Jelita pergi dari rumah dengan membawa pedih dan luka, setelah mendapati kenyataan pahit. Ayahnya telah mengkhianati sang ibu dengan menikahi wanita simpanannya dan membawa wanita itu beserta seorang putri hasil perselingkuhan mereka, yang termasuk saudara tiri Jelita.
Malam dimana Jelita seharusnya mendapat cinta penuh dan tanggung jawab dari Chandra Adi Prama, Nyatanya membuat Jelita makin terluka setelah dengan terang-terangan, Chandra, pria yang dicintainya itu, menyatakan akan menikahi saudara tiri Jelita.
Ditambah lagi dengan sang ibu yang juga telah berpulang ke pangkuan yang maha kuasa, membuat Jelita tepaksa membekukan hatinya.
Hingga jelita pergi membawa luka dan membawa satu-satunya keluarga yang akan menemani jelita selamanya, Membuat hati jelita terasa beku dan enggan mengakui memiliki keluarga.
~Penasaran kisahnya?
Jangan lupa dukung dengan tap love, like, comment and vote yaa....~
Mohon perhatian....
Bagi siapapun yang melihat karya saya di plagiat di aplikasi lain, mohon segera memberi tahu saya.
Kebijakan ini berdasarkan karya saya PESONA ANAK PEMBANTU pernah di plagiat di aplikasi lain dan saya tidak mau mengulangi hal serupa atas cerita ini.
Terima kasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istia akhtar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Mentari bersinar terang. Mengantarkan kehangatan sinarnya untuk di nikmati seluruh semesta.
Hari ini, hari pernikahan Radhi dan Jelita. Pernikahan yang tak mewah, namun cukup untuk membuat semua wanita merasa iri pada Jelita karna telah berhasil mendapatkan Radhi.
Radhi memboyong Jelita jauh dari kota tempat keluarga Nugraha tinggal. Disana, Jelita dan Radhi memulai hidup yang baru. Hidup yang mereka sembunyikan dari keluarga besar Jelita.
Radhi dan Jelita sudah sepakat untuk Radhi tetap bekerja pada keluarga Nugraha. Bukan tanpa alasan. Sebenarnya, Jelita enggan bila suaminya nanti berkaitan dengan keluarga Nugraha. Namun, Radhi tetap bersikukuh tetap bekerja di sana.
Selain gaji yang di terima Radhi cukup besar, Radhi adalah kepercayaan Yusman. Jadi, akan mempermudah Radhi dalam membaca keadaan dan carut marut keluarga Nugraha.
Pun bukan bertujuan untuk membalas dendam sang istri, bukan.
Radhi hanya ingin tetap memantau dan memastikan Yusman baik-baik saja. Terlepas dari semua perlakuan buruk Yusman terhadap sang istri, Radhi hanya ingin berbakti. Itu saja.
Sebagai seorang yang tumbuh dan berkembang tanpa sosok ayah di sampingnya, Radhi sebenarnya sangat merindukan sosok ayah.
Namun sayang beribu sayang.....
Ayah mertua nya sangatlah tak peduli pada istrinya.
Dalam pesta pernikahan itu, Radhi nampak gagah...
Begitu juga dengan Jelita yang terlihat begitu menawan...
Membuat banyak pasang mata, menatap mereka kagum yang tak berkesudahan...
Pesta tidak lah berlangsung megah...
Namun sederhana...
Jika pernikahan mewah adalah impian banyak kaum hawa, begitu juga dengan Jelita.
Beruntungnya Radhi, jelita tak mempermasalahkan semua itu. Bagi Jelita, bisa mendapat suami sebaik hati Radhi yang seperti malaikat, merupakan suatu anugerah tersendiri bagi Jelita.
Mengingat saat ini, Jelita sudah tak memiliki siapapun lagi. Hanya pada Radhi, jelita bersumpah setia akan mengabdikan diri dan menyerahkan cinta dan kepercayaannya segenap hati.
Setelah pesta pernikahan usai, kini keduanya tengah berdua di kamar pengantin Mereka.
Aroma harum taburan mawar dan melati memenuhi ruangan ini. Ditambah sejuknya suhu udara karna gerimis baru saja membasahi bumi.
Jelita bersyukur, meski awalnya ia tak yakin untuk menjadi nyonya Radhi.
Namun pada akhirnya, keraguan itu kini terkikis oleh rasa percayanya.
Jelita bertekad, ia akan mencoba belajar untuk mencintai sang suami. Menyerahkan segala yang ia punya, dan mengabdikan diri seutuhnya pada Radhi.
"Mas...?". Jelita memanggil lembut suaminya. Radhi membalikkan badan guna melihat istrinya.
Senyum merekah di bibir Radhi.
Lesung Pipit, gigi gingsul atas dan gigi bawah yang tak rapi, membuat Radhi terlihat kian menawan di mata Jelita.
Lama-lama, Jelita menyesal karna telah menutup mata, tak mampu melihat pahatan tuhan yang begitu sempurna..... berupa Radhi, suaminya.
"Mau langsung istirahat?".
Radhi menatap lekat istrinya sebelum ia menjawab. Ia mengerti ke arah mana istrinya dalam berkata.
Bukan ingin mengecewakan istri. Namun, Radhi melihat istrinya belakangan ini sering pucat. Kehamilannya yang masih berada di fase trimester pertama, seringkali membuat istrinya lemas dan sering mual.
"Enaknya, aku harus bagaimana?".
"Istirahatlah kalau lelah, mas. Aku.... aku, aku tak akan memaksa".
"Apa kau berfikir aku akan menuntut malam pertama kita?", Tanya Radhi telak tepat sasaran.
Jelita malu, sungguh malu. Hanya bisa memalingkan wajahnya dan berani menatap mata indah Radhi.
"Aku hanya ingin menjalani kewajiban ku sebagai istri. Karna kau telah memenuhi segala kebutuhanku, bahkan sebelum kita menikah". Jawab Jelita sambil menunduk.
Perlahan, Radhi menyingkap pelan Surai rambut istrinya. Begitu lembut dan penuh daya tarik.
"Aku ingin, sungguh aku sangat ingin. Tapi aku tak mau jika aku melakukannya sekarang akan menyakitimu dan anak kita".
Jelita terkesiap. Bahkan di saat kenikmatan di depan mata, Radhi lebih memilih mengesampingkannya dari pada menikmatinya.
Bahkan, janin yang bukan benihnya, Radhi begitu sangat menyayanginya.
Lantas, apa yang kurang dari Radhi Jelita?
"Mas....?", Jelita tercekat.
"Aku menyayangimu, Jelita Ayudya praja Bekti".
Ungkapan itu akan Lita dengar setiap pertemuannya.
'Mama...
Terima kasih telah memilihkanku menantu yang begitu menyayangiku....
Hatiku terasa sejuk, sesejuk embun pagi yang mampu menghalau segala rasa luka berselimutkan perih....
Kala suamimu membuangku dengan begitu hina,
Kala suamimu mencampakkanku demi rumput liar itu,
Kau pilihkan malaikat untukku, mama....
Terima kasih'
Bulir bening nan asin itu.... meluncur begitu saja dari pelupuk mata jelita.
Radhi dengan sigap mengusap pelan air mata itu, tak kan ia biarkan cairan jahannam itu terus mengalir.
Perlahan namun pasti, Radhi mendekatkan wajah nya pada wajah sang istri.
Entah siapa yang memulai, nyatanya, malam pengantin mereka lalui dengan aliran cinta yang begitu syahdu.
Mereka, hanyut dan tenggelam dalam dimensi yang mereka ciptakan sendiri. Menikamati irama syahdu yang mengiringi tarian alam yang mereka wujudkan atas dasar cinta.
*****
Di malam yang sama di tempat yang berbeda, Chandra tengah menatap gusar layar ponselnya. Ia, memaki dan mengeluarkan beribu sumpah serapah pada anak buahnya yang tak berhasil menemukan Jelita.
Dua Minggu berlalu setelah kepergian Jelita, jelita hilang bak di telan bumi. Tak ada satupun petunjuk yang menunjukkan keberadaan Jelita.
Chandra menyesal.
Taukah kau apa yang terjadi?
Seminggu yang lalu, dengan sengaja.....
Radhi mengirim sebuah test kehamilan milik Jelita
Positif.
Beserta laporan kesehatan janin dan laporan dokter tentang usia kehamilannya.
Sebuah paket yang tak tertera nama pengirimnya....
Yang terbesit dalam pikiran Chandra, itu adalah Jelita.
Chandra yakin, Jelita mngandung anaknya.
Saat pertama menjamah tubuh Seorang Jelita, Sebuah fakta bahwa Jelita gadis yang masih suci, Chandra dapatkan. Dan kini, usia kandungannya sudah memasuki usia 11 Minggu.
Chandra yakin, sangat yakin.
Chandra merasa hancur, mengetahui sebuah fakta bahwa gadis yang mencintainya setulus hati, nyatanya kini Chandra campakkan dalam keadaan mengandung benihnya.
Chandra tau, sangat tau...
Jelita pergi tanpa membawa barang ataupun pakaian satu pun.
'Dimana kah kini kau Lita?
Aku merindukanmu....
Seluruh duniaku terasa hancur saat kau pergi... dengan membawa benihku.
Inikah maksudmu dengan pergi membawa bagian dari diriku?
Mengapa kau tak jujur padaku sedari awal...??
Maafkan aku Jelita, maafkan aku kasih...
Bagai petir yang menggelegar menyerang seluruh inti hatiku, aku merasa....
terluka saat kau pergi mninggalkanku'
Batin Chandra histeris.
Sumpah itu....
Chandra bergetar saat mengingat sumpah Jelita di saat pertemuan terakhir mereka.
Bagaimana bila Jelita benar?
Bagaimana bila tak ada seorang wanita pun yang bisa melahirkan keturunan Adi Prama selain jelita seorang?
Chandra semakin kalangkabut.
Jelita pergi d ngan mmbawa calon anak mereka. Dan kini, Jelita pergi tanpa Jejak.
Apa yang harus Chandra lakukan?
Di sisi lain, bagaimana dengan janjinya untuk menikahi putri lain dari tuan Nugraha?
Bukankah ini keputusan Chandra dari awal?
Chandra berharap bisa merubah takdir.
Namun sayang......
Takdirlah yang justru akan mengendalikannya......
🍁🌺🍁