NovelToon NovelToon
MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA

MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:412.5k
Nilai: 5
Nama Author: idaa_nafishaa

Di malam pertama, Husna mendengar Alvaro (suami nya) meminta maaf kepada seseorang melalui panggilan suara.

Belakangan, Husna mengetahui bahwa suaminya memiliki seorang kekasih di luar negeri.

Alvaro pulang karena sang ayah kritis dan di minta menikahi Husna yang selama ini menjadi perawat sang ayah.

Alvaro kembali ke luar negeri setelah mendapat kabar buruk dari adik kekasihnya.

Husna melihat betapa besarnya cinta diantara Alvaro dan Helena, Husna merasa dia menjadi penghalang bersatunya cinta mereka.

Tapi sebagai seorang istri, Husna juga menantikan cinta tulus dari Alvaro, bukan karena Husna adalah istri yang berkewajiban untuk dicintai, tapi Husna benar benar mengharapkan cinta tulus dari Alvaro, karena itu Husna memutuskan untuk menunggu dan mempertahankan pernikahan nya walaupun banyak badai yang menerpa hingga membuat Husna mendesak Alvaro untuk menikahi Helena.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon idaa_nafishaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 : Di tipu

Pagi harinya...

Ernesto datang bersama dengan keluarganya.

Tatapan hangat yang sebelumnya didapat Helena dari keluarga Ernesto, kini berganti dengan tatapan tajam dan sangat benci.

"Ernesto, bisa kita bicara sebentar?" Tanya Helena.

Ernesto bangkit dari tempat duduknya, Helena langsung berjalan masuk, di ikuti Ernesto.

Helena membawa Ernesto masuk ke dalam kamarnya.

"Ada apa, kenapa kamu mengajar aku berbicara di dalam kamar?" Tanya Ernesto.

"Ernesto, aku ingin kamu menarik kata-katamu semalam."

"Maksudnya, kamu ingin menjadi istriku lagi?"

Helena mengangguk lemah.

"Cih, kenapa setelah kamu tahu bahwa keluargamu akan diasingkan dan seluruh harta kekayaannya akan menjadi milikku, kamu berubah pikiran?" Ketus Ernesto.

"Ernesto, bukankah aku sudah mengatakannya kepadamu, bahwa aku meminta waktu untuk bisa melayani kamu sebagai seorang istri?"

"Bukankah kamu juga mengetahui bahwa ketika kamu sudah menjadi seorang istri, dan di malam pertama suami sangat menginginkan seorang istri maka, si istri tidak boleh menolaknya. Siap atau tidak, wanita yang sudah berstatus sebagai seorang istri harus melayani suami."

"Baiklah, kalau begitu aku bersedia melayani mu sekarang." Ucap Ernesto Helena sambil membuka pakaiannya.

Ernesto memilih untuk duduk sambil melihat Helena yang terus melucuti pakaiannya satu demi satu.

"Sudah, aku tahu kamu tidak akan benar-benar melakukannya." Ucap Ernesto sambil tersenyum kecut saat melihat Helena meninggalkan pakaiannya tapi dengan mata tertutup.

"Tidak, aku sudah memikirkan ini selama satu. Dan aku sudah yakin untuk melakukannya."

Helena berjalan mendekati Ernesto dengan keadaan sudah bulat seperti bayi.

Helena langsung menyerang Ernesto, dan Ernesto menerima tawaran itu dengan senang hati.

Beberapa jam kemudian...

"Terima kasih karena sudah memberikan aku kesempatan untuk mencicipi dirimu."Ucap Ernesto sambil bangkit dari Helena, dan menutupi Helena dengan selimut.

"Apa maksud mu dengan berterima kasih?"

"Helena, pernikahan kita bahkan belum diakui oleh negara, jadi cukup dengan kata talak saja maka kita sudah tidak ada hubungan lagi."

"Ernesto, apa kau sudah mencoba untuk menipuku?"

"Tidak, bukankah kamu sendiri yang memberikan tubuhmu secara sukarela kepadaku?, kenapa sekarang kamu menganggap bahwa aku menipumu?"

"Ernesto, aku sedang mencoba melakukan perdamaian dengan. Kamu sudah mendapatkan diriku dan inikah balasannya?"

"Helena, seandainya saja tadi malam kamu bersikap seperti ini kepadaku, mungkin aku akan mempertimbangkan mu. Sayangnya, aku sudah tidak lagi berselera untuk menjalani rumah tangga denganmu."

"Ernesto..."

"Cepat udah siap dan angkat kaki dari rumah ini." Ucap Ernesto sambil memasang kancing terakhir dari pakaiannya dan pergi meninggalkan Helena.

"Ernesto..." Helena berteriak memanggil nama Ernesto, tapi Ernesto terus melangkah tanpa lagi menoleh ke belakang.

Lalisa segera menghampiri Helena begitu dia mendengar suara teriakan dari sang kakak.

"Kakak, ada apa?" Pekik Lalisa.

"Ya Tuhan kakak, apa yang terjadi? kenapa kakak meninggalkan pakaian kakak? apa bang Ernesto sudah menodai kakak?"

Helena terdiam sambil meremas sprei yang terdapat bercak merah.

"Kakak, katakan. Jika memang bang Ernesto sudah menode kakak itu artinya pernikahan kakak masih bisa di pertahankan."

"Tidak Lalisa, Ernesto tidak menodai kakak. Kakak yang memberikan tubuh kakak secara sukarela, berharap Ernesto bisa berubah pikiran dan tetap mempertahankan pernikahan ini. Tapi ternyata kakak salah..."

"Apa maksud kakak?"

"Ernesto tetap ingin bercerai dari kakak."

Lalisa terkejut, dia ingin membantu saat Helena berdiri untuk membersihkan diri.

Helena mengkode agar Lalisa tidak membantunya, Helena berjalan tertatih tatih, karena merasakan perih di area sensitifnya.

Helena segera keluar dari kamar dan berjalan menuju keluarganya.

Plak !!!

Baru saja Helena tiba di ruangan itu, sebuah tamparan mendarat di pipinya.

"Kamu sudah mencoreng nama baik keluarga kita, dan sekarang kamu membuat dirimu lebih kotor dari seorang jalaang." ketus Papa.

Ya, orang yang menampar Helena adalah papanya sendiri.

Kedua orang tua Ernesto bertanya apa yang membuat mereka lama berada di dalam kamar.

Ernesto berkata bahwa Helena membawanya ke kamar untuk bercocok tanam.

Ernesto bercerita jika Helena menawarkan tubuhnya sebagai perdamaian dan memohon Ernesto untuk menarik kata talak yang sudah di ucapkan.

Kedua orang tua Ernesto murka, sementara kedua orang tua dari Helena merasa malu atas apa yang dilakukan oleh Helena.

"Papa..."

"Kehilangan semuanya sudah cukup membuat Papa merasa ditelanjangi. Kamu jadi benar-benar bertelanjang di depan orang yang sudah mentalak kamu, di mana pikiran kamu?"

"Papa, Helena pikir jika Helena melayani Ernesto, Ernesto bisa berubah pikiran dan memberikan kesempatan pada Helena untuk menjadi istri yang baik."

"Sudah terlambat Helena, bukankah semalam aku sudah memberikan kesempatan kepada kamu. Tapi kamu tidak mengambil kesempatan itu." Ucap Ernesto.

"Ernesto, kamu sudah bercinta dengan aku. Kamu tidak bisa meninggalkan aku begitu saja setelah jejakmu berada di dalam tubuhku." Ucap Helena.

"Hal itu pelaku untuk mereka yang belum terikat dalam ikatan pernikahan, tapi ketika mereka sudah terikat dalam ikatan pernikahan dan bercerai maka hal itu tidak akan berlaku lagi." Ucap Ernesto.

"Tidak Ernesto, kamu tidak boleh melakukan ini padaku, Bagaimana jika ternyata jejak yang kamu tinggalkan dalam tubuhku menjadi benih-benih kehidupan?"

"Helena, rupanya kamu terlalu menikmati permainanku tadi, sehingga kamu tidak melihat bahwa aku tidak pernah meninggalkan jejak itu di dalam tubuh mu, aku meninggalkannya di luar tubuhmu."

Deg !!

Helena memutar kembali ingatannya, dia melihat Ernesto mengambil tisu dan membersihkan sesuatu yang berada di atas tubuhnya sebelum pergi dari sana.

Helena memejamkan mata, dia merasa ditipu. Dia pikir, Ernesto akan mengurungkan niatnya dan memikirkan kembali untuk membangun kehidupan rumah tangga bersama dengannya.

Tapi ternyata Helena salah, sangat salah.

Setelah keluarga Ernesto pergi, Helena kembali menangis, namun tidak ada satu di antara mama dan papanya yang menghibur nya.

Mereka justru terlihat masuk ke dalam kamarnya masing-masing untuk mengambil barang karena mereka harus angkat kaki dari rumah itu sekarang juga.

Sebuah mobil sudah stand by di depan rumah mereka, mobil itu akan mengantarkan mereka ke tempat asing di mana mereka tidak akan dibiarkan tinggal di negara itu untuk beberapa waktu, hingga luka yang di rasakan keluarga Ernesto sudah sembuh.

Sementara itu, keluarga Ernesto langsung menggelar pesta pernikahan di rumah Selfia untuk menutup aib atas apa yang terjadi pada pernikahan Ernesto sebelumnya.

Untung saja, dalam pernikahan sebelumnya hanya sanak saudara dan kerabat dari keluarga Ernesto yang diundang, jadi aib tentang ini tidak terlalu menyebar hingga ke masyarakat.

Ernesto memutuskan untuk menikah Selfia dan langsung mendaftarkan pernikahan nya pada negara.

Malam setelah Selfia mengantar Helena pulang...

Selfia kembali ke apartemennya, dan terkejut melihat Ernesto ada di sana.

"Ernesto, Bagaimana bisa kamu masuk ke dalam apartemen ku?"

"Apa kamu lupa, siapa pemilik dari apartemen ini?"

Selfia tersenyum, kemudian meletakkan kunci mobilnya.

"Ada apa?" Tanya Selfia pura pura tidak tahu.

"Aku sudah menalaknya."

"Kamu memang gila, Ernesto."

"Ya, dan sekarang, aku harus mencari wanita yang mau aku nikahi, agar aib ini tidak menyebar luas." Pekik Ernesto.

"Aku mau menjadi wanita itu."

Ernesto menatap Selfia yang duduk di hadapannya, lalu Ernesto yang sebelumnya sudah di puncak nafsu memilih untuk melampiaskan nafsu yang tidak sempat dia keluarkan kepada Selfia.

...----------------...

...----------------...

...----------------...

1
sechiko
enak di elu sakit dikita boosss
Beauty JK
😍
sechiko
bukan korban tapi lakon .. kita inibhanya hamba sahaya kenaoa berpikir kita korban Tuhan kenciotakan dan menyayangi hambanya
Sopiah Muhammad
rekomendasi novel bagus,mengandung bawang
💦Mak Phi-khun: Terima kasih kak
total 1 replies
laila indra
spt nya ini novel kebanyakan puisi dan lirik lagu ya
❥␠⃝ ͭ🍁ᴅʜɪᴛᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
sedih
hanie tsamara
mampir yaa kaa..
salam kenal🙏🏻🙏🏻❤
Wulandari Aswad
berat bgt isinya
Mari
wow Husna amazing...
Renita 85
husna baik boleh bodoh jangan dasar lemah
Renita 85
cwe lebay husna ih
🌻Ruby Kejora
Karynay bagus
Sukses bwt kk
Rachel Syaka
👍👍👍👍👍👍 bagus husna
Rachel Syaka
astagfirrullah sabar sabar yang baca juga harus extra sabar liat kelakuan Helena thor
Rachel Syaka
itu baru namanya super tegas
laila indra
masakan segera memulangkan nya..?
Retno Harningsih
terimakasih thooor ceritanya bagusss banget
Arie
🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲
Retno Harningsih
lanjut
Muhammad Izam
lanjut Thor !!buat Husna kembali sama alvino kasian anak Meraka..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!