Alia dipecat secara tidak terhormat oleh direktur perusahaan tempat dia bekerja. Di fitnah mendapatkan posisi tinggi melakukan pendekatan genit dengan anak direktur perusahaan. Rekan kerjanya tidak ada yang mau membantu atau menolong sehingga itu semua menyakitkan hatinya sampai tengah malam akan kesedihannya itu datang empat pria asing ingin memanfaatkan kondisi Alia yang sedang putus asa tapi seorang pria datang untuk menolongnya. Namun, siapa sangka pria yang menolongnya itu adalah mantan pacar dan sudah mempunyai anak dari mantan istrinya lalu anak mantan pacarnya itu tiba-tiba ingin Alia menjadi pengasuhnya!
Dukung Author dengan memberikan dukungan komentar dan like-nya biar semangat update hehe
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13.
"Selamat datang Papa!" sambut Aileen depan pagar rumah
Reza mampir sebentar ke rumah untuk memberikan hadiahnya ketika melihat Alia duduk di tangga depan pintu rumah sedang membaca buku memakai kacamata dengan rambut diikat memperlihatkan lekukan lehernya.
"Cantiknya." ucap Reza menatap lama Alia tanpa sadar mengutarakan isi pikirannya
"Kak Reza barusan ngomong apaan tuh?" tanya Tasya sambil menyikut tangan Reza
"Hehe, Papa menyukai Tante Alia?" tanya Aileen sambil tersenyum
"Ehem, Papa hanya bilang cantik bukan berarti suka." jawab Reza tersipu malu sambil menutupi ekspresinya
"Bohong!" ucap Tasya sama Aileen barengan dalam hati sambil tersenyum
"Leen, Papa punya hadiah untukmu." ucap Reza mengambil kotak perhiasan anting kepingan salju kecil untuk telinga kiri
Tasya memasangkannya di telinga kiri Aileen sambil membisikkan soal kotak perhiasan anting untuk telinga kanan. Aileen langsung menghampiri Tante Alia sambil memperlihatkan antingnya dengan jari menunjuk Papanya disertai perbincangan yang tidak dapat di dengar kemudian Aileen menarik Tante Alia menuju Papanya.
"Ehh, Leen. Papa belum siap!" ucap Reza jantungan setiap Alia semakin mendekat
"Kak, ini kesempatanmu!" ucap Tasya
Reza tidak bisa senyum natural dengan tegang memegang kotak perhiasan antingnya membuat Tasya tertawa melihat tingkah konyolnya.
"Kata Aileen, ada yang ingin kamu berikan kepadaku?" tanya Alia memegang tangan kecil Aileen depan Reza
"...." Reza diam mematung
Tasya langsung menginjak kaki Reza agar fokus.
"Aduh!" ucap Reza menoleh Tasya yang memalingkan pandangannya
"...." Alia bingung melihat tingkah laku Reza sama Tasya
Reza mengatur napas agar tenang kemudian membuka kotak perhiasan anting untuk telinga kanan.
"Aku membelikan satu perhiasan anting yang sama dengan Leen untuk Alia pakai!" ucap Reza sambil memperlihatkan antingnya
"Aileen di telinga kiri dan Tante Alia di telinga kanan kita seperti pasangan, bukan?" tanya Aileen sambil senyum
Alia masih ragu untuk menerima barang mahal seperti itu membuat Tasya sekali lagi menginjak kaki Reza agar fokus lagi.
"Tolong diterima!" ucap Reza sambil menahan sakit
"Tante Alia biar Aileen pakaikan!" minta Aileen
"Terima kasih Aileen." balas Alia menerima hadiah Reza dengan Aileen memasangkannya di telinga kanan
Di saat Alia jongkok setara dengan Aileen membuat Reza dapat melihat keduanya sangat dekat, senyuman keduanya membuat Reza merasa senang dan ekspresinya tidak dapat disembunyikan lagi.
"Astaga, dia bilang tadi tidak suka tapi ekspresinya mengungkapkan isi hatinya." ucap Tasya dalam hati melihat Reza senyum lembut
"Reza, terima kasih banyak." ucap Alia sambil senyum
"Pilihanku tepat ternyata antingnya cocok sekali!" balas Reza
"Ternyata kamu masih ingat kalau aku suka salju." ucap Alia sambil menyentuh kepingan salju kecilnya
"Eehh, Papa sus!" ucap Aileen sambil nyengir
"Sus?" Reza sama Alia tidak paham apa yang Aileen ucapkan
Tasya memahami ucapan Aileen tiba-tiba Pak Bayu berteriak segera berangkat untuk pemeriksaan Toko Perhiasan Cabang ke-4 sehingga Reza dan Tasya langsung masuk mobil setelah kepergian mereka, terlihat perempuan dari jarak jauh memakai topi sedang menatapnya.
Alia mencoba melihatnya secara jelas dengan terus fokus matanya ke satu titik tiba-tiba gerimis seketika mereka lari masuk rumah di saat Alia melihat kembali dari jendela rumah ternyata perempuan itu sudah menghilang.
"Tante Alia kenapa?" tanya Aileen
"Aileen mau cemilan?" tanya Alia menjawab pertanyaan dengan memberikan pertanyaan
"Yey, cemilan!" teriak Aileen pergi ke dapur
Perempuan yang menatap Alia ketika mobil hitam berangkat adalah Rama, dia barusan memeriksa tempat Alia tinggal setelah pertemuannya dengan Jessica di Family Cafe.
"Antar saya sesuai alamat!" ucap Rama memakai taksi online setelah gerimis berubah jadi hujan lebat
"Baik Nona!" ucap sopir taksi online
"Tasya, Alia kalian berdua sangat bahagia sedangkan aku tidak tapi kebahagiaan itu tidak akan lama karena aku akan menghancurkan kebahagiaan tersebut!" ucap Rama dalam hati
Sopir taksi online memberhentikan Rama di depan rumah kosong penuh dengan tanaman liar ketika memasukinya tiba-tiba suasana ruangan penuh dengan asap rokok ganja.
"Oh, Rama lama tidak jumpa!" teriak salah satu pengguna narkoba
"Aku punya tugas buat kalian culik anak kecil ini dengan bayaran 10 juta, bagaimana?" tanya Rama sambil memperlihatkan foto Aileen
"Bayarannya terlalu kecil, sayang!" jawab salah satu pengguna narkoba
"Ini 20 juta! Culik dia terus berikan kepadaku!" ucap Rama sambil memberikan uang cash amplop cokelat
"Oke. Kami terima, bos!" teriak pemimpinnya
"Tinggalkan tempat ini setelah berhasil menculiknya!" teriak Rama menunggu mereka menyelesaikan tugasnya
Mereka langsung berangkat memakai mobil van putih menuju lokasi sesuai yang Rama berikan. Memanfaatkan hujan lebat agar tidak ada saksi mata seketika mereka sudah sampai depan rumah target dengan memakai topeng supaya identitas tertutup.
"Bagaimana cemilannya, enak?" tanya Alia membuat kue rasa cokelat
"Ewenak!" jawab Aileen sambil makan
Neneknya Aileen pulang ke rumah suaminya membuat suasana rumah sedikit sunyi ketika Alia mengambil kue lainnya dengan Bibi Lina berada di sisi Aileen. Terdengar suara berisik dengan Alia menganggap Aileen adalah pelakunya tapi suara Bibi Lina minta tolong membuatnya panik.
"Bibi, Aileen!" teriak Alia bergegas melihat mereka
Tiga orang memakai topeng masuk rumah dengan menghancurkan pintu memakai linggis, Bibi Lina pingsan terkena pukulan salah satu dari mereka, Aileen mencoba melawan dengan menggigit lengan penculik tapi tidak berhasil sedangkan Mochi melawan untuk menyelamatkan majikannya tapi dua orang langsung menendang bagian perut sampai Mochi tidak mampu berdiri.
"Mochiii!" teriak Aileen dengan nada histeris
"Lepaskan Aileen!" teriak Alia mengambil sapu untuk melawan penculik
Alia memukul sangat keras sampai sapu patah tapi tidak melukai penculik yang memegang Aileen karena mempunyai tubuh besar. Dua orang dari belakang langsung menahan tubuh Alia kemudian menutup mulut dan hidungnya memakai tisu bercampur bius seketika Alia mulai pusing.
"Lepaskan, lepaskan, lepaskan Aileen! Tante Alia tolong, tolong, tolong Aileen!" teriak Aileen sambil menangis histeris
Tiga penculik itu langsung membawa Aileen keluar rumah lalu memasukkannya ke belakang mobil van. Alia berusaha keras melawan kantuknya dengan teriak sekeras mungkin di cuaca badai meminta tolong tapi tidak ada yang membantu karena hujan meredam suaranya.
"Aileen, Leen, siapa pun tolong! Leen...." teriak Alia terhenti karena obat bius membuatnya tidur
Bersambung....
Like👍 dan Coment semangat yahh ✍️ ❤️❤️❤️