Sekuel novel pertama MY ACCIDENT DESTINY..
Kisah kali ini berpusat pada kehidupan dan perjalanan cinta si Badboy JACOB setelah cinta pertama nya bertepuk sebelah tangan..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElizabethMelyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KETEMU
Part 13 " Ketemu "
Udara malam yang dingin, membuat Jasmin dan Sita menikmati makan malam berkuah panas yang lezat di salah satu kedai mie kaki lima.
Mereka makan malam bersama di tengah ramai nya jalanan ibu kota dengan banyak nya orang lalu lalang.
Jasmin mencoba membangkitkan semangatnya dan mengisi tenaga dengan banyak makan.
Sesuap demi sesuap masuk ke mulut Jasmin bahkan sampai mangkuk kedua.
" Kamu sperti ber hari hari ga makan. Hahaha " Ledek Sita yang heran melihat ***** makan teman baiknya.
" Aku harus mengumpulkan banyak energi, besok aku akan mulai cari kerja lagi. " Kata Jasmin antusias.
" Sabar. Hari gini cari kerja emang susah. Aku sampe tanya ke senior senior di kampus, tapi masih belum ada kerjaan. " Jawab Sita yang ikut membantu mencari informasi seputar lowongan kerja.
Beberapa saat kemudian, setelah mereka selesai makan.. Jasmin dan Sita berjalan santai di malam hari, menikmati udara malam sekaligus menuju arah pulang.
Mereka melewati banyak pertokoan, kedai makanan dan juga tempat tempat hiburan malam.
Tiba tiba di tengah perjalanan, Sita merasakan sakit pada perut nya.
" Aauu.. Mampir ke minimarket dulu, aku ga tahan nih. " Sahut Sita sambil menahan perutnya yang sakit.
Mereka pun mau tidak mau mampir ke minimarket yang terdekat yang sedang mereka lalui.
" Aku tunggu disini. Hahahaha prasaan yang banyak makan aku.. yang sakit perut kamu. " Balas Jasmin meledek Sita.
Ia pun menunggu Sita sambil melihat pemandangan malam yang mulai dingin.
" Tolong.. copet.. " Teriak salah seorang ibu yang berada di kasir mini market hendak membayar.
Melihat itu, Jasmin dengan reflek mengejar copet yang ternyata ada di minimarket bersama dengannya.
" Heim.. berhenti.. " Teriak Jasmin dengan cepat berlari mengikuti langkah cepat si copet yang terlihat masih remaja.
Buk buk buk buk.. tanpa lelah Jasmin berlari mengikuti, hingga tidak memperhatikan jarak yang ia tempuh dengan kedua kakinya cukup jauh.
Ketika berada di suatu tikungan, tiba tiba BMW hitam menyerempet lelaki muda itu hingga terjatuh di trotoar.
Pengejaran pun berakhir, dengan segera Jasmin yang sudah sangat terengah engah menghampirinya.
" Dasar kurang ajar. Masih muda sudah berani mencuri. " Bentak Jasmin sambil memukul mukul pencuri yang terluka itu.
Seseorang menahan tangan Jasmin dan membuatnya terkejut setengah mati.
" Apa yang kamu lakukan?? " Suara yang berat, bau parfum yang tidak asing dan..
" JACOB??? " Sahut Jasmin terbelalak kaget melihat lelaki itu berada di hadapannya.
" Tidak kusangka akan bertemu dengan mu disini. " Kata Jacob dengan santai nya.
" Hah.. aku juga tidak sengaja.. mengikuti lelaki badung ini. " Jawab Jasmin yang kembali fokus kepada pencuri itu dan merebut dompet yang di curinya.
" Biar aku saja yang urus. " Kata Jacob sambil memberi kode kepada anggotanya, untuk membereskan pencuri gadungan itu.
" Tung.. tunggu... kalian akan bawa dia ke kantor polisi kan?? Ga kalian bunuh kan.. " Kata Jasmin gugup membayangkan beberapa kejadian lampau yang pernah Jacob lakukan di depan matanya.
" Kalau kamu suruh bunuh, ya aku bunuh.. " Canda Jacob dengan senyum nakal.
" Jangan.. jangan.. laporkan dia ke polisi saja, ini.. ini barang bukti nya.. seorang ibu ada di minimarket di sebelah.. sebelah.. sebelah mana ya.. " Kata Jasmin ragu karena kehilangan arah setelah beberapa kilometer mengejar pencuri itu.
Tanpa segan Jacob mengambil dompet yang ada di tangan Jasmin dan memberikan kepada anggotanya.
" Bereskan semuanya. " Perintah Jacob dan kemudian dipatuhi oleh anggotanya.
Setelah cukup lama berlari, nafas yang belum tertata dan membuat dada Jasmin sesak.. tiba tiba ia merasakan mual dan ingin muntah..
" Huweekk.. " Reflek Jasmin sambil menutup bibirnya dengan kedua tangan nya.
Melihat itu Jacob yang ada di dekatnya jadi panik.
" Apa yang terjadi padamu?? " Kata Jacob perhatian.
" Huweekk.. entahlah, tiba tiba aku mual. " Kata Jasmin menahan rasa mualnya.
" Ikut aku. " Dengan segera Jacob menarik tangan Jasmin, dan mengajak wanita itu ke club malam milik Jacob yang jaraknya berada di dekat situ.
Dengan segera Jasmin masuk ke kamar mandi tanpa mempedulikan tempat yang saat ini ia kunjungi adalah sebuah club malam.
Setelah selesai mengeluarkan apa yang hary dikeluarkan.
Jacob yang dengan setia menunggu Jasmin di luar kamar mandi wanita, kembali menarik tangan Jasmin masuk ke ruang kerja miliknya.
Jasmin yang sudah membaik mulai memperhatikan sekeliling dan baru menyadari bahwa ia berada di sebuah club malam yang penuh dengan anak muda sampai dewas berpesta pora menghamburkan uang.
" Istirahatlah sebentar disini. " Kata Jacob memerintah Jasmin duduk di sofa ruangannya.
" Ini.. kenapa kamu membawa ku ke tempat seperti ini? " Tanya Jasmin merasa tidak nyaman.
" Karena ini yang terdekat. " Jawab Jacob dengan mudahnya.
" Aku tidak terbiasa di tempat seperti ini. Aku permisi.. " Pamit Jasmin.
" Jangan khawatir. Club ini milik ku, tidak akan ada yang berani macam macam kepadamu. " Sahut Jacob menenangkan Jasmin.
Ekspresi Jacob menunjukkan rasa penasaran, ia mendekat duduk di sebelah Jasmin yang terlihat tidak nyaman.
" Katakan padaku. Barusan kamu mual, apa jangan jangan.. kamu hamil? " Tanya Jacob to the point.
" Hah??? Mana mungkin. " Teriak Jasmin sangat terkejut dengan pertanyaan Jacob.
" Kenapa tidak mungkin? Kita kan memang pernah melakukannya, tidur bersama dengan mendadak.. terlebih lagi aku tidak memakai pengaman, aku juga mengeluar.." Tanpa pikir panjang, Jasmin menutup mulut Jacob dengan kedua tangannya sebelum penjelasan Jacob semakin erotis dan membuatnya malu.
" Jaga ucapan mu. Kamu membuat ku mual lagi. " Bentak Jasmin kesal.
" Aku hanya kebanyakan makan malam ini, lalu berlari sangat jauh.. tentu saja membuat pencernaan ku terganggu. " Jawab Jasmin meluruskan yang sebenarnya terjadi.
" Oh.. begitu. " Sahut Jacob melepaskan tangan Jasmin dari mulutnya.
" Berjanjilah padaku, jangan membahas hal seperti itu lagi. Membuatku merinding. " Kata Jasmin mengeluh.
" Aku hanya akan membahasnya saat kita berdua saja seperti ini. Anyway, senang bertemu denganmu lagi. " Kata Jacob dingin, walau tidak menunjukkan sebuah senyuman bahagia.. namun dalam hati kecil nya merasa senang.
Wanita moodboster Jacob.
" Kalau begitu, aku antar pulang. Sekarang kamu tinggal dimana? Bersama ibu dan kakak tirimu? " Tanya Jacob penasaran dengan kehidupan Jasmin setelah berpisah darinya.
" Hmmm.. tidak ada ruang untuk ku disana. Aku menumpang di apartmen teman ku, sampai aku dapat pekerjaan. " Jawab Jasmin lesu.
" Ternyata hidup mu tetap merepotkan ya." Sahut Jacob ketus, membuat Jasmin kesal.
" Aku mau pulang saja. " Pamit Jasmin hendak meninggalkan lelaki itu karena merasa kesal dan terhina.
Namun baru selangkah Jasmin beranjak dari sofa, Jacob menarik pinggang Jasmin hingga ia duduk di pangkuan si badboy itu.
" Bagaimana kalau kamu tinggal bersama ku saja? " Tanya Jacob dengan serius memandang dalam ke kedua mata Jasmin.
Debaran jantung gadis 20 tahun itu pun jadi tak karuan di pangkuan Jacob.
selalu suka karyamu