NovelToon NovelToon
Marry (To) Me

Marry (To) Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:60.1k
Nilai: 5
Nama Author: Far Choinice

Will you marry me, miss Marry?


'Sorry, No'

Sebuah pertanyaan dan jawaban yang mengubah segalanya. Marry menolak Sean tanpa jeda.

Hingga beberapa tahun kemudian, mereka dipertemukan di suatu RS. Perlahan, mereka menguraikan benang merah masalalu. Tapi, disisi lain, mereka juga harus menghadapi banyak kisah rumit yang membuat Marry berada di satu pertanyaan yang sama tentang pernikahan, apakah dia bisa menerima lamaran itu atau menolaknya. Lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Far Choinice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Unbreathable

          Jadi, Sean seorang duda. What a shame! Marry merasa sedikit rasa bingung dengan fakta ini. Sean menikah dan bercerai. Rasanya seperti mendapatkan informasi yang terlalu sombrono. Entahlah, Marry tidak bisa berkata apa-apa. Ini sudah cukup mengejutkan.

         “Setelah lo nolak lamaran gue, gue pergi kelab malam. Gue gila, Marry!” Sean mendesah panjang sambil memijat kecil pelipisnya, "Gue gak bisa berpikir jernih. Gue kalut dan hanya ingin melupakan hal menyakitkan itu."

        Marry terdiam. Ia menjilat bibirnya sesaat, menahan perasaan gundah yang menyeruak. Ia juga merasakan napasnya memanas dan tangannya mulai basah oleh keringat. Angin yang cukup kencang tak bisa membuat hawa panas di antara mereka memudar. Suasana hati mereka berubah seketika. Ini bukan topik pembicaraan yang mudah.

Jadi, awal semua kekacauan ini adalah hari itu. Hari penolakan lamaran itu. Marry menahan getaran yang cukup menyesakkan dalam dadanya. Bukan hanya Sean yang gila. Marry juga ‘gila’. Banyak hal terjadi sejak saat itu. Banyak luka yang mereka alami. Ya, mereka. Bukan hanya Sean tapi juga Marry. Semua yang abu-abu di masalalu, perlahan mulai menyeruak.

"So?"tanya Marry dengan suara bergetar.

          “Dan, gue ngelakuin kesalahan.” Sean menelan ludah susah payah, "Gue ngelakuin hal gila. Gue mabuk dan... ,"

          “One night stand,” ucap Marry.

          Sean tersenyum getir dan mengangguk. Dia termenung dan mengingat detail apa yang terjadi di masalalu itu. Masalalu yang tidak cukup membanggakan. Dia sama sekali tidak menyangka akan menceritakan hal ini pada Marry setelah sekian lama. Butuh waktu bertahun-tahun hanya untuk mengangkat masalalu.

"Oke. Tapi, kenapa lo kudu ke Australia? Lo tiba-tiba hilang tanpa jejak dalam hitungan minggu! Gue nyari elo kemana-mana!"

“Orang tua gue cerai beberapa hari kemudian dan gue harus ikut papa tiri gue ke Australia. Siapa sangka, cewek itu adalah anak kolega papa. Dan, dia hamil.”

          “Konyol! Ini bukan alasan lo buat ninggalin gue gitu aja, Sean!”

         “Lo segalanya buat gue Marry. Gue hanya butuh lo. Tapi, lo nggak nganggep gue sepenting itu. Gue bukan prioritas utama lo.”

"Gue juga nganggep elo penting." sergah Marry. Ya, Sean bagian terpentingnya saat itu. Tapi, dia menghilang di saat dia membutuhkannya.

"Tapi, kenapa lo nolak lamaran gue?"

Marry terdiam sejenak. Dia tidak tahu harus berkata apa. "Gue mau ngejelasin semuanya, Sean."

Sean menggeleng kecil seraya tertawa, "Setelah nolak, tiba-tiba lo mau ngejelasin? Ngejelasin apa? Jelas-jelas, lo gak nganggep gue sebagai prioritas utama lo. Lo gak setulus itu, Marry... ."

          Marry tersenyum pahit. Air matanya mulai menggenang di pelupuk mata. Kenangan yang telah lalu, satu per satu muncul, menyeruak ke permukaan tanpa bisa Marry ungkapkan. Dia hanya bisa merasa dadanya sesak. Mendengar tuduhan Sean semakin memperburuk rasa sesaknya. Mendadak, balkon luas di kantin, serasa menyempit. Menghimpit Marry hingga sulit bernapas. Kepalanya mendadak begitu pusing dan tubuhnya gigil.

          “Lo pikir, lo udah paham tentang gue? Gue nggak ngerasa kalau gue adalah prioritas utama lo. Bukan, Sean... ,” air mata Marry menetes perlahan. Gadis itu mengusapnya dengan getir. Tangannya mulai gemetar. Dia merasa semakin sesak. Ini tidak baik. Dia harus berhenti memikirkan apapun sebelum semakin sesak. Dia harus pergi dari tempat itu.

         “Maksud lo apa? Jelas gue, jadiin lo prioritas Marry. Itulah kenapa gue ngelamar elo. Gue mau ada di samping lo selamanya. Gue mau lo disamping gue. Gue cinta ama lo!”

         “Enough, Sean... please,” Marry mengatur napasnya yang serasa semakin pendek, “Udahlah. Untuk saat ini, gue harus pergi.  Sori,” suara Marry bergetar.

"Again. Lo mau kabur dari semua ini!"

"Sori." Marry sama sekali tidak peduli dengan tuduhan Sean saat ini. Yang dia butuhkan saat ini adalah, bernapas. Dia sungguh butuh bernapas!

        Marry berlari kecil meninggalkan kantin. Ia sadar Sean bergegas mengejarnya namun dia tidak peduli. Dia kian mempercepat langkah kakinya. Dia tidak cukup sanggup menunggu lift dan memutuskan untuk lewat tangga saja.

        Satu per satu ia menuruni tangga dengan langkah yang bergetar. Ia mencoba mencari kunci mobilnya sambil terus melangkah di sela dadanya yang semakin sesak disertai air mata yang semakin menumpuk di pelupuk mata. Kekuatannya semakin tergerus saat kunci mobilnya terjatuh dan dia terhenti, merasakan napasnya yang tertahan. Ia mencengkeram pagar besi pembatas tangga yang dingin. Sangat.

"Hmmmpph!" Marry menghela napas panjang namun justru sesak yang semakin memberat datang menghantam dadanya.

         “Marry!” pekik Sean yang menghampiri Marry dengan panik. “Dingin.” Sean memandang Marry dengan cemas. Rasa emosinya meluap melihat ekspresi Marry yang kacau. Tiba-tiba gadis itu terlihat pucat dan ringkih. Suhu tubuhnya turun drastis. Ia sangat dingin. Tapi dingin yang basah. Ia seolah sedang mengalami gejala seperti orang dengan penyakit jantung. Apa mungkin? Marry? Sejak kapan?

        Sean menatap Marry yang terduduk lemas. Tubuhnya bergetar hebat dan dia hanya menangis sambil merasakan napasnya begitu sesak. Semakin ia berusaha menghirup oksigen, semakin dadanya serasa sakit. Ia mengerang sambil menangis sementara Sean menatapnya bingung.

        Marry memandang kosong ke arah lantai. Beberapa gambaran di masalalu, berkelebat dalam ingatannya. Semakin ia mengingat, semakin ia meneteskan air mata. Dan semakin sulit ia bernapas hingga apa yang di depannya menjadi gelap.

         “Marry!” teriakan Sean yang terakhir bisa Marry dengar sebelum ia kehilangan kesadarannya.

 

-oOo-

 

         Sebuah gaun selutut berwarna hitam dipadu dengan sabuk berwarna emas membuat penampilan Zara semakin stunning. Dan lagi, sepatu wedges boots warna hitam dan putih warna merah nampak ikut hadir mempercantik penampilan Zara. Rambutnya dicepol sederhana, memamerkan leher jenjang yang tertutup scarf motif. Tak lupa kacamata hitam dan masker hitam, adalah hal wajib yang selalu ia pakai. Tapi, itu sama sekali tidak menutupi kecantikannya.

        Ia melangkah anggun seraya menatap sekeliling restoran hotel bintang lima pilihan papanya. Yah, hari ini adalah hari dia bertemu calon suami pilihan papanya. Setiap ia melangkah, suara gemeletuk sepatunya begitu halus. Penampilannya, menarik beberapa pasang mata untuk memandangnya. Tapi, ia terhenti saat menemukan sosok laki-laki berjas abu-abu sedang duduk di meja yang sudah dipesan atas nama ‘Anggara’. Nama keluarga besar calon suaminya.

         Ia melepas kacamata, menyelipkannya ke sela gaun lalu melangkah menghampiri sosok laki-laki itu. Anggaran. Hanya itu yang disebut papanya. Dia tidak tahu nama pasti laki-laki itu.

        “Tuan Anggara?” sapa Zara dengan nada lembut.

        Laki-laki itu bergeming lalu berdiri sambil menoleh ke arah Zara yang mulai melepas maskernya. Mereka beradu pandang sesaat sebelum Zara membelalak terkejut.

           “Martin? Ravendra?”

          “Kamu?” Ravendra tampak tak kalah terkejutnya. “Nona Alexandra?” Ravendra mengangkat sebelah alisnya, “Alexandra?”

          “Alexandra Azara.”

         “Oh.”

         “Anggara? Lo... Anggara?”

         “Anggara hanya nama keluarga.  Aku jarang memakai nama itu. Tapi, sebenarnya hari ini saya datang karena –,” Ravendra menghentikan kalimatnya saat Zara mengangkat telapak tangannya ke arah Ravendra, seolah memberi isyarat untuk menunggu sebentar.

         Sebuah alunan musik terdengar dari ponsel Zara. Gadis itu mengernyit kecil dengan gusar sebelum mengangkat panggilan itu, “Sean? Ada apa?”

          Sean. Ravendra tertawa kecil seraya mengangguk-angguk kecil. Sean yang sama mereka kenal. Wajar, Zara adalah teman Marry.

         “What?!” pekik Zara seraya melirik Ravendra yang cukup terkejut dengan teriakan itu. Anggun tapi cukup melengking, “Marry kenapa? Pingsan?”

         Ravendra tercekat dengan ucapan Zara. Dan bergegas pergi meninggalkan restoran dan diikuti oleh Zara yang tak kalah panik.

        Oke. Kencan mereka batal!

 

-oOo-

1
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ
haha... serius deh,ngakak abis😂😂
Dayu Fabi
penggunaan tanda baca yang cukup bagus, keren banget
Dayu Fabi
penggunaan kata-kata yang bagus! keren! lebih bagus novel Kakak, dibandingkan aku deh kayanya...
Aris Pujiono
terima kasih kak sudah memberi kan koin ... minal aidzin Ealah fa idzin
Aris Pujiono
terima kasih atas tipsnya kakak
Radiah Ayarin
baru mampir nih
❥␠⃝ ͭ🍁💃Katrin📙📖📚❣️🇮🇩
Mampir ya😊
༺❥ⁿᵃᵃ​ꨄ۵​᭄
eemm halo kak salam kenal dri aq...
yg mempir kecerita author menari...
Aris Pujiono
yuk lanjut
ZaaraItsMe
terimakasih buat karya yang bagus ini kak... love it
ZaaraItsMe
Hiks... dah tamaaatttt... seru banget. bagus banget ceritanya. beda... gak ngebosenin. mantap thoorr
Aris Pujiono
next kak
Aris Pujiono
bikin bergetar
🐰⃞⃟° ̥۪͙۪◌ yujin
udah mampir feedback yah
CumaAku
terimakasih untuk novel yg epik kak..... gk mbulet. seru. keren... sukses karya2nya kakkk
CumaAku
udah tamaattt hikes
ZaaraItsMe
astagaaaah dua episode terakhir baca ini bikin emosi lho. kemarin pergi, sekarang udah ada anak aja.
🐰Far Choinice🐰: sabar ya kaaaak ^^
total 1 replies
ZaaraItsMe
Heeee lhooo heeee lhooo.. kok tiba2 pergi. heeeee lhooo apa2an ini thoorrrrrrrr
ZaaraItsMe
Ya ampuunnn semua hal di novel ini berkaitan dan penuh kejutannn.. serruu aslii
🐰Far Choinice🐰: Yuhuuuuuu
total 1 replies
CumaAku
heeeee thooorrr itu gimana ada anak ajaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!