?”

“Jam berapa ya?” Bella malah mengulang pertanyaan dari dante yang berdiri bersidekap. Pria itu berdiri tegak disamping tempat tidurnya. Bella mencoba berpikir sambil memijit pelipisnya karena merasa pusing. Apa yang kulakukan ya setelah dia pergi? Gumamnya.

Bella berusaha mengingat-ingat rentetan kejadian tadi malam. Setelah pria itu pergi meninggalkannya, lalu dia ingat kalau dia memaki sampai puas, marah-marah ngak jelas sendirian hingga akhirnya dia merasa haus tapi saat dia ke dapur yang dilihatnya malah pantry yang penuh berisi minuman alkohol. Dia pun tergoda dan…...minum sampai mabuk.

Saat Bella hendak menjawab pertanyaan Dante, matanya mencari sesuatu, ‘Ah….ketemu….botol itu….huhhh aku minum banyak banget, masa habis satu botol? Ahhhh….dia datang dan aku belum siap! Mampuslah aku! Bella menelan salivanya menunjukan raut wajah khawatir dan semakin takut untuk menjawab Dante.

“Sssshhh…..” hanya rintihannya yang terdengar dari bibirnya yang menggoda.

“Ehem!”

“Maafkan aku, Tuan.” jawab Bella yang reflek melirik Dante.

“Apa sudah ingat jam berapa kau tidur tadi malam?” tanya Dante dengan nada tinggi, mengulang kembali pertanyaannya sambil menatap tajam kearah Bella.

“Tidak, Tuan! Aku tidak ingat!”

“Kau minum?” pria dihadapan Bella kembali bertanya sambil memicingkan mata.

“Maaf!” Bella menggangguk takut. “Aku minum satu botol itu. Aku harap anda tidak marah, aku haus sekali tadi malam tapi tidak ada air minum didapur.” ucap Bella mendongakkan kepala menatap ptia dihadapannya. Matanya berkabut menahan air mata, dia takut.

“Haus? Tidak ada air minum katamu? Apa minuman alkohol meredakan dahagamu?”

Aiss…..dia benar! Aduh kenapa aku merasa tenggorokan sakit sekali, sudah berapa lama aku tidak minum air putih. Kenapa aku baru sadar sekarang? Tenggorokanku benar-benar kering dan sakit Bella refleks memgang leher jenjangnya setelah dante mnyodorkan pertanyaan demi pertanyaan.

Bella tak mampu menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh Dante, justru kini kesadarannya sudah kembali dan tenggorokannya terasa makin sakit.

“Kenapa kau diam? Aku masih bertanya padamu!” bentak Dante enggan beranjak karena Bella belum menjawab pertanyaannya.

“Maaf Tuan. Tenggorokanku sakit, kering dan aku merasa tak nyaman.” jawab Bella jujur.

“Aku tanya sekali lagi, sejak jam berapa kau tidur?” Dante tak peduli soal tenggorokan Bella yang sakit. Untuk ketiga kalinya dia kembali menanyakan pertanyaan yang sama dan dia mulai kesal.

“Aku tidak ingat, Tuan. Setelah anda pergi aku tidak langsung tidur tapi setelah menghabiskan satu botol itu aku langsung tertidur. Aku tidak ingat jam berapa.” ujar Bella mencoba menahan emosi. ‘Dasar pria brengsek! Tidak punya hati, sudah dibilang tenggorokanku sakit dia amsih tidak peduli. Apa pentingnya sih aku tidur jam berapa? Nanya mulu dari tadi, sebel! Gerutunya dalam hati.

......Visual Tatiana Rivera.......

1
Nami chan
Dejavu ama ant man 🙈 tp beda
Nami chan
Hah? Kok jadi cerita superhero?
Fredy: ada hulk ga?
total 1 replies
Nami chan
Kan dante udah dikasih tau nick? atau siapa ya yg bilang udh dikepung, makanya kalo fiserang suruh semua penghuni masuk bunker
Nami chan
Paa secara ga langsung mau kasih info ke anna biar ga bingung. Tp knp mesti muter2 sih, ga langsung ngomong. Kan cm ada manuel doank, dan lagi udh dikasih tau dante dia bukan bella
Nami chan
Kan barrack udah tau bukan bella, seingetku dante pernah ngomong
Nami chan
Yg heran itu kok bs mimpin lama.. Pdhl perasaan tiap perang banyak pasukan federal yg mati.
Mmg robert sll kambing hitamin org tiap ada gagal perang. Tp kan ttp dibawah kepemimpinan robert intinya.
Anggep ada yg backing org kuat. Tp kalo presidennya bener harusnya ttp curiga. Kecuali presiden jg iblis
Nami chan
Bukannya rudal udah diganti target ke arah gudang senjata yg dikepung federal?
Nami chan
Disuruh jangan sebut nama padahal
Nami chan
Aku ga paham maksudnya robert kane ngrencanain apa?
Nami chan
kan haizzz pengacau emg bocil kematian ini. kok emosi aku
Fredy: sabar mba..sabar jgn emosi, cukup hajarrrr..pukulll..tendangg 😂😂😂
total 1 replies
Nami chan
malah jd beban si sarah itu. Jd kebagi konden dante
Nami chan
Ga paham dante skrg udah sampe dimana? Maksudnya sarah ikut ke tempat transaksi?
Nami chan
Apa ga seharisnya bilang ya walau mgkn anthony pun ga akan langsung percaya.
Tp kalo ga bilang ada kemungkinan anthony bakal lindungi robert.
Walaupun udh tau bukan anaknya tp pasti merasa udh dirawat. Krn blm tau sifat asli robert
Nami chan
Noel kenapa manggilnya masih tuan aja 🤣 masih sungkan kah?
Nami chan
nah udah kuduga.. aku ketar ketir takut pas dante tlp malah sibuk gr2 nick lg tlp ed. Harusnya mereka punya hp sebanyak jumlah temennya gasih ? 🤣
Nami chan
Tp duduk manispun otaknya bekerja lbh berat drps yg lain. Biasanya pemimpin lelah di otak
Nami chan
Maksud belinda mungkin dunia dante CS itu bahaya. Belinda udh mmg biasa ada di sikon bahaya jd biar dia aja yg udah terlanjur masuk. Jangan sarah juga.
Lagipula dante tipe setia, barrack tipe suka jajan. Mgkn itu yg jadi pertimbangan
Nami chan
Ya karna waktu belinda hamil itu yg belinda rasain, makanya nurun ke janin. Lagian jg belinda takut gelap gara2 kau dante
Nami chan
Maksudnya ini 1 arah? trs kuarnya gimana? Berarti tiap kesana harus 2 org. Apa itu untuk penjara apa gmn
Nami chan
Wkwkwkk grogi sampe dante gagal romantis.
Ada cjncin berlian ditaroh di atas spon cuci piring 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!