Hardi, seorang ayah tunggal yang tidak lagi percaya akan cinta. Dia bertekad untuk merawat putri semata wayangnya yang masih berusia 3 tahun.
Dia berusaha sekuat tenaga untuk menjaga putri nya tersebut dia yakin dia tidak akan membutuhkan pendamping untuk dirinya bahkan dia sangat khawatir akan kasih sayangnya yang nanti bisa terbagi. Akankah Hardi tetap dengan prinsipnya? Ataukah dia akan goyah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Achdia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah sakit 2
Esok harinya Sarah kembali ke rumah sakit untuk menjenguk Cilla, karena ia sangat mengkhawatirkan keadaannya. Sarah mengetuk pintu ruangan Cilla.
"Permisi" Sarah membuka pintu ruangan dan masuk. Disana terlihat orangtua Hardi yang sedang bersama Cilla.
"Dengan siapa yah?" tanya bu Yesi
"Oh Maaf bu, saya Sarah gurunya Cilla, saya ingin menjenguk Cilla mewakili sekolah" balas Sarah menghampiri mereka.
"Bagaimana keadaan Cilla?" tanya Sarah
"Alhamdulillah hari ini boleh pulang, tinggal nunggu Infussan habis saja" jawab bu Yesi tersenyum.
"Bu Sarah datang" Cilla terlihat senang lalu memeluk Sarah.
"Gimana Cilla udah baikan?" tanya Sarah tersenyum sambil mengelus rambut Cilla.
"Cilla udah sembuh, perut Cilla udah gak sakit bu" Jawab Cilla menepuk perutnya.
Bu Yesi dan pak Herman melihatnya begitu senang dengan keakraban mereka.
"Kalian akrab sekali, kaya ibu dan anak saja" ucap bu Yesi membuat Sarah merasa canggung.
"Emang boleh kalau bu Sarah jadi bundanya Cilla? Cilla kan gak punya Bunda" celetuk Cilla dengan polos membuat semua tersentak. Namun mereka pun tersenyum Canggung.
"Bu Sarah Cantik pasti ayah suka" Lanjut Cilla.
"Kenapa gak Cilla tanyain aja ke ayah?" ucap Herman pada cucunya
"Iya nanti Cilla tanya" jawab Cilla polos.
"Ada apa nih kayaknya lagi membicarakan hal yang seru" tiba-tiba Hardi menyaut, dia baru saja tiba dan masuk ke ruangan Cilla.
"Ayah... Ayah... apa ayah suka bu sarah?" tanya Cilla polos. Hardi yang mendengarnya tersentak dengan pertanyaan putrinya. Pak Hendra dan bu Yesi hanya senyum-senyum sedangkan Sarah tambah merasa canggung.
"Kok tiba-tiba Cilla tanya itu, sayang!" Hardi menghampiri putrinya.
"Kata kakek kalau ayah harus suka bu sarah kalau Cilla mau punya bunda" ucap Cilla dengan suara khas anak kecil.
"Ayah suka kok sama bu Sarah, tapi apa bu Sarah juga suka ayah!, kalau mau jadi bunda Cilla, bu Sarah juga harus suka ayah dong" jelas Hardi agar Cilla nyaman.
"Bu Sarah, suka ayah?" tanya Cilla pada Sarah.
Sarah melirik Hardi dengan bimbang dan Hardi memberi kode agar Sarah menjawabnya. Dengan ragu Sarah mencoba menjawab pertanyaan dari Cilla agar Cilla bisa nyaman.
"Ibu sayang sama Cilla, ibu juga suka sama ayah Cilla tapi untuk jadi bunda Cilla, ibu belum tahu, Cilla harus jadi anak yang baik dan rajin, mungkin ibu bisa jadi bundanya Cilla" Sarah menjawab sekenanya yang pasti tak membuat Cilla sedih.
"Iya bu, Cilla mau jadi anak baik" ucap Cilla semangat. Semua yang ada di sana pun pada tersenyum melihat Cilla. Tak berapa lama Sarah berpamitan kepada semuanya dan memberi kecupan manis pada Cilla sebelum pergi keluar dari sana.
"Hardi apa kamu masih tidak berniat menikah lagi, lihat Cilla seperti nya merindukan seorang ibu!" tanya pak Herman.
"Buat apa menikah lagi pah, aku bisa merawatnya dengan baik. Itu hanya celotehan anak kecil jadi tak perlu di anggap serius" jawab Hardi mengacuhkan.
"Mamah lihat Sarah itu orangnya baik, muda dan cantik, apa kamu tak bisa mempertimbangkannya" bu Yesi memberi saran pada Hardi.
"Udahlah mah, Hardi udah gak berniat lagi untuk menikah. Semua wanita sama saja, Hardi hanya ingin Fokus merawat Cilla, Hardi tak akan pernah memikirkan hal itu" tolak Hardi yang masih kekeh akan prinsipnya.
"Yaudah terserah kamu, mamah dan papah hanya menyarankan agar Cilla dapat kasih sayang dari seorang ibu" pak Herman sudah menyerah akan keputusan anaknya tersebut.
Setelah Hardi menyelesaikan semua administrasi untuk kepulangan Cilla, akhirnya mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit untuk pulang.
Pak Tono sudah siap di depan rumah sakit dengan mobilnya, Hardi dan yang lainnya segera masuk kedalam mobil lalu melaju untuk pulang ke rumahnya.
Hardi memikirkan apa yang di katakan orangtuanya dan memikirkan keinginan Cilla juga. Tapi dia ragu dalam hatinya, dia masih merasa sakit akan pengkhianatan dari mantan istrinya. Dia takut akan tersakiti lagi dan dia lebih takut jika Cilla yang malah tersakiti. Hingga dia tetap berprinsip untuk menjadi Single Father untuk saat ini.
😌😌😌😌😌😌😌😌
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
black care perhatian lgi, sabar sarah sabar bntar lgi bucin akut kynya