NovelToon NovelToon
Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Di mata teman-temannya yang sombong, Saka hanyalah "si beban" yang lamban, miskin, dan tak punya masa depan, sering kali menjadi bahan rongsokan ejekan dan perundungan. Namun, di balik senyum polos dan sikapnya yang kelihatannya bodoh itu, Saka menyembunyikan rahasia besar: dia adalah pewaris tunggal kemampuan mistis Raja Fengshui yang mampu melihat aliran Qi, pendar aura barang antik tak ternilai, hingga nasib malang-mujur seseorang hanya dalam sekali tatap. Sambil membiarkan musuh-musuhnya tertawa di atas ketidaktahuan mereka, Saka diam-diam meraup keberuntungan dari barang-barang pusaka yang dianggap remeh, menunggu momen paling tepat di sebuah pelelangan elit untuk membongkar kedoknya, menghancurkan harga diri mereka, dan memaksa dunia berlutut di hadapan sang Raja Fengshui yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

Saka meletakkan piring itu di atas meja belajarnya dan mengambil ponsel pintarnya yang layarnya sudah retak parah. Dia membuka aplikasi media sosial untuk mencari informasi tentang balai lelang terdekat di kota ini.

Baru saja dia membuka beranda sebuah postingan dari Rio langsung muncul di urutan paling atas. Rio mengunggah foto dirinya yang sedang memegang guci keramik biru palsu itu dengan gaya luar biasa sombong.

"Baru saja Master guci Dinasti Ming seharga puluhan juta, persiapan maksimal untuk acara Lelang Agung akhir pekan ini." Begitulah bunyi takarir yang ditulis Rio dengan bangga di postingan tersebut.

Saka membaca kolom komentar yang sudah penuh sesak dengan pujian dari teman-teman kampus mereka. Kevin tentu saja menjadi orang pertama yang berkomentar dengan kalimat jilatan yang sangat menjijikkan untuk dibaca.

"Mantap Bosku, guci itu pasti bakal jadi bintang utama di acara lelang nanti dan bikin semua kolektor kaya raya ngiler." Tulis Kevin di kolom komentar itu.

Saka hanya bisa mendengus geli membaca kebodohan mereka yang dipamerkan secara terang-terangan ke ruang publik. "Lelang Agung ya, kebetulan sekali tempatnya ternyata tidak terlalu jauh dari kosan ini."

Saka segera mencari tahu tentang detail acara Lelang Agung tersebut di mesin pencari ponselnya. Ternyata itu adalah acara lelang barang antik bergengsi dan terbesar tahun ini yang akan dihadiri oleh banyak konglomerat.

Acara itu akan diselenggarakan tiga hari lagi di sebuah hotel bintang lima elit di pusat kota. Syarat untuk memasukkan barang ke dalam lelang itu mengharuskan pemilik melewati kurasi ketat dari ahli penilai mereka besok pagi.

"Sempurna, aku akan datang besok pagi untuk mendaftarkan piring gaharu ini secara rahasia tanpa sepengetahuan mereka." Ucap Saka sambil tersenyum penuh arti menatap piring mahalnya.

Dia tidak butuh undangan VIP seperti milik Rio untuk bisa masuk ke acara bergengsi tersebut nanti. Jika barangnya lolos kurasi dia otomatis akan mendapatkan akses masuk eksklusif sebagai pihak penjual barang lelang.

Saka kembali menatap ponselnya dan melihat postingan Rio sekali lagi sebelum mematikan layarnya hingga gelap. "Bersenang-senanglah dulu Rio, karena tiga hari lagi aku akan menghancurkan kesombonganmu tepat di depan semua orang yang kau pameri hari ini."

Saka merebahkan tubuhnya di atas kasur lipat dan menatap kosong langit-langit kamarnya yang bocor di sudut ruangan. Malam ini dia akhirnya bisa tidur dengan nyenyak untuk pertama kalinya setelah sekian lama karena harapan besar kini ada dalam genggamannya.

Keesokan paginya Saka bangun sangat pagi dan bersiap-siap dengan pakaian terbaik yang dia miliki di lemari. Meskipun hanya sebuah kemeja putih pudar dan celana bahan hitam setidaknya dia terlihat cukup rapi hari ini.

Dia membungkus Piring Kayu Gaharu Berdarah itu dengan kain tebal dan memasukkannya ke dalam tas punggungnya dengan sangat hati-hati. Saka melangkah keluar dari kamar kosnya dengan langkah tegap dan penuh rasa percaya diri yang menyala.

Tujuannya pagi ini sangat jelas yaitu Gedung Penilaian Barang Antik milik penyelenggara Lelang Agung. Dia harus memastikan barangnya diterima dan mendapatkan nomor urut lelang yang bagus tanpa diketahui oleh siapapun.

Saka naik angkutan umum yang berdesakan dan tiba di depan sebuah gedung perkantoran mewah satu jam kemudian. Gedung tinggi itu dijaga sangat ketat oleh beberapa petugas keamanan berbadan besar di pintu masuk utamanya.

Saka menarik napas panjang untuk menenangkan detak jantungnya yang mulai berdebar kencang tak karuan. "Waktunya bermain peran sebagai orang udik yang sedang mencari peruntungan receh hari ini." Batinnya sambil tersenyum tipis ke arah kaca gedung.

Dia melangkah maju mendekati pintu kaca otomatis itu dengan gaya sedikit membungkuk dan langkah ragu-ragu. Tentu saja salah satu petugas keamanan langsung menghentikan langkahnya dengan wajah galak dan tangan terentang.

"Berhenti di situ, mau ngapain kamu ke sini, ini bukan tempat untuk minta sumbangan." Bentak petugas keamanan itu sambil menatap jijik pakaian Saka dari atas sampai bawah.

"Maaf Pak, saya mau mendaftarkan barang antik warisan kakek saya untuk ikut acara lelang besok." Jawab Saka dengan suara pelan dan wajah memelas yang terlihat sangat meyakinkan.

Petugas itu mendengus remeh melihat tas punggung butut yang dibawa oleh Saka di dadanya. "Barang warisan apa, paling juga barang loak curian, mending kamu pulang saja sebelum dimarahi sama manajer di dalam."

"Tolonglah Pak, biarkan ahli penilai di dalam melihat barang saya dulu sebentar saja, saya butuh uangnya." Mohon Saka sambil terus menunduk memainkan perannya dengan sangat sempurna tanpa cacat.

Tepat pada saat perdebatan itu terjadi sebuah mobil sedan mewah berhenti tepat di depan lobi gedung tersebut. Seorang pria tua berkacamata tebal turun dari kursi belakang mobil itu dan berjalan mendekati pintu masuk tempat Saka dicegat.

"Ada keributan apa ini pagi-pagi di depan pintu masuk kantorku." Tanya pria tua itu dengan suara berat yang penuh dengan aura wibawa.

Petugas keamanan itu langsung menunduk hormat melihat kedatangan pria tua tersebut dengan wajah panik. "Maaf Master Handoko, pemuda miskin ini memaksa masuk mau mendaftarkan barang rongsokannya untuk acara lelang kita."

Pria tua yang dipanggil Master Handoko itu menoleh dan menatap Saka dengan tatapan menilai yang sangat tajam. Pandangannya kemudian perlahan beralih menatap tas punggung butut yang sedang dipeluk erat oleh Saka.

"Bawa pemuda ini masuk ke ruanganku di lantai dua sekarang juga, aku sendiri yang akan memeriksa barangnya." Perintah Master Handoko dengan nada datar namun benar-benar tidak bisa dibantah oleh siapapun.

Saka menundukkan kepalanya menyembunyikan senyum puas yang mulai mengembang lebar di bibirnya. Rencananya untuk masuk ke dalam gedung ini nyatanya berjalan jauh lebih mulus dari yang dia bayangkan sebelumnya.

1
pricilia
sangat seru alur certanya
Angel
cerita nya tidak membosan kan😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!