NovelToon NovelToon
Di Balik Lavender Marriage

Di Balik Lavender Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Terlarang
Popularitas:879
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

‎Ren Damaris, seorang pria tampan dan sukses, memutuskan memilih Edelia Lavendra untuk dinikahi demi menjaga nama baik keluarga dan menutupi rahasia terbesar dalam hidupnya. Edelia terpaksa menerima pernikahan itu untuk membahagiakan kedua orangtuanya.

‎Tetapi setelah menikah, ‎Edelia menemukan fakta yang mencengangkan di balik pernikahannya. Meski begitu, Edelia tak bisa mengakhiri pernikahan itu begitu saja. Ada sesuatu pada diri Ren yang membuat Edelia merasa harus mempertahankan pernikahan itu.

Apa yang membuat Edelia bertahan? ‎Simak kisah selengkapnya dalam Di Balik Lavender Marriage!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Edelia dan Kisah Cintanya

"Ini," kata Ren pada Lia sambil menyodorkan sebuah kartu saat Lia sedang sibuk melepas sabuk pengamannya.

"Hm?"

"Kunci apartemen. Pinnya tanggal pernikahan kita," kata Ren datar. Lia tersenyum sambil menyipitkan matanya.

"Tuan Muda ternyata diam-diam romantis juga," kata Lia sambil mengambil kartu yang disodorkan Ren padanya.

"Saya hanya tidak mau kita sama-sama susah mengingat pin apartemen kita," kata Ren datar. Lia manggut-manggut.

"Apa tidak berbahaya? Itu akan mudah ditebak penjahat," kata Lia.

"Mereka akan lebih tertarik dengan pin m-banking saya daripada pin apartemen," jawab Ren.

"Benar juga!" kata Lia sambil terkekeh. Ren melirik Lia yang tertawa kecil. Ada desir aneh menjalar ke dalam hati Ren.

"Baiklah. Saya turun. Terimakasih sudah mengantar saya," kata Lia lalu turun dari mobil Ren.

"Hati-hati," kata Lia sambil tersenyum sebelum akhirnya menutup pintu mobil Ren dan berjalan masuk ke hotel.

Ren menatap punggung Lia yang berjalan menjauh. Entah mengapa, tiba-tiba saja Ren merasa sepi lagi. Ren menghela napas panjang lalu melajukan mobilnya meninggalkan Hotel Lavendra.

Di dalam hotel, di ruang general manager, Lia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Entah mengapa dirinya merasa begitu lelah sepagi itu padahal tidak melakukan apapun kecuali menggoreng telur untuk sarapan.

"Tok... Tok..."

"Masuk," kata Lia mempersilakan.

Kepala Lidia melongok ke dalam ruangan Lia. Lia memutar bola matanya, malas. Bukan hal yang mengherankan jika Lidia berada disana. Lidia bekerja sebagai kepala bagian sales and marketing di Hotel Lavendra.

"Pengantin baru bukannya bulan madu malah masuk kerja," ledek Lidia.

"Ini namanya pengantin baru anti-mainstream, visioner, melihat realita bahwa kebahagiaan hanya ada dalam cerita dongeng anak-anak," kata Lia. Lidia tergelak.

"Emosi amat pagi-pagi, Buuu? Dapet ya?" tanya Lidia dengan sisa tawa yang ada. Lia menghela napas panjang.

"Akting jadi isteri orang kaya raya memang susah ya? Baru jam segini aja aku udah capek banget," komentar Lia sambil menyandarkan badannya ke sofa.

"Jiaaah akting... Makanya, lo suka beneran aja sama dia biar nggak perlu akting dan menguras tenaga," kata Lidia.

"Kalau itu malah jadi menguras hati dan pikiran, lebih capek lagi. Mending gini aja," kata Lia. Lidia tertawa.

"Eh, siapa tau Tuan Muda beneran suka sama lo, Lia. Kan jackpot tuh!" kata Lidia.

"Sayangnya, Lidia, kita nggak bisa nentuin mau jatuh cinta sama siapa," kata Lia gemas.

"Iya... Iya... Tau... Yang bucin sama..."

"Lidiaaa..."

"Ooppsss... Sorry,"

Lia menghela napasnya lagi.

"Eh, ngomong-ngomong, Kak Radit udah tau belum kalo lo nikah sama Tuan Muda Damaris?" tanya Lidia pada Lia. Lia menaikkan kedua bahunya.

"Kita udah nggak saling menghubungi lagi sejak saat itu," kata Lia. Lidia menghela napasnya panjang.

Lidia tahu bagaimana perasaan Lia pada seorang laki-laki bernama Radit, kakak kelas Lia dan Lidia dari SMP hingga SMA. Lia sudah menaruh hati pada Radit sejak kelas delapan SMP. Mereka kemudian bisa akrab sejak Lia menjadi sekretaris OSIS saat kelas sepuluh. Radit yang merupakan ketua OSIS sering menghabiskan waktu bersama dengan Lia dan beberapa pengurus inti lainnya.

Kedekatan Lia dan Radit berlanjut hingga kuliah. Lia sampai rela menjalani dua perkuliahan demi bisa satu kampus dengan Radit di Fakultas Teknik dan mengambil jurusan Arsitektur Interior.

Lia pikir, selama ini perasaannya bersambut. Radit juga selalu memperlihatkan perhatian lebih pada Lia. Hingga saat hari ulangtahun Lia tiba, Lia mengundang Radit untuk makan berdua agar Lia bisa mengungkapkan perasaannya. Namun, karena Radit pikir undangan itu adalah undangan pesta ulangtahun, Radit mengajak seorang wanita yang kemudian dikenalkan Radit sebagai kekasihnya.

Untuk menutupi kecanggungan waktu itu, Lia segera menghubungi Lidia untuk datang bersama beberapa teman. Akhirnya, ulangtahun yang Lia harapkan akan jadi hari bahagianya, berubah menjadi hari patah hati baginya. Dan sialnya lagi, Lia selalu mengingat kejadian itu setiap tahun, di hari ulangtahunnya.

"Gue rasa, Kak Radit juga merasa bersalah karena udah terlalu perhatian ke lo," kata Lidia. Lia menaikkan kedua bahunya sambil tersenyum.

"Kita nggak bisa nyalahin perasaan orang ke kita, Lid," kata Lia.

"Kak Radit hanya terlalu baik dan nggak bisa bersikap sedikit tegas, apalagi ke cewek. Aku tahu itu," lanjut Lia.

"Dan aku... aku merasa terlena dengan kebaikan dia dan salah mengartikannya sebagai cinta," tutup Lia. Lidia menatap Lia dengan tatapan iba.

Lidia tahu, sahabatnya itu belum pernah lagi jatuh cinta sejak tahu cintanya bertepuk sebelah tangan. Bahkan ketika Lidia berusaha mengenalkannya dengan teman-teman prianya, Lia terlihat tak tertarik sedikitpun pada mereka.

"Aku harus telepon Julio buat nganterin Bumble-beeku kesini," kata Lia sambil merogoh ponsel di saku blazernya.

"Bumble-bee? Lo nggak dijemput Tuan Muda? Atau sopirnya gitu?" tanya Lidia heran.

"DDG itu terletak di belahan bumi lain, Lidiaaa... Mana mungkin aku minta dia jemput? Dan aku sudah jelas menolak tawaran jemputannya, karena buang-buang waktu," kata Lia.

"Sopir? Ada kan? Nona Muda Damaris masa' naik mobil sendiri?" tanya Lidia.

"Heh! Nona Muda Damaris ini bukan nona muda manja ya. Selagi tangan dan kaki masih bisa bergerak normal, apa yang bisa dia lakukan sendiri, akan dia lakukan," kata Lia, bangga.

"Wuiiih... Keren... Keren... Itu baru sahabat gue!" puji Lidia.

"Apa hubungannya sama kamu? Aneh!" tanya Lia sambil terkekeh. Lidia meringis.

"Ya udah. Gue balik ke ruangan gue ya. Ntar makan siang bareng, oke?" kata Lidia sambil beranjak dari duduknya.

"Okeeee," kata Lia sambil sibuk mengetik pesan singkat untuk Julio.

Lia kembali menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa setelah selesai mengirim pesan singkat pada Julio. Ingatan Lia kembali ke pesta ulangtahunnya beberapa tahun yang lalu, hari dimana dia terakhir kali melihat Radit karena setelah itu, Lia memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah Arsitektur Interiornya. Lia tak tahu harus bagaimana bersikap jika bertemu Radit di kampus setelah kejadian malam ulangtahun waktu itu.

Setelah kejadian itu, Radit seolah menyadari perasaan Lia. Radit tak pernah lagi mengirim pesan singkat pada Lia. Bahkan untuk sekedar menanyakan keberadaan Lia yang tiba-tiba absen dari kampus pun, tidak Radit lakukan. Lia jadi tahu apa arti hadir Lia bagi Radit: tidak ada.

Sejak saat itu, Lia berusaha menjadi versi dirinya yang terbaik. Menjadi Nona Lavendra dengan segudang prestasi dalam hotel and resort management serta hotel and resort interior design.

Kini gelar Lia bertambah satu lagi: Nona Muda Damaris. Gelar yang tentu saja mengemban tanggung jawab yang tidak kecil. Meskipun dirinya hanya berpura-pura menjadi isteri yang baik bagi Ren, namun Lia tetap merasa bagian dari keluarga Damaris yang tersohor itu.

'Sampai kapan aku harus menjalani peran isteri yang sempurna?'

***

1
Nanaiko
dari awal aku slalu membayangkan visualisasi Tuan Ren ini adalah Byon woo soek pemeran utama pria di drakor Perfect Crown🤭
Purnamanisa: untuk visualisasi, author serahkan pada imajinasi reader yang budiman 😁😁
total 1 replies
Vivi Zenidar
Good Lia
Vivi Zenidar
semoga Ren sadar.. dia jatuh cinta je Lia
Vivi Zenidar
cerita menarik.... semoga akan banyak yg membaca
Purnamanisa: terimakasih kak 😊😊
total 1 replies
Nanaiko
sabar.. tunggu kelanjutannya besok sore.. sabar..
Nanaiko
Kek lagu Bang Iwan yee Bund😅
Purnamanisa: ide 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
zaa ampuun🙈🙈
Nanaiko
tuh kan.. kalau baca cuma 2 episode itu kurang😅
Purnamanisa: update tiap hari kak 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
nah lho..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!