Masih dalam masa berkabung karena ayah dan semua saudara laki-lakinya gugur di medan perang. Bai Ningyuan, putri sulung jenderal Bai harus menerima kenyataan pahit yang sangat menyakitkan.
Putra mahkota, suaminya telah diangkat menjadi kaisar. Tapi titah pertama yang kaisar itu tulis adalah menurunkan pangkat Bai Ningyuan menjadi selir.
Tangan Bai Ningyuan gemetar, suaminya telah menjadikannya selir. Karena harus mengangkat putri perdana menteri Su menjadi permaisuri.
"Nyonya, silahkan berkemas. Dan pindah dari istana timur ini menuju istana Hanzi!" seru Kasim Wang.
"Nyonya..." pelayan di sisi Bai Ningyuan tampak sedih, matanya sudah berkaca-kaca.
"Lin'er, bereskan barang. Yang mulia ingin aku menjadi selir... " Bai Ningyuan terkekeh lirih, "maka aku akan menjadi selirnya!"
'Xuan Pingyan! jangan menyesali keputusanmu ini!' geram Bai Ningyuan dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Di istana kekaisaran, Kasim Chen sudah membawa plakat atau token istana Harem ke ruangan pribadi kaisar. Karena kecewa pada Bai Ningyuan, kaisar bahkan hanya diam di ruang pribadinya. Dia hanya menggunakan waktunya melukis, melukis sebuah gambar yang dia sendiri tidak tahu apa itu. Sebuah pedang, dan sebuah bukit. Tak ada apapun selain itu, semuanya gelap, hitam dan begitu kelam, seperti perasaannya kali ini.
"Yang mulia kaisar, Kasim Chen membawakan token istana Harem. Yang mulia ingin mengunjungi istana..."
"Anak menteri pengadaan yang tidak banyak bicara itu! kesana saja!" kata kaisar.
Sebenarnya Xuan Pingyan bukan tanpa alasan. Qao Biyue adalah selir yang terakhir yang dipilih oleh Su Qingyue. Dan alasannya kala itu, adalah karena wanita itu tidak banyak bicara. Xuan Pingyan sedang tidak ingin banyak bicara juga. Jadi, pergi ke istana Juhua mungkin adalah yang paling baik saat ini. Dia bisa menenangkan dirinya, dia hanya butuh tempat untuk tidur dan tidak ada yang mengomelinya di sidang pagi karena tidak istirahat di Harem.
"Nyonya selir Qao, dari istana Juhua. Baiklah, hamba akan pergi ke sana untuk memberitahukan kedatangan yang mulia!"
"Hem"
Xuan Pingyan hanya menyahuti Kasim Chen dengan berdehem saja.
Kasim Chen segera meninggalkan tempat itu, sedangkan Kasim Wang dia masih terus menemani kaisar yang sepertinya suasana hatinya sangat tidak baik.
Kasim Chen berjalan dengan cepat meninggalkan istana kekaisaran. Dan ketika Kasim Chen melewati pintu istana, seorang pelayan memanggilnya.
"Kasim Chen, permisi. Mau kemana?" tanya pengawal itu.
Kasim Chen sebenarnya juga tahu apa yang hendak ditanyakan oleh pengawal itu padanya. Dia juga tidak perlu menyembunyikan apapun karena memang keputusan yang dibuat oleh kaisar, tidak ada yang berani mengganggu gugat.
"Aku mau ke istana Juhua. Malam ini kaisar akan bermalam disana!" kata Kasim Chen.
Pelayan itu tampak terkejut, dari semua istana yang ada di Harem. Dia tidak pernah berpikir bahwa Kaisar akan pergi ke tempat itu.
"Istana Juhua...?" tanya Kasim itu agak heran.
"Iya, ya sudah. Aku terburu-buru!" kata Kasim Chen yang kemudian meninggalkan pengawal itu.
Pengawal itu memang pengamal yang berjaga di sekitar istana kekaisaran. Tapi, dia juga adalah salah satu antek perdana menteri Su. Tugasnya adalah, melaporkan kepada istana Permaisuri, kemana Kaisar akan bermalam di malam hari.
Dan kali ini, kaisar akan pergi ke istana Juhua. Istana yang letaknya paling jauh dari istana permaisuri. Dan selir yang benar-benar tidak disangka-sangka akan di kunjungi oleh kaisar.
"Aku harus lapor pada permaisuri!" gumam pengawal itu pelan.
Pengawal itu melihat ke sekeliling, memastikan kalau dia pergi dari sana tidak akan ada yang curiga. Setelah dia yakin aman, pengawal itu pun pergi ke istana Permaisuri. Dia memberi kabar pada pelayan pribadi Su Qingyue.
"Hah, yang benar?" tanya pelayan Su Qingyue memastikan.
"Iya, aku sendiri yang bertanya kepada Kasim Chen!" jawab pengawal itu.
"Baiklah, aku akan beritahu pada yang mulia permaisuri!"
Pelayan itu berjalan dengan cepat ke kamar pribadi permaisuri Su. Di dalam kamarnya, Permaisuri Su bahkan telah mengeluarkan beberapa kain yang indah. Dia minta pelayannya untuk mengeluarkan pakaian yang bagus untuknya. Dia yakin malam ini kaisar akan datang ke istananya.
Karena ayahnya bilang sebelum pulang dari istana tadi. Dia sudah bicara dengan sangat tegas pada kaisar. Kalau kaisar memang harus adil tentang mengunjungi istana Harem. Meneruskan keturunan bagi seorang pemimpin atau Kaisar adalah sesuatu yang penting.
Dari ucapan ayahnya,. permaisuri Su berpikir kalau kaisar pasti akan datang ke istananya. Kaisar tidak mungkin datang ke istana Hanzi, Bai Ningyuan lagi. Itu sama saja tidak adil.
Dan selir yang lain, mana mungkin mereka berani memanggil kaisar ke istana mereka. Mengundang, atau sengaja menggoda. Itu sama sekali tidak mungkin. Mereka tidak akan berani, mereka takut pada Su Qingyue dan keluarganya.
"Ambilkan semua perhiasan dan hiasan kepala dari giok, aku dengar Kaisar suka sekali dengan hiasan rambut dan perhiasan dari giok!"
"Baik yang mulia!" kata pelayan yang berdiri di sisi kanan Su Qingyue.
Pelayan itu juga dengan cepat pergi ke ruang penyimpanan, sebab Su Qingyue tidak suka sama sekali dengan pelayan yang kerjanya sangat lambat.
Su Qingyue sedang memadukan pakaiannya, jubah, hanfu dan juga riasan wajahnya. Kaisar akan bermalam pertama kali dengannya. Dia harus membuat Kaisar terkesan dengan penampilannya. Dia harus terlihat sangat cantik, dan sempurna.
Bahkan sudah sejak setengah jam yang lalu dia meminta para pelayan di dapur istana permaisuri. Memasak semua makanan kesukaan kaisar. Sebagai seorang permaisuri dia sudah mendapatkan daftarnya dari Kasim Wang. Apa saja makanan yang bisa dimakan dan tidak bisa dimakan oleh kaisar.
Sebenarnya, bukan hanya dirinya saja. Semua selir juga dapat daftar seperti itu. Parfum apa saja yang disukai dan tidak disukai oleh kaisar. Dan makanan apa saja yang bisa dimakan atau tidak bisa dimakan, bahkan hal yang lebih detail, seperti warna favorit dari pakaian yang disukai oleh kaisar.
Dan saat ini, Su Qingyue sedang berusaha terlihat sebaik mungkin di depan Xuan Pingyan. Agar kaisar itu suka padanya, terkesan, dan akan datang lagi dan lagi ke istananya. Dengan begitu, posisinya akan semakin terhormat. Pemilik status tertinggi di Harem, dan pemilik kasih sayang kaisar. Tidak akan ada yang berani melawannya.
"Yang mulia..."
Senyum Su Qingyue mendadak berubah. Ketika pelayan pribadinya masuk dengan sangat terburu-buru.
"Ada apa? menggangu kesenangan orang saja!" keluhnya.
Karena dia memang sedang membayangkan, setelah malam ini dia akan jadi kesayangan Kaisar.
"Yang mulia permaisuri, tadi pengawal yang berjaga di istana kekaisaran datang kemari. Dia memberitahukan kepada hamba. Kalau kata Kasim Chen, malam ini yang mulia..."
Pelayan itu langsung menjeda ucapannya, ketika tiba-tiba saja Permaisuri Su melirik tajam ke arahnya.
"Kenapa yang mulia? dia tidak mengunjungi harem? mustahil, ayahku bilang dia pasti akan mengunjungi harem!" kata Su Qingyue yang memang tidak mau mendengarkan kabar buruk.
Dia sudah sangat yakin dengan ucapan ayahnya makanya dia tidak mau mendengarkan hal yang tidak-tidak.
"Bukan yang mulia, yang mulia kaisar akan mengunjungi harem..."
"Ya sudah, kalau begitu siapkan istana ini dengan baik. Taruh lebih banyak bunga di kamar ini! aku akan membuat yang mulia terkesan padaku!"
"Yang mulia Permaisuri, tapi..."
"Tapi apa? bicara saja lama sekali!" bentak Su Qingyue.
Sebenarnya salah siapa? pelayan itu mau bicara terus di sela.
"Yang mulia permaisuri, yang mulia kaisar sudah memutuskan untuk pergi ke istana Juhua!"
"Apa!!!"
***
Bersambung...
Kalau Bai Ningyuan mah santuy, untuk apa cari perhatian kaisar lagi..
Toh cinta nya saat ini udah mati..
Yg ada di hati nya hanya balas dendam atas keluarga nya yg telah mati & gak dihargai.. 🤭