NovelToon NovelToon
Bukan Nikah Palsu

Bukan Nikah Palsu

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:214k
Nilai: 4.9
Nama Author: lee_yuta

"Bagaimana? Apa kau menerima tawaranku?" tanya seorang pria yang berpenampilan dengan setelan jas bermerk dunia. Matanya menatap gadis dihadapannya dengan sejuta maksud.

"Apa anda akan memenuhi semua kebutuhan saya? Termasuk biaya perawatan tubuh saya yang terbilang tidak murah?" gadis itu mencoba memastikan kembali apa yang ditawarkan oleh pria yang tengah mengunci pergerakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee_yuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 13. Dijemput

Dua perempuan itu pun menjadi dilema. Terlebih lagi Arruna. Orang yang akan menjalani pernikahan tersebut.

"Nggak mungkin aku kembalikan, Runa. 'Kan uangnya udah aku belikan handphone baru," jawab Naomi dengan wajah lesu. "Kalaupun aku jual kembali, harganya udah nggak akan sama. Pasti ada selisihnya. Rugi dong." jelasnya lagi.

Arruna menghela napas berat. Karena dirinya juga sudah memakai sebagian uang yang diberikan oleh Revald. Mau dikembalikan pun ia tidak punya uang untuk menggenapi seperti semula. Lagi pula tidak mungkin Arruna bilang pada papanya.

"Ada jurus menghilang nggak, sih?" tanya Arruna tiba-tiba. Perempuan itu menggebrak meja, hingga mengagetkan Naomi.

"Astagaaa!" kaget Naomi. Seketika wanita itu mengusap dadanya. Detak jantungnya terdengar begitu gaduh akibat dikagetkan oleh Arruna. "Yang ada aku duluan yang mati kalau kamu seperti ini terus, Runa!" geram Naomi pada anak majikan ibunya tersebut.

"Jangan! Kasihan Bi Surti nanti. Nggak ada yang dia marahi lagi," celetuk Arruna.

"Ih ... ngeselin banget sih jadi orang!" kesal Naomi tidak lagi mau bicara pada Arruna.

Sikap Arruna sekarang sangat berbeda sekali dengan sikapnya sewaktu baru tiba di sini. Meski begitu, rasa gengsi wanita itu dan juga gaya hidupnya tetaplah di atas rata-rata. Terlebih sikapnya sekarang semakin menjengkelkan.

Naomi benar-benar tidak mau membuka suaranya lagi, meskipun Arruna mencoba mengajak bicara. Sepertinya perempuan itu sangat kesal padanya.

Mereka saling diam. Saling menyelami pikiran masing-masing. Terutama Arruna yang harus memikirkan berbagai cara untuk bisa lolos dari pernikahan jebakan ini.

***

Waktu terus berlangsung. Hingga kini hari yang ditunggu itu pun kurang dua hari lagi. Dan hari ini Revald menjemput Arruna untuk memilih baju pengantin. Karena jika ingin memesan sesuai selera Arruna, waktunya tidak akan cukup. Sehingga Revald memilih untuk pergi ke butik langganan asisten pribadinya.

"Buruan!" titah Revald.

Dengan wajah cemberut, Arruna pun menuruti kemauan pria itu. Nyawanya saja belum terkumpul dengan penuh, tetapi sudah diajak untuk keluar kota demi membeli gaun pengantin.

Meskipun ini pernikahan di atas kertas, akan tetapi Revald, bukan, lebih tepatnya kakek Gladio tidak mau pernikahan mereka terkesan biasa saja. Harus mewah dan megah. Yang lebih penting lagi, lebih meriah dari pernikahan cucunya yang satunya lagi, Kanaya.

"Apa nggak kurang pagi jemputnya," gumam Arruna kemudian menutup mulutnya karena menguap.

Entah sadar atau tidak karena sangking terburunya, sampai-sampai perempuan itu mungkin lupa tidak merias wajahnya. Sehingga Arruna keluar rumah dalam keadaan polos tanpa riasan sama sekali.

"Tempatnya jauh. Jadi harus pagi-pagi banget kalau nggak pingin nginep di sana," sahut Ghavin tidak ingin dibantah.

"Kalau gitu ngapain cari yang jauh? Kalau yang deket-deket di sini ada." protes Arruna yang masih mengantuk. Terbukti mata wanita itu begitu berat untuk dilebarkan.

Revald tidak menghiraukan ucapan Arruna. Pria itu meliriknya sinis, lalu mengalihkan tatapannya ke arah depan.

Kemudian pria itu menyalakan mesin mobil dan melajukannya. Revald sengaja tidak memakai sopir, karena dia juga ingin tahu sifat wanita yang akan dia nikahi. Meskipun sudah ada surat kontrak, tetapi dia tetap tidak mau salah pilih. Bukannya karena apa, tetapi pria itu mengantisipasi segala hal yang akan menyulitkan dirinya ke depan.

Di dalam perjalanan, belum juga setengah jam mobil Revald melaju di jalan, wanita yang duduk di samping kemudi sudah kembali menutup matanya. Napasnya sudah teratur, menandakan jika dia sudah terlelap.

"Ck! Bisa-bisanya aku menikah dengan wanita seperti ini," decak Revald menatap Arruna yang terlelap di tempatnya.

Revald memperhatikan penampilan Arruna. Wanita itu tengah mengenakan baju tanpa lengan yang dibalut dengan outher, serta panjang selutut. Penampilannya sekarang ini sangat jauh berbeda dia pada saat dia sedang bekerja.

Wajahnya terlihat polos jika tidur seperti ini. Akan tetapi akan menjadi wanita yang begitu menyebalkan, kalau sudah membuka mata. Sungguh sangat disayangkan. Batin Revald.

Revald menambah kecepatan laju mobilnya agar segera sampai di tempat tujuan. Serta tidak lupa menyelimuti Arruna dengan jaketnya yang ada di jok belakang. Biar bagaimanapun, dia harus bertanggung jawab mengenai keselamatan Arruna. Terlebih lagi kaki wanita itu terekspos.

Tidak mungkin juga Revald membuka jendela, di kala keadaan masih berkabut. Dia terpaksa menyalakan AC, dan memilih menyelimuti Arruna karena wanita itu tampak kedinginan.

"Ribet banget kalo sama perempuan!" kesalnya.

Jika dia bepergian bersama Noah, Revald tidak merasa seribet ini. Harus memperhatikan ini itu. Meskipun bisa saja dia mengabaikan, akan tetapi bagaimana nanti mengenai orang tua wanita itu kalau putrinya kenapa napa.

Selang beberapa jam, akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Revald sampai juga di butik langganan asisten pribadinya tersebut. Kebetulan juga butik itu merupakan butik yang sangat terkenal di kota ini.

"Bangun!"

Revald menusuk lengan Arruna dengan jari telunjuknya beberapa kali. Berusaha membangunkan wanita itu, tetapi Arruna tidak kunjung bangun.

"Udah sampai, bangun!"

Sekali lagi Revald mencoba menggoyangkan tubuh Arruna dengan sedikit lebih keras. Meskipun tetap menggunakan jari telunjuknya.

"Mmhh ... bentar lagi, Ma. Runa masih ngantuk," celoteh Arruna tanpa membuka mata. Tangannya menyingkirkan tangan Revald yang sedari tadi mengusik tidurnya.

Mungkin Arruna menganggap Revald sebagai mamanya. Karena setiap pagi dirinya selalu dibangunkan oleh mamanya.

Sementara Revald menahan rasa geramnya. Dia paling malas berurusan dengan seorang wanita karena seperti ini. Merepotkan.

Jika saja bukan karena ingin terlepas dari perjodohan yang akan di atur oleh kakeknya, Revald juga tidak akan mau melakukan semua ini. Lebih lagi sampai menikah dengan seorang wanita yang jelas-jelas lebih menyukai uang.

"Kalau nggak bangun, aku buang ke jurang!" bisik Revald tepat di telinga Arruna dengan suara keras.

Arruna terkesiap kaget dan sangat terkejut dengan suara yang begitu keras barusan. Suara itu berhasil menarik dirinya dari alam mimpi dan tersadar dalam alam bawah sadarnya tersebut.

"Ada yang lebih kejam lagi nggak cara banguninnya?" Arruna menatap sinis pria yang ada di sampingnya.

Dibangunkan seperti itu, membuat kepala Arruna sedikit merasa pusing akibat terkejut. Dia memegang kepalanya sembari mengerjap pelan. Berusaha mengumpulkan kesadarannya.

Sedangkan Revald menatapnya tajam. "Ada. Langsung kulempar ke jalan."

Seperti biasa, kata yang keluar dari pria itu memang tidak pernah ada yang manis sedikit pun. Selalu membuat emosi Arruna memuncak. Akan tetapi tidak bisa Arruna luapkan begitu saja.

"Menyebalkan!"

Revald tidak menanggapi kekesalan wanita itu. Dia segera melepas sabuk pengaman serta turun dari tempatnya.

"Buruan turun!"

Arruna tidak mengerti lagi, kenapa pria ini selalu marah-marah jika berhadapan dengan dirinya. Sedangkan jika berada di depan umum, selalu memasang sikap manis dan sok perhatian.

"Ck! Dasar, muka lima." gerutu Arruna.

"Cepat turun! Aku nggak punya banyak waktu untukmu!" sarkas pria itu kembali. Membuat Arruna menghentakkan kakinya di bawah sana.

"Untung cuman nikah kontrak, jadi cuman bentaran. Coba kalo beneran, mati muda aku."

Arruna segera turun setelah mengikat rambutnya ke atas secara asal. Daripada nanti kena omel dan beneran akan dilempar ke jalan atau jurang oleh pria kaku tersebut.

1
Visencia Alingga
❤❤❤
Susiana Susi
bagus,singkat...on point
Rima Wardhani
👍👍👍
Muna Junaidi
Mantap👍👍👍
Bunda Aditatha
Luar biasa
SLina
mau@ ada bonchap
Nika Hidayah
Luar biasa
Nika Hidayah
Biasa
gelombang cinta
bisa bisanya d sama kan sama kang bakso, kang cilok 🤣🤣🤣
Agustina Kusuma Dewi
cuepet ee
Agustina Kusuma Dewi
surabaya
kampus rada elit bayar e
ubaya
petra
kampus yg standart
itats
unipra
stesia
wijaya
hangtua
upn
17agustus

tinggal pilih
Agustina Kusuma Dewi
wih..bejat sekali jd anak, spt itu.
itu bukan manja tp kebablasan
salah asuham
Mentari Feblinda
sayang banget cerita nya abis pas lagi seru seru nya.cerita bagus loh ini padahal.harus nya bisa panjang
Fina Fitriani
ceritanya singkat,,jelas ,padat . dan konfliknya ringan ,,tapi pas dibacanya... dan gak berbelit2 aku suka... lanjut Thor.....
Trial Ajah
pengen nabok mulut si Aruna😬
Lastri Naila
Luar biasa
SLina
mudah mudahan anak ku tdk begini, pengen ku ge plak
rika comell
arruna galak banget
gkk bahaya tah
mamae zaedan
Luar biasa
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!