Orang ketiga dalam suatu hubungan tentu saja akan sering dibenci dan tidak disukai banyak orang. Hal ini harus Riki tanggung karena dia mengambil peran ini. Pasalnya, Riki akan disebut-sebut sebagai perusak keharmonisan hubungan asmara antara Sintya dan Adit
Hubungan pertemanan Adit yang sudah berjalan 5 tahun harus kandas, karena kehadiran Riki sebagai orang ketiga dari hubungan Adit dan Sintya .
Awalnya Riki hanya disuruh Mira untuk menjauhi Sintya dari Adit. Tetapi diluar rencananya, Riki pun akhirnya jatuh cinta dengan Sintya.
Bagaimana akhir dari kelanjutan cinta antara Adit , Sintya dan Riki?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febti Sela Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menuju pernikahan yang mendadak
Sehabis pulang dari Bali Sintya terlihat hanya melamun di kamar.
" Sin, kamu gak apa-apa?" tanya Mama Anita.
" Aku gak apa-apa, Ma !" sahut Sintya.
" Riki melamar mu, apa ada sesuatu yang terjadi Sin?" usut mama Anita.
" Tidak, Ma..!! " lesu Sintya yang melamun menatap jendela kamarnya.
" Apa kamu mencintainya?" tanya Mama Anita yang memegang lengan Sintya dan mereka oun saling berhadapan.
Sintya hanya terdiam, dirinya masih syok atas kejadian kemarin.
" Riki sedang mempersiapkan semuanya." ucap Mama Anita.
" Besok pagi kita hanya disuruh bersiap-siap. Apa itu tidak terlalu terburu-buru Sin?" tanya Mama Anita yang masih bingung.
Tanpa banyak bicara, Sintya masih terus melamun memandang ke arah jendela.
Malam hari itu juga orang suruhan Riki membawa gaun pengantin ke rumah Sintya .
Rumah Sintya pun sudah di dekor ala kadarnya. Berkas-berkas untuk pernikahan sudah rapi, dan tinggal diserahkan ke penghulu.
RIKI
Riki pun menelpon kedua orang tuanya yang sedang berada di Singapura. Orang tua Riki pun terkejut, mendengar Riki akan menikah besok.
Mommy Jessica adalah mama Riki, yang tinggal di Singapura bersama ayahnya.
" Oke, besok Mommy akan datang. Jam berapa acaranya sayang. " jawab Mommy Jessica lewat sambungan ponselnya.
" Jam tujuh malam, Mom !" sahut Riki.
" Oke, besok pagi Mommy akan langsung berangkat." jawab Mommy Jessica.
*****
SINTYA
Sintya pun membuka layar ponselnya, terlihat begitu banyak panggilan dari Adit. Sintya bingung harus mengatakan apa kepada Adit.
Sintya masih sangat mencintai Adit, tetapi dia takut Adit marah. Dan tak mau menerima keadaan nya setelah dirinya dihancurkan oleh Riki. Sebab itu, Sintya pun hanya terdiam menerima lamaran Riki .
Pikirannya berkecamuk, ingin rasanya dia mengulang waktu.
" Sin, ada Adit di depan. Dia bingung ada dekor pernikahan. Mama harus jawab apa?" tanya Mama Anita yang berdiri di depan pintu.
Sintya pun langsung menangis sejadi-jadinya. Dia mengatakan semua yang telah terjadi. Sintya bingung harus berbuat apa, dia mengadukan hal yang tidak senonoh itu kepada mamanya.
Mama Anita pun memeluknya dengan erat, sambil berurai air mata. Mengelus pundak Sintya dan mencoba menguatkan hati Sintya. Walaupun hatinya sebagai orang tua telah hancur mendengar pengakuan anak perempuan satu-satunya.
" Sebaiknya kamu temui Adit, dan katakan kamu akan menikah dengan Riki nanti malam. " usul Mama Anita sambil mengusap air mata Sintya yang sudah membasahi pipinya.
" Minta maaf lah kepadanya, bahwa kamu harus meninggalkannya. Adit pasti mengerti dan memahami." ucap Mama Anita.
Lalu Sintya pun keluar menghampiri Adit, dengan mata yang sembab. Adit yang sedang duduk di ruang tamu terkejut melihat mata Sintya yang sudah membengkak. Adit pun memeluk Sintya.
" Kamu tidak apa-apa Sin ?" cemas Adit yang melepaskan pelukannya lalu melihat mata Sintya.
Sintya terus menangis di pelukan Adit, dia tak bisa berkata banyak. Sintya pun menjelaskan semua yang telah terjadi.
Seketika Adit pun menjadi emosi mendengar penjelasan Sintya. Adit ingin menghampiri dan menghajar Riki, tapi langkahnya dihalangi oleh Sintya.
" Sin, aku harus menghajarnya. Sudah kubilang jangan berbuat yang macam-macam. " ucap Adit emosi sambil mengepalkan tangannya.
" Semua sudah terjadi, dia ingin bertanggung jawab. Dan aku pun menerimanya." jawab Sintya dengan wajahnya yang sendu.
" Tapi ada aku Sin, aku bisa menikahimu." kata Adit yang mencoba menerima Sintya dengan keadaan hati yang sudah hancur.
" Seandainya aku menolak lamaran Riki dan memilih untuk menikah denganmu. Maka itu hanya membuatku merasa malu kepadamu." ujar Sintya sambil mengusap air matanya.
" Maafkan aku yang telah menyia-nyiakan amanatmu. Aku telah mengotori cinta kita. " ucap Sintya sambil menangis tersedu-sedu.
" Maafkan aku Dit, dan relakan aku. Aku pun sudah pasrah walaupun aku masih mencintaimu. " tutur Sintya mencoba mengikhlaskan semua yang terjadi padanya.
Adit yang mencintainya selama lima tahun. Namun dengan sangat terpaksa, cintanya harus dihancurkan oleh dedemit belasteran bule.
Lalu Adit pun pulang ke rumah dengan wajah penuh kemarahan.
Waktu menunjukkan pukul lima sore, Sintya pun disuruh berdandan memakai gaun pengantin. Pernikahan mereka hanya dihadiri oleh kedua orang tua Sintya dan orang tua Riki yang baru saja datang dari Singapura. Juga ketua RT setempat yang menjadi saksi pernikahan.
Selepas acara pernikahan, Sintya langsung dibawa ke apartemen Riki. Riki tak ingin berlarut-larut melihat kesedihan Sintya.
RIKI
" Sin, sejujurnya aku sangat mencintaimu. Aku tak menyesal dengan perbuatanku. Justru aku senang sekarang kita sudah menikah." ucap Riki seraya memandang wajah Sintya, dan melihat matanya yang sembab akibat terus menangis.
Sintya pun hanya terdiam membisu, dia tak ingin berbicara sepatah katapun kepada Riki.
" Sudah malam, sebaiknya kita tidur. " kata Riki yang mengajak Sintya untuk tidur bersama nya.
Lalu Sintya pun menuju sofa untuk merebahkan tubuhnya. Seperti yang Riki ketahui, bahwa Sintya adalah tukang tidur. Jika matanya sudah mengantuk, pasti dia akan langsung tertidur. Riki pun tak perlu repot-repot mengajak nya tidur. Apalagi matanya yang sembab, pasti dia akan cepat tertidur tanpa di suruh.
Melihat Sintya yang sudah tertidur pulas, Riki pun menggendongnya ke tempat tidur.
" Sekarang kamu sudah menjadi istriku, aku tak akan memaksamu untuk melayaniku. Tapi aku akan perlahan membuatmu jatuh cinta kepadaku." ucap Riki yang memandang Sintya seraya mengelus pipi nya.
-
-
-
Jangan lupa like dan komen ya! Aku tunggu votenya juga,👍