NovelToon NovelToon
Menjemput Bahagia Bersamamu

Menjemput Bahagia Bersamamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:198.9k
Nilai: 5
Nama Author: Luna Hanayuki

Menemani seseorang dari titik nol hingga pada puncak pencapaiannya adalah sebuah titian takdir yang maha indah. From zero to be my hero, itulah yang di rasakan Kanaya pada suaminya Adrian. Pernikahannya diusia muda cukup membuatnya menjadi lebih dewasa dalam cara pandang. Laki-laki pilihan kakek yang hanya seorang seles penjualan pada sebuah perusahaan sepatu mengubah jalan hidupnya. Pernikahan yang ditentang oleh ayah kandungnya yang seorang pengusaha pengolahan susu sapi ternama. Mereka harus berpisah disaat cinta itu mulai tumbuh. Akankah mereka dapat bersatu? Akankah restu Papi dapat mereka peroleh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luna Hanayuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Termakan Cemburu - Bagian Satu

Sudah beberapa hari Adrian pulang larut malam. Pekerjaannya akhir-akhir ini menuntutnya untuk lembur. Namun hari ini sudah hampir pukul dua dini hari Rian belum pulang. Naya menunggunya dengan cemas dirumah.

Cekreeeeekkk ...

Pintu terbuka. Naya buru-buru melihat siapa yang datang.

"Kak Rian ... Malam sekali pulangnya"

"Iya, Dek. Tadi meninjau kantor cabang diluar kota. Sedikit melakukan observasi lapangan disana"

"Kak Rian sudah makan?"

"Sudah tadi. Kak Rian mau mandi dulu"

"Tunggu sebentar, Kak. Aku masak air panas buat mandi dulu"

"Hmmm..."

Naya menuju dapur. Dia memasak air panas untuk mandi suaminya. Menyiapkan handuk bersih yang diambilnya dilemari. Lalu memberikannya pada Rian.

Drrrr..... Drrr...

Ponsel Rian berbunyi. Naya melihat pada layar ponsel itu. "Ratna Kartika" sebuah nama perempuan.

"Siapa dia?" batin Naya.

Dia tidak menghiraukan panggilan telepon itu. Tapi dalam hatinya sungguh sangat penasaran. Setelah selesai mandi, Rian duduk di ruang depan lalu mengambil ponselnya. Dia keluar rumah dan menelepon seseorang.

Naya sedari tadi mengamati perilaku suaminya. Rasa penasaran makin menumpuk diujung hatinya. Namun dia mencoba mengendalikan dirinya.

******

Seperti biasa pagi hari Naya menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Naya melihat ponsel suaminya yang tergeletak dimeja. Rian sepertinya masih dalam kamar mandi. Nekat Naya mengambil ponsel itu dan membukanya. Matanya melotot melihat banyak sekali pesan WhatsApp dari perempuan yang bernama."Ratna Kartika". Dia membacanya.

"Hi, Mas Rian... Apa kamu sudah bangun?"

"*Maaf ya, semalam kamu terpaksa menemaniku observasi lapangan. Terima kasih ya sudah mau mengantarku pulang"

"Nanti siang kita ketemu di kantin ya, aku traktir kamu makan siang sebagai ucapan terima kasih*"

Ada sedikit rasa kesal, sedih dan sakit di ujung hati Naya membaca pesan WhatsApp itu. Buru-buru dia meletakkan kembali ponsel Rian. Sepanjang perjalanan kesekolah Naya tidak banyak bicara, dia lebih memilih berdiam diri. Saat pelajaran berlangsung konsentrasinya terbagi. Dia tak bisa tidak memikirkan tentang pesan WhatsApp itu. Dia tidak membawa ponsel kesekolah. Disekolah dilarang membawa ponsel.

Mendekati waktu makan siang hati Naya semakin gusar. Dia makin tidak tenang.

"Kak Raya sedang apa, ya. Apa benar dia makan siang dengan perempuan centil itu?!" gumamnya.

Seharian dia uring-uringan disekolah. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke pusat kota untuk menghilangkan rasa kesal dihatinya. Sekedar berjalan-jalan mencuci mata. Cuci mata?? Ya cuci mata. Mata Naya melotot saat melihat disebuah kafe dia melihat suaminya makan siang bersama seorang perempuan. Cantik. Gayanya elegan dan terawat. Beda sekali dengan dirinya yang kucel, pikir Naya. Naya kesal lalu pergi meninggalkan tempat itu. Dia lebih baik melihat-lihat kesebuah toko aksesoris. Menyenangkan mata dan hatinya barangkali. Sebenarnya dia tak ingin beli apapun disana. Dia hanya menghibur dirinya sendiri.

"Kak Rian..." dia memanggil nama suaminya saat melihat Rian ditoko itu. Entah jodoh atau ditunjukkan oleh Tuhan, Naya berpapasan dengan Rian dan perempuan tadi.

"Sudah pulang sekolah, Dek" tanya Rian.

Naya menganguk. Matanya melirik ke arah perempuan yang ada disamping suaminya. Perempuan yang sama dengan yang dia lihat di kafe tadi. Naya berusaha mengontrol dirinya. Dia menyalimi suaminya seperti biasa.

"Siapa dia, Mas Rian. Adikmu?!" tanya Ratna.

Rian terdiam sesaat. Dia mengangguk.

"Hai, aku Ratna Kartika. Satu divisi dengan Mas Rian"

"Hm.. aku Naya" jawab Naya singkat.

"Baru pulang sekolah?"

"Iya?"

"Sedang mencari sesuatu?"

"Ah, tidak. Hanya menghilangkan suntuk saja"

"Ooo..."

"Aah... Aku duluan ya. Sudah sore" Naya hendak pergi menjauh dari mereka.

"Tunggu, Dek" cegah Rian.

"Ada apa, Kak?"

"Kamu pulang dengan siapa?"

"Naik angkutan umum saja"

"Kak, Rian antar pulang?"

"Tidak usah, Kak. Kak Rian harus kembali kekantor lagi bukan. Nanti terlambat kalau harus mengantarkan pulang"

"Tidak apa-apa pulang sendiri, Naya. Kebetulan kami bawa mobil kantor. Biar diantar saja sekalian" Ratna menawarkan tumpangan pada Naya. Kesal sekali Naya mendengar itu.

"Tidak usah, terima kasih" tungkas Naya.

Naya menghentikan angkutan umum yang melintas, lalu naik kedalamnya. Ada bom yang terus berpacu dalam hatinya. Rasa kesalnya melihat kejadian hari ini.

******

1
Henym
Luar biasa
Lina RA
skip, karena jijik dgn papa@ naya
Lina RA
nanti setelah ini david datang minta maaf, setelah itu udh.
Hazlina MNoor
terbaik
Hera sasuwe
yess cerita yg menarik
Hera sasuwe
gedek pasti naya liat ryan ama kawan ceweknya panas deh atinya naya
Oktaliska
uhhh meleleh hati adik bang..
💫✰✭𝓜𝓾𝓻𝓽𝓲𓅓 𓆊 𝕽𝖈⃞⃟〠
cerita'a bagus, singkat dan tidak berbelit2, semangat trs kak yuna
dina
ceritanya bener-bener bagus , alurnya teratur,tidak bertele-2. sangat menghibur.terimakasih author 😁🙏😍
Luna Hanayuki: terima kasih
total 1 replies
Karina Kurniati
aishhh ni isi nya bikin baper abis dari awal sampe akhir
Karina Kurniati
akhirnya mati juga hahahah
Karina Kurniati
aku baper yg baca
Didit Pindo
salut ceritanya ringkas dengan sedikit intrik tidak menguras air mata tapi penuh haru trims
Luna Hanayuki: matur nuwun ...
total 1 replies
Didit Pindo
pembalasan yg kejam langsung d musnahkan
Didit Pindo
kok aku yg emosi yA
Luna Hanayuki: sabar sabar
total 1 replies
Didit Pindo
beb ini awal karyamu ya maaf kata2nya agak beda dengan karyamu yg lain
Luna Hanayuki: hmm, begitu kah.
total 1 replies
Muh.mutawalli Munasib
aku suka Thor novel kaya gini menarik dan ga terlalu panjang.👍
Luna Hanayuki: terima kasih
total 1 replies
Maria Sari
ceritamu sangat bagus thor, sukses selalu...
aku mau lanjut lagi baca karyamu yg lain.
aku sudah baca 3 karyamu termasuk ini, lanjut yg ke 4, sukses selalu ya....
Luna Hanayuki: terima kasih, Sist
total 2 replies
Maria Sari
ceritanya sangat menarik, dan gak terlalu lebay, sesuai dengan kehidupan nyata hehe...
suka bgt gak terlalu panjang, uda gitu bahasanya juga enak dibaca...
Raudha Dermayoe
rian tinggalnya di batam centre ya thor
Luna Hanayuki: hooh, eh, orag Batam ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!