Zachraina Alexandria Wijaya adalah seorang siswi kelas 3 SMA dan dia adalah anak dari pemilik Toko Laundry "Jaya Abadi" yang cukup terkenal didaerahnya, karena hasil Laundrynya yang sangat rapi, bersih dan juga harum, sehingga membuat Toko tersebut terkenal dan sangat ramai. Tak hanya dari kalangan biasa, namun dari kalangan atas seperti para pengusaha, publik figur atau pejabat lainnya seringkali menitipkan pakaiannya kepada jasa laundry ditempat tersebut.
Pada suatu hari, datanglah seorang pria memakai pakaian serba hitam dan meminta untuk mengantarkan pakaian laundry kedalam mansion seorang CEO Tampan dan juga ditakuti para kolega bisnisnya, lalu apakah yang akan terjadi ketika barang pesanan telah sampai?
Pantau terus ya kelanjutan ceritanya, Happy Reading 🥳
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Arianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Sekolah
Sebelum membaca, Please klik tombol Like Komen dan juga Vote nya ya. Tinggalkan jejak kalian❤️ Mohon dengan sangat untuk Like, Vote dan juga Komentarnya 🙏
Raina mengerjapkan kedua matanya karena telah merasakan sinar matahari yang menerobos masuk kedalam cela-cela jendela sehingga membuatnya silau.
"Udah jam berapa ini." Lirihnya dan melirik kearah jam dinding
"Apaaa sudah jam 05.30 WIB." Pekiknya terkejut
Raina segera bergegas bangun dan berdiri namun hendak berjalan kini kakinya terlilit dengan selimut yang ia gunakan dan secara tidak langsung membuatnya terhuyung dan terjerembab ke lantai kamar.
"Aduuuh sakit banget." Rintihnya
Raina menoleh kebelakang dan baru menyadari bahwa dirinya berdiri dari arah ranjang bukan dari sofa.
"Jadi semalam aku tidur disana bukan disofa." Lirihnya
"Lalu tuan Dave kemana." Raina melihat kembali kearah ranjang
Pluuk!
Sebuah handuk kecil yang sedikit basah mendarat kearahnya.
"Handuk siapa sih." Makinya
"Kenapa, Hah." Bentak Dave
Dave yang hanya melilitkan handuk dipinggangnya
"Aah tuan, tidak kok." Raina nyengir kuda
"Cepat mandi, mau sekolah tidak?"
"Iya mau." Jawabnya antusias
"Yaudah cepat mandi." Dave berlalu menuju Walk in closet
"Eeh sebentar tuan, kenapa saya bisa tidur disana ya." Ujarnya sembari menunjuk ranjang.
"Mana aku tau, kau berjalan sendiri mungkin."
"Aah masa iya." Gumamnya
Seutas senyum tipis menghiasi bibir Dave, siapa lagi kalau bukan dirinya yang memindahkan Raina keatas ranjangnya. Tengah malam Dave tidak bisa memejamkan kedua matanya dan segera saja ia menggendong tubuh mungil Raina dan meletakkan dengan lembut diatas ranjang lalu memeluknya dengan erat, pelukan tersebut sangatlah hangat dan nyaman sehingga membuat Dave tak lama ikut terlelap dengan nyenyak nya.
Tanpa pikir panjang, segera saja Raina mengambil seragam sekolah dan menuju kedalam kamar mandi.
☘️ SMA Negeri ☘️
Raina turun dari dalam mobil mewah dan berlari menuju gerbang sekolah, nampak supir Mansion memantau Raina dari kejauhan dan memastikan bahwa Raina masuk kedalam sekolah dengan aman serta selamat.
Bukan Dave yang mengantarkan Raina berangkat sekolah, melainkan supir Mansion, Dave telah terburu-buru berangkat ke kantor karena ada rapat penting dengan kolega bisnisnya yang dari Amsterdam sehingga mau tak mau harus ia hadiri.
Raina memasuki ruang kelasnya, betapa terkejutnya ia mendapati seluruh teman bahkan sahabatnya menyambut dengan sangat heboh.
"Haiii Raina, apa kabar lama sekali tidak masuk sekolah."
Raina mendapat beberapa lontaran pertanyaan yang bertubi-tubi, ia hanya menanggapinya dengan senyuman lalu bergegas duduk ditempat duduk yang biasanya ia tempati.
"Rainaaa aku kangen." Peluk Sandra
"Gua juga kangen banget." Susan tak mau kalah
"Lo dari mana aja sih."
"Nanti aja gua jelasin, bentar lagi bel masuk tuh." Ucap Raina
Sandra dan Susan hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju.
***
Bel sekolah berbunyi sangat nyaring dan sontak membuat para siswa-siswi berhamburan untuk keluar dari dalam kelas.
"Rain, main yuk." Ajak Susan
"Iya ayo main, kan Lo belum cerita apa-apa ke kita berdua." Imbuh Susan
"Lain kali aja ya, gua buru-buru mau jenguk ayah dirumah sakit." Tolaknya
"Ayah Lo sakit rain." Tanya Sandra
"Iya jantungnya kambuh."
"Yaudah hati-hati ya, next time aja ceritanya." Sahut Sandra dan Susan bersamaan.
Dengan cepat Raina berjalan menuju gerbang sekolah dan mencari angkutan umum untuk segera pergi menuju rumah sakit. Namun langkahnya terhenti saat dirinya ditatap tajam oleh Leo yang menandakan bahwa Raina dijemput dan harus pergi bersamanya.
"Mari Nona." Ucap Leo sembari membuka pintu mobil
"Kenapa kau ada disini."
"Saya diperintahkan Tuan Dave untuk menjemput anda, katanya anda ingin kerumah sakit."
"Iya benar."
"Baiklah silahkan masuk."
"Aku ingin naik angkutan umum saja." Tolaknya
"Apa anda berencana untuk kabur dari tuan Dave." Tatap Leo dengan tajam
"Tidak, tidak hanya saja aku ingin naik angkutan umum."
"Tidak diperbolehkan Nona maka segeralah masuk kedalam mobil." Perintah Leo dengan tegas
Raina menghembuskan nafasnya dengan kasar, mau tidak mau ia harus menuruti perintah Tuan Muda Sialan itu.
To Be Continue
Hai para Readers, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, Dukung author terus agar bersemangat untuk selalu update episode selanjutnya. Jangan lupa Like, Vote!
dripda terus2 an marah2 mlu..pusing akuutu😆😆
ngpain aja itu pembantu,,😅
Dave.... sabar dikit napaaaaa