NovelToon NovelToon
Ketulusan Cinta Istri Pertama

Ketulusan Cinta Istri Pertama

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:461.3k
Nilai: 5
Nama Author: munasih

Ini kisah berbagi cinta.

Amira menjatuhkan cintanya pada Gilwang seorang pria yang baru di pertemukannya saat hari pernikahannya. Tidak dengan Gilwang, tak menjatuhkan cintanya pada Amira, karena Gilwang sudah mempunyai kekasih yang berjanji akan menikahinya yaitu Anita.

Karena Gilwang orang yang pertama bisa membuatnya jatuh cinta, Amira akan tetap mempertahankan cintanya dan pernikahannya, meski Gilwang tak mencintainya. Bahkan Amira rela Gilwang menikah dengan kekasihnya asal tidak di ceraikan.

Apakah Amira akan tetap bertahan dengan pernikahannya setelah kehadiran Anita istri kedua yang ingin menjadi istri Gilwang satu-satunya?

Ikuti kisahnya hingga bab akhir. Jadikan cerita ini favorit.

kasih like dan votenya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon munasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Identitas Anita

Orang tua Amira dan Gilwang, juga adik-adiknya pamit pulang. Gilwang sangat senang sekali akhirnya mereka akan pulang. Tapi tidak dengan Amira yang sebenarnya ingin orang tuanya ada di sini terus.

"Akhirnya mereka pulang juga, capek aku akting di hadapan mereka," ucap Gilwang saat semuanya berlalu pergi meninggalkan rumahnya.

Gilwang pun kini bisa bernafas lega.

Amira masih dengan raut wajah sedihya di tinggal kedua orang tuanya. Gilwang mendekatinya.

"Kenapa kamu sedih? Pasti kamu ingin mereka tetap di sini kan. Supaya aku memperlakukanmu dengan manis. Ingat ya tadi itu hanya akting, jangan kamu anggap serius. Tidak ada yang berubah. Aku tetap tidak mencitaimu, aku hanya mencintai Anita istri keduaku.

"Aku tidak bersalah memperlakukanmu sesuka hatiku. Itu keputusanmu sendiri yang memilih menjadi istriku yag tak pernah aku inginkan."

Hati Amira yang sudah sedih di tambah ucapan Gilwang yag menyakitkan, tumpahlah air mata Amira.

Setelah tadi merasakan kebahagiaan yag tiada di sangka, dalam sekejap kini berubah jadi jeritan hati yag tersakiti.

"Ya Allah, kuatkanlah hatiku ini. Aku ingin memperjuangkan cintaku," batin lirih Amira.

Amira tidak mau larut dalam kesedihan, dia harus tetap tegar dan memperjuagkan cintanya dan mempertahankan rumah tangganya. Dia akan berusaha membuat Gilwang menganggapnya sebagai seorang istri yang sangat di butuhkannya.

Dia akan melakukan suatu hal yang bisa membuat Gilwang menghargainya. Dia akan memasak untuk Gilwang, menjaga rumah ini tetap bersih demi Gilwang dan bersikap baik dengan Anita demi Gilwang, supaya menghargainya dan bersikap baik padanya.

Saat ini di ruang makan sudah berkumpul dua istri dan satu suami. Sembari makan Amira meminta pada Gilwang dan Anita untuk bersikap baik padanya, dia rela melakukan apa saja asal tetap menjadi istri Gilwang termasuk mejaga rahasianya. Amira ingin di perlakukan baik sesama istri walau pun tidak mendapatkan cinta dari Gilwang.

Anita dan Gilwang menolaknya dengan keras. Amira mengancam mereka akan membongkar semua rahasianya jika tidak mau memenuhi keinginannya.

Akhirnya mereka setuju, Gilwang dan Anita mulai sekarang berjanji akan bersikap baik pada Amira. Gilwang juga berjanji akan bersikap adil sebagai seorang suami kecuali cinta. Karena Gilwang tidak mencintai Amira jadi dia tidak bisa memberinya.

Kalau Amira tidak bisa menerima tidak mendapatkan cinta, silahkan Amira memilih pergi dari sini dan siap di ceraikan. Amira pun setuju dengan pernyataan Gilwang.

Hari sudah berganti. Seperti janji Gilwang kalau Amira kangen sama kedua orang tuanya dia bisa berkunjung ke rumahnya.

Pertemuan kemarin bagi Amira sangat singkat setelah beberapa hari tak bertemu dengan kedua orang tuanya. Hari ini Amira minta izin pada Gilwang suaminya sebelum berangkat kerja.

"Maaf Gilwang, aku mau minta izin untuk pergi ke rumah orang tuaku, apa boleh?"

"Boleh saja, tapi semua pekerjaan di rumah ini harus sudah beres," jawab Gilwang dengan nada datar yang masih duduk di ruang makan usai menghabiskan sarapannya.

"Aku juga mau keluar sebentar sayang, sudah lama aku nggak jalan-jalan bosen di rumah terus, boleh kan," ucap Anita.

"Boleh sayang, tentu saja boleh. Tapi kamu harus bantu Amira membereskan pekerjaan rumah ini dulu," jawab Gilwang sembari membelai Anita yang duduk di samping kursinya.

Amira hanya bisa menatap iri pada Anita yang tak berani di ungkapkannya.

"Baiklah aku akan bantu-bantu dulu sebelum berangkat," ucap Anita dengan nada malas.

Amira sedikit senang mendengar jawaban Anita yang akan membantu membereskan rumah ini. Dan juga senang Gilwang sekarang mau bersikap adil pada dirinya.

Saatnya Gilwang akan berangkat ke kantor. Gilwang meminta Anita untuk meyalaminya sebagai bentuk hormat sang istri pada suami.

Anita mencium punggung tangan Gilwang dengan rasa malas.

"Pakai salim segala," gumam Anita.

Gilwang membalasnya dengan mecium kening Anita.

Sedangkan Amira tanpa di suruh langsung meraih dan mencium punggung tangan Gilwang. Gilwang sebenarnya nggak suka di sentuh sama Amira. Tapi kali ini dia nggak berani protes karena sudah berjanji akan bersikap adil pada kedua istrinya.

Gilwang pun berlalu pergi dengan mobilnya, setelah Amira dan Anita melambaikan tangan mereka dari teras depan rumah.

"Saatnya pergi jalan-jalan," ucap Anita sembari berjalan masuk kedalam rumah dengan gembiranya.

"Maaf Anita, tadi pesan Mas Gilwang sebelum berangkat kamu harus bantu aku beres-beres rumah ini," ucap Amira.

Langkah Anita terhenti, reflek dia membalikkan badannya dan menghadap Amira yang tadi di belakangnya.

"Apa katamu? Bantu kamu beres-beres rumah ini? Nggak ya, aku nggak bisa ngelakuin pekerjaan rumah. Aku nggak pernah melakukan itu. Jadi kamu aja ya yang beresin rumah ini sendiri kamu kan ahlinya."

Ucapan Anita sangat ketus bikin Amira ingin memberontak.

"Itu tugas dari Mas Gilwang Anita, kamu harus mengerjakannya." Amira mengingatkan.

"Udah aku bilang aku nggak mau. Pokoknya kerjain sendiri."

Anita meninggalkan Amira begitu saja tanpa memperdulikan ucapannya.

"Oh, jadi dia masih tak mau bersikap baik padaku. Awas kamu, nanti aku bilangin Mas Gilwang," batin Amira kesal.

Anita pun pergi meninggalkan Amira di rumah ini mengerjakan pekerjaan rumah sendirian, tanpa ada rasa bersalah tak mau membantu Amira.

Seperti biasa Anita akan menghamburkan uang milik Gilwang yang di berikannya setiap satu bulan. Anita membagi dengan orang tuanya. Sepertiga untuk orang tuanya dan sisanya untuk dia hamburkan melakukan apa pun sesuka hatinya tanpa di ketahui Gilwang.

Tapi saat ini Anita sedikit hati-hati karena sudah menjadi suaminya Gilwang. Saat masih berpacaran dengannya dia sering ke klub malam mencari cowok yang lebih keren dan menggoda dari pada Gilwang.

Saat ini Anita tak berani melakukannya. Dia sekarang lebih senang menghamburkan uang Gilwang dengan belanja, makan di restoran dan perawatan tubuh cantiknya.

Langkah Anita terhenti di sebuah resto favoritnya di dalam mall besar. Dia ingin makan disitu, setelah beberapa hari ini nggak bisa keluar menikmati makanan luar.

Dengan lunglai Anita masuk resto. Di kedua tangannya menenteng belanjaannya. Saking banyaknya belanjaan yang di bawa sampai jatuh ke lantai saat masuk resto.

Seorang lelaki dengan pakaian jas rapi dan tampang yang menawan bah seorang ceo membantunya mengambilkan tas belanjaannya yang terjatuh. Dia adalah Adi hidayat orang yang dulu mengagumi Anita namun tak di hiraukannya.

"Terima kasih," ucap Anita saat laki-laki itu menyodorkan tas belanjaannya.

"Anita!" ucap lelaki itu saat menatap wajah Anita.

"Kamu mengenalku."

"Kamu Anita yang dulu sangat populer di kampus kan. Aku Adi, kita dulu satu kampus," ucap Adi.

"Iya aku Anita, maaf kalau aku tidak mengenalimu. Kamu sekarang lebih tampan dan menawan seperti orang yang sudah sukses." Anita memuji.

Jelas saja Anita memujinya, dia tau tampang orang berduit dan orang kere.

1
Cis Siu
yey
Sri Puryani
kenapa amira gk kapok" ya klo dibohongi dgn kt" manis aja sdh luluh....
Jue
Sungguh Amira wanita yang lemah dan cepat luluh dengan janji palsu .
Cinta Suci
petgi amira
Cinta Suci
knp amira di buat thor
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
lanjut
Puspa Trimulyani
ular menghampiri pukulan
Puspa Trimulyani
pucuk dicinta ulam tiba..... ternyata dunia ini sempit....yg selingkuh dg Anita adalah suami sahabat nya gilwang sekali tepuk dua lalat busuk mati
Puspa Trimulyani
asal tidak bermaksiat saja sdh untung,si Anita ini mana takut sama dosa
Puspa Trimulyani
nyebelin banget sih Amira itu ya....baik sih baik. tapi jgn bego
Puspa Trimulyani
Amira mah bukan polos, tapi bego...
Puspa Trimulyani
betul gilwang,Anita merencanakan sesuatu,kamu harus waspada
Puspa Trimulyani
bukannya dirimu yg pake topeng utk menjerak gilwang dan menghabiskan hartanya
Puspa Trimulyani
laki laki kok lemah,kenapa ke Amira tega dan merasa enak enak saja kalau berbuat kasar,ke Anita banyak menenggang rasa segitu sdh tahu Anita jahat juga,lelaki kok begitu 😡😡
Puspa Trimulyani
lah talakmu sdh jatuh tuh gilwang,karena kata cerai sdh kamu ungkapkan.
Puspa Trimulyani
itu namanya jodoh,jgn kau lepaskan Amira mu,kalau kamu tidak ingin menyesal nanti
Puspa Trimulyani
pasti mau lah wanita matre, kalau wanita baik,dia akan bertanya tanya ada apa ini disuruh berlibur sendirian ga ditemani....sebab dia matre...yg penting uangnya saja,ga peduli berlibur nya sendiri juga yg penting uangnya diberi banyak
Puspa Trimulyani
wanita model begini biasanya hanya memanfaatkan uang cowoknya doang, tidak tulus mencintai,dia hanya menganggap pasangan nya ATM berjalannya.
Aniani Har
hi Pleng emosi Thor knp hati Amira selembut itu.. ih darting saja
Renita 85
pemeran utamanya dungu biar apa sih biar pada, baca ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!