NovelToon NovelToon
Sistem Menakhlukan Pangeran Kedua Berhati Dingin

Sistem Menakhlukan Pangeran Kedua Berhati Dingin

Status: tamat
Genre:TimeTravel / Transmigrasi ke Dalam Novel / Tamat
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Su Yinyin adalah aktris cantik yang baru mekar. Ia banyak memghabiskan waktu bersama pria tampan dan mempermainkan mereka. Semua mengagumi dan mencintai nya. Namun, bagaimana jika ia harus masuk ke dalam novel berlatar kuno dan menakhlukan hati seorang pangeran kedua yang dingin dengan tingkat cinta minus seratus! Gila itu sih bukan cinta tapi sudah tidak cinta dari awal!
Belum lagi ditambah konflik Dikrit Kaisar yang mengharuskan pangeran kembali menikahi Putri Mahkota dari Utara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18 : Racun

​Udara malam mendadak terasa membeku. Ancaman yang dilontarkan Bailu barusan meluncur begitu ringan dari bibirnya, tetapi dampaknya bagaikan sambaran petir di siang bolong bagi Su Yinyin. Racun yang sama dengan yang merenggut nyawa ibu Mo Jue... dan kini barang buktinya sudah ditanam di bawah ranjang kamar utamanya.

​Bailu menarik kembali tubuhnya, menyunggingkan senyuman manis di hadapan publik seolah ia baru saja mengucapkan salam penyambutan yang ramah kepada sang nyonya rumah.

​Di ujung halaman, Mo Jue baru saja melompat turun dari kudanya. Zirah perangnya bergesek pelan, mengeluarkan suara logam yang tajam di tengah keheningan malam. Pangeran itu melangkah lebar menembus kerumunan pengawal, matanya yang tajam langsung mengunci sosok Su Yinyin dan Bailu yang berdiri berdampingan di teras utama.

​"Yinyin," panggil Mo Jue dengan suara berat yang menyiratkan kecemasan luar biasa. Pria itu langsung berdiri di samping Su Yinyin, merangkul pundak istrinya protektif seolah memastikan wanita itu baik-baik saja setelah lolos dari sidang kekaisaran yang melelahkan.

​Bailu menyipitkan mata, menatap tangan Mo Jue yang merangkul erat Su Yinyin. Kilatan rasa tidak suka melintas sekilas di manik mata biru es milik sang putri utara.

​"Yang Mulia Pangeran Kedua," sapa Bailu dengan nada anggun, sedikit membungkukkan badan memberikan hormat formal. "Perjalanan dari utara cukup melelahkan, tetapi melihat sambutan hangat Anda dan... istri pertama Anda, perjalanan panjang ini rasanya terbayar lunas."

​Mo Jue melirik Bailu sekilas. Tidak ada kehangatan sedikit pun di wajah tampan pangeran itu; ekspresinya sedingin es, mencerminkan ketidaksukaan yang amat sangat terhadap pernikahan politik paksa dari sang kaisar.

​"Kamar di paviliun barat sudah disiapkan untukmu," kata Mo Jue datar, suaranya tidak memberikan ruang untuk berbasa-basi lebih lanjut. "Jangan berkeliaran di area kediamanku tanpa izin, dan istirahatlah."

​Bailu tersenyum tipis, sama sekali tidak tersinggung oleh sikap dingin Mo Jue. "Baiklah, Yang Mulia. Aku akan beristirahat dan akan bermimpi indah" Ujarnya sembari menyungging senyum licik.

​Setelah mengucapkan kalimat penuh teka-teki itu, Bailu berbalik dan melangkah anggun mengikuti para pelayan istana menuju paviliun barat yang telah disediakan.

​Su Yinyin menatap punggung Bailu yang menghilang di balik koridor gelap. Jantungnya masih berdegup kencang. Ia tahu, ancaman wanita itu bukan sekadar gertakan kosong. Jika racun pembunuh ibu Mo Jue benar-benar sudah ditanam di bawah ranjang kamarnya, faksi Permaisuri dan Bailu sedang bersiap melancarkan serangan pamungkas untuk menjeratnya atas tuduhan pembunuhan berencana.

​Mo Jue merasakan tubuh Su Yinyin sedikit menegang dalam rangkulannya. Pangeran itu menundukkan kepala, menatap istrinya dengan cemas.

​"Ada apa?" bisik Mo Jue lembut, nada suaranya berubah drastis menjadi jauh lebih hangat saat hanya berdua dengan wanita itu. "Apakah wanita itu mengatakan sesuatu yang membuatmu terganggu?"

​Su Yinyin mendongak, menatap mata kelam Mo Jue. Ia tahu ia tidak boleh menyembunyikan hal ini. Jika ia diam, jebakan itu akan meledak di waktu yang paling tidak tepat.

​"Yang Mulia," bisik Su Yinyin pelan, menarik tangan Mo Jue agar sedikit mendekat. "Kita harus kembali ke kamar sekarang juga. Ada sesuatu di bawah ranjangku... sesuatu yang dibawa oleh Bailu, dan benda itu bisa menghancurkan kita berdua sebelum matahari terbit."

​Mo Jue tidak banyak bertanya. Melihat keseriusan di wajah Su Yinyin, rahang tegas pangeran itu mengeras. Ia mengangguk pelan, lalu menggenggam tangan Su Yinyin erat-erat, berjalan cepat meninggalkan halaman depan menuju kamar utama mereka.

​Begitu pintu kamar tertutup rapat dan dikunci dari dalam, Mo Jue langsung menyalakan lentera dinding, sementara Su Yinyin bergegas berlutut di samping ranjang besar mereka. Ia meraba lantai kayu di bawah kolong tempat tidur, menarik keluar sebuah kotak kecil berbalut kain sutra hitam yang beraroma aneh—bau bunga teratai hitam yang bercampur dengan logam berat.

​Mo Jue menghampiri, berlutut di samping Su Yinyin, dan membuka kotak tersebut. Di dalamnya terdapat sebuah botol giok kecil berisi cairan pekat berwarna hitam legam—bukti fisik kasus pembunuhan selir kekaisaran enam bulan lalu.

​Tepat saat tutup botol itu sedikit bergeser, suara kepakkan sayap burung elang pengintai terdengar dari luar jendela, disusul suara ketukan pintu rahasia yang digedor keras dari luar.

​"Yang Mulia! Gawat!" teriak suara pengawal dari balik pintu dengan panik luar biasa. "Pasukan pengawal Istana Dalam mendadak mengepung kediaman kita lagi! Mereka membawa titah darurat dari Kaisar atas laporan bahwa Putri Su Yinyin menyimpan racun pembunuh selir kekaisaran di kamarnya!"

​Mo Jue berdiri perlahan, manik matanya memancarkan ampunan yang lenyap digantikan oleh kemurkaan yang membara. Ia menatap kotak racun di tangan Su Yinyin, lalu menoleh ke arah pintu kamar yang mulai digedor dari luar.

***

Happy Reading 🤗

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih❤️

1
tinie
🤔semakin penasaran
tinie
pertarungan apa eeh🤔🤔🤣
tinie
kebenaran pasti terungkap
permaisuri
jika kau berdamai dgn mu jue pasti hidupmu akan tenang
TPI sayang sekali kau selalu mengusik singa yg sedang tidur
tinie
bikin tegang
tinie
jika jendral moe hanya anak selir
lalu kenapa seorang permaisuri begitu merasa terancam dgn kehadiran dan kesuksesan jendral joe
Vee: sepemikiran,,,,
total 1 replies
tinie
apakah kaisar sendiri tidak memiliki pengawal bayangan
sehingga permaisuri hidup semena mena👊
tinie
berapa banyak pelayan mata mata musuh yg masuk ke paviliun yiyin🤔🤔👊
tinie
kan bener dai adalah sekutu permaisuri
kena kaisar begitu ceroboh
tinie
apakah putri itu akan bergabung dgn
permaisuri👊
wah gawat, dua wanita dlm satu atap
yg terkadang sejalan😭😭

semoga putri mahkota bisa diajak kerja sama
tinie
ya💪💪
pasti bisa meluluhkan pangeran kedua
tinie
maksudnya tuh kamu jangan sampai celaka
su😁😁
tinie
berapa banyak Kasim yg ikut andil dlm permainan permaisuri jahat nii😌😌
tinie
iih cepat kali bab nya😁😁😁
ANWi/Berly Re: hehe🙏❤️
total 1 replies
tinie
sing diamlah
gak tau apa gimana hantun su yinyin😁😁👊
tinie
huhu aku ikut deg degan
tinie
ngeri kali kau joe
sungguh belum tau rasanya jadi buucin yaa🤣
Willy Gu
suka
tinie
ayook su yinyin 💪kamu pasti bisaaa💪💪💪
tinie
kasim gui siap dipenggal kepalanya😁😁
tinie
lalu kenapa su yinyin bisa mati ya
apa dia dicekik atau terpeleset di kamar🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!