NovelToon NovelToon
SABDA CINTA

SABDA CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:567.1k
Nilai: 5
Nama Author: AYSEL

Menikah bukan berarti jodoh sudah bermuara pada tempatnya. Terkadang Tuhan hanya mempertemukan, namun tidak menyatukan.

Senja adalah perempuan korban dari perjodohan kedua orangtuanya, niat hati untuk mengabulkan keinginan orang tuanya, membuat Senja harus menelan pahit sekelumit kisahnya sendiri.

Seperti apa kehidupan Senja setelah menikah????
Akankah ia temukan kebahagiaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYSEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

This is for you, MOM!

Hiruk pikuk kehidupan kota metropolitan seperti tidak pernah tidur, kemacetan di banyak titik sudah menjadi santapan harian untuk para pengguna jalan.

Aktifitas para pencari rupiah dimulai bahkan sebelum Sang mentari menunjukkan cahayanya yang terang.

Tap... Tap.... Tap.... Tap...

Di sebuah Sekolah Elite, yaitu Taman Kanak-kanak Bakti Mulya, dipenuhi dengan suara hentakan kaki yang menggema disepanjang lorong dari seorang perempuan yang berlarian menuju Aula gedung.

"Hania! Sorry, aku telat!" Senja membungkukkan badan, mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.

"Gak apa, Senja. Kita juga baru mulai, kamu gak bareng Risa?"

"Risa belum sampai juga?" Hania dan Devi kompak menggelengkan kepala.

Hari ini Senja bersama guru-guru lain yang tergabung menjadi panitia penyelenggara acara Hari Ibu disekolah, datang ke sekolah lebih awal untuk mempersiapkan keseluruhan acara pentas seni yang akan dilakukan anak didik mereka siang nanti.

Satu persatu Senja cek ulang semuanya secara mendetail, mulai dari kostum yang akan dikenakan, kelayakan panggung sampai kerapian dekorasi, dibantu oleh guru lain yang menata bangku untuk tempat duduk para orangtua murid yang akan hadir.

Devi yang bertugas dibagian catering pun tak kalah sibuk, telefon genggam tak pernah lepas dari telinganya, memastikan bahwa Snack untuk tamu undangan dan makanan untuk guru beserta anak-anak akan tersedia tepat pada waktunya.

Suara sorakan terdengar mengiringi kedatangan Risa yang terlambat, "Sorry... Sorry... Aku lupa merubah Set Alarm di Hp, jadi kesiangan deh!"

"Don't worry! Kamu cek ulang sekali lagi ya, Aku mau touch up make up dulu," Senja menyerahkan papan jalan berisi keseluruhan data susunan acara.

Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi, sebagian Orangtua bersama dengan anak-anaknya mulai berdatangan. Panitia bagian penyambut tamu mulai mengarahkan Orangtua serta menggiring anak-anak yang akan pentas menuju belakang panggung.

Aku gak mau pakai ini,

Aku mau ke mamah, gak mau ke panggung takut,

Huwaaaaaa aku mau sama Miss aja...

Keriuhan para orangtua didepan panggung tak kalah dengan keriuhan anak-anak yang mendramatisir saat sedang berganti kostum. Ada beberapa anak yang lari-larian saat disuruh memakai baju, ada pula yang mendadak menangis karena takut naik atas panggung. Disini kesabaran para guru benar-benar diuji, mereka saling bahu membahu mengatasi mood anak-anak yang seperti roler coaster.

"Assalamualaikum!" terdengar suara sapaan salam dari arah pintu, seketika ruangan menjadi riuh kembali.

"Mr. Alan?"

Suara anak-anak berebut untuk berpelukan bersama Alan membuat guru lainnya tersenyum lega.

Alan Birawa, menjabat sebagai wakil kepala sekolah disini, namun entah karena kurang pekerjaan atau memang menyukai anak-anak, Ia sering turun ke kelas untuk ikut mengajar bersama guru lainnya. Tingkahnya yang suka melucu dan selalu hangat kepada anak-anak, membuat mereka nyaman bersama Alan.

"Hai Devi chubby, apa kabar? Hania makin cantik deh! Senja ku tunggu jandamu, Risaaaaa kapan kamu kawin???"

Ya! Itulah karakter asli seorang Alan Birawa, dibalik tingkah lucunya bersama anak-anak, terselip jiwa penggoda didirinya.

"Sudahi merayunya! Dan bantu kami mengatasi anak-anak!" Sentak Hania

"Iya... Iya.... Cantik cantik kok galak! lihat tuh Senja, udah manis, baik, lembut. Sayang aja udah punya orang," cibir Alan.

Bak turun setetes air di Padang gurun yang gersang, kehadiran Alan sungguh membuat semua pekerjaan panitia menjadi ringan. Tidak salah Senja selalu menyebutnya sipohon pisang seribu guna. karena apapun yang Ia lakukan selalu menyelamatkan orang dari kesulitan.

Semua guru sudah berada diposisi masing-masing, Risa bertugas dibagian music untuk mengiringi pentas anak-anak, Hania di bantu Alan untuk mengarahkan anak-anak yang akan bergantian untuk tampil, Devi masih setia di meja catering sedangkan Senja sudah bersiap di ujung ruangan dengan mic headset yang menempel pada telinganya.

Layar panggung terbuka perlahan, Semua anak yang ikut berpartisipasi naik keatas panggung dan berbaris membentuk garis sejajar, kemudian membawakan lagu pertama mereka yang berjudul "Teacher Day Song" besama-sama.

Setelah itu, dilanjutkan oleh para anak-anak perempuan yang mementaskan tarian manuk Dadali. Meski berantakan, mereka terlihat sangat menggemaskan dengan balutan baju khas daerah. Kemudian satu persatu anak-anak unjuk gigi dengan tampil ke atas panggung. Suara teriakan mengelu-elukan anaknya yang tampil dan tepuk tangan dari para orangtua menambah meriahnya suasana Aula siang itu.

Selesai dengan semua pentas hari ini, anak-anak dibiarkan istirahat sebentar untuk menikmati makanan dan berswa foto bersama para guru dibelakang panggung. Sebelum mereka akan kembali keatas panggung untuk mempersembahkan lagu terakhir.

Lagu "Andai ku Tlah dewasa dan Cinta untuk Mama" menjadi lagu penutup untuk keseluruhan acara tersebut. Setelah itu, anak-anak berlarian menghampiri Ibu mereka dan menyemat mahkota buatan mereka dikepala sang Ibu.

Hanya ada satu anak yang masih berdiri mematung diatas panggung. Biru, terlihat guratan sedih muncul di wajahnya ketika Hania mengarahkan anak-anak untuk menghampiri ibu mereka.

Senja celingukan mencari keberadaan orangtua Biru, "Astaga! Aku lupa orangtuanya Divorse!"

Semua mata tertuju pada laki-laki yang berjalan perlahan menuju panggung, "Biru, mahkotanya buat Papa ya." ucap Papa dari Biru.

"Tapi mahkota ini buat Mama," jawabnya dengan suara parau.

"Mama tidak bisa datang, Sayang!"

Biru merunduk meneteskan air mata, Haina mencoba membujuk Biru namun anak itu tetap tak bergeming. Suasana yang semula ramai menjadi hening.

Senja yang berdiri di ujung pintu, berjalan mendekati panggung dan berdiri tepat disebelah Awan.

"Biru, Mahkotanya boleh disematkan dikepala Papa saja ya, Nak."

Biru mendongak setelah mendengar suara Senja. Berhasil! Biru tersenyum dan mulai maju kearah Awan.

Eh, tapi apa ini? Bukan Awan yang Ia hampiri, melainkan Senja.

Biru mengangkat tangannya yang menggenggam mahkota lalu menyematkan di kepala Senja yang tingginya hampir sejajar karena Senja berdiri di bawah panggung.

"This is for you, Mom!"

Hahh??!!

1
momo
👍
Diana
lu gak takut hukum karma Jihan????
lu yg tinggalkan anak dan suami lu demi karir modelmu.
egois lu Jihan dan gak tahu malu.
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: halo kak baca juga d novel ku 𝘼𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙂𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya😌
total 1 replies
Nurhaedah Syarif
hadir
Kejora
Bagus sekali akusuka ceritanya ❤️❤️
Rati Nafi
❤️❤️❤️❤️❤️
y_res
napa senja terlalu lemah,,,tegas dikit kek,,,noh dengerin kt alan
Melisa Febrianelista
cerita nya bagus banget👍
Bunga Dwi Femina
perempuan gilak = jihan
Bunga Dwi Femina
mbak senja orang tangerang toh 😁
Ndhe Nii
samaa Senja...kalo d Yogya..jajan pasar nya bikin kalap ..ini aj ngebayangin sambil nelan ludahh🤤... palagi kuliner nya....ahhhh.. pasti bikin gagal diet 🤣🤣🤣🤣
Ndhe Nii
iih pehape kebangetan d awan 🤣🤣....sudahh insecure... dobel down🤣🤣🤣
Ndhe Nii
wahh ini asal muasal Jihan ga suka sama senja...Krn biru sdh melupakan mama sejatinya🤣🤣🤣
Ndhe Nii
ahhh jangan guoblook senja ...kdrt TDK ada obatnya looo 🤣🤣🤣🤣
Ndhe Nii
pengecut Dewo... nama aja dewa... kelakuan kayak genderewo.. semoga masuk penjara dan membusuk d sono🤣🤣🤣
Sriza Juniarti
makasih banyak ..novelnya menginspirasi banyak orang,penataan katanya sangat bagus dan tak bertele2..aku sangat suka..lanjutkan dong novèl dear khadijjah nya..menggantunh tu kk 🙏
Sriza Juniarti
aku suka karyamu thor...terus berkarya💕🥰🥰🥰
Reliya
Setiap manusia berhak mencari jalan kebahagiaannya sendiri. Karena itu, berhenti memenjarakan diri dalam hubungan yang tidak sehat. Jangan pernah habiskan waktu untuk seseorang yang tidak mengharapkan keberadaan mu. To find Mr. or Ms. Right, karena sebuah pernikahan harusnya mencintai orang yang sama setiap harinya.

Setuju banget mak, mencintai orang yg Sama dg waktu yg lama dan harus setiap hari tanpa lelah Dan bosan.
Reliya
Setiap orang yang hadir dalam kehidupan kita, pasti mempunyai arti masing-masing. Bagaimanapun cara pertemuannya. Sesingkat apapun kehadirannya. Selalu menorehkan rasa yang akan mengajarkan kita bagaimana cara mencintai. Mengatasi penyesalan, juga mengajarkan seperti apa rasa menerima dan diterima.

Mantap mak pesannya. Angkàt topi untukmu.
Reliya
"Yang hadir belum tentu jadi takdir, Terkadang la singgah hanya untuk menampakan keindahannya, kemudian berlalu menuju takdir sesungguhnya."

Alamak.......mantap banget kata²nya Thor.
Zuli Lestary: iyes. kata2nya mengandung banyak gula.. manis 😍
total 1 replies
Reliya
Untuk saat ini, aku masih terikat keadaan, masih ada yang harus aku selesaikan, dan juga... Masih nyaman seperti ini,"

"I know... Tapi, jika suatu saat kamu merasa ingin memulai kembali berpetualang, aku ingin kamu tahu, ada aku dan Biru yang siap menemanimu untuk kembali berpetualang, mencari seperti apa rupa kebahagiaan dan membangun tempat untuk kata Pulang,"

Bukan kata dan rayuan gombal tapi juatru kata² oenuh makna ini yg bikin hati aq juga ikut meleyot Bang Awan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!