NovelToon NovelToon
Hidayat Bersaudara

Hidayat Bersaudara

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:678
Nilai: 5
Nama Author: Faris Arjunanurhidayat

Guntur Hidayat dan Ali Hidayat awalnya bersekolah di SMA yang mayoritas dihuni anak orang kaya. Karena keterbatasan biaya, keduanya terpaksa putus sekolah. Mereka lalu membantu kakak tertua mereka, Faris Hidayat — sosok yang disegani, ahli memperbaiki dan memodifikasi motor, serta diam-diam pandai mengembangkan uang lewat saham terindeks. Bersama orang tua mereka, Bapak Wijaya Hidayat dan Simbok Arum Sari, ketiga bersaudara ini berjuang membangun masa depan lewat bengkel kecil mereka. Membuktikan: keberhasilan tidak harus selalu lewat bangku sekolah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faris Arjunanurhidayat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Motor CB Hidup dan Niat Balap Resmi

Sore itu, udara di teras rumah terasa hangat dan damai. Bau wangi kopi dan sisa asap rokok Gajah Baru Kertek masih tercium samar-samar. Bapak Wijaya duduk santai di kursi kayu peninggalan lama, punggungnya bersandar nyaman sambil menikmati angin sore yang sejuk. Tiba-tiba Faris berdiri tegak di hadapan Bapak, wajahnya bersinar bangga dan bahagia, matanya berbinar cerah. Dia mau kasih kabar paling menyenangkan buat Bapak, kabar yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama.

"Pak... Bapak... lihat ke depan sebentar ya," panggil Faris pelan tapi jelas, suaranya penuh rasa syukur.

Bapak Wijaya perlahan menoleh, mengerjapkan mata tuanya. "Ada apa, Nak Faris? Ada kabar bagus lagi ya? Bapak lihat wajahmu cerah sekali sore ini."

Faris tersenyum lebar, lalu menunjuk ke arah halaman depan tempat motor legendaris peninggalan Bapak itu terparkir gagah. Motor Honda CB itu sekarang kelihatan beda banget dari dulu, bersih, kinclong, bodi lurus, dan catnya sudah dikilapkan ulang sampai memantulkan cahaya matahari.

"Pak, motor CB peninggalan Bapak itu udah hidup lagi, Alhamdulillah! Mesinnya sudah sehat, suaranya gembok dan halus, tenaganya padat banget. Bisa dipakai jalan jauh, bisa dipakai kemana saja, siap diajak Bapak keliling-keliling lagi kalau Bapak sudah pulih benar nanti. Syukur Alhamdulillah, semua beres, nggak ada kendala apa-apa," lapor Faris bangga.

Mata Bapak Wijaya langsung berkaca-kaca haru. Dia perlahan bangkit berdiri, berjalan tertatih-tatih didampingi Guntur, mendekati motor tua kesayangannya itu. Dia menyentuh tangki bensinnya pelan-pelan, merasakan dinginnya besi dan halusnya cat baru itu. Ingatan masa lalu langsung berputar kembali, saat dia masih muda, gagah, dan berjuang cari nafkah naik motor ini.

"Ya Allah... hidup lagi ya... hidup lagi..." gumam Bapak parau, senyum bahagia melebar di wajah keriputnya. "Terima kasih ya, Nak. Terima kasih sudah merawat peninggalan Bapak ini sebaik mungkin. Bapak kira motor ini bakal diam saja sampai tua, eh ternyata kamu kasih nyawa baru lagi. Hebat, kamu hebat sekali, Faris."

Faris menundukkan kepala menghormat. "Itu kewajiban saya, Pak. Ini harta paling berharga yang Bapak titipkan, mana berani saya sia-siakan. Mesinnya sudah pas, suku cadangnya sudah kami akali dan pasang semua, sekarang tinggal Bapak yang sehat lagi biar bisa nikmatin naiknya."

Setelah puas melihat motor CB itu, Faris kembali berdiri di depan Bapak, kali ini dia mau bicara soal motor barunya yang unik itu, Honda GL Herk warna Pink yang terparkir gagah di sebelahnya. Dia mau jelaskan niat aslinya, supaya Bapak nggak salah paham.

"Pak... terus ada satu lagi hal yang mau saya omongin, soal motor yang warna Pink itu. Bapak pasti heran ya, kok beli motor warna nyentrik begitu, kok beli motor buat balap liar?" kata Faris membuka pembicaraan pelan-pelan.

Bapak Wijaya mengangguk pelan, menatap motor pink itu dengan tatapan ingin tahu. "Iya, Bapak sempat heran. Dengar Guntur sama Ali cerita, itu motor GL Herk, kencang, tangguh, biasa dipakai anak muda buat adu kecepatan sembarangan di jalanan. Memang iya itu maksud kamu, Nak?"

Faris langsung menggeleng cepat, lalu menatap Bapak dengan pandangan tegas dan jujur.

"Bukan gitu lho, Pak. Memang betul saya beli motor GL Herk itu awalnya buat senjata balap liar, buat jawab tantangan si Bima itu, buat kalahin dia di tempat dia biasa pamer kekuasaan. Tapi percaya deh Pak, itu cuma awalnya aja, cuma langkah awal buat ngajarin dia pelajaran. Tapi niat hati saya jauh lebih jauh dari itu, Pak. Saya nggak mau cuma jago di jalanan sembarangan, saya mau saya dan motor ini bisa masuk ke balap resmi, yang ada aturannya, ada jalannya, ada penyelenggaranya, dan yang paling penting: halal, aman, dan diakui orang banyak."

Faris mendekat, memegang tangan keriput Bapak dengan penuh rasa hormat.

"Pak... saya pengen banget nanti saya bisa ikut ajang balap resmi. Saya yakin, ilmu saya soal mesin, kemampuan saya nyetel motor, sama keberanian saya, bisa saya pakai di sana buat cari rezeki yang lebih besar, lebih terhormat. Kalau di jalanan cuma dapat musuh dan bahaya, tapi kalau di balap resmi, kalau saya menang, nama bengkel kita makin besar, rezeki makin lancar, dan saya bisa buktiin kalau anak lulusan MTs, anak mekanik biasa, bisa jadi juara yang dihargai orang. Minta doanya saja ya Pak... Minta doa Bapak biar niat saya ini lancar, biar saya dikasih jalan, biar saya dikasih kemampuan, biar nanti saya bisa naik ke panggung juara pakai motor ini. Bukan buat pamer, tapi buat banggain nama Bapak, banggain nama keluarga Hidayat."

Bapak Wijaya diam sejenak, matanya menatap tajam ke dalam mata anak sulungnya itu. Dia melihat ketulusan, dia melihat tekad baja, dia melihat ambisi yang mulia bukan ambisi sembarangan. Perlahan, tangan tuanya terangkat, ditaruh di atas kepala Faris, mengusapnya lembut penuh kasih sayang dan doa yang tulus.

"Bapak selalu doain kamu, Nak. Dari dulu sampai kapan pun. Bapak bangga dengar niatmu itu. Balap liar cuma bikin celaka dan susah orang lain, tapi balap resmi itu olahraga, itu keahlian, itu seni. Kalau kamu memang punya bakat, punya nyali, dan punya ilmu, lanjutkanlah. Bapak ridho, Bapak doakan semoga kamu sukses besar di jalan yang benar itu. Kalau nanti kamu jadi juara, kemenangan itu milikmu, milik kita semua, milik doa orang tua."

Bapak menunjuk motor GL Herk warna Pink itu, lalu tersenyum bijak.

"Warnanya pink? Nggak apa-apa, Nak. Justru bagus. Di tengah-tengah motor hitam, merah, atau biru yang biasa itu, motor pink kamu bakal paling kelihatan, paling diingat orang. Nanti kalau kamu lewat atau lari kencang di jalur resmi, orang bakal bilang: 'Itu pembalap dari keluarga Hidayat, yang berani beda, yang jagonya luar biasa'. Warna bukan masalah, Nak. Yang paling penting itu isi hatinya, niatnya, dan kualitas mesinnya. Dan Bapak yakin, tangan kamu bisa bikin motor apa saja jadi yang paling kencang dan paling tangguh."

Faris tersenyum lega dan bahagia luar biasa. Restu Bapak sudah didapat, itu modal terbesar yang dia punya. Di belakang mereka, Guntur, Ali, Ibu Arum Sari, dan si kembar Maya Miya cuma menyimak dengan mata berbinar bangga.

"Terima kasih banyak ya Pak... terima kasih sudah ngerti dan mendukung saya," ucap Faris terharu.

"Sudah, jangan banyak ngomong. Tunjukkan saja lewat kerja kerasmu nanti. Bapak tunggu hari di mana kamu pulang bawa piala kemenangan," jawab Bapak Wijaya tegas dan penuh keyakinan.

Sore itu berakhir dengan semangat baru yang makin membara. Motor CB sudah hidup kembali, motor GL Herk Pink sudah siap jadi legenda baru, dan cita-cita masuk balap resmi sudah mendapat restu tertinggi dari Bapak. Di Gedangan nanti, di tanah sendiri yang masih jadi rahasia itu, Faris Hidayat bakal membuktikan semuanya: dia bukan cuma mekanik jago, tapi juga calon pembalap hebat yang berani bermimpi tinggi dan mewujudkannya satu per satu.

1
falea sezi
semangat nanti q kirim hadiah
falea sezi
author orang mana
FARIZARJUNANURHIDAYAT: Sidoarjo
total 1 replies
falea sezi
bima kn otaknya kosong🤣 cm ngandalin harta orang tua nya aja😒
Ilham
BG jangan gantung gtu cerita nya npa bg
FARIZARJUNANURHIDAYAT: Siap Kak Ilham
😌 Jangan khawatir… cerita ini nggak bakal jadi ,gantungan kunci doang, bakal lurus sampai garis finis persis di lintasan balap Nanti bab-babnya menyusul cepat kok 😂
total 1 replies
Ilham
lanjut bg
Ilham
lanjut bg👍
Ilham
lanjut BG jangan gantung bg
Ilham
lanjut bg
Ilham
lanjut BG cerita dari awal mantap bg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!