NovelToon NovelToon
How To Be A Good Teacher

How To Be A Good Teacher

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Contest / Fantasi Urban-Percintaan Modern
Popularitas:45.9k
Nilai: 5
Nama Author: The C black

Kalian berharap memiliki guru yang the best? Mengerti murid dan bisa menjadi teman bagi murid? Anda datang di cerita yang tepat!

"Saya denger dikelas ini paling banyak maslaah sampe guru nyerah bener ?"

"Gurunya aja yang lemah pak."

"Pinter! Karena guru gk boleh nyerah mendidik muridnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The C black, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sore

“Adeuh… Padahal gw setiap hari libur atau ada waktu luang selalu olahraga dah, ngapa badan gw rasanya kaya remuk gini ?” Semi mencoba meraih ranjangnya sambil merangkak seperti ulat bulu.

“Ya ampun ngapa dah gw kaya gini ? Kaya kena guna-guna gw.” Akhirnya ia berhasil berbaring diranjangnya.

“Ah… Akhirnya sampe juga, udah kaya perjalanan Hirosima Nagasaki. Tidur dulu dah gw, udah Dhuzur, tidur ampe sore abis itu baru dah aktvitias lagi.” Disaat ia ingin memejamkan matanya Najwa menelfon.

“Halo apa say ? Aku cape banget ini. Kamu mau apa ? Jalan-jalan ? Besok aja lah ya ? Nanti malem aku mau nongkrong sama temen di café. Kamu mau ikutan juga ? Oh yaudah kalo nggak. Nanti aku bangun sore, bye.” ia meletakkan ponselnya dekat dengan lampu tidur, sedangkan ia tidur di sisi kiri. Ia menjauhi ponselnya agar tak berbahaya untuk dirinya.

-

Pukul 16.30 sore. Ia baru saja bangun, kamarnya begitu gelap. Ia perlahan bangun, membuka matanya yang masih lelap. “Ko gelap ? Mau ujan apa gimana ?” ia bangun perlahan, menemukan bahwa ia menutup hordeng kamarnya rapat-rapat. Itu membuat seakan-akan langit gelap. Langit pada sore heri begitu terang, percampuran antara wanra biru laut dan oranye. Memberikan refleksi matahari yang begitu indah alami. 

Semi mengambil kameranya dan segera ke balkon kamarnya. Ia mencari tempat yang bagus untuk mengambil pemandangan ini. Dengan pengalamannya yang lebih dari cukup ia berhasil mengabadikan momen itu. Lalu masuk ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya.

Ia kini duduk didepan komputernya, tengah mencetak foto yang ia baru saja ambil. Begitu selesai ia segera memotong dan memajangnya dalam bingkai. Setelah itu ia berjalan kea rah dapur untuk melihat apakah ada yang bisa ia makan walau hanya sedikit. Yang ia temukan hanya kentang rebus yang ia rebus siang hari tadi. “Kentang, pengganti nasi. Mantab lah.”

Ia duduk dimeja sambil mengunggah foto yang ia ambil, ia memakan beberapa kentang, lebih tepatnya hampir genap angka sepuluh. Ia suka makan banyak kentang dalam jumlah banyak. Karena ia selalu memiliki stock kentang yang cukup. Semenjak ia memiliki rumah sendiri ia berhenti memakan nasi. Karena itu memang impiannya berhenti makan nasi dan memakan pengganti dari itu. “Ok ke café sekarang aja dah sekalian mantau sedikit gimana itu café.”

Ia hanya mengenakan kaos polos berwarna biru dan celana coklat, celana itu sebenarnya seperti mirip jeans, tetapi lebih terlihat seperti celana pramuka. Walau ia berstatus soasial kaya dan mapan. Aslinya ia berpenampilan sederhana, terkadang ia berpenampilan seperti warga yang tinggal didekat rel kereta. “Karena ia memegang keras sebuah kutipan, yaitu “hidup itu untuk menjadi kaya, bukan terlihat kaya”. Prinsip itu ia pegang kuat, ditambah lagi ia sering melihat kesederhanaan para orang kaya dunia, Bill Gates, Mark Zuckerberg. Ia merupakan orang yang kaya, tetapi tidak ada jam Rolex pada lengannya, tidak ada baju Supreme dibadannya, tak ada celana Louis Vuitton dikakinya.

Ketika berjalan dengan istrinya, ia hanya menggunakan sandal, baju polos dan celana pendek. Siapa yang mengira bahwa ia adalah pemilik medis sosial raksasa yang kini kita nikmati. Itulah isnpirasinya dan prinsipnya. Hingga ia berada memiliki segalanya, ia pun tak lupa untuk berbagi. Karena ia bukan berawal dari keluarga orang kaya. Ibunya hanya seorang perawat yang mendapatkan pensiunan yang tak besar, ayahnya karyawan swasta yang sudah bekerja empat puluh tahun tetapi bukan lah karyawan tetap. Pensiunan ayanya pun tak cukup besar pula. Karena semua itu, itu membentuk Semi yang rendah hati, ia juga tak lupa untuk berbagi. Karena hal itu lah yang ia lakukan untuk meraih semua ini. Tanpa itu semua, ia mungkin tak akan seperti ini.

Semi duduk diluar sambil meliat semua catatan yang manajernya buat. “Ok setelah gw liat ada tiga menu baru yang ternyata peminatnya besar juga. Terus disini juga makanan vegetariannya juga peminatnya ok. Sehari bisa lima kg sayur. Oh ini peningkatan banget ini dari yang kemaren-kemaren. Wildan juga tau dia harus nagapain selanjutnya.”

Disaat ia menenggak Latenya, ada seorang wanita yang mendekatinya. “Semi ?”

Semi mengenalinya. “Dini ?”

Wanita itu duduk depannya. “Ngapain disini Sem ?”

“Tempat nongkrong favorit.”

“Sama ini juga tempat favorit aku. Sekarang gimana kamu Sem ?”

“Aku sekarang jadi guru.”

“Oh, kamu masih marah gak dulu kamu kan sempet bilang suka sama aku tapi aku nolak kamu hari tiu juga. Kamu masih marah gak ?”

“Nggak lah Din. Gw sekarang udah mau nikah sama Najwa.”

“Najwa yang dulu temen kamu waktu STM ?”

“Iyap. Semoga bahagia nanti ya ?”

Semi hanya tersenyum, Wildan datang menghampirinya. “Sem Gimana peningkatan kita bulan ini jauh lebih baik bukan dari yang kemaren ?”

“Oh ini mantab banget Wil. Nah lu udah tau kan kalo yang banyak peminatnya harus gimana ? Lu tinggal beli aja nanti uangnya nanti gw transfer ke lau.”

“Ok Sem, tapi… Kopi daerah abis ni Sem. Kaya teh kopi.”

“Gile itu harus mesen dari padang men. Yaudeh bilang aja sementara kosong. Lama loh itu buat dateng ke sini.”

“Ok Sem, berarti yang abis beli lagi lah ya semuanya ? Ok lah kalo begitu Sem semuanya bisa gw control.”

“Kamu emang… Kamu yang punya café ini ?”

Semi rasanya sedikit malu untuk mengatakan itu, ia terlihat tersenyum tidak percaya diri. Tidak seperti orang banyak yang akan segera besar kepala bila pertanyaan itu dilontarkan. “I… I…. Iya Din gw ownernya. Rasanya janggal anjay nyebutnya.”

Ia menutup mulutnya. “Jadi ini café kamu ? Hebat kamu bisa café kaya gini.” Dini hanya tersenyum.

-

Malam.

Teman Sem banyak yang sudah kumpul dengannya. “Weh pak guru, bagaimana ni ngajarnya pak ?”

“Pak naikin saya kelas lah pak. Mohon lah pak. Saya harus pesugihan sate gagak juga mau saya pak.”

“Gw botakin sampe ke otak Dit, Jak.”

“Gimana nih lau sekarang ? Kayanya seneng banget nih jadi guru.”

“Ya biasa aja si sebenrnya. Btw kalo nanti lau ada tugas nih misalkan tugas desain kaya apa gitu yang gak begitu berat tapi ya, lau bisa tuh kasih ke murid gw. Murid gw bisa main AI hasilnya sih mantab men beneran.”

“Nah boleh tuh bantu ringanin gw Sem, belakangan lagi banyak bangat gw tugas desain ****** emang.”

“Mantab Man, kasih tau aja kalo ada tugas yang gak begitu berat, buat murid gw nanti.”

“Gampang Sem.”

“Oh ya Dit, lau kan kaya diagency gitu ya. Mungkin kalo ada tugas desain kaya majalah atau apa gitu bisa kasih ke murid gw.”

“Bisa, dalam beberapa hari nih, gw nanti harus ngedesain background majalah model sama background buat cat walk.”

“Pas banget itu buat murid gw, bukan cover majalah kan ?”

“Ada juga sih.”

“Eh boleh tu kasih ke murid gw. Murid gw bukan kaleng-kaleng lo anjay. Itu udah siap itu kalo kerja desain.”

“Gampang nyet santai aja.” Setelah itu Adit mencubit kakinya sehingga membuatnya teriak.

“Asu!”

“Ea kangen gw curing lau.”

“Emang temen monyet ye, masih aja curing ******. Gw buat kaki lau kejepit lagi pake sepatu lu ye.”

“Coba aja.” Semi membuka sleting sepatu Adit, ia lupa bahwa Adit mengenakan sepatu yang memiliki sleting.

“Ih beneran dong anjay.” Lalu Adit menutup sleting sepatunya dan berakibat kulit kakinya terjepit.

“Fakkk, fakkk, kejepit lagi anay.” Semi tertawa mendengar dan melihat itu. Adit merupakan sahabat satu rumah sakit jiwa dengannya. Sejak SMP kelas dua mereka duduk bersama dan membuat candaan yang tak bisa diterima dengan akal sehat. Setelah itu mereka selalu membuat jokes yang menggelitik diantara mereka berdua. Kebanyakan jokes itu berasal dari hal yang receh. Tetapi itu membuat mereka tertawa tak terhtahankan.

“Makan tu batu kali. Kualat kan lau sama gw.”

“Udah ada kan semua menunya ?”

“Udah ada Wil santai.” Wildan bergabung bersama mereka.

“Makan dulu lah kita, baru kita ngobrol lagi. Dit, lau belom aja gw buat tu kejang kaki.”

“Bangke, dari kelas lapan masih aja begitu monyet.”

“Apa ? Monyet bisul pecah ? Udah gak bisa lagi gw suaranya. Gw juga gak tau ngapa, padahal gw yang buat, malah gw yang gak bisa. Fix sih itu jokes legend, gak bakal luntur itu jokes sampe gw tua juga.”

“Mungkin lu turunan monyet kali.”

“Aldo lah, lu liat tu muka udah kaya lutung kesurupan.” Adit tertawa biasa, lama kelamaan menjadi cukup menggellitik. Hingga membuat satu circle itu tertawa akan jokes itu. Mereka membuat jokes membawa jaman dimana mereka saat SMP. Setelah mereka selesai tertawa mereka menyantap makanan yang mereka pesan.

Sebuah perkumpulan yang menyenangkan, teman lama yang kini sudah bekerja dengan pekerjaan yang menjanjikan, kini mereka bisa saling bantu satu sama lain, terutama dalam bidang pekerjaan mendesain.

“Ah… Kurang kenyang.”

“Lu mah makan kaya vacum cleaner, langsung ditelen gak pake dikunyah. Turun ke perut kaga nyangkut tu makanan ditenggorokan.”

“Bangke, nyangkut ditenggorokan. Jokes lu boleh juga tu man.”

“Emang gw makan kaya gitu man, asal lau tau aja gw makan banyak, tapi badan gw gemuknya lama.”

“Makanya jak lau kalo mau abis makan tuh tiduran, terus males-malesan. Gemuk dau lau nanti.”

“Gemuk kaga buncit ia gw.”

“Lah kan tinggal olahraga buat ngecilin perutnya kan.”

“Sifat lu gak pernah berubah Sem dari SD.”

“Yoi lah gw. Sifat gw sama.”

Mereka berbincang mengenai banyak hal, mengenai masa dimana saat mereka SD, SMP, dan disaat SMK. Banyak akan momen indah dalam perbincangan itu. Tak juga momen konyol yang telah mereka lalui. Setiap dari mereka memiliki banyak sekali hal-hal bodoh yang telah mereka buat. Tak kalah juga dengan Adit, sahabat Semi dari SMP. Mereka telah banyak sekalo melalui momen bodoh disaat SMP, apalagi dengan Jaki, temannya saat SD. Lebih banyak lagi hal bodoh yang telah Semi lalui dengannya. Bahkan Jaki terlihat membuat jokes yang sama saat SD. Siapa sangka jokes disaat mereka anak-anak ternyata menggelitik mereka semua tanpa terkecuali.

Wildan pun ikut tertawa bersama dengan mereka “Kita tutup jam satu aja kali ya Sem ?”

“Ya udah, nanti kalo makin larut ngerinya ada kejahatan.”

“Sekarang jam berapa si ? Oalah anjay, udah mau setengah dua belas dong ternyata. Gw bakil dah, ngeri kemaleman terus kejebak macet gw.”

“Yoi hati-hati jak.”

“Eh gw juga dah, ngeri kejebak macet, kan kemacetan diJakarta sangat bersahabat.

“Yaudah hati-hati ya, Sulaiman, Adit, Jaki. Main lagi ya men kesini, ngeganja bareng-bareng kita nanti.”

“Tenang gw bawa Flaka nanti biar lebih greget.”

“Nanti gw bawa TNT biar lebih mantap.”

“Serah lu Wil, sampe beneran gw kulitin lau pake korek kuping.”

“Lau masih disini nih ?”

“Yoi Man mau nyantai gw, cape ngajar dari Senin sampe Jum’at.”

“Yaudeh, gw balik ya. Semoga makin sukses lau.”

“Amin Man makasih.”

Setelah itu mereka semua segera meninggalkan Café, kecuali Semi yang masih ingin berada dicafenya bersama Wildan managernya.

1
Ryan Hunters
mirip kyk filmnya donnie ye yang big brother
Mc tronic
seru
Bintang
Hai Thor saya sudah tinggalkan jejak. Jangan lupa mampir di karya saya 🙂
Dewi Larasati
seru jalan cerita nya
The C black: Terima kasih kk :)
total 1 replies
Dewi Larasati
keren
Darknight√
sugoii😆
Nadia Fitri
nnnn
Fanny Afriza Sitorus
P
The C black: Yap ? Ada apa ?
total 1 replies
Darknight√
kakak author tuh aslinya kerjaan apa si?
The C black: Done :)
total 5 replies
Nadia Fitri
nnmm
emmm suka
The C black: Terima kasih kk
total 1 replies
Labuh Ardianto
Ceritamu keren, thor! Rasanya bener-bener kaya hanyut ke dalam cerita
The C black: Thank you:)
total 1 replies
Darknight√
alamak..... mau nikah elaah banyak nian kerjaan tuh
Vie
semngat kak...
slam dari ditinggal nikah
The C black: Thanks kk;)
total 1 replies
love hunter
cepat up tor di tunggu tiap hari nie
The C black: Ok update hari ini
total 1 replies
Mrextinct Hashtag
Udah aku masukin ke rak buku dong~ Aku tinggalin jejak komen juga di sini biar author semangat~~
The C black: Terima kasih kakak :)
total 1 replies
fira
lanjut
The C black: Tunggu ya, malem ini update
total 1 replies
MouthofMexico
ayo author semangat terus buat bikin cerita ini lagi ya.aq tunggu.muachhhh😘😘
The C black: Terima kasih baby, ini mau update
total 1 replies
Atas Untuk Diikuti
Udah pewe rebahan taunya ceritanya ngegantung.. yasalam banget hiks!
The C black: Tunggu ya update ko sayang
total 1 replies
Anna Purwianti
kereeeenn....
The C black: Terima kasih kakak :)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!