NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Yang Terluka

Istri Pengganti Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Balas Dendam
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Dua jam sebelum akad, Devon tiba-tiba dijebak masuk penjara. Demi harga diri keluarga, Liam terpaksa turun tangan menjadi pengantin pengganti untuk menikahi Mira Hazelya.

​Namun, malam pertama yang seharusnya indah justru berubah menjadi neraka. Liam murka saat mendapati fakta bahwa istri barunya ternyata sudah tidak lagi perawan!

​"Kau memanfaatkanku?! Kau menjebakku untuk menjadi penanggung jawab dosa orang lain?!" bentak Liam penuh amarah, siap melayangkan talak.

​Tepat sebelum Liam melangkah pergi, sebuah rahasia besar terbongkar. Noda di tubuh Mira bukan karena ia wanita murahan, melainkan bukti pengorbanan berdarah demi menyelamatkan keluarga Liam dari kehancuran.

​Saat rasa benci dalam semalam berubah menjadi rasa bersalah yang mencekik dada, sanggupkah Liam menyembuhkan luka di hati Mira? Sementara di kampus, mereka harus bersandiwara seolah tidak saling kenal!

Kita Simak Yuk Kisah Selanjutnya Di Novel => Istri Pengganti Yang Terluka.
By - Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Pendar lampu neon panjang yang tergantung di langit-langit beton basement Lantai B2 Gedung Utama Fakultas Ekonomi berkedip-kedip redup, memancarkan cahaya putih yang dingin dan remang.

Bau samar oli mesin, sisa gas buang, dan kelembapan khas area parkir bawah tanah menyelimuti udara yang pengap. Deretan tiang beton tebal bercat abu-abu berdiri kaku, menciptakan sudut-sudut gelap yang terisolasi dari hiruk-pikuk aktivitas kampus di lantai atas.

Suara ketukan sepatu hak tinggi milik Felicia terdengar nyaring dan bergema tajam di atas lantai semen yang licin.

"Berhenti di situ, Hilmira!"

Langkah kaki Hilmira Hazelya seketika terhenti tepat di samping pilar beton bernomor B-12. Tubuh mungilnya yang terbalut gamis sage green dan khimar hitam menegang sempurna. Di balik cadar sifon hitamnya, helaan napas Hilmira terdengar pendek dan memburu.

Hilmira perlahan membalikkan badannya. Sepasang mata bulatnya yang jernih membelalak kecil saat melihat Felicia melangkah mendekat dengan dagu terangkat tinggi. Di belakang Felicia, dua mahasiswi pengikut setianya berjalan mengekor, memblokir jalan keluar menuju koridor lift.

"K-Kak Felicia..." suara Hilmira bergetar halus di balik cadarnya, tangannya meremas tali tas ranselnya hingga kainnya kusut. "Tolong... kembalikan cincin itu padaku."

Felicia menghentikan langkahnya hanya berjarak dua meter di hadapan Hilmira. Seringai dingin dan remeh terukir di bibirnya yang terpoles lipstik merah menyala.

Ia mengangkat tangan kanannya, memamerkan cincin platina bermata berlian emerald-cut yang berada di antara ibu jari dan telunjuknya. Pendar lampu neon menangkap pantulan kilau mewahnya secara dramatis.

"Kembalikan?" Felicia tertawa renyah, sebuah tawa yang sarat akan sarkasme dan kejahatan yang terencana. "Cincin ini? Cincin berlogo grafir resmi milik keluarga Oliver?"

Felicia melangkah satu langkah lebih dekat, menatap Hilmira dari atas ke bawah dengan tatapan mengintimidasi yang tajam.

"Aku sudah memeriksa grafir di bagian dalam cincin ini, Hilmira. 'Arkan O.' itu nama Arkan Oliver. Pria paling dihormati, paling kaya, dan paling tak tersentuh di kampus ini. Dan sekarang, cincin bernilai miliaran rupiah milik keluarga besar Oliver bisa berada di tangan mahasiswi tidak jelas dan udik seperti kamu?"

"Cincin itu milikku," bisik Hilmira, suaranya parau menahan rasa cemas yang kian menghimpit dadanya. "Tolong, jangan buat masalah. Itu milikku..."

"Milikmu?!" potong Felicia dengan suara melengking yang bergema di seluruh area parkir sepi tersebut. "Jangan halusinasi! Mana mungkin seorang Arkan Oliver memberikan cincin pernikahan seberharga ini untuk cewek kampungan bercadar seperti kamu! Kamu pikir aku bodoh?!"

Felicia menudingkan telunjuknya tepat ke arah wajah Hilmira, matanya berkilat dipenuhi rasa dengki dan kebencian yang membakar.

"Aku tahu siapa kamu sebenarnya, Hilmira. Kamu ini pasti cuma pencuri! Atau setidaknya, cewek licik yang memanfaatkan celah untuk mencuri barang berharga milik keluarga Oliver saat kamu bekerja atau menjadi pembantu di rumah mereka! Kamu mencuri cincin ini untuk kamu jual, kan?!"

"Aku tidak mencuri!" tegas Hilmira. Matanya memerah, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

Tuduhan kejam itu menghantam harga dirinya secara telak. Namun, aturan ketat kontrak 'Satu Semester' yang mengikatnya bersama Arkan menahan lidahnya untuk tidak membongkar fakta bahwa ia adalah istri sah dari Arkan Oliver.

"Kalau kamu tidak mencuri, buktikan!" tantang Felicia kejam. "Sebutkan atas dasar apa nama kamu ada di sebelah nama Arkan! Atau kalau tidak, aku akan panggil satpam kampus dan pihak kepolisian sekarang juga! Aku akan pastikan namamu busuk di seluruh forum kampus sebagai pencuri barang keluarga Oliver!"

Kedua teman Felicia mulai mengeluarkan ponsel mereka, mengarahkan kamera ke arah Hilmira sambil terkekeh sinis.

"Ayo, buka cadarmu di depan kamera! Kita lihat muka pencuri ini!" seru salah satu teman Felicia.

"Jangan! Tolong jangan ambil foto!" Hilmira mundur panik hingga punggung sempitnya menabrak dinding pilar beton yang dingin. Tangannya yang gemetar terangkat untuk menutupi wajah dan cadarnya.

Dada Hilmira mendadak berdenyut hebat. Ketakutan yang mencekik, kepungan orang-orang yang mengintimidasinya, dan kilatan lampu kamera ponsel mendadak memicu serangan panik traumatis di kepala Hilmira.

Bayangan masa lalunya yang kelam kembali berputar liar. Napasnya tersengal-sengal di balik kain sifon hitam, pandangannya mulai kabur dan berkabut.

Felicia melangkah maju dengan kasar, tangannya terulur hendak mencengkeram dan menarik paksa cadar Hilmira. "Buka penutup mukamu itu, pencuri..."

CARRK!

Suara deru mesin mobil berkapasitas silinder besar yang teramat garang mendadak membelah keheningan basement.

Dari arah tikungan area parkir VIP, sebuah mobil Maserati hitam mengkilap meluncur deras dengan kecepatan tinggi. Sorot lampu utamanya yang berwarna putih terang memotong kegelapan basement, menyinari tubuh Felicia dan Hilmira dengan silau yang menyakitkan mata.

SREEEEK!

Mobil sport mewah itu melakukan pengereman mendadak tepat di depan mereka, menyisakan jarak kurang dari satu meter dari tubuh Felicia. Ban mobil mengepulkan asap tipis akibat gesekan kasar dengan lantai semen.

Felicia dan kedua temannya menjerit kaget, refleks melangkah mundur dengan wajah pucat pasi.

Pintu pengemudi Maserati hitam itu terbuka dengan sentakan yang tenang namun sarat akan ancaman.

Dari dalam mobil, melangkah turun sesosok pria bertubuh tinggi tegap setinggi 185 sentimeter.

Arkan Oliver.

Pria itu mengenakan kemeja hitam polos dengan kancing atas yang terbuka santai, dipadukan dengan setelan celana bahan berwarna senada yang menonjolkan postur tubuhnya yang proporsional dan atletis.

Rambut hitamnya ditata sedikit acak-acakan namun tetap berkelas, dan di pergelangan tangan kirinya, jam tangan perak mewahnya memantulkan cahaya neon yang dingin.

Aura cold CEO yang terpancar dari tubuh Arkan malam ini begitu pekat, dan mengerikan, seperti seorang dewa kematian yang baru saja melangkah keluar dari neraka untuk menjemput mangsanya.

Setiap ketukan langkah kaki Arkan yang berat dan mantap menghantam lantai basement membuat atmosfer di tempat itu mendadak menjadi sangat membekukan.

Tidak ada senyum, tidak ada kehangatan, hanya ada sepasang mata elang yang menyala penuh amarah dan keposesifan mutlak yang siap menghancurkan siapa saja.

Melihat Arkan yang datang, Felicia mendadak merubah raut wajahnya. Ia memasang wajah panik yang dibuat-buat, melangkah mendekati Arkan.

"Kak Arkan! Kebetulan sekali Anda datang!" cerceh Felicia dengan suara yang diimut-imutkan. "Lihat ini, Kak! Gadis bercadar ini mencuri cincin pernikahan berharga milik keluarga Oliver! Aku menemukannya di toilet dan dia mencoba merebutnya kembali! Kita harus laporkan dia ke..."

Arkan bahkan tidak melirik sedikit pun ke arah Felicia.

Ia melintas melewati Felicia begitu saja seolah wanita itu hanyalah udara kosong. Fokus mata tajam Arkan sepenuhnya terkunci pada sosok Hilmira yang sedang tersandar gemetar di pilar beton, memegangi dadanya yang sesak.

Melihat kondisi istrinya yang ketakutan dan hampir pingsan akibat serangan panik, rahang tegas Arkan mengeras hebat. Urat-urat di leher kokohnya tercetak jelas, dan kedua tangannya mengepal begitu kuat di sisi tubuhnya.

Arkan mengambil satu langkah lebar, memosisikan tubuh tegapnya tepat di depan Hilmira, memblokir total pandangan semua orang terhadap wanitanya.

...----------------...

To Be Continue ....

1
mama
suka sm karakter ny arkan kak,sat set gk pke lama
Eva Karmita
jangan takut ya Mira...ada babang Arkan selalu di sampingmu 🔥💪🥰
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Estu Suet
mantap thor
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
cemburu tanda cinta ...❤️
marah tandanya sayang 🤗
Arkan kamu sudah lupa dengan perjanjian itu 🤸🏼‍♀️😅
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
makanya jangan so nolak kamu Arkan jadi pusing sendiri kan 😤🤣🤣🤣
Eva Karmita
seriyus mau nanya apa nama pu nya di ganti ...??
padahal bagus Liam
Eva Karmita
kenapa namanya di ganti otor yg tadinya Liam kenapa berubah jadi Arkana. 🤔🤔🤔
Riana Utami
puasssss
makanya jangan sok berkuasa 🫤🫤
Lovita BM
kq jd Arkan Oliver namanya, bukanya Liam Oliver ????
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Lovita BM
luar biasa
Lovita BM
👍👍👍👍👍💪
Eva Karmita
kita lihat apakah liam mampu merebut hati Mira
Eva Karmita
ya Allah kasihan Mira jadi korban penculikan dan pemerkosaan 🥺
Eva Karmita
percuma menjelaskan Mira lebih baik kamu diam ... biarkan waktu yang berbicara
Eva Karmita
Liam edan main talak" aja ...awas aja nanti kamu menyesal 🥺
Dibalik Senja
Lebih baik diem mira biarkan liam dngn asumsinya krn wlupun kau membela diri dia tdk akan percaya ...talak sdh diucapkan dan mira pasti akan pergi liam tnpa dimintapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!