NovelToon NovelToon
Luka Dan Bahagia Allethea

Luka Dan Bahagia Allethea

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: leni septiani

Disebuah café pinggir kota, sepasang kekasih tengah membicarakan hal yang cukup serius. Terlihat dari raut wajah keduanya yang tegang. Suasana café yang sepi sangat mendekung dengan topik yang sepasang kekasih itu tengah dibahas.

“Kita sudah pacaran selama tujuh tahun lebih Gilang! Apa gak ada sedikitpun niat untuk menikahi aku?” Tanya wanita bernama Allethea tersebut kepada kekasihnya yang bernama Gilang itu.

“Iya aku tahu Lett. Bahkan aku juga masih ingat dua bulan yang lalu kita baru saja merayakan Aniv kita yang ke-7 tahun.” Gilang menghela napasnya berat sebelum melanjutkan kembali ucapanya. “Aku pasti akan menikahi kamu. Tapi tidak untuk sekarang. Tolong kamu bersabar sebentar lagi Lett.” pinta Gilang memohon.

“Setiap aku Tanya juga jawaban kamu selalu seperti itu, Lang! Bahkan sejak tiga tahun yang lalu, hingga sekarang jawaban kamu masih sama. Menyuruh aku untuk bersabar.” Ujar Allethea bosan.

“Aku harus sabar sampai kapan lagi Lang? Umur ku sudah dua puluh tujuh. Sudah waktunya aku untuk menikah. Aku juga capek di teror terus menerus oleh keluargaku menanyakan kapan aku menikah, bahkan sepupu aku yang baru berusia dua puluh tahun saja sudah menikah. Sedangkan aku? Boro-boro menikah, dilamar saja aku belum sama kamu.” lirih Allethea.

“Aku janji akan melamar kamu secepatnya, Lett dan kita akan segera menikah. Kamu percayakan sama aku?” Allethea akhirnya menggangguk lalu tersenyum singkat pada kekasihnya itu. Gilang membalas tersenyum pula lalu mengelus lembut punggung tangan kekasihnya itu yang berada diatas meja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leni septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Beri Aku Alasan

Sepulang dari sekolah, Allethea meminta Bima ikut dengannya untuk bertemu seseorang. Tentu saja setelah mengantarkan Adrian terlebih dulu dan kebetulan Bima juga sedang libur bekerja pada hari ini.

Sepanjang perjalanan, Allethea maupun Bima tidak banyak bicara. Bima hanya sesekali menanyakan arah mana yang harus dilewati dan Allethea menjawab seadanya lalu suasana kembali hening.

Kurang lebih satu jam menempuh perjalanan, mereka sampai di rumah besar yang tidak lain adalah rumah milik orang tua Gilang. Allethea keluar lebih dulu, kemudian di ikuti Bima, berjalan menuju pintu utama rumah tersebut.

Setelah beberapa kali membunyikan bell, tak berapa lama pintu terbuka, dan keluarlah laki-laki dewasa yang seumuran dengan Allethea yang terlihat lebih kurus dari yang terakhir kali bertemu.

Gilang berdiri diambang pintu, menatap penuh kerinduan kepada gadis dihadapannya, tidak jauh berbeda dengan Allethea yang juga tengah menatap Gilang dengan kerinduan yang sama. Namun juga kecewa.

Mata Allethea sudah berkaca-kaca, siap menangis, sedangkan Bima yang berada diantara Allethea dan Gilang hanya bisa menatap bingung keduanya. Dan entah kenapa melihat itu dadanya tiba-tiba sesak, juga terselip rasa cemburu di dalam hatinya, tapi ia mencoba menahannya, memilih untuk tidak bertingkah bodoh.

“Siapa yang datang, Lang!” teriakan dari dalam membuat Gilang tersadar dari keterpakuannya, kemudian mempersilahkan tamunya untuk masuk.

Saat ini, Allethea dan Bima sudah berada di ruang tamu di temani kedua orang tua Gilang,

duduk dalam kecanggungan.

“Ayah, ibu, Gilang. Kenalkan ini, Bima, yang waktu itu Allethea ceritain,” ucap Allethea memperkenalkan laki-laki disampingnya, sekaligus membuka percakapan.

Gilang dan kedua orang tuanya menyambut uluran tangan Bima dan satu persatu memperkenalkan diri bergantian. Bima sekarang tahu, laki-laki yang di maksud calon istrinya tempo hari, karena kini laki-laki itu berada di depannya.

“Ayah, ibu apa boleh, Allethea izin untuk berbicara dengan Gilang sebentar?” izinnya pada kedua orang tua Gilang, yang kemudian di jawab dengan anggukan.

Kemudian Allethea beralih melirik Bima yang masih terdiam ditempatnya. “Bima aku bicara dulu sama Gilang, ya? Hanya sebentar.”

Bima mengangguk, meskipun sedikit ragu. Karena bagaimana pun hatinya cukup penasaran akan apa yang kedua orang itu bicarakan. Namun, mungkin ini memang belum saatnya untuk Bima tahu.

Allethea dan Gilang bangkit dan berjalan beriringan menuju taman belakang rumah ini. Duduk di bangku yang memang di sediakan untuk bersantai. Allethea menarik napasnya dalam, lalu kembali menghembuskannya lagi dengan perlahan.

“Dia orangnya, Lang,” ucap Allethea lirih. Gilang menganggukan kepalanya.

“Apa kamu yakin melepaskan aku begitu saja pada laki-laki itu? Yang tidak sama sekali aku cintai seperti aku mencintai kamu?” tanya Allethea dengan tatapan mata yang menyiratkan akan luka.

“Aku lihat dia laki-laki yang baik. Wajahnya pun tampan, lebih tampan dari aku. Dan bisa kulihat dari tatapan matanya, dia begitu mencintai kamu. Aku yakin dia bisa membahagiakan kamu, Lett,” kata Gilang memuji Bima tanpa menjawab pertayaan yang Allethea lontarkan.

“Apa kamu yakin dengan keputusan kamu untuk melepas aku?” tanya Allethea kembali.

Gilang tersenyum dan menganggukan kepalanya. “Ya, aku yakin!” Gilang menjawab tanpa keraguan. Namun tersirat akan ketidak relaan.

Air mata Allethea menetes begitu saja saat mendengar jawaban singkat dari laki-laki yang dicintainya. “Tapi kenapa Lang? Apa alasannya?” tanya Allethea dengan air mata yang terus menetes.

“Kamu tahu gak Lett? Karena suatu alasan yang tidak mampu aku ucapkan, membuat aku harus dengan berat hati merelakan perempuan yang aku cintai begitu dalam untuk laki-laki lain yang bahkan baru saja hadir,” ucap Gilang berusaha untuk tetap tegar meski kini matanyanya sudah memanas siap untuk menangis.

“Kalau berat kenapa kamu relain aku, Lang? Kenapa bukan kamu saja yang menikahi aku? Apa sebenarnya salah aku? Apa segitu tidak pantasnya aku menjadi istri kamu? Kenapa kamu malah lepasin aku gitu saja?” tanya Allethea bertubi-tubi, emosinya meluap karena Gilang yang tidak juga memberi penjelasan yang dapat Allethea sendiri terima .

“Kamu gak ada salah Lett. Bukan juga karena kamu tidak pantas, tapi aku yang tidak pantas. Aku lakuin ini karena kau sayang dan cinta sama kamu. Kamu harus ingat, Lett aku tidak melepaskan kamu, tidak akan pernah!” lirih Gilang, tapi tidak lepas dari kesan tegas.

“Boleh aku peluk kamu?” tanya Gilang yang langsung mendapat angukan dari Allethea.

“Dua minggu lagi adalah hari pernikahannya. Semoga aku masih bisa menghadiri. Aku gak sabar liat kamu memakai gaun pengantin, pasti akan terlihat semakin cantik.” Gilang tersenyum membayangkannya, sedangkan Allethea semakin terisak dalam pelukan laki-laki itu.

“Kamu harus janji sama aku, bahwa kamu akan bahagia sama suami kamu kelak. Tapi, kalau dia nyakitin kamu, kamu bilang sama aku biar nanti aku yang hajar dia,” ucap Gilang terkekeh kecil.

“Kamu jangan cengeng, ya, kalau aku sudah gak ada. Kamu harus menjadi perempuan yang lebih tegar dari sekarang. Meskipun kamu belum mencintai dia, tapi mulai sekarang belajarlah untuk mencintainya, belajar untuk menerima kehadirannya.”

Gilang tanpa sadar sudah meneteskan air matanya, ia bingung harus bahagia atau malah sedih sekarang. Dadanya sesak, hatinya sakit karena harus melepaskan gadis yang amat di cintainya itu.

“Lang, beri aku alasan kenapa kamu melepas aku. Aku butuh alasan, Lang. Aku mohon beri tahu aku apa alasannya, agar aku mengerti dan bisa menerimanya.” Mohon Allethea.

Gilang hanya tersenyum lalu mengecup lembut kening Allethea. Mengurai pelukannya lalu menyeka air mata di pipi tirus Allethea dengan ibu jarinya. “Kamu akan tahu nanti saat waktunya tiba.”

Setelah cukup lama mengobrol, keduanya kembali masuk dan bergabung kembali dengan Bima dan kedua orang tua Gilang.

Allethea kembali duduk disamping Bima. “Ayah, ibu sebelumnya Allethea minta maaf sama kalian,” ucap Allethea kembali matanya berkaca-kaca.

“Gak apa-apa, Nak, Ibu dan ayah sudah tahu. Gilang sudah menceritakannya pada kami.

Kamu gak salah sayang,” kata Wulandari dengan lembut.

Air mata Allethea enggan berhenti. “Bima ini calon suami yang waktu itu Allethea ceritain sama kalian, dan sesuai dengan waktu yang Gilang inginkan. Pernikahan kami akan dilaksankan dua minggu lagi. Allethea sangat berharap Ibu dan Ayah berkenan untuk mendampingi Allethea di hari pernikahan kami, begitupun dengan Gilang yang sangat Allethea harapkan kedatangannya,” ucap Allethea menatap Gilang dengan penuh luka. Berharap laki-laki itu akan berubah pikiran dan mengajaknya menikah.

Namun semua itu hanya harapannya saja, karena kenyataannya, Gilang sekarang tengah tersenyum manis ke arahnya, meski ia lihat mata itu dengan jelas menyiratkan akan luka yang sama seperti Allethea.

Dan itu semua tidak lepas dari pengamatan Bima yang kini tengah menahan rasa marah, kesal, cemburu dan kecewanya. Jujur, Bima tidak tahu apa-apa tentang hubungan Allethea dengan laki-laki bernama Gilang tersebut, ia hanya sekedar tahu bahwa Gilang adalah kekasih Allethea, tapi tidak tahu bagaimana hubungan keduanya.

Awalnya Bima mengira bahwa Allethea benar-benar seorang janda anak satu seperti apa yang Allethea ucapkan saat mereka bertemu di mall. Namun saat datang untuk melamar gadis itu, ia baru sadar bahwa ia telah di bohongi, tapi Bima tidak marah melainkan dirinya semakin bahagia mendapat kenyataan bahwa Allethea belum pernah menikah, tapi kenyataan yang ini jauh dari perkiraannya, ia tidak tahu sedikitpun soal Allethea yang masih memiliki kekasih, pasalnya gadis itu tidak memberi tahunya sedari awal.

Dan sekarang, saat pernikahan tinggal dua minggu lagi, ia menemukan kenyataan yang membuatnya marah dan kecewa. Tatapan mata yang Allethea berikan pada laki-laki bernama Gilang itu mampu membuat dadanya sesak, ia bisa lihat tatapan penuh cinta dimata itu, begitupun dengan tatapan mata laki-laki bermana Gilang tersebut meski tatapan terluka pun ikut ia lihat dari mata keduanya.

Bima tidak tahu harus menunjukan sikap seperti apa setelah ini. Ia bahkan tidak mengerti pada keduanya. Jika mereka masih saling mencintai, lalu untuk apa mereka harus saling menyakiti seperti ini? Apakah mereka sedang mempermainkannya? Itu lah yang ada dalam pikiran Bima saat ini.

1
yulia nisma
8ccuman ada satu kata..nyesel baca novel ini...gak masuk akal bangwt..lbh selwktif lg lah utk nayangkan novel di aplikasi ini
yulia nisma
jd males nerusin bacanya...waddeh thor..halumu kok kebangetan. ..gak ada peri keistrian dikitpun..gampang bingit tuh istri maafin suami selingkuh. belajar baca karya org laen thor..maenmu kurang jauh.....😑😑😑
🥀Leni Septiani 🥀 HIATUS: haha, bukan mainku yang kurang jauh. tapi kamu yang kurang bijak dalam menilai karya org lain.
jangan terlalu baper pada cerita fiksi.
dan aku sarankan sesekali coba deh bikin cerita sendiri jangan taunya cuma baca aja.
total 1 replies
Yunerty Blessa
makasih banyak kak thor buat cerita nya..lanjut berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya tamat juga.. makasih kak thor buat cerita nya..
Yunerty Blessa
tiada gunanya kau menyesal bima..kawin saja risa biarlah Alle bahagia bersama anaknya..
Yunerty Blessa
Bima pasti menyesal karna telah mengabaikan istri nya..moga selepas Alle lahiran mereka bercerai..biar Bima menyesal
Yunerty Blessa
pergi saja Alle.
Yunerty Blessa
seperti nya Gilang nih sakit..
Yunerty Blessa
kasian Gilang.. suatu saat akan diketahui juga oleh Allethea..
SRI WAHYUNI
suka crita nya ga monoton ga bnyk Bab nya seru
icha
istri yg bodoh,yg bkn cerita lg bodoh
🥀Leni Septiani 🥀 HIATUS: terima kasih loh udah puji saya bodoh.
tolong dong kamu kasih tahu saya bagaimana caranya membuat cerita yang tidak bodoh.
total 1 replies
anak magang
ok
SittiNur Aisyah
top
zeanii_zhikazu
tisu mana tisu ini ah hikz..
zeanii_zhikazu
sumpah ikutan ngakak..
Diana Lestari Purba Dasuha
tdk terlalu d ceritakan hubungan intim yuaa Thor...baik malam pertama Bima en istrinya atau bisa JD Ama selingkuhan nya dy juga udah berhubungan kali yuaa Thor..secara udah berani nginap di t4 selingkuhan bukan nya pulang atau cari pelaku yg menghajar wajahnya....
Diana Lestari Purba Dasuha
author sekali lg kalo buat crta kasih pelajaran dlu sama yg namanya perselingkuhan, penghianatan,kejam,pembully an,rasanya ga afdol banget
Diana Lestari Purba Dasuha
terlalu cepat d maafin bimanya...munkin author ga mau bertelu tele en biar lagsung happy ending en tamat 🤗😂😂😂
Diana Lestari Purba Dasuha
penyesalan dtg terlambat.... kurang nya komunikasi en TDK saling keterbukaan dlm rumah tangga....dlm tenggelam dgn masa lalu en egois utk kenyaman diri hingga tak tau ada kesakitan d dalmnya
Diana Lestari Purba Dasuha
pacaran udah bertahun tahun..ternyata tdk ngejamin,hingga kejujuran susah d ucapkan walau demi kebahagiaan....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!