NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:17.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aksara Citra

Zidane Ar-Rayyan, seorang pria dewasa, mapan dan Sholeh. Seorang doktor lulusan Kairo yang terpaksa menikahi seorang model selebgram cantik dan seksi karena sebuah kesalah pahaman.

Shafa Azura, Guru Bahasa Jerman sekaligus selebgram seksi yang menolak keras pernikahan yang telah terjadi antara dirinya dan Zidane Ar-Rayyan. Shafa memiliki kekasih yang sangat ia cintai. Namun sayang karena keyakinan yang berbeda orang tua mereka menentangnya.

Akankah benih-benih cinta itu muncul ada pernikahan yang di awali dengan kesalah pahaman?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tentang Rayyan

"Mas Ray lagi ngapain ya" Gumam Ku sambil memasukan stik bawang ke dalam mulutku. Sehabis membantu ibu membereskan makan bekas makan malam, aku duduk santai di atas karpet depan televisi sambil memeluk se toples stik bawang kesukaanku. Aku kadang merasa jadi mantu yang ga tau diri tau gak. Gimana kerasnya aku nolak pernikahan ini, bahkan aku ga mau melayani suami di tidur dan terus mencari cara untuk lepas darinya. Terus, sekarang aku duduk manis bak seorang princess di rumah orang tuanya, memakai mobilnya dan juga uangnya. Shafa...Shafa.

Aku sama sekali ga canggung sama ayah dan ibu mas Ray. Mungkin karena aku tuh orangnya mudah dekat sama orang, apalagi kalo orang itu sayang sama aku.

"Shafa sudah coba hubungi Rayyan belum?" tanya ibu mertua. Dia membawakan ku segelas minuman berwarna kuning muda. Aku curiga jangan-jangan dia mau ngeracunin aku lagi kaya waktu itu.

"Belum bu, emang sudah sampai ya?" Aku masih terus memperhatikan gelas yang di letakkan di depan ku.

"Bu.. i..itu apa?" Refleks aku menutup hidungku. Sepertinya dugaanku benar.

"Oh ini, Kunyit asam buat Shafa. Ini bagus buat wanita yang sedang datang bulan supaya cepat bersih. Dan juga bagus buat kesuburanmu" Jelasnya. Ibu mertuaku ini emang paling jago kalo soal jamu-jamuan gini. Kenapa ga bikin pabrik jamu aja sih sekalian.

"Oh" Aku ber 'o' ria mendengar penjelasannya.

"Mumpung Rayyan ga ada Shafa minum ini, jadi nanti pas Ray pulang bisa langsung....

Aku langsung menyerobot gelas di depanku supaya ibu mertuaku ga meneruskan ucapannya.

"Udah" Ucapku ngos-ngosan setelah meneguk habis segelas jamu.

"Alhamdulillah Shafa. Bukan udah" Ujar ibu mertuaku membenarkan ucapanku. Mommy Shafa pengen masuk kembali ke perut Mommy. Malu-maluin banget sih aku ini ditegur sama ibu mertua sendiri.

"Alhamdulillah" Ucapku malu-malu.

"Naah gitu, pinter" Ibu mengelus bahuku lembut. Rasanya nyaman banget. Aku jadi kepikiran gimana kalau aku beneran pisah dengan mas Ray, pasti ibu akan sedih banget. Belum lagi Mommy dan Daddy. Apa mereka masih mau menganggapku anak?

Sam, Aku harap kamu benar-benar memberikan solusi terkait hubungan kita. Aku sudah menceritakan semuaanya kepada Sam, termasuk pernikahanku karena aku ga mau di anggap berkhianat.

"Shafa! Kok ngelamun. Kangen sama Rayyan ya?" Goda ibu mertuaku. Aku hanya meringis menunjukan jajaran gigi putihku yang selalu ku rawat dengan baik.

"Rayyan pasti romantis banget kan kalau di kamar? Ibu jadi penasarab" Tanya ibu mertuaku dengan wajah berbinar-binar.

"Em... Mas Ray, aku bingung bu mau jawab gimana. Intinya mas Ray baik" Jawabku sekenanya.

"Ga usah malu, sama ibu ini. Ibu tau betul gimana Rayyan, karena ibu yang melahirkaan dan membesarkannya. Rayyan itu sangat menghargai wanita. Belum pernah ibu dengar Rayyan itu menyakiti wanita atau mempermainkannya" Jelas ibu mertua. Segera ku perbaiki posisi dudukku dengan memangku bantal empuk. Saatnya aku mengorek informasi tentang mas Ray, Kaan jarang-jarang dapat kesempatan langka kek gini. Apalagi informasinya ini sudah dijamin keakuratannya. Secara emaknya sendiri yang nyampein.

"Serius bu? Mas Ray ga pernah punya masalah sama wanita" Tanyaku antusias untuk memancing ibu mertuaku.

"Iya, Ray tu kalau ada apa-apa asti cerita sama ibu. Termasuk soal wanita. Setahu ibu Ray tu ga pernah pacaran. Kalau sekedar teman si biasa, ibu malah kenal hampir semua teman-teman Ray" Ucapnya tak kalah antusias.

"Kalau cewek yang mas Ray suka, ibu tau ga? Ga mungkinkan mas Ray ga pernah suka sama cewek. Atau tipe cewek yang mas Ray suka kek giman sih bu? Aku jadi penasaran dengan tipe wanita idamannya mas Ray.

"Em... Kamu penasaran ya?" Ucap ibu mencoel hidung mancungku yang mulus tanpa komedo.

"Selama ini sih yang kebanyakan deketin Ray teman-teman kuliahnya yang di Indonesia. Mereka biasa datang kesini bawain kue dan berbagai macam oleh-oleh untuk ibu. Ibu paham betul maksud mereka supaya bisa dekat dengan Ray tapi Rayyan sendiri bersikap biasa aja, jadi ibu ga bisa bantu banyak" Ujarnya. Kugigit bibir bawahku, mendengar ucapan ibu. Dasar mantu ga tau diri. Bisa-bisanya aku lupa ga bawain ibu apa-apa pasbdatang kesini. Shafa..Shafa otakmu di taroh di mana sih? masa hal sekecil itu bisa ampe lupa.

"Oh ya! ibu ingat ada satu gadis yang pernah Ray ceritakan ke ibu waktu di Kairo. Katanya dia juga dari Indonesia" Ucap ibu sambil mengingat-ingat.

"Pasti cantik ya bu?" Aku menunduk lesu.

"Eh.. kok jadi sedih sih anak ibu. Sayang, Ray itu bukan tipe laki-laki yang hanya melihat fisik seseorang saja. Karena kecantikaan hati, itu yang utama. Lagi pula Rayyan itu adalah laki-laki yaang bertanggung jawab jadi mau seperti apapun Shafa, dia pasti terima karena Shafa adalah wabita yang sudah Allah pilih untuknya. Lagi pula Shafa ini cantik kok, apalagi kalu berhijab" Ujar ibu mertua sambil menangkup kedua pipiku.

Fix! Gue merasa semakin jauh dari kriteria mantu dan istri idaman. Wanita berhijab dan berhati cantik. Sudah pasti itu bukan aku. Jangankan berhijab, membayangkannya pun aku ga pernah. Yang ada aku selalu gonta ganti gaya rambut sesuai keinginanku. Ibu juga pasti akan shock kalau melihat Lukisan mawar yang berpindah tempat di lengan kananku. Untung aku pake sweeter jadi ga keliatan.

"Kira-kira mas Ray bisa cinta sama Shafa ga ya bu?" Tanyaku yang masih menunduk.

"Kalau Shafa, bisa ga cinta sama Ray?" Tanyanya balik. Ampun deh, Ini ibu persis banget sama mas Ray yang suka membolak balikan pertanyaan.

"Hah?" Aku terbengong pas di tanya balik.

"Shafa ga tau" Jawabku lirih.

"Nak, dalam suatu hubungan itu lebih baik membangun cinta dari pada mengejar cinta. Karna cinta yang di bangun di atas pondasi pernikahan akan lebih kokoh dari bada cinta yang di bangun di atas pondasi kesenangan sementara" Ujar ibu sambil mengusap bahuku lembut.

Perlahan air mataku meleleh mengingat betapa rumitnya kisah cintaku. Cinta yang telah ku bangun bersama Sam, memang sangat menyenangkan dan nampak kokoh, walau sebenarnya rapuh. Dengan tak tahu malunya aku menangis sesunggukan di pelukan ibu.

"Sudahlah sekarang kamu istirahat, jangan berfikir yang aneh-aneh" Ucapnya sambil mengelus kepalaku.

******

Sudah 2 Jam aku berada di dalam kamar namun mataku enggan terpejam. Ku lihat mas Ray sedang online, artinya ia sudah sampai di Mekkah. Ku lihat storynya, menampilkan dirinya yang tengah berdiri di antara gedung-gedung tinggi. Storynya tertulis caption Mencintai Mu adalah kemungkinan yang pasti❤️. Aku tahu cinta dalam tulisan itu ia tujukan untuk siapa, yang pasti bukan untukku. Tapi untuk Sang Maha Pencipta, penguasa alam semesta.

Mas Ray On tapi kok ga nge chat aku sih, nanyain kabar kek apa kek. Hish dingin banget. Kayaknya beneran marah deh. Mending aku berselfi ria deh, udah cantik sayang kalau ga di upload. Followers I'm coming.

Aku mengambil beberapa gambar candid dengan posisi berbaring. Aku memegang setangkai bunga yang ku ambil dari vas bunga di kamar Mas Ray. Segera ku upload di story Whatsapp dan instagramku. Foto tersebut ku beri caption Its a cruel world, but we can always choose to smile❤️ (Ini adalah dunia yang kejam, tapi kita selalu bisa memilih untuk tersenyum).

1 menit kemudian aku mendapatkan 2 pesan masuk. Ku lihat nama Samuel dan segera ku buka pesannya.

S❤️muel : Cantik, I love it. See you liebling.😘

Bunyi pesannya selalu membuatku berbunga-bunga. karena pada dasarnya wanita itu ingin di puji.

Shafa : See You Darl🥰

Ku buka pesan kedua dari mas Ray yang ku beri nama Zidane, agar tidak menimbulkan kecurigaan. Tumben dia chat malam-malam. Ada rasa bahagia saat akan membuka pesannya.

Zidane : HAPUS..!!!

Apa? Aku membelalakkan mataku membaca pesannya sebagai komentar story yang baru ku buat. Apa dia melihatnya? Astaga! Kenapa aku lupa kalau mas Ray ga suka aku pakai pakaian sexy. Apalagi ini ku posting di sosial media. Bisa auto murka dia. Segera kucari tulisan delete pada gambar tersebut. Huhhh.. Lega...

Tring....

Satu pesan masuk. Apa lagi sih batinku.

.

.

.

.

1
Nia,💓
Adakah yg masih setia membaca di th 2026 seperti saya , mungkin author nya sudah sibuk dg dunia nyata 😍
Nia,💓: sudah baca berulangkali suka sekali dg karya ini😍
total 1 replies
Nia,💓
Ditunggu Lanjutannya Sakinah bersamamu ,adakah yg masih setia di th 2026 ,🤚🏿🤚🏿🤚🏿
Firma Firma
banyak bawang disini../Sob//Sob//Sob//Sob/
Wilda Rahma
kasihan mommy fanny
Dwi Bae Lah
Thor ditunggu lanjutannya sakinah bersama mu
Dwi Bae Lah
visual shafanya siapa Thor?
Ida Rodiah
Luar biasa
Novita Sari
suka sekali
Wienda Sagita
Biasa
Wienda Sagita
Kecewa
Eni Fatar
Luar biasa
Amylya Nadrifah
Kecewa
Amylya Nadrifah
Buruk
Diyah Halimxii
q baca yg kesekian kalinya karna kangen 😊
Uzik Siti: sama kak
total 1 replies
Nia,💓
Hadir di tahun 2024
Win Windriyani
cerita ny bagus dan menarik
Yani Ira Nofa
Salah satu karya favorit ku.... Mohon lanjutkan sakinah bersamamu ya thor....
Yani Ira Nofa
author yang baik, please lanjutin dong Sakinah Bersamamu.....
janah bibah
Biasa
Nia septiani
bagus dan sangat menginspirasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!