Novel pertama! Harap Bijak dalam membaca.
Maafkan jika author mempunyai banyak kesalahan dalam menulis terutama Typo.
Nathan pria yang sudah lama melajang dan bahkan tidak ingin dekat dengan wanita, kini semuanya berubah, dalam waktu satu hari ia bertemu dengan seorang gadis yang satu kampus dengannya langsung di buat takluk oleh nya, akankah Nathan akan menjadikan nya seorang kekasih? sedangkan derajat dan kehidupan mereka jauh jika di bandingkan.
Jhonatan Fernando keturunan dari keluarga Fernando group serta pewaris tunggal kaya raya, pemilik sekolah yang elit dikotanya ia tidak menerima penolakan jika ia berkehendak.Harus menjadi nomor satu dalam bidang apapun membuat ia bersemangat untuk menyaingi semua musuhnya.
Alya Allexander
Gadis piatu yang hanya tinggal bersama ayahnya di sebuah rumah yang bisa juga di bilang tidak terlalu mewah.Ayahnya terpaksa menyembunyikan identitasnya agar teman teman Alya tidak mengetahui bahwa ia guru kesenian di sekolah.
Yuuukk ikuti kisah nyaa!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _Nataliee💋🌹, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 12
Alya dan Nathan sekarang sudah berada di atap sekolah,Nathan menarik salah satu kursi untuk di duduki gadisnya.
Sedangkan Alya hanya menurut,ia takut kejadian seperti tadi akan terulang ketika dia membantah.Nathan mulai mengambil sarapan yang terhidang di atas meja,dia berinisiatif menyuapi Alya,karena sedari tadi Alya hanya menunduk dengan tubuh gemetar.
"Buka mulutmu!" titah Nathan
Mendengar suara Nathan, Alya menegakkan kepalanya,melihat Sendok yang berada di depan mulutnya. Menatap Nathan sekilas kemudian tangannya terangkat untuk mengambil sendok yang berada di depannya.
"Nathan a..aku bisa sendiri"
"Sudahlah,Aku tidak menerima penolakan! buka mulutmu sekarang!!" tegas Nathan.
Alya terdiam beberapa saat,kemudian membuka mulutnya,menerima makanan yang di berikan Nathan. Sesaat Nathan tersenyum tipis,melihat gadisnya yang penurut.Lama Nathan memandangi wajah Alya,membuat sang empu menunduk malu dengan wajah yang sudah merah merona. Tiba tiba suara handphone berdering di atas meja Membuat Nathan menggerutu kesal, atas gangguan yang mendadak.
"kenapa selalu ada gangguan!"Batin Nathan mengambil handphone yang letaknya di atas meja,kemudian langsung berdiri menjauh agar tidak terdengar oleh kekasihnya.
"Tunggu sebentar! jangan kemana-mana!"tegas Nathan menatap Alya,kemudian mulai berjalan menjauhi Meja makan.
"Ya tuhan kenapa aku terjebak dengan manusia seperti ini,Bantu aku tuhan,aku sangat takut" Batin Alya penuh harap.
setelah selesai Nathan kembali menghampiri Alya yang masih mematung di tempat duduk nya,tidak ada perubahan sama sekali,masih sama dengan posisi yang tadi.
"Lanjutkan makannya. Kita tidak mempunyai waktu yang banyak" ucap Nathan menatap Alya sekilas,kemudian memasukan Makanan ke dalam mulutnya.
"Dasar manusia menyebalkan!" gerutu Alya yang masih bisa terdengar oleh Nathan, lalu langsung menyantap makananya.
Nathan tersenyum tipis mendengar gadisnya menggerutu.Sungguh ia sangat menyukai tingkah dan juga Wajah cemberutnya itu.
"Kau mengataiku?" Kata Nathan dengan
santai,membuat Alya yang berada di depannya langsung tersedak makanan.
"H-ahh??? mm ti...tidak, ku rasa ini rendangnya kurang terigu" Ucap Alya seketika langsung membulatkan matanya.
Seketika Nathan langsung tertawa mendengar alasan Alya yang sangat tidak masuk akal itu.
"haduh mampus deh." Batin Alya kelagapan lalu menundukkan kepala.
"kau sangat menggemaskan sayang."
Ucapnya yang langsung membuat
kedua pipi Alya menjadi merah merona.
Sedangkan Di depan pintu Arya mematung melihat pemandangan di depannya.Hal yang menurutnya sangatlah langka, ia melihat tuan
muda nya tertawa.
"Apa ini mimpi" gumam nya sambil mencubit lengannya, tetapi ia mengaduh kesakitan.Arya langsung berjalan setelah di persilahkan masuk ia langsung memberikan map yang berada di tangannya.
Nathan langsung menyambutnya "Terima kasih, silahkan anda keluar"Ucap nya datar,kembali ke tempat semula.
" Huh..tadi saja tertawa, sekarang kembali menjadi datar lagi.Dasar manusia Es" Gumam Alya dalam hati.
...**...
Disisi lain Freya tengah sibuk membaca buku di taman,sesekali bersenandung kecil.Ia bosan di kelas menunggu sahabatnya datang,ia berinisiatif untuk menghibur dirinya dengan pergi ke taman sekolahan.
Devan yang sedari tadi merasa kesal memutuskan untuk pergi kekelasnya,ia langsung duduk di kursi yang berada di dekat jendela, tatapannya sempat melirik ke bawah,dan kebetulan sekali di samping bawah jendela berhadapan dengan taman,ia melihat Freya yang sedang tersenyum sendiri tanpa
seseorang.
"Gadis aneh" gumamnya menggelengkan kepala.
tetapi sesaat ia tersenyum tipis melihat Senyum Freya yang menurutnya begitu
manis.
"Kau sangatlah mirip dengan kekasihku." Ucapnya dengan murung.Lalu membuang
nafas dengan kasar.
Sehingga ia dikejutkan dengan adanya Fian di sampingnya,ia mengubah ekspresi wajahnya datar."kau mengagetkan ku saja!"katanya lalu
memalingkan wajah.
"Rupanya kau di sini,aku mencarimu kemana-mana ternyata kau sedang
memandang calon kekasihmu dari kejauhan." ucap Fian membuat Devan Mendelik menatapnya tajam.
"Omong kosong! kau mau kubunuh?"
"Silahkan aku tidak takut" Balas Fian dengan menaikkan satu alisnya.
"Ckckck...jika tidak penting pergilah dari sini! aku muak melihat wajahmu yang jelek itu!!" kata Devan dengan wajah datar.
Fian tersenyum miring ia tau dengan sifat Devan yang masih mengingat masalah kemarin,Seorang Devan memang tidaklah
mudah untuk memaafkan seseorang.
"Sudahlah kau maafkan saja Freya kasihan dia." ucap Fian yang ikut menatap Keluar jendela.
"Kau pikir melukis itu mudah? butuh waktu yang lama untuk membuatnya menjadi indah, dan dia dengan seenaknya menghancurkannya."
"Bukannya dia bilang,kalau dia tidak sengaja?"
"Kenapa kau membelanya terus?kau suka dengannya?" ucap Devan menatap sinis ke arah Fian.
"Yah Aku rasa begitu..aku akan mendekatinya." ucap Fian tersenyum evil sambil menatap Devan.
"Kembali ke topik pembicaraan awal aku tidak ingin membicarakannya lagi! apa tujuanmu datang kesini??"
"Oh...aku ingin mengajakmu ke Club malam ini, kau mau?" tanya Fian tatapannya masih lurus kedepan.
"mm...aku tidak bisa berjanji.Tapi kalau aku punya waktu,nanti aku akan datang sendiri." Kata Devan Meyakinkan Fian.Tatapan Devan teralihkan melihat Dua pria yang berpakaian serba hitam serta memakai penutup wajah yang berada di dalam mobil.Devan terus mengamati pria itu yang hendak keluar dari mobil dan mendekati Freya.Sampai Membuat Fian bingung dengan tingkah Devan, di lain sisi Devan membenci gadis itu.Tapi Ia selalu Memperhatikannya dari jauh bahkan seintens ini.
"Katanya Benci..tapi di pandang terus"Cibir Fian membuat Devan berdecak.
"Lihatlah dua manusia itu..sepertinya ia sedang mendekati target." kata Devan tanpa mengalihkan perhatian.
"Apa yang akan mereka lakukan." Ucap Fian seketika ikut mengamati dua pria itu.
"Sepertinya mereka ingin menculik gadis itu." terka Devan membuat Fian menatapnya sekilas.
"Kau yakin?"
"Lihatlah penampilannya yang serba tertutup."
Fian menganggukkan kepala,lalu ikut mengamati dua pria asing itu,berjalan semakin mendekati Freya dari arah belakang.
"Tebakanmu benar lihatlah gerak geriknya"
"Sudah kubilang baru saja percaya!"
"Lalu? kenapa kita masih berada di sini mari kita bantu dia!!" Kata Fian terhadap Devan.
"Cih..kau saja aku tidak minat.Bahkan aku bersyukur dia di culik." Ucap Devan datar sehingga mendapatkan pukulan kecil Dari Fian.
"Kau gila" tegas Fian.
kemudian Melirik Kebawah dan melihat Freya yang sudah di bekap mulutnya.Fian membulatkan mata,sedangkan Devan ia terlihat biasa saja,tidak ada rasa cemas sama sekali pada dirinya.
"Ini tidak bisa di biarkan, dia sahabat Alya bagaimana kalau Nanti Nathan tahu dengan kejadian ini.Kasihan Alya" Tegas Fian
"Mari kita ikuti." Kata Fian sambil menarik paksa tangan Devan,Keduanya langsung berlalu menuju lift yang ada di gedung sekolah.Hanya untuk kelas Special.
"Nathan..Freya sedang dalam bahaya, dia di culik seseorang,Jangan biarkan Alya menemuinya terlebih dahulu, bilang
saja Kalau Freya sahabatnya sedang
bersama Devan saat ini."
Pesan terkirim√√
Fian dan Devan segera memasuki mobil dan langsung menancap gas dengan kencang,takut ketinggalan jejak.
Sedangkan Alya ia mempunyai pirasat yang tidak baik terhadap sahabatnya.Ia merasa gelisah, Yang ada di pikirannya hanyalah Freya.Karena sedari tadi ia menelfon namun tidak pernah mendapatkan jawaban.
"Nathan aku ingin keluar, sepertinya Freya sudah lama menunggukku di bawah." Kata Alya akhirnya ia memberanikan diri untuk ngundur diri.
Nathan mengambil ponselnya yang berbunyi menandakan ada notif masuk, terlihat nama Sahabatnya yang berada di notifikasi paling atas.Ia membacanya sesekali melirik ke arah kekasihnya.
"Ikuti!! jangan sampai kehilangan jejak! aku tidak ingin kekasihku bersedih karena
kehilangan sahabatnya.!!
Balas Nathan.
Setelah selesai ia langsung meletakkan
ponselnya pada tempat semula.
"Hmm tunggu sebentar ada yang lupa aku bicarakan padamu, sebenarnya..kata Fian tadi Sahabatmu itu sedang bersama Devan,kau tenang saja jangan gelisah seperti itu." ucap Nathan mengelus lembut kepala Alya.
"kenapa perasaanku tidak enak seperti ini." Batin Alya menundukkan kepala.Matanya sudah berkaca- kaca, ianmenghirup napas dengan dalam, kemudian membuangnya secara perlahan.
"Ah....iya sayang sepertinya aku merindukan bibirmu yang sangat manis itu." ucapnya dengan seringai diwajahnya.
Alya mendongakkan kepala menatap Nathan tidak mengerti apa yang maksud dengan pembicaraan Nathan.
Nathan mendekatkan wajahnya pada bibir Alya,ia segera melu*at dan menghi*apnya dengan penuh kelembutan.Bahkan kini tangannya sudah berada di tengkuk Alya menekannya agar tidak terlepas.
Begitu juga dengan Alya ia memejamkan
matanya.Sepertinya dia juga sangat menikmati cumbuan ini.Rasa gelisahnya pun kini sudah perlahan menghilang.
Yups jangan lupa tinggalkan jejaknya🙂
please please please...... up dong kk thor
lma gak ada britanya, jdi patah hati...😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
sampai jamuran aku nunggunya 😅
buat kk thor jga kshtan, sukses n sehat sllu kk....... 😘😘😘😘
dtunggu klnjutan nathan n alya
hdiah hdiah hdia buat kk..... 🌹
lnjut lnjut lnjut lnjut