NovelToon NovelToon
HEART'S OWNER

HEART'S OWNER

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Balas Dendam
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Mempunyai Mama yang tidak menyayanginya dan dikhianati oleh sang kekasih disaat lagi sayang-sayangnya membuat Belva memilih menjauh dan hidup sendiri tanpa cinta dari siapa pun.

Siapa sangka, Belva menjadi owner skincare sukses dan kaya raya. Disaat kehidupan Belva sudah sangat sempurna, Belva dipertemukan dengan seorang Tentara yang begitu sangat menyebalkan dan selalu membuat Belva darah tinggi.

Akankah Belva kembali menemukan cintanya? Adakah orang yang benar-benar tulus ditengah-tengah kondisi Belva yang sedang dilanda krisis kepercayaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12 Kenyataan Pahit

Keesokan harinya....

Pagi-pagi sekali seperti janjinya, Mario sudah ada di depan rumah Belva. Tidak lama kemudian, Belva keluar dengan wajah yang berseri-seri. “Pagi, cantik!” sapa Mario.

“Pagi juga, ganteng!” sahut Belva membuat Mario tertawa kecil.

Mario membukakan pintu mobil untuk Belva. “Silakan Tuan Putri.”

“Terima kasih.”

Mario langsung menancap gas dan pergi menuju tempat yang sudah direncanakan oleh Mario. “Kita mau piknik ke mana?” tanya Belva penasaran.

“Ada pokoknya, tempatnya indah pasti kamu akan suka,” sahut Mario.

Butuh waktu lumayan lama, hingga akhirnya mereka berdua sampai di sebuah taman yang sangat luas. Taman itu sangat bersih dan ada danau buatan juga. “Wow, indah sekali,” seru Belva.

“Indah ‘kan? Kamu suka?” tanya Mario.

“Suka banget,” sahut Belva dengan mata berbinar.

Mario mengeluarkan tikar dan banyak sekali cemilan dan minuman membuat Belva kaget. “Kamu benar-benar menyiapkannya dengan sempurna,” puji Belva.

“Iya, dong. Biar momen ini menjadi momen yang tidak akan pernah kamu lupakan,” sahut Mario.

Mario menggelar tikar di bawah pohon rindang. Keduanya tampak bahagia, makan dan bercanda-canda. Tidak lupa, Mario juga mengabadikan momen itu dengan Selfi-selfi bersama.

“Terima kasih ya, Mar, sudah mau menjadi orang yang mencintai dan menyayangi aku. Kamu selalu ada disaat aku membutuhkanmu, semoga hubungan kita tetap baik-baik saja walaupun kita harus LDR-an,” seru Belva.

“Aamiin. Aku akan selalu menunggu kepulanganmu,” sahut Mario.

Keduanya duduk dan Belva menyandarkan kepalanya ke pundak Mario. Berat sebenarnya harus pergi dari Negara kelahiran sendiri, tapi demi cita-cita dan masa depannya, Belva harus memberanikan diri. Belva tidak tahu apa yang akan dia hadapi kedepannya, yang jelas sepulang dia dari Korea selatan, dia harus menjadi orang sukses seperti yang diinginkan oleh Papanya.

Menjelang sore, Belva pun mengajak Mario untuk pulang. Dia harus istirahat karena besok pagi-pagi dia akan pergi ke Korea dengan waktu yang tidak bisa dia tentukan. Setelah sampai di rumah, Belva tidak langsung masuk tapi menunggu Mario pergi terlebih dahulu karena dia akan pergi ke suatu tempat.

“Pak Iskak, tolong antar aku,” seru Belva.

“Baik, Non.”

Belva akan pergi ke kantor Irawan, ada sesuatu yang mau dia bicarakan dengan Irawan. Beberapa saat kemudian, Belva pun sampai di kantor Irawan dan beliau sudah menunggu kedatangan Belva. “Silakan duduk, Belva,”seru Pak Irawan.

“Terima kasih, Pak.”

“Ada apa, Belva? Ada yang bisa saya bantu?” tanya Pak Irawan.

“Pak, besok aku mau pergi ke Korea Selatan. Aku akan belajar masalah per-skincarean di sana, aku mau fokus membangun usaha aku dan membuat Formula yang lebih bagus lagi supaya tidak mengecewakan konsumen aku,” jelas Belva.

“Berapa lama kamu tinggal di sana?” tanya Pak Irawan.

“Belum tahu Pak, yang jelas aku juga akan terus memantau usaha aku yang ada di sini. Aku sudah mempunyai kantor sendiri cuma masih kecil dan itu dipegang oleh Dokter Vita, dokter yang aku percaya mengurus usaha aku selama aku pergi tapi aku juga minta tolong sama Bapak untuk ikut memantau usaha aku karena hanya Bapak di dunia ini yang aku percaya,” seru Belva.

“Tenang saja kamu jangan khawatir, semua urusan di sini biar Bapak urus. Kamu fokus saja belajar semoga pulang dari sana kamu menjadi Owner Skincare yang sukses,” ucap Pak Irawan.

“Aamiin. Terima kasih Pak atas do'anya. Oh iya, aku juga minta Bapak awasi Mama aku, aku curiga sama suami baru Mama dia seperti orang jahat dan aku yakin dia tidak benar-benar mencintai Mama,” sahut Belva.

“Baik, Belva.”

Setelah berbincang-bincang, Belva pun pamit pulang. Belva sampai di rumah sudah malam dan menjelang jam makan malam. “Non, mau makan malam?” tawar si Bibi.

“Bi, bisa bawakan makanannya ke kamar, aku lagi ingin makan di kamar,” seru Belva.

“Baik, Non.”

Belva pun segera menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya. “Kak Belva manja banget sih,” kesal Tissa.

“Hus, jangan bicara seperti itu.” Bondan pura-pura menegur Tissa.

“Tidak apa-apa Mas, Belva memang sudah dimanja oleh Papanya sejak lahir makanya dia tumbuh menjadi anak yang manja seperti itu,” sahut Mama Venny.

“Kehidupan Kak Belva enak ya, gak kaya Tissa yang sangat menyedihkan,” seru Tissa dengan wajah yang dibuat sedih.

Venny merasa kasihan, dia pun memeluk Tissa dengan penuh kasih sayang. “Jangan bicara seperti itu, mulai sekarang apa pun yang kamu mau, kamu bilang saja sama Mama nanti Mama pasti akan membelikannya,” seru Mama Venny.

“Beneran, Ma?”

“Benar dong, masa Mama bohong.”

“Terima kasih Mama, Tissa sayang sama Mama,” seru Tissa dengan manjanya.

“Mama juga sayang sama kamu,” sahut Mama Venny.

Venny memang sudah cinta buta kepada Bondan, dia begitu sangat perhatian kepada Tissa padahal Tissa bukan anak kandungnya. Belva yang benar-benar darah dagingnya malah dia abaikan dan sama sekali tidak pernah diperhatikan. Belva sudah bulat akan pergi ke Korea Selatan untuk belajar masalah skincare.

“Pa, Belva akan pergi supaya bisa mengembangkan usaha Belva. Usaha yang dari dulu jadi cita-cita Belva, dan Belva juga akan buktikan kepada Mama jika Belva bisa sukses walaupun tanpa kasih sayang dan dukungan dari dia,” gumam Belva dengan mata berkaca-kaca.

Tidak dipungkiri, jika dia begitu iri dengan anak-anak yang begitu dimanja oleh Mamanya. Sejak kecil, Venny memang acuh tak acuh kepada Belva hanya Papanya yang memberikan cinta sepenuhnya kepada Belva. Belva sempat berpikir, apa salah dirinya kenapa Venny sampai hati mengacuhkan dirinya.

“Aku harus kuat dan mandiri,” gumam Belva memberikan semangat kepada dirinya sendiri.

Belva merebahkan tubuhnya, hari ini dia begitu sangat lelah. Hingga tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Belva pun masuk ke alam mimpinya. Waktu sudah menunjukan tengah malam, Belva terbangun karena merasakan tenggorokannya kering.

“Ya, ampun mana airnya habis lagi,” gumam Belva.

Dengan langkah gontai, Belva pun keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga menuju dapur untuk mengambil air minum. Setelah selesai minum, Belva hendak kembali ke kamarnya tapi dia sekilas melihat ruangan kerja Papanya menyala dan pintunya terbuka sedikit. Belva berjalan perlahan untuk mengintip, takutnya ada orang yang masuk ke dalam ruangan kerja Papanya.

“Mas, bagaimana kalau Belva tahu semuanya? Kita tidak mungkin menyembunyikan masalah ini selamanya,” seru Mama Venny.

Belva mengerutkan keningnya, dia mulai menajamkan pendengarannya untuk mendengar pembicaraan Mama dan suami barunya.

“Kamu jangan khawatir sayang, Belva tidak akan tahu karena kerja orang-orang suruhan kita profesional dan tanpa jejak sama sekali,” sahut Bondan.

“Tapi tetap saja aku takut ketahuan, aku gak mau sampai masuk penjara,” ucap Mama Venny ketakutan.

“Apa yang sudah mereka lakukan?” batin Belva.

“Gak usah takut, tidak ada yang tahu buktinya sampai sekarang Polisi hanya bisa menyimpulkan kalau mobil yang dipakai Ferdi itu kecelakaan murni karena rem blong, padahal mobil Ferdi itu sudah kita sabotase sebelumnya,” seru Bondan.

Jedaarrrr .....

Jantung Belva seakan dihujam ribuan belati saat mendengar kenyataan yang yang sebenarnya. Ternyata Papanya meninggal karena memang disengaja dan yang lebih menyakitkan lagi, pelakunya adalah Mamanya sendiri. Air mata Belva berjatuhan, tubuhnya limbung dan menyenggol kursi sehingga terdengar decitan yang sangat nyaring.

“Siapa itu?” teriak Bondan.

Belva panik, dia dengan cepat berlari dan langsung masuk ke dalam kamarnya lalu menguncinya. Bondan dan Venny keluar, dia celingukan mencari orang tapi mereka tidak menemukan siapa pun. “Jangan-jangan itu Belva,” seru Mama Venny.

Bondan dan Venny berlari menuju lantai dua dan mendapati kamar Belva terkunci. “Kamarnya terkunci, itu tandanya Belva tidak keluar. Terus barusan siapa dong?” tanya Mama Venny.

“Mungkin kucing kali, sudah ah kita tidur sudah larut malam,” ajak Bondan.

Keduanya pun masuk ke dalam mereka. Belva lemas dan duduk di depan pintu dengan deraian air matanya. “Kalian jahat, kalian biadab, ternyata kalian bersekongkol untuk membunuh Papa,” gumam Belva penuh emosi.

Mata Belva memerah menahan emosi, kenyataan pahit ini harus dia ketahui sendiri dan Belva bersyukur karena Allah telah menunjukan semuanya. Tapi sayang, Belva tidak bisa menjebloskan keduanya ke penjara karena dia tidak punya bukti sama sekali. Belva barusan tidak bawa ponsel sehingga dia tidak bisa merekam pembicaraan keduanya.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
ya elah mokondo ..Cemen amat maen nya culik2an
yaniSuryani
wah udah mulai main culik culikan nih,,,,
Abi...iya pasti Abi bisa selamtin Belva
Riasusi
double update kk poppy lanjut 👍😘😘😍
ꪶꫝNOVI HI
belva dalam bahaya
Naysila mom's arga
semoga abi nolongin belva kasihan bgt dia
yaniSuryani
ih...Abi sama Belva tuh vibes nya kaya Kyara dan mas Al gak sih,,, rumahnya saling berhadap-hadapan,,, terus sama² abdi negara yg melindungi cewek kesayangan 🤭🤭
yaniSuryani
tuh mulut rem blong banget ya marMarimar,,,, lihat aja nanti Belva bakalan jauh lebih bahagia hidup sama abangmu 😂
yaniSuryani
si mario otaknya masih belum sampe dikasih kode² kaya gituan,,, tetep aja oon 🤣🤣
yaniSuryani
bahaya nih si Bondan pasti bakalan nekat sama Belva
yaniSuryani
utung sekarang ada mas Abi yg bakalan lindungi Belva
yaniSuryani
uhuuuuuyyyyy kebongkar semuanya 🤣🤣🤣
yaniSuryani
ya pulang naik taxi lagi lah gimana sih,,,,, udah mah datang gak di undang pulang minta di anterin lagi 👻
yaniSuryani
ih kebangeten oonnya Mak Venny 🤭
yaniSuryani
emang beda ya orang yg otaknya waras sama yg goblok 🤭🤭🤭🤭
yaniSuryani
puas banget akuuuuu🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yaniSuryani
ini si Tissa kapan kebongkarnya sih udah gak sabar akuuuu🤣🤣🤣
yaniSuryani
sering² aja kerjasama kaya gini,,, siapa tau jadi cinlok kan ya🤭
yaniSuryani
ketawain si Mario aja terus aku 🤣🤣🤣
yaniSuryani
udah lah Tissa mau segimanapun kamu tetep jauh dibawah Belva 🙄
yaniSuryani
nasib si Mario gimana ya,,, sekarang aja udah mulai ragu sama si Tissa 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!