NovelToon NovelToon
Arsitek Memori

Arsitek Memori

Status: tamat
Genre:Misteri / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:29
Nilai: 5
Nama Author: Wildyan NA

Di kota Neo-Veridia, ingatan bisa diperjualbelikan. Rian, seorang penata memori, menemukan kristal ingatan terlarang yang memperlihatkan dirinya di masa depan—atau masa lalu yang telah dihapus dari otaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wildyan NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran tentang parut luka

Lampu-lampu darurat di laboratorium berkedip merah tak stabil. Suara Leon yang terdengar dari pengeras suara dinding mengalun tenang, sarat akan dominasi yang dingin.

"Kau selalu mengira kau yang memegang kendali, Rian," lanjut suara Leon, diiringi desis statis dari transmisi jarak jauh. "Kau pikir kau melarikan diri delapan tahun lalu karena kehendak bebasmu sendiri? Kau pikir kau berhasil menyembunyikan Inti Kode itu dariku?"

Rian mengepalkan tangannya, berdiri perlahan seraya menopang Maya yang tampak makin lemah. "Aku mengingat semuanya, Leon. Aku mengingat saat kau menembakku di laboratorium ini. Kau mencoba membunuhku!"

Tawa terkekeh terdengar dari balik speaker. "Membunuhmu? Kau adalah kembaranku, Rian. Otakmu adalah separuh dari kunci Proyek Oblivion. Aku tak pernah berniat membunuhmu."

Maya menatap Rian dengan tatapan bingung dan ketakutan. "Rian... apa maksudnya?"

Rian memejamkan mata sejenak, membiarkan ingatan yang baru saja pulih sepenuhnya menyusun kembali potongan-potongan kenyataan yang brutal. Dalam benaknya, ingatan malam berdarah delapan tahun lalu tidak lagi terpotong. Ia melihat sudut pandang yang sebenarnya dari peristiwa itu.

"Tembakan malam itu..." bisik Rian, suaranya parau oleh hantaman kenyataan yang mengerikan. "Peluru itu... tidak diarahkan ke dadaku."

"Tepat sekali, Saudaraku," sela Leon dengan nada puas. "Peluru energi berkaliber rendah itu sengaja kuarahkan menyerempet pipi kirimu. Luka parut itu bukan sekadar bekas cedera, Rian. Itu adalah efek dari *implan pelacak biologis* yang kutanamkan langsung ke dalam jaringan syaraf wajahmu malam itu."

Darah Rian serasa membeku. Ia secara refleks menyentuh pipi kirinya—kulit halus yang selama delapan tahun ini menutupi implan rahasia yang tak pernah ia sadari.

"Selama delapan tahun kau hidup sebagai Archivist lugu di Distrik Bawah, kau bukan sedang bersembunyi," kata Leon, suaranya berbisik tajam melalui speaker. "Kau adalah wadah penyimpanan aman milikku. Aku membiarkanmu menghapus ingatanmu sendiri, membiarkanmu menyimpan Inti Kode di dalam jaringan otakmu, karena aku tahu struktur syaraf manusia adalah satu-satunya tempat yang tak bisa diretas oleh pihak luar."

"Kau memanfaatkan aku..." geram Rian, urat-urat di lehernya menegang. "Kau membiarkan aku menderita, melarikan diri, dan hidup dalam kebohongan hanya untuk menjadikan otak ku sebagai brankas kode"

"Dan rencana itu berhasil dengan sempurna," potong Leon dingin. "Kau baru saja menyatukan seluruh enkripsi Inti Kode ke dalam syarafmu menggunakan alat *Neura-Pulse* itu. Kau telah membukakan pintunya untukku, Rian. Dan sekarang, berkat implan di pipimu, Penjaga Kategori tahu koordinat presisimu detik ini juga."

*BZZZZT—BOOM!*

Pengeras suara mendadak mati saat sinyal frekuensi tinggi memotong aliran listrik laboratorium. Dari balik pintu baja utama yang sebelumnya terkunci, suara dentuman pemotong plasma mulai mengikis lapisan besi. Percikan api membumbung tinggi, menembus kegelapan ruangan.

"Rian... kita harus pergi!" teriak Maya seraya menyambar koper perak *Neura-Pulse*.

Namun Rian berdiri terpaku menatap pantulan dirinya di kaca laboratorium yang retak. Wajahnya yang tanpa cela kini terasa bagai penjara. Selama ini ia mengira sedang berjuang demi kebebasan, tanpa menyadari bahwa setiap langkah pelariannya justru dituntun oleh benang-benang yang ditarik oleh saudaranya sendiri.

"Tidak ada tempat bersembunyi lagi, Maya," kata Rian, matanya memancarkan pendar keemasan dari algoritma yang kini aktif sepenuhnya di dalam dadanya. Ia menyapu darah di wajahnya dan menatap pintu baja yang mulai meleleh. "Leon ingin Inti Kode ini? Kalau begitu, aku sendiri yang akan membawanya langsung ke hadapannya di Sektor Nol."

1
the virtuso
saling support thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!