NovelToon NovelToon
Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu

Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tunangan Sejak Bayi / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:246k
Nilai: 4.9
Nama Author: Cxafixe

Menjadi anak sulung membuat Abella terbiasa mandiri dan memiliki prinsip tersendiri. Dia tidak pernah ingin menggantungkan hidupnya kepada orang lain, apalagi pada makhluk bernama "Pria". Dibalik kedewasaannya, jangan lupakan fakta anak sulung yang egois dan ingin mendominasi, karena itu terjadi pada hubungan pernikahannya yang terjadi karena perjodohan masa kecil oleh kakeknya.

Galaxy Putra Alaric, pria yang dijodohkan oleh kakeknya. Seorang anak bungsu dari keluarga Alaric yang cukup terpandang. Sifatnya yang dingin, ketus dan tidak ingin diatur, sedikit dewasa, namun berprinsip, bertolak belakang dengan Abella yang keras kepala dan suka ngambek.

Apakah yang akan terjadi pada kehidupan rumah tangga Si Sulung dan Si Bungsu ini? Yuk-yuk kepoin ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cxafixe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelukan Tengah Malam

Pukul 2 malam, tiba-tiba Abel terbangun. Jantungnya berdebar sangat kencang, kepalanya pusing, perasaannya tidak tenang, dan keringat dingin yang dia rasakan kadang sedikit menyiksa malamnya. Jika serangan paniknya datang, pasti dia akan terbangun tengah malam begini. Itu kenapa dia selalu menyimpan obat anti-depresan di kamarnya.

Abel melirik ke arah meja dan melihat obatnya ada di sana. Tanpa pikir panjang Abel mengambil obat itu agar dia bisa tertidur. Namun saat dia akan meminumnya tiba-tiba tangan Gala menahannya.

"Jangan diminum." Sebenarnya saat Abel terbangun Gala juga ikut terbangun, tapi dia ingin lihat apa yang dilakukan Abel tengah malam begini.

"Gal, jangan atur!" Tegas Abel berusaha melepaskan tangan Gala.

"Kenapa lo minum obat ini terus, ini obat apa? Udah gue bilang jangan sembarangan minum obat. Itu obat apa gue tanya?" Tanya Gala.

"Biarin gue minum dulu baru gue bilang," pinta Abel melembut.

Tanpa mendengar Abel, Gala pun membuang obat itu ke sembarang arah. Ditariknya tubuh gadis itu ke dalam pelukan, Abel sempat sedikit berontak namun tenaga Gala jauh lebih kuat darinya.

"Gal, lepasin," pinta Abel yang masih berusaha melepaskan tubuhnya dari Gala. Jantungnya semakin berdetak tak karuan, dia butuh obat itu agar dia bisa tidur.

"Jangan minum obat." Gala mengeratkan pelukannya pada Abel, mengelus lembut punggung gadis itu agar dia tenang.

Gala dapat merasakan jantung Abel yang sekarang berdetak kencang, deru napasnya tak beraturan, ada nada ketakutan saat dia bicara. Tadi dia membaca kalau pelukan bisa meredakan kecemasan dan emosi seseorang, jadi dia memeluk Abel.

"Atur napas lo, gue bukan orang jahat. Jangan takut sama gue," ucap Gala sambil terus memeluk tubuh Istrinya itu.

Entah kenapa Abel perlahan mulai tenang, meskipun napasnya masih terasa berat. Gala dengan perhatian terus mengelus punggung Abel dengan lembut, rasa kantuknya mendadak hilang.

"Gue takut," gumam Abel berbisik namun dapat didengar oleh Gala.

"Sstt, udah lo tidur. Ada gue, gak ada yang bisa jahatin lo."

Detik berganti menit dan menit berganti jam. Mata Abel mulai mengantuk dan dia pun tertidur. Gala menatap Gadis yang ada dipelukannya itu, akhirnya Abel bisa tertidur juga.

"Kalau gue lepasin nanti dia bangun," gumamnya.

Gala pun mencoba membaringkan tubuh Abel dan dia juga ikut tertidur di samping Abel. Gala menaikan posisinya lebih tinggi dari gadis itu dan membawa Abel kembali dalam pelukannya, dia takut Abel akan terbangun lagi jika dia lepaskan. Setelah itu Gala menarik selimut mereka dan ikut tertidur bersama Abel.

...~ • ~...

Abel mengerjapkan matanya saat merasa merasakan deru napas seseorang menembus wajahnya.

"GALAA!" Dengan sekuat tenaga Abel mendorong tubuh Gala menjauh darinya. Al hasil pria itu jatuh dari tempat tidur sekarang.

"Aaarghhtt, Bel. Kenapa sih?! Sakit!" Pekik Gala saat bokongnya sempurna membentur lantai.

"L-lo ngapain peluk-peluk gue?! Modus!!" Kesal gadis itu.

Gala pun beranjak dari sana dan duduk di tepi ranjang sambil mengelus-ngelus pinggangnya yang terasa patah akibat terguling tadi.

"Lo yang gak mau lepas, bukan gue. Harusnya bilang makasih, orang lagi tidur dibanting mentang-mentang jago taekwondo," keluhnya.

"Y-ya gak gitu. Y-yaudah makasih, tapi harusnya kalau gue udah tidur lepasin aja. Keenakan ya lo?" Rutuk Abel.

"Lo yang keenakan, malah ngigau. Gala peluk lagi dong, jangan dilepasin ya," ucap Gala berbohong.

"Masa sih?? MASA? ENGGA, lo jangan ngarang ya! Jangan ngaco!" Abel melemparkan bantal ke arah Gala.

Gala tertawa melihat reaksi Abel seperti itu, sepertinya menggoda Abel akan menjadi rutinitas barunya.

"Ngapain gue bohong, mana senyum-senyum pas tidur. Nyaman ya?" Godanya lagi.

Abel membelalakkan matanya. Apa benar dia seperti itu? Tapi mana mungkin, Abel tidak merasa melakukannya. Kenapa Gala 2 kali lipat lebih menyebalkan dari biasanya?

"Gala, gue gebuk juga ya lama-lama!" Kesalnya.

"Mau gebuk apa mau peluk, ketagihan ya lo dipeluk gue?" Tanya Gala semakin menggoda istrinya itu.

"Gal, mending lo jadi cuek, kulkas kaya kemarin aja deh asli. Kalau kaya gini lo 2 kali lipat nyebelinnya," ucap Abel jujur.

"Jangan atur," kata Gala.

"Udahlah, gue mau buat sarapan daripada berdebat sama lo." Abel pun beranjak dari tempat tidurnya dan keluar dari kamar.

"Yang enak masaknya ya, Istriku," teriak Gala.

"Jangan panggil gue istriku istriku!" Balas Abel berteriak.

"Istriku!" Teriak Gala semakin kencang.

"GALA GUE BIARIN LO KELAPARAN YA!" Ancam Abel.

Gala terkekeh, ternyata keputusan orang tuanya menjodohkan dia ini, agar dia tidak kesepian di rumah.

...~•~...

Abel mengambil beberapa bahan makanan yang bisa dia pakai untuk memasak. Sejenak dia mengingat kejadian tadi malam, kenapa dia merasa tenang ketika Gala memeluknya? Awalnya dia takut, tapi semakin erat Gala memeluknya justru membuatnya semakin tenang.

"Kenapa gue bisa tidur tanpa obat ya? Masa karena dipeluk Gala sih? Gak mungkin, ini kayanya karena gue ditahan aja sama dia dan akhirnya gue cape terus tidur," gumamnya.

"Bodoh banget lo, Bell. Kenapa harus kambuh sih? Semoga Gala gak nanya yang aneh-aneh."

Abel pun mengalihkan fokusnya, mencoba melupakan kejadian semalam. Dia pagi ini memutuskan untuk membuat pancake saja, karena bahan makanan sudah banyak yang habis, sepertinya dia harus belanja lagi hari ini.

Gala turun dari kamarnya dan langsung menuju meja makan. Terlihat Abel yang datang membawakan dua piring pancake di tanganya.

Dia menaruh salah salah satu piring di depan Gala. "Gue belum belanja lagi, makan ini dulu aja ya?"

Gala pun mengangguk. Tidak masalah jika tidak sarapan nasi. Selama sebulan kemarin bahkan dia hanya makan roti karena Ibunya tidak bisa memasak.

Abel duduk di sebelah Gala, memainkan ponsel dan menikmati pancake coklatnya. Menonton music video korea adalah rutinitasnya.

"Lo mau gue temenin belanja?" Tanya Gala.

"Gak usah, gue bisa sendiri," jawab Abel yang masih fokus dengan ponselnya.

"Kenapa? Biasanya cewek lain suka kalau dianter belanja?" Tanya Gala seraya menyuapkan pancake pada mulutnya.

"Cewek lain, bukan gue," jawabnya santai.

"Tapi lo istri gue," ucap Gala sengaja.

Abel menekankan pisaunya ke piring, lalu menatap pria itu tajam. "Gue pegang pisau loh."

"Serem banget, iya deh gue ngalah," ucap Gala.

"Lo emang suka masak?" Tanya Gala tiba-tiba.

Abel mengangguk. "Buat ngisi gabut di rumah."

"Orang tua lo gak larang? Mama selalu larang kak Miya sama kak Jihan buat masak," kata Gala jujur.

"Bunda gue bilang, kalau cewek harus segala bisa. Karena nanti di masa depan berguna. Ya terbukti sekarang gue jauh dari bunda emang bener. Jadi gue gak culture shock atau cape karena gak terbiasa," jawab Abel sembari memakan pancake miliknya.

"Jadi alasan bunda lo gak pernah pake pembantu karena mau ngurus sekalian ajarin anaknya buat mandiri?" Tanya Gala lagi.

"Iya, apalagi gue anak pertama. Adek gue juga cowok. Kenapa nanya-nanya, kaya wartawan aja."

"Emang yang selalu nanya cuma wartawan? Kan engga, pingin tau lebih banyak aja tentang lo," jawab Gala santai.

"Jangan, semakin banyak yang lo tau semakin gak baik buat diri lo," ucap Abel.

"Kenapa?"

"Gak ada hal menarik yang bisa lo gali, cukup lo tau gue sebagai Abel yang sekarang," ucapnya.

"Oh dulu lo Wonderwoman? Oke."

Abel berdecak, pria yang ada disebelahnya ini sangat menyebalkan. Untung saja mood-nya hari ini sedang bagus, kalau tidak pisau ini sudah siap menerkam sasaran empuknya.

1
Elda Andina
Luar biasa
enik
bagus 👍
Bee mi amore
tengkiuuu otor ceritanya keren banget.jd pembelajaran jg buat aku dlm berumah tangga...keren pokoknya
Bee mi amore
sweetnyaa
Bee mi amore
🤣🤣🤣🤣
Bee mi amore
hahaha..kredit anak 🤣🤣
Croissant
Ayayu othor
Anya
Suka banget
sn3
selamat ya Gala dan Abel 😁😁😁
sn3
apakah Abel Hamil ???
mari kita lanjut membaca 😁
sn3
dihh...q nya senyum² sendiri sambil baca,,,Thor q suka karya mu 😘
sn3
Akhir nya GOL..........😂🤣
semoga aja ya para kakek cepat mendapat kan cicit...
kita tunggu ya Gala & Abel garis dua nya 😁
sn3
waduh....tersambar petir dong jela...
maka nya,jgn GX sopan,nyambar Lo kan petir nya 😁
sn3
gala sama Abel sweet bgt sih....
suka deh sama cerita ini 😍😍😍
sn3
gue baca ini senyum²,,,berasa kembali ke zaman SMA 😁
sn3
lanjut,,,,
sn3
ya udahlah ya,,,😂🤣😂🤣
sn3
q mampir ya Thor...
Dear Jia
Terimakasih author sudah membuat cerita sebagus ini, aku akan jadi pendukung setia. Dulu aku pantengin dari jaman dunia orange sekarang pindah ke sini, lanjut cerita Tasya dan Al dong thor. Semangat teru!
Fdlhar_: Terima kasih ya jiaaa huaaa aku terharu bangett 😭😭❤️❤️
total 1 replies
Gatau
MasyaAllah... ceritanya menyentuh.. bisa bikin inspirasi thor.. bagus pokoknya.. semangat lagi ya thor bikin nya👍
Fdlhar_: Waahhh terima kasihhh yaaa, iyaa semangat teruss kokk. ❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!