NovelToon NovelToon
Diujung Harapan

Diujung Harapan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Poligami / Duda / Tamat
Popularitas:399.9k
Nilai: 5
Nama Author: El Geisya Tin

Perjalanan hidup Nayana yang mengalami sakit hati karena suaminya menikah lagi. Padahal saat ini kehidupannya bersama suami belum sempurna dari segi ekonomi, juga karena belum memiliki anak. Rudian suaminya tidak perduli dengan perasaan Nayana karena ia mendapatkan dukungan dari ibunya. Karena ibunya sangat menginginkan cucu dari Rudian.

Meski demikian Nayana tetap sabar, ia tetap bekerja sebagai pelayan restoran demi menopang kehidupan rumah tangganya. Ia tetap tabah menjalaninya walau ia masih belum tau kehidupannya selanjutnya akan seperti apa.

Pertemuannya dengan seorang anak perempuan kecil yang berwajah manis akan menghiasi hari-harinya ditengah cobaan dan ujian yang diterimanya.

Tanpa disadari sebuah hubungan unik antara anak kecil bernama Yoni itu dengan dirinya, telah sesikit demi sesikit menorehkan sebuah perasan berbeda dihati Ares ayah Yoni yang berstatus sebagai duda.

Cobaan yang diterima Naya tidak hanya itu saja, karena takdir membawa Naya untuk tetap merawat suaminya yang jatuh sakit setelah menyakiti dirinya.
kesabaran dan ketabahan Naya diuji sampai berulang kali. Permintaannya untuk bercerai tidak juga dikabulkan suaminya. Hingga suaminya mempunyai takdir lain yang memilukan. Mungkin inilah yang disebut karma.
Bagaimana karma yang harus Rudian, suami Naya hadapi? Dan bagaimana hubungannya dengan Ares?
Yuk baca saja di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Geisya Tin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 13. Jangan Mengatakannya

"Bang ..." kata Naya segera menghampiri Rudian dan meraih tangan suaminya lalu menciumnya hikmat. Raya melihat pemandangan itu.

"Tadi, aku menemani Raya. Ini Raya," kata Naya memperkenalkan Raya pada Rudian. Raya melakukan hal yang sama seperti Naya, mencium tangan Rudian sambil tersenyum.

'Ini pasti suami tante Naya'

"Siang Om! Oh iya, tante! Terimakasih ya, tadi sudah bantu Raya, cara tante keren," kata Raya mengabaikan Rudian.

"Kamu mau makan dulu, bukan?" tanya Naya sambil melangkah kearah restoran diikuti Raya. "Tunggu sebentar ya, Bang. Aku pamit dulu sama Bu Nha," kata Naya pada Rudian.

"Iya, tante! Saya lapar, tapi Tante mau pulang, ya?"

"Iya, maaf gak bisa nemenin makan, kamu hati--hati ya!"

Raya mengangguk dan berkata, "Tante jangan bilang apa pun pada Papa, kalau nanti papa tanya, soal kejadian di sekolah," kata Raya setengah berbisik pada Naya.

"Iya, insyaallah. Tante hak akan mengatakan apa pun. Rasanya papamu juga tidak akan menanyakannya pada Tante," kata Naya, lalu segera pamit pada Bu Nha dan menghampiri Rudian yang sudah menunggunya.

"Anak siapa itu?" kata Rudian sambil memajukan motornya.

"Dia itu anaknya temanku, anak Pak Ares," kata Naya tenang.

"Apa kalian sudah akrab banget, sampai pergi bareng sama mobilnya tadi?"

Naya berpikir sejenak agar jawabannya tidak membuat suaminya salah paham. Dia merasa sudah banyak berbohong hari ini demi Raya. Ia berpikir kalau lebih baik jujur mengatakannya apa adanya, setelah itu, apa pun resikonya akan ia hadapi. Memang niatnya hanya ingin menolong.

"Tadi aku hanya dimintai tolong Pak Ares bantuin masalah anaknya, Bu Nha juga izinin aku, jadi ya, aku pergi sama Raya. Buat jadi teman saja, untuk urusan sekolah."

"Jadi kamu pergi sama laki-laki itu lagi juga tadi?" masih jelas dalam ingatan Rudian, wajah Ares saat dulu mengantar Naya pulang. Wajah yang cukup tampan, wajar kalau ia cemburu.

"Gak! Tadi sama sopir, sama Raya juga," jawab Naya.

Rudian kemudian diam, ia juga akan mengatakan sesuatu, tapi entah, berat rasa hati memulainya. Padahal, ada rasa bersalah yang tiba-tiba merasuki hatinya.

Apakah Naya akan sakit hati kalau mengetahui kenyataan yang sebenarnya tentang dirinya atau tidak? Ia tidak tahu.

Sebenarnya sakit hati bisa terjadi, karena kesalahan manusia itu sendiri. Mereka menaruh harapan terlalu besar pada manusia lainnya, dan jika harapannya tak terwujud, mereka pun kecewa. Seandainya harapan hanya disandarkan pada Tuhan, tentulah kecewa tidak terlalu menyayat rasanya. Mungkin.

Namun, manusia tidak mungkin tidak punya harapan sebab hanya harapanlah yang membuat manusia sanggup bertahan di setiap keadaan.

"Kenapa, Bang?" tanya Naya ketika melihat Rudian menghela nafas berat. Rudian menggeleng pelan.

Motor yang mereka naiki pun berhenti di depan rumah mungil mereka yang berhimpitan dengan beberapa rumah lainnya. Naya turun dari motor, tapi Rudian tidak.

Is membelokkan motor kembali ke jalan sambil berkata, "Aku ke rumah Tio dulu, nanti pulang pas makan malam."

Naya menatap kepergian Rudian dengan perasaan galau. Meski ia sudah mencoba berprasangka baik, tapi tetap saja muncul rasa curiga di hatinya. Kata sebagaian orang, insting wanita selalu tepat. Apa itu benar?

Naya menghempaskan tubuhnya ke sofa. Istigfar ia lantunkan berulang dari bibirnya. Ia berpikir kalau Rudian menyembunyikan sesuatu.

Jangan-jangan benar-benar Abang sudah menikah lagi tanpa seizinku? Batin Naya.

Membiarkan orang yang dicintai bersama dengan orang lain, itu sama saja mengaminkan lukanya sendiri. Apakah mengizinkan suaminya menikah lagi adalah pilihan yang baik agar suaminya bahagia, dengan membiarkan dirinya sendiri terluka?

Lagi-lagi Naya mendesah. Setelah beberapa saat istirahat, Naya menyibukkan diri di dapur untuk menyiapkan makan malam. Ia melakukan beberapa aktifitas sesudahnya seperti membersihkan diri dan mengaji.

Ketika malam sudah mulai merayap, Naya mencoba menelpon Rudian, ia juga sudah mengirim pesan, kapan suaminya itu akan pulang. Ia sudah lapar. Namun, ia mendapatkan telepon suaminya tidak aktif dan pesannya tidak dibalas.

Sementara di luar rumah terdengar suara memekakkan telinga dari sebuah petasan dan kembang api yang dinyalakan entah dari mana. Naya merasa penasaran hingga ia berjalan keluar rumah. Ia mendongak ke langit dan melihat beberapa orang berkerumun.

Naya melewati orang-orang yang sibuk menyalakan petasan entah dalam rangka apa, atau mungkin hanya anak-anak iseng saja. Ia berjalan terus hingga keluar kompleks perumahan. Ia berharap kalau Rudian lewat dan akan memanggilnya.

Dalam perjalanan, Naya berinisiatip untuk pergi ke swalayan dekat perumahan, ia ingin membeli beberapa barang kebutuhan sambil menunggu suaminya.

Namun, baru saja sampai di halaman parkir minimarket, Naya dikejutkan dengan pemandangan yang ada di hadapannya. Darahnya seolah membeku dibuatnya, bahkan nafasnya seperti tersumbat ditenggorokannya. Ingin ia berteriak sekuat tenaga tapi tidak mungkin.

Naya bukan wanita yang tidak beradab sehingga melakukan perbuatan anarkis, karena rasa cemburu. Tubuhnya lemas dan hatinya benar-benar sakit sesakit sakitnya. Getaran jantungnya berpacu lebih kuat.

"Bang Rudi ...," bisiknya lirih.

Naya berjalan mendekati suaminya secara perlahan, disana Naya melihat Rudian sedang memilih barang ditemani seorang wanita cantik bertubuh seksi dan berpakaian sangat ketat, tapi tidak berjilbab seperti dirinya. Wanita itu bergelayut manja di lengan Rudian sambil tersenyum manis. Rambutnya terurai indah dan wajahnya dipoles riasan tipis.

"Abang! Jadi, ini yang namanya Tio?" kata Naya dengan suara bergetar.

Kedua insan yang sedang bergandengan tangan dan sangat bahagia itu menoleh, dengan terkejut. Buru-buru wanita itu melepaskan pelukannya di lengan Rudian.

"Naya, kenapa kamu ada di sini?" tanya Rudian gugup, ia heran karena istrinya keluyuran sedangkan, hari sudah malam.

Rudian membawa Naya menjauh dari wanita yang tadi bersamanya, dan menggenggam tangannya. Ia berusaha menenangkan Naya dan mencegah agar Naya tidak berbuat sesuatu pada wanita yang tadi bersamanya.

"Siapa dia, Bang?" tanya Naya, "kenapa kalian terlihat mesra sekali? Apa Anang selingkuh sama dia?"

"Hati-hati Naya kalau bicara. Kamu wanita muslimah yang harus menjaga akhlaqmu, jangan ngomong sembarangan begitu!" kata Rudian tegas tapi pelan karena khawatir menarik perhatian banyak orang.

Naya menepis tangan Rudian dan hendak melangkah mendekati wanita itu, tapi Rudian mencegahnya, ia menarik tangan Naya dan mengajaknya keluar dari minimarket.

Sampai di halaman parkir.

"Abang takut, aku menjambak rambutnya? tenang saja, Bang, aku hanya mau tahu ada hubungan apa dia sama Abang, hanya itu!"

*Tinggalkan jejak, jangan lupa like, komen dan vote*

Terimakasih atas dukungannya.

Bersambung

1
Tien
ya Allah sedih banget endingnya.
suami yang terlalu ingin dihargai jadi mengabaikan istri. akhirnya hanya ada penyesalan yang tak berakhir
El_Tien: hehe, iya, soalnya harga diri bagi laki2 itu kadang diluar nalar sih.
total 1 replies
Diajeng lope
nay nay jgn jdi wanita bodoh baik boleh tpi bego jgn hdwh
Diajeng lope
rud msih kere saja bertingkah thor cepat2 bikin kapok ah bacanya emosi jiwa...
El_Tien: tenang, tenang 🤭
total 1 replies
Diajeng lope
lah terlalu baik atau gmn nay nay
Diajeng lope
lah author ceritanya ko wanitanya bucin gitu jdi mkn ati deh
El_Tien: jangan makan ati Kak, makan nasi aja enak 🤭
total 1 replies
Diajeng lope
bikin emosi jiwa thor ah...bikin wanita kuat
Diajeng lope
bego ya nikmati saja sakitmu nay jika aku di posisimu sdh out dri rmh
Diajeng lope
nay nay bikin emosi sja...thor jgn bikin nay lemah hdweh....
Diajeng lope
mknya jdi istri jgn terlalu lugu
Diajeng lope
nay nay kmu ko polos lugu atau bego terlalu mudah di bohongi jdi mls ah
El_Tien: terima kasih sudah membaca dan terima kasih juga atas kritikan nya
total 1 replies
Diajeng lope
nay ko lugu bgt sih cinta boleh tpi bego jgn naluri seorang istri itu peka.jika laki2 selingkuh mesti sok mengalihkan kesalahan ke kita walau kecil sok cemburu pdhl cuma buat topeng
Tien_marda: iya, kesel aku juga sama orang yang terlalu polos kayak Naya
total 1 replies
Diajeng lope
mf thor ktnya rudian g kerja ada demo ko tdi blng njemput krn plng kerja?apa aku yg galfok ya
Tien
ag terlalu kejam udah dimadu, jadi satu rumah lagi. klu madunya tau diri rada mending biasanya lebih bertingkah
El_Tien: madunya gak tahu diri 😭😭
total 1 replies
Nur Kediri
benih" masalah
Nurizan binti Abdul Malek
bisa merekomendasikn dari segi alur cerita penokohan dsb
El_Tien: terima kasih atas dukungan dan komentarnya
total 1 replies
Nagumo
luar biasa cerita yang bagus
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
alhamdulillah. hamil
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
kalo disimpan di bank. uang gak bakal bulukan.. 😁😁
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
akhirnya dinda ketemu jodohnya
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
cukuplah bahagia saja yg menyertai kali ini ya
El_Tien: wah, iya Kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!