Seorang putri kerajaan yang memiliki segel dewa naga merah pergi berpetualang mencari 12 zodiak lainnya untuk membantunya dalam merebut kembali tahta kerajaannya.
Mampukah sang putri menemukan 12 zodiak itu? untuk meminjamkan kekuatannya dalam merebut kembali tahta yang seharusnya menjadi miliknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ren Chan~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis Berambut Merah
Rin berlari sekuat tenaga menghindari sikembar gemini, Rin tidak habis pikir ada pria semacam itu. Dengan kata lain pria itu benar-benar makhluk yang menakutkan, bagaimana tidak dalam sekejap Rin hanya di perlakukan seperti mainan.
Ia tiba-tiba ingat akan kata pelayan kuil gemini pagi ini. 'Wanita baru? dan semoga wanita itu jadi mainan'. Tidak habis pikir apakah sikembar gemini benar-benar pria yang begitu? mempermainkan wanita seperti mainannya dan Rin juga ingat atas wanita tadi yang rumahnya di hancurkan oleh gemini karena tidak mau bermain dengannya jika tidak bermain sikembar gemini akan memberi tebak-tebakan dan jika salah harta mereka yang berharga akan di hancurkan. Kejam,
Setelah merasa tidak di kejar Rin pun bersandar kesalah satu pohon, ia merasakan lututnya yang terluka tadi rasanya semakin perih dan perutnya merasa keram mengingat Rin belum memakan apa-apa sejak tadi pagi.
Tak sengaja Rin pun menemukan sebuah tenda perkemahan di tengah hutan, ada beberapa makanan dekat api unggun mereka. Rin merasa sangat lapar, apa ia harus meminta makanan pada orang tenda itu? atau mengambilnya lalu pergi? Tunggu! jika mengambil itu sama saja dengan mencuri, Rin pun segera menyingkirkan pikiran itu. Bagaimana pun perutnya sudah sangat kelaparan jika ia minta makanan apakah orang tenda itu mau memberinya?
Rin pun perlahan berjalan mendekati tenda dan tak sengaja menginjak ranying kayu di sekitar sana. Astaga! tiba-tiba ada sebuah panah melesat padanya dan mengenai batang pohon di dekatnya.
"Hooo wanitakah?"
Tiba-tiba seorang pria dengan badan kekar membidiknya dengan panah serta dengan senyuman liciknya.
"Oi ada apa?"
Ada dua laki-laki lainnya menghampirinya.
"Heee wanita?"
"Dia sepertinya mau mencuri dari tenda kita,"
"Ti... Tidak aku tidak mencuri aku hanya kebetulan lewat," ujar Rin ketakutan dengan tiga pria besar yang berada di depannya ini.
"Tidak mencuri kah? alasan yang menarik,"
"Bagaimana malam ini kita bermain sebentar nona manis?"
"Kau bisa makan sepuasnya di sini, asal kau mau melayani kami,"
Ujar mereka dengan senyuman cabul, membuat bulu kuduk Rin merinding melihat seringai mereka Rin tahu kalau pria-pria kekar ini bermaksud buruk padanya.
"Astaga!" tangan Rin di tarik oleh salah satu pria dan memandanginya dengan penuh nafsu.
"Menarik sekali, aku tidak pernah melihat wanita berambut merah sebelumnya ini unik sekali,"
"Lihat-lihat matanya sangat cantik ketika sedang mempeloti kita,"
"Lepaskan aku!" Rin pun berusaha memberontak lalu menatap mereka dengan tajam.
Mereka bertiga sedikit ketakutan ketika menatap mata Rin dan bergetar seolah-olah ada ketakutan besar di hati mereka.
"Apa-apaan mata itu?" ujar salah satu dari mereka menampar Rin sekuat tenaga.
"Oioi jangan kasar begitu, kau membuat wajah manisnya tergores,"
"Itu hanya tatapan menakutkan, ternyata gadis sepertimi sangat unik ya,"
Celakalah Rin sekarang ia tidak tahu harus bagaimana lagi ia ketakutan, Ryou dan Ruki tidak bersamanya sekarang apa yang akan terjadi pada dirinya?
Rin masih berusaha memberontak namun apa daya tiga pria besar ini bukan tandingannya, Rin berharap ada yang menolongnya.
***
"Are, gadis itu menghilang," ujar Takuya menyadari kalau Rin sudah melarikan diri sangat jauh.
"Cih dasar gadis merepotkan, tapi aku tertarik padanya. Dia akan ku jadikan mainan favoritku," ujar Sakuya menyeringai licik.
Mereka berdua pun tanpa pikir panjang berlari mencari Rin, berharap tidak ada suatu yang buruk terjadi pada Rin.
Ia merasakan samar-samar ada Aries dan Taurus di sekitar hutan, mungkin saja mereka juga sedang mencari Rin.
"Kau merasakannya? sudah kuduga mereka di sekitar hutan ini," ujar Takuya.
"Kau benar bagaimana pun kita harus menemukan gadis berambut merah itu,"
Mereka pun masih mencari dan mencari tapi masih belum bisa mereka temukan, sial kemana gadis itu bersembunyi?
***
"Lepaskan aku!" ujar Rin memberontak.
"Wah wah manis sekali bukan,"
"Aku rasa gadis ini masih belasan pasti sangat nikmat sekali,"
Peluh dingin mengucur di seluruh tubuh, ia juga bergetar ketakutan apakah ini akhirnya? tidak! ia tidak bisa mati disini ataupun menyerahkan tubuhnya di sini. Rin pun tanpa pikir panjang menginjak kaki pria yang sedang memeganginya itu dengan kekuatan yang tersisa.
Rin pun akhirnya terlepas lalu berusaha berlari, tak lupa ia juga mengambil panah pria itu lalu melesatkan panah pada mereka dengan sembarang arah. Merasa ada celah Rin pun segera berlari sejauh mungkin dengan panah yang ia dapat tangannya sedikit terluka karena pegangan pria itu sangat kuat serta ia tadi juga memberontak.
Rin pun sudah tidak kuat lagi berlari, ia merasa tenaganya sudah habis sejak tadi berlari menghindari gemini dan sekarang ia malah menemukan marabahaya lainnya. Rin pun terjatuh ketika ada ular yang melintas dan menggigit kakinya.
Sakit, sakit sekali ia sudah menyerah sekarang bahkan pandangannya juga sudah mulai mengabur. Perutnya keram karena lapar, kakinya begitu sakit setelah berlari dan terkena patokan ular, tangannya juga terluka dan ini rasanya sangat perih. Bagaimana nanti ia benar-benar di penggal oleh Yan? pasti tidak terbayang rasa sakitnya untuk segera mati. Laki-laki itu sudah membuat hidupnya benar-benar menderita.
Rin menangis dalam hati memanggil-manggil ayah dan ibunya, apakah mereka yang di surga bisa melihat Rin sekarang? betapa menderitanya, sakit.
Di sisi lain hutan Ryou dan Ruki masih mencari Rin. Tampak Ryou yang sudah benar-benar kelelahan berjalan sejak kemarin meski begitu Ruki pun juga merasa hal yang sama.
Di perjalanan menuju bukit Ryou mendapatkan luka dari beberapa preman desa yang memalak mereka, karena kondisi Ryou yang masih belum stabil ia pun masih belum kuat bertarung dan alhasil membuat lukanya kembali terbuka lebar.
Ruki juga mendapat beberapa goresan karena preman desa cukup banyak melawan mereka dan Ruki terpaksa berubah wujud menjadi sapi banteng melawan para preman dam menyelamatkan Ryou.
"Ryou beristirahatlah dulu, aku akan menghetikan pendarahan di luka mu, aku harus mencari beberapa tanaman," bujuk Ruki.
"Tidak! aku tidak bisa aku takut jika tuan putri dalam bahaya," tolak Ryou.
Meskipun Ruki sudah membujuk Ryou berkali-kali, namun Ryou tidak mau mendengarkannya dan masih tetap berjalan mencari sang putri.
"Ryou kali ini aku memaksa, kita akan mencari nona kecil besok ini sudah malam bisakah kita beristirahat dan mengobati lukamu?"
"Kalau begitu kau saja yang istirahat, aku masih belum menyerah mencari tuan putri,"
Ryou kembali mengingat saat-saat kakek peramal masih hidup, dia menceritakan kisah Rin. Ia tahu ayah Rin dan tentang ibu Rin bahkan ia juga tahu tentang Yan dan alasan kenapa Yan membunub ratu ke IV. Ryou juga mengingat pesan dari ratu ke IV untuk selalu melindungi Rin meski ia tahu kedepannya Rin akan di tinggal sendirian. Melihat penderitaan Rin, air matanya, sakitnya. Ryou tidak bisa tinggal diam lagi bahkan Ryou masih ingat saat Rin memerintahnya untuk menjadi pelindungnya di perjalanan ini mengawalnya. Bagi Ryou tidak ada yang lebih berarti ketimbang nyawa dan kebahagiaan Rin sekarang.
"Maaf Ryou aku terpaksa melakukan ini,"
Ruki pun memukul Ryou sekuat tenaga dan membuat Ryou pingsan, hanya itu jalan satu-satunya membuat Ryou untuk mendengarnya.
"Aku pun sama Ryou, tapi aku yakin bahwa nona kecil adalah wanita yang kuat, aku yakin dia masih bisa bertahan sampai kita datang,"
Next