NovelToon NovelToon
Halaman Terakhir Kisah Shabira

Halaman Terakhir Kisah Shabira

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Chicklit / Tamat
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: Smiling27

Setelah menyelesaikan halaman terakhir novelnya, Livia Ananta langsung mendapatkan banyak sekali hujatan dari para pembaca setianya. Bukan tanpa alasan, mereka menghujat Livia lantaran telah membuat cerita berjudul Happy Ending namun justru berakhir sad ending. Karena kesal, Livia memutuskan untuk pergi diving bersama teman-temannya.

Siapa sangka hujatan serta sumpah serapah yang diberikan para pembaca malah berakhir membuat Livia tenggelam. Beberapa waktu kemudian, Livia menyadari kini jiwanya sudah berada di dalam tubuh Shabira Lawrence, tokoh utama dalam novel yang telah ia buat menderita selama hidupnya.

Di atas gedung itu adalah moment ketika Shabira memutuskan untuk menutup halaman terakhir kisah hidupnya dengan cara bunuh diri. Berbagai masalah jelas akan Livia hadapi jika memutuskan untuk membuka halaman baru untuk kisah Shabira. Lalu apa yang akan dilakukan Livia? Akankah ia tetap melanjutkan hidupnya sebagai Shabira? Ayo ikuti kisahnya!

Follow IG : @smiling_srn27

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smiling27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Austin Setuju?

"Apa? Pertunangan akan tetap dilanjutkan?"

Shabira mengerutkan keningnya, sedikit terheran setelah mendengar informasi dari Papanya. Papa Antonio baru saja mengatakan bahwa perjodohannya dengan Austin akan tetap dilanjutkan, setelah mendapat panggilan telepon dari Tuan Ray. Padahal, semalam Austin baru saja menolak dengan tegas perjodohan ini melalui chat pribadi yang dikirim Shabira.

"Papa nggak salah? Bukannya Austin udah nolak rencana pertunangan ini?"

Kini bukan hanya Shabira yang bertanya, tapi juga Renita yang juga ikut terkejut mendengar berita tersebut. Ia bahkan sampai menjatuhkan sendok buah di tangannya, membuat semua anggota keluarga yang sedang berkumpul di ruang santai itu merasa terheran.

"Papa juga nggak paham, tadi Tuan Ray bilang seperti itu. Beliau mengatakan bahwa Austin sudah mau menerima perjodohan ini. Beliau juga bilang, pertunangan akan diadakan seminggu lagi. Dan hanya akan mengundang keluarga serta kerabat dekat saja," ucap Antonio panjang lebar.

"Apa? Seminggu lagi?" Seketika Shabira dan Renita terkejut secara bersamaan, tidak menyangka acara pertunangan akan dilaksanakan dalam jarak waktu secepat itu.

"Kenapa secepat itu?" tanya Renita.

"Apa nggak salah, Pah? Kenapa tiba-tiba secepat itu?" tanya Mama Shinta yang juga ikut heran mendengar berita tersebut. Jika ada Justin, mungkin cowok itu juga akan terkejut setelah mendengarnya. Sayangnya di hari libur seperti ini, sudah kebiasaan bagi Justin untuk pergi berkumpul bersama teman-temannya.

"Entahlah, Papa juga tidak mengerti. Tapi nanti mungkin Papa akan membicarakan hal ini lagi dengan Tuan Ray." Antonio beralih menatap putrinya. "Shabira, kalau memang benar pertunangan ini akan tetap dilaksanakan dalam jarak waktu seminggu lagi, apa kamu siap dengan itu semua?" tanyanya memastikan.

Shabira terdiam sesaat, sekilas melirik pada Renita yang juga tengah menunggu jawabannya. Senyum tipis terukir di bibir Shabira, kemudian dengan mantap ia menganggukkan kepalanya. "Aku siap kok Pah, asal Austin benar-benar menyetujuinya bukan karena keterpaksaan!" jawabnya.

"Tapi bukannya Austin menolaknya dengan keras kemaren? Bukankah aneh kalo tiba-tiba Austin menerimanya?" tanya Renita.

"Apanya yang aneh?" tanya Shabira membalas. "Mungkin aja Austin berubah pikiran, dan sekarang dia mau menerima perjodohan ini."

"Tapi ...." Ucapan Renita menggantung, tatapan aneh dari Papa dan Mama membuatnya memilih untuk menghentikan pembicaraan.

"Lakukan aja Pah, kalo emang bener Austin sendiri yang menginginkan acara pertunangan ini dilaksanakan minggu depan," ucap Shabira mantap.

Melihat raut wajah Renita sekarang, membuat Shabira semakin ingin agar acara segera terlaksana. Jahat memang, tapi apa salahnya? Shabira juga berhak memiliki apa yang ia inginkan. Setelah selama ini semua benda miliknya selalu di rebut secara perlahan oleh Renita.

"Baiklah, tenang aja. Papa akan menemui Tuan Ray nanti, untuk memastikan semuanya lebih dulu. Dan untuk Shabira, Papa harap kamu tidak akan merubah keputusanmu nanti!"

**********

Renita mencengkeram gelas kecil di tangannya, setelah seteguk minuman memabukkan kembali masuk ke dalam tubuhnya. Pikirannya sedang kacau, setelah mengetahui fakta bahwa Austin benar-benar menerima perjodohannya dengan Shabira. Karena itu ia memilih untuk pergi, berkumpul dengan teman-temannya untuk melampiaskan kekesalan.

Mabuk-mabukan memang bukan hal yang baru bagi Renita. Pergaulan bebas membuatnya menjadi gadis yang nakal. Hal itu ia lakukan tentunya tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya. Jika sedang marah, Renita memang selalu melampiaskannya bersama teman-teman satu gengnya.

"Jadi beneran Ren, Austin nerima perjodohan itu? Dia mau gitu sama Shabira?"

Rona menggeleng tidak percaya, tidak disangka ia akan mendengar berita mengejutkan seperti ini. Sebelumnya, Renita memang sudah menjelaskan panjang lebar pada Ronna, Milka dan Bella tentang perjodohan itu. Mereka berempat memang sahabat dekat sejak dulu. Hanya saja, Renita tidak pernah terlihat menunjukkan persahabatannya. Sampai sekarang bahkan tidak banyak orang yang tahu tentang persahabatan Renita dengan ketiga gadis itu.

"Gue masih nggak percaya sih, masa iya Austin mau sama Shabira? Secara dia kan nggak pernah mau deket sama cewek, masa iya sekalinya tunangan mau sama Shabira?"

Milka terkekeh dengan ucapannya sendiri. Selama ini yang semua orang tahu, Austin memang tidak pernah sekalipun terlihat dekat dengan seorang perempuan. Jangankan pacaran, untuk berdekatan dengan Austin saja, seseorang harus memiliki alasan yang jelas agar cowok itu mau. Akan tetapi, sekarang justru Austin bisa dengan mudahnya menerima pertunangan itu dengan Shabira.

"Lah bukannya mereka sama aja? Sama-sama pendiem orangnya." Ronna berkata, sembari memukul bahu Bella yang sejak tadi memakan cemilan henti.

"Apa sih, ganggu banget lo!" protes Bella yang sejak tadi diam memakan camilannya.

"Lo dari tadi makan mulu anjir, katanya mau diet?" omel Ronna.

"Diet apaan, makanan gue aja diabisin sama dia!" sahut Milka kesal. Bagaimana tidak kesal? Satu mangkuk spaghetti bolognese miliknya telah dimakan habis oleh Bella tadi. "Temen lagi ada masalah gini bukannya kasih semangat, ini malah sibuk isi perut. Kayak nggak pernah makan aja lo!"

"Ck berisik banget lo bedua, tinggal makanan aja perhitungan banget!" Bella berdecak kesal, merasa terganggu dengan ucapan kedua sahabatnya. "Lagian lo kenapa sih Ren, keknya benci banget sama Shabira? Perasaan tuh anak baik-baik aja deh selama ini!"

Seketika Bella menyengir lebar, setelah menyadari tatapan tajam dari ketiga sahabatnya, terutama Renita. Dua tahun bersahabat dengan Renita, tidak cukup membuat ketiganya mampu mengenal seorang Renita. Masih banyak rahasia dalam kehidupan Renita yang belum ketiga gadis itu ketahui sampai sekarang.

"Di depan semua orang, dia emang keliatan baik. Tapi gue tau, sebenarnya dia punya niat terselubung dibalik wajah kalemnya itu. Buktinya, sejak dia dateng ke keluarga gue dulu. Papa dan Mama gue selalu aja perhatian sam dia, sementara gue?"

Renita menunjuk dirinya sendiri, bersikap seolah dirinya tidak pernah dianggap lagi di dalam keluarganya. Memang benar, kehadiran Shabira yang begitu tiba-tiba, ketika usianya masih menginjak enam tahun membuat Renita beberapa kali terserang kecemburuan. Ia merasa selama ini Papa dan Mama selalu mementingkan Shabira ketimbang dirinya. Ditambah lagi, Papa Antonio selalu saja terlihat memperhatikan Shabira dan mengabaikan dirinya.

"Gue bahkan nggak pernah di perhatiin lagi sama Papa. Padahal, semua orang juga tau kalo gue itu anak kandung mereka. Shabira itu cuma perusak kasih sayang di keluarga gue, dia cuma anak pungut yang nggak tau diri!"

Renita berkata dengan nada menggebu. Dalam hal ini, ia sengaja tidak mengatakan bahwa sebenarnya Shabira adalah putri kandung dari Papa Antonio. Renita tidak ingin fakta tersebut mencoreng nama baik keluarganya, itulah alasan mengapa dirinya tidak pernah mengatakan yang sejujurnya pada teman-temannya di sekolah.

Padahal Papa Antonio sudah dengan tegas mengatakan bahwa Shabira adalah putri kandungnya. Meskipun sampai sekarang, pria itu tidak pernah mau mengatakan bagaimana kejadian sebenarnya hingga Shabira bisa hadir di dunia ini. Sampai sekarang, rahasia itu hanya Antonio dan Shinta yang mengetahuinya.

"Sampai kapanpun, gue bakal terus benci sama Shabira. Kalo perlu, gue bakal buat dia juga dibenci sama anggota keluarga gue. Kalau sampe itu terjadi, gue yakin Shabira bakal ditendang dari rumah. Dan gue, gue bakal hidup bahagia bersama keluarga gue lagi," kata Renita dengan raut bahagia di akhir kalimatnya.

🎀🎀🎀

Sambil menunggu HTKS up, mampir dulu yuk ke karya keren di bawah ini.

Judul : Story Of Yulianika

Napen : Dhevy Yuliana

kisah Cinta dari pasangan muda yang berawal perjodohan, sepwrtinya berbuah manis.

namun, masalah justru datang dari orangtua Ika.

lebih tepatnya, sang mama yang mendadak menolak pernikahan mereka, hanya karena hasutan dari masalalu Ika.

akankah mereka menyerah atau mempertahankan,?

...Sampai bertemu di cerita HTKS selanjutnya 👋🏻...

1
Ratna Komalasari
udah 1thn ya tp ga upz lg
afhrodite
lanjut dong thor...
ceritanya ditamat in dulu baru focus yg lain lagi.. 😵
Zaed Nanu
☕buar semangat kak
Zaed Nanu
aq mampir kak....
Lee
Lanjut kak..
semangat up lgi yaa
Ratna Komalasari
lanjut lg thor ceritanya
vio~~~~
lanjut thor.. semangat..😊
vio~~~~
sabar thor... tenang aja aku orang nya g gitu kok.. kalo g suka atau bosen sama alurnya paling aku berhenti baca..😁
tapi semoga aja kali ini cerita mu aku suka ya dan g ngebosenin.. dan yang paling penting update nya sering2 y...😁😁
Mpok Nana
Moga cepet up lgi,, kyknya semangat up otor menurun dech..
ayooo dong aku cuma punya 🌹 hikzz..

otor reader nya bawel yaa?,,
biarin bawel tpi jgn d usir ya..☺☺
Ratna Komalasari
hore upz lg tp ko yg heavana blm upz jg ya🤔
Mpok Nana
Mantap lah,,ayoo Ronna perbaiki diri & sikap mu, untuk membalas tmn" mu yg jahat.
karna sjatinya balas dendam yg ampuh itu adalah memperbaiki diri..🌹
Ratna Komalasari
yeh...akhirnya upz jg....
dan yg heavanna jg dong thor upz lg udah lama loh ga upz...pdhl lg seru
Mpok Nana
Ronna, akhirnya kmu tau kan siapa sahabat kmu?
(teman yg paling dekat adalah musuh yg paling berbahaya),, semangat shabira🌹
Ratna Komalasari
akhirnya ngakuin jg Austin klo Shabira tunangannya🤭🤭
vanila.jean
iyaiuaiyaiya
Lee
Semangat berkarya ka..
mari kita saling mndukung...
Mpok Nana
🌹
Ig : @smiling_srn27 🎀: Makasih dukungannya
total 1 replies
Ratna Komalasari
yeh...akhirnya upz lg....
ditunggu ya kelanjutannya🥰
tetap semangat ya thor💪💪
Ratna Komalasari: hahaha...biasa memgerjakan tugas negara semalam🤭
total 2 replies
Mpok Nana
Shabira minggatnya ketempat Austin ya,,
tanpa sadar mereka tdur satu ranjang,, seru kali ya klo d tengahnya ada si jaka (kucingnya Zia),😀😀
ayooo lanjuut
Mpok Nana
Oh,, begitu ceritanya..
Renita anak boleh mulung pantes aja sifat nya beda.

Papa nyesel kaan luu,, huuu
ayolah, jgn lama" hiatus nya..
bagus nih ceritanya ya otor yaa...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!