NovelToon NovelToon
NARA

NARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:747.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Hanna

Nara seorang gadis biasa dan sederhana terpaksa harus menikah dengan pria yang tidak pernah dia kenal sebelumnya karena sebuah surat wasiat dari kakeknya.

Dia harus rela berpisah dengan kekasihnya dan menjalani kehidupan pernikahannya yang bagaikan neraka.


Follow IG Author : @hanania442 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

‘Saya harap anda tidak melewati batas. Ini semua demi kebaikan nara dan tentunya anda sendiri’

‘Apa maksudmu?’

‘Anda sangat tahu apa yang saya katakan’

‘Saya rasa saat ini tuan Revan belum siap mengetahui jika kalian dulu pernah menjalin hubungan. Masalah sekecil apapun akan berdampak buruk untuk Nara. Saya harap anda mengerti dan menjauhi Nara’

‘Apa urusanmu. Ya, kami memang saling mencintai dan aku akan merebut Nara dari tuanmu itu. Aku tidak ingin wanita yang aku cintai menderita’

‘Itu bukan keputusan yang tepat. Saya mengatakan ini bukan sebagai anak buah dari tuan Revan tapi sebagai orang yang menyayangi Nara bagi saya dia seperti adik saya sendiri. Jadi jangan lakukan apapun yanga akan berakibat buruk untuknya’

Aku teringat kembali perkataan Jhon ketika Nara mengunjungi makam kakeknya waktu itu. Jhon menemuinya ketika aku bermaksud menunggu Nara di mobil agar Nara tidak curiga padanya.

Ya, aku mendengar semua yang di katakan Nara di makam kakeknya. Bagaimana Revan memperlakukan Nara.

Selama ini Nara tidak pernah menceritakan apapun pada ku dan aku tidak ingin mencampuri urusan pribadinya.

Aku pikir selama ini Nara bahagia dengan pernikahannya. Bahkan aku berusaha keras untuk mengubur perasaanku padanya. Setelah aku mengetahui masalah yang sebenarnya kini aku sangat ingin merebutnya dari Revan.

Bukan masalah bagi ku jika Nara tidak mencintaiku lagi. Satu hal yang aku yakini Nara tidak akan pernah bisa melupakan semua kenangan indah saat kami bersama dulu dan cintanya akan kembali padaku.

🌟🌟🌟

                                                                 Nara menceritakan semua kisahnya pada Mira sahabatnya di kantin kampus sambil menikmati makan siang. Mira sangat bahagia bahkan dia menangis harus mendengar cerita sahabatnya.

“Begitu berat cobaan yang kamu hadapi. Aku sangat senang kin kau bahagia dan Revan sadar betapa kau mencintainya.” Mira masih terisak dan mengusap air matanya dengan tisu.

“Mira, jangan menangis lagi. Kamu sangat jelek saat menangis seperti ini.”

“Aku sedang menangis bahagia untukmu jangan meledekku.”

Mira mengerucutkan ujung bibirnya dan melempar tisu bekas pakainya kearah Nara. Namun nara menghindar dan tisu itu tepat mendarat di piring seseorang yang berdiri di belakang Nara.

“Upss.. sorry!” Mira menatap pria itu dengan wajah menyesal

Nara menoleh kebelakang dan melihat sesosok pria membawa sepiring makanan yang telah bercampur dengan tisu.

“Fer, maaf ya ini Mira sahabatku.”

Ya, pria itu Ferdian yang hendak memberikan makanan pada Nara saat dia melihat Nara sedang di kantin. Namun rencananya gagal total karena insiden ini.

“Maaf ya, aku pesan makanan yang lain tunggu sebentar disini.”

“Jangan Mir, aku....” Belum sempat Ferdian menlanjutkan ucapannya Mira sudah beranjak dengan langkah seribu meninggalkan Nara dan Ferdian.

“Lihat temanmu itu langsung kabur saja.” Ferdian duduk di samping Nara.

“Sudah biarkan saja aku yakin dia tidak akan kembali kesini.” jawab Nara sambil meminum coklat hangat yang di pesannya tadi.

“Sebenarnya makanan tadi untuk kamu, Nara.”

“Hmm.. makasih deh tapi aku baru aja selesai makan.”

Ferdian menggenggam tangan Nara dan sedikit berbisik. “Nara aku ingin menanyakan sesuatu. Tapi tidak disini.”

Nara menarik tangannya yang digenggam Ferdian berusaha untuk membuat jarak. “Ya, kita bicara di depan saja karena sebentar lagi pasti Jhon akan mejemputku.”

Mereka pun berjalan menuju taman kampus dan sesampainya disana mereka terdiam beberapa saat. Namun, nara segera memecahkan keheningan itu karena dia penasaran.

“Fer, kamu ingin mengatakan apa?” tanya Nara

Ferdian hanya dia berusaha untuk mengumpulkan keberanian untuk mengatakan ini pada Nara.

“Nara.. apa kau ba...”

Ponsel Nara berdering dan dengan cepat Nara mengangkat panggilan itu.

“...”

“Benarkah? Ya, aku akan segera keluar.”

“...”

“Tentu saja menunggumu, sayang”

Ferdian melihat wajah ceria dan bahagia Nara saat menerima panggilan itu. “Ferdian, maaf sepertinya aku harus cepat pergi karena suamiku sudah menunggu di depan.”

“Ya, tentu silahkan kau pergi kalau begitu. Jangan biarkan suami mu lama menunggu mu.”

Ferdian menatap Nara yang berjalan menjauh menuju pintu keluar.

Kau sangat pandai menutupi masalah mu Nara. Sebentar lagi kau tidak perlu berpura-pura bahagia di hadapan semua orang. Aku akan benar-benar membuat mu bahagia.Batin Ferdian

🌟🌟🌟

 

Aku bertanya-tanya dengan sikap Ferdian hari ini sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting.

Aku bertanya padanya apa yang ingin dia katakan padaku. Namun, ketika Ferdian akan menjawab ponselku berdering dan ternyata Revan.

“Honey, aku sudah menunggumu di depan kampusmu. Cepat kesini atau aku akan pergi.”

“Benarkah? Ya, aku akan segera keluar.”

“Bukankah jam kuliahmu sudah selesai sejak tadi lalu apa yang kau lakukan?”

“Tentu saja menunggumu, sayang”

Sepertinya aku harus pergi sekarang jika sampai Revan melihat ini maka dia akan salah paham.

“Ferdian, maaf sepertinya aku harus cepat pergi karena suami ku sudah menunggu di depan.”

“Ya, tentu silahkan kau pergi kalau begitu. Jangan biarkan suami mu lama menunggu mu.”

Sebenarnya aku merasa bersalah meninggalkan Ferdian begitu saja tapi Revan tidak akan suka jika lama menungguku.

“Kau lama sekali.”

“Kamu selalu saja memarahiku. Bukankah kamu sudah berjanji tidak menyakitiku?” Revan tersenyum dan membukakan pintu mobil untukku.

“Bukan berarti aku akan diam saja jika ada sifatmu yang tidak aku sukai.”

Revan melajukan mobilnya menuju ke pusat perbelanjaan yang akan kami tuju. Kami menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dan tentunya kami saling bercerita satu sama lain agar kami semakin mengenal tentang kepribadian masing-masing dan lebih terbuka.

Aku berharap ini bukan hanya untuk sesaat. Biarkan aku mendapatkan kebahagiaan ini untuk waktu yang lama jangan ambil kebahagian yang aku rasakan ini dan menggantinya dengan penderitaan.

1
Nai Christian Kolb
lanjut
Ira Wati
kalau aku pergi aja dari hadapan lelaki seperti itu
Na_ernaauk
aku mampir thor...
sejauh ini memang menarik ceritanya....
Nur Kholifah
mudah2han nara berjodoh sama alvian
Nur Kholifah
nara kamu kok bodoh amaat siih.mau maunya jadi mesin pembuat anak buat revan dan mona.sungguh bodooh
Nur Kholifah
revan mempertahankanmu hny untuk harta papanya
🌼stfaiza
lanjutin dong thor yg novel Raya...kan penasaran...knp kok gk lnjut...pdhl bagus lho thor😄😄😄😄
fina eva devanti
baca novel ini bawaannya emosi terus astagfirullah:(
Tatik Pkl
Asistennya Revan???? Ah tebak2 buah semangka 🤓🤓🤓
Tatik Pkl
Anak tiri ga tau diri...
farida ainur
bagus banget
Lanny Tan
Seru thor, jadi baper...

Mampir jg ke novelku ya : HARD TO SAY GOODBYE, ini bikin baper jg lho... Thx...
Zilvi Purnama
lanjut
Irna wisudawati
lanjut Thor...
Bentang Azza
monoton ceritanya gk seruuuu cwe nya kyk murahan
ᶠˡᵃ•Fit.ry_Hiatus☘️
Nunghu ceritanya si Sean Kak,.. 😁
Diajenk Yanti
jujur menurutku tdk ada 1 wanitapun yg mau berbagi suami, jika ada dia munafik
Vida Kasim
Ferdian. .aq padamu. .wkwkkkk
Vida Kasim
agak mendingan aq baca.nya...emosi berkurang hehehe
Vida Kasim
nara..kayaknya kmu terpikir mo kembali ke revan lg yh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!