(Novel kisah tentang perselingkuhan dan pelakor)
Eva gadis manja dan keras kepala dia sangat dicintai Orang Tuanya, tapi kenyataan pahit harus diterima Eva disaat Orang Tuanya akan bercerai karena Papahnya mencintai Wanita lain.
Untuk membalas rasa sakit hatinya Eva akan menghancurkan kebahagian Papahnya dan Wanita itu. Dengan membuat Rafto menjadi Budak cintanya dia akan melakukan segala cara hanya untuk Eva
Akan kah misi Eva berhasil atau malah terjebak akan permainannya sendiri...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanazel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Frustasi
Di Manssion, Mulan duduk menyendiri di sofa dengan perasaan gelisah, matanya bolak-balik melihat handphone menunggu panggilan atau balasan chat dari Reno yang tak kunjung tiba, seketarisnya tadi memberitahu bahwa Reno sibuk, tapi Mulan merasa aneh sesibuk apapun Reno selalu mengabarinya walupun itu singkat.
"Kamu ini kenapa tidak tidur?" tanya Emi Ibu Mulan yang melihat Putrinya melamun di sopa.
"Ibu, kenapa Reno tak mengabariku ya?" tanya balik Mulan yang merasa cemas takut terjadi sesuatu pada Kekasihnya Reno.
"Sedang sibuk kali, kamu juga sudah di beri kabar oleh seketarisnya kan," ujar Emi yang sudah duduk di samping Mulan dengan cemilan ditangannya.
"Ini aneh Ibu, Walupun Reno sibuk dia akan selalu mengabariku bu, aku khawatir," ucap Mulan sambil terus melihat handphonenya.
"Sudahlah kamu tidur saja sana, besok kan kamu bisa menemui Reno dikantornya jika kamu khawatir," kata Emi menasehati Putrinya yang gelisah dan khawatir.
Mulan menuruti ucapan Ibunya untuk segera tidur, dan besak Mulan akan pergi ke kantor Reno untuk memarahinya, karena telah membuat ia sangat khawatir dengan tidak mengabarinya seharian ini.
Reno melamun diruang kerja dengan badan bersandar pada kursi kerja yang ia dudukki. Dengan mata yang terus menatap handphone, melihat puluhan panggilan masuk yang tak terjawab dan chat dari Mulan, Reno hanya membiarkannya tanpa niat untuk menjawab. Karena sekarang hati Reno sedang gelisah memikirkan apa yang ia perbuat pada Putrinya, dan takut Martha mengetahui insiden hari ini.
"Apa yang harus ku lakukan Tuhan," ucap Reno dalam hati dengan kepala mendongak keatas.
Setelah selesai acara, ia menjawab panggilan telepon, luna seketaris Martha melangkah mendekat kepada Martha yang sedang asik melihat Peragaan Busan.
"Nyonya." panggil Luna.
"Hm, ada apa?" tanya Martha melirik sekilas seketarisnya.
Luna bergeser tempat duduknya untuk lebih dekat kepada Martha dan membisikan sesuatu yang membuat Martha terkejut sekaligus tak percaya apa yang di dengar dari Martha.
"Tak mungkin dia melakukannya," ucap Martha berbisik supaya terdengar karena suara musik yang mulai kencang.
"Benar Nyonya. Orang kita yang bekerja dengan Tuan yang memberitahu," kata Luna berbisik.
"Hanya gosip sesama karyawan kali." balas Martha yang kembali melihat peragaan busana.
Melihat Nyonya Martha tak percaya, Luna langsung mengeluarkan foto yang melihatkan Eva yang sedang tertunduk dengan tangan digenggam Rafto.
Setelah melihat foto yang dikeluarkan Luna, Martha merasa bingung entah hanya gosip atau bukan ia harus memastikannya. Dengan cepat Martha begegas pergi setelah acara selesai untuk menuju Manssion.
"Dimana Tuanmu?" tanya Martha dengan nada sedikit membentak.
"Tuan ada diruang kerja Nyonya," balas salah satu pembantu dengan raut ketakutan.
Setelah mendengar ucapan pembantunya, Martha begegas naik ke lantai 2 untuk menemui sang pemilik Manssion.
Brak...Pintu didobrak Martha tanpa permisi, yang membuat Reno membuyarkan lamunannya karena merasa terkejut Martha tiba-tiba datang.
"Kau, apa gang kau lakukan kepada Putriku?" tanya Martha dengan raut muka marah dan jari yang menunjuk muka Reno.
Reno menghela nafas. Inilah yang ia takutkan Martha ikut marah, dan masalah semakin rumit untuk di selesaikan secara baik-baik.
"Maafkan aku Martha," ucap Reno dengan raut penuh penyesalan.
"Cih, jadi benar yang dibilang Luna," ujar Martha sinis menatap Reno.
"Aku tak bermaksud seperti itu, aku kehilangan kendali atas diriku Martha." balas Reno.
"Tetap saja Kau melukai Putriku!" bentak Martha keras.
"Dia juga Putriku Martha." balas Reno lesuh.
"Cih, ku kira gara-gara cinta akal mu hilang. Bagus kau masih sadar bahwa Eva Putri kandung mu." ujar Martha sinis.
"Dia jiwa ku Martha, mana mungkin aku melupakannya." ucap Reno.
"Dengar kan aku baik-baik Reno, Eva menganggapmu Hero dan Cinta pertamanya jangan kau membuat dia kecewa karena keegoisanmu itu." Kata Martha tegas.
"Aku bingung Martha, aku mencintai Putriku dan Mulan, tapi Eva menolak keberadaan Mulan dengan keras. Lalu aku harus berbuat apa?" curhat Reno putus asa.
"Kau bukan anak remaja puber Reno, tanyakan pada hati dan akalmu itu dan temukan jawaban dari pertanyaanmu." balas Martha lalu pergi begitu saja dengan Reno yang semakin bingung dan frustasi.
Setelah Martha keluar dari ruang kerja ia bergegas menghubungi Rafto, karena kata seketarisnya Eva bersama Rafto di Apartement milik Rafto.
"Yuk ikuti kelanjutan kisah hidup Eva"
Jangan lupa vote dan komen yang banyak free loh.. Untuk mendukung karya ini berlanjut
maaf baru hadir
semangat 😁👍
salam dari :
- menikah karena skandal
- balas dendam cowok kampungan
🥀ceosomplak & MDD
Semangat ngetiknya 💪💪
Salam dari "Awal Tanpa Cinta" dan "Aku yang dijual" 😍