mira seorang istri dari pandu, mira hanya seorang ibu rumah tangga dulu nya ia bekerja di salah satu perusahaan menjadi staf biasa . tetapi setelah menikah dengan pandu, ia di larang untuk bekerja.
***
pandu dan mira masih tinggal bersama kedua orang tua pandu dan adik nya. ibu nya melarang pandu untuk pergi dari rumah nya, gaji pandu juga kebanyakan ibunya yang ngatur. mira selalu bersabar dengan sikap pandu dan keluarganya. namun saat mira tahu pandu mengkhianatinya dengan tetangga barunya yang berstatus janda. Mira tak lagi memperdulikan pandu, ia juga tidak lagi meminta uang dan mira juga tidak menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rencana buka usaha
Di salah satu cafe, mira sudah duduk dengan tenang sambil menunggu cantika datang. ia memandang ke arah jendeda, dengan tatapan kosongnya.
"kenapa harus gini, padahal aku sudah berkorban banyak mas" batin mira
tak lama kemudian cantika datang, ia melihat sahabat nya melamun memandang ke arah luar.
"jangan melamun, nanti kesambet" celetuk cantika
"astaga, ngagetin. kapan sampek nya? " kaget mira, melihat tika sudah duduk manis di hadapannya.
"barusan, masih mikirin suami dakzal lu itu? " tanya tika
"enggak" jawab mira tersenyum getir
"lu belum sempat cerita kok bisa lu tau jika suami lu selingkuh" ujar tika
Mira menatap ke arah tika, lalu ia cerita awalnya ingin beli token dan menyempatkan beli bakso. bukan bako yang ia dapat namun kenyataan bahwa suami nya sedang bermesraan bersama wanita yang tak lain tetangga nya.
"wahh emang kurang ajar tuh orang, mencoreng nama janda.. sepupu gua aja yang janda , gak kayak tari tari itu. emang gatel tuh kue nya, ihh greget gua. pengen tak oles pakek sambal biar kepanasan" omel tika dengan menggebu gebu
Mira tertawa kecil mendengar omelean sahabat nya.
"terus lu tetep bertahan gitu walaupun sudah tau kalau pandu main belakang? " tanya tika
"gak lah.. gua udah nyerah. gua masih bertahan di sana karena belum punya bukti, buat gugat pandu" jawab mira
"ya juga ya. udahlah.. soal bukti gampang. sekarang ini gimana, kita jadi buka usaha? " tanya tika
"jadi dong. kita buka usaha apa ya yang enak? yang gak butuh biaya banyak" tanya mira
"ehh kutu kupret, yang namanya buka usaha itu pasti punya modal banyak." kesal tika
"modal gua juga gak banyak sih" lanjut tika menggaruk kepalanya yang gak gatal.
"hehehe jangan marah dong, lu kan tau kalau gua hanya punya uang seuprit hasil dari novel. mungkin uang segitu belum cukup. " ujar mira
"gimana kalau kita buat piyama. kita buat sedikit saja. terus kita jual lewat online. " saran tika
"boleh juga. lu ada kenalan tukang jahit gak. ? " tanya mira
"tenang. ada itu mah. yaudah sekarang kita lets go cari kainnya" seru tika
"yukk, terus ikut gua ke mall beli skincare " ucap mira
"wah wah calon janda ini , ternyata mau merubah dirinya. tapi gak papa tunjukin ke pandu itu kalau sahabat gua ini akan kembali glowing" goda tika
"sialan. berarti sekarang gua jelek gitu" kesal mira
"jujur sih iya. lu lebih cantikkan waktu dulu. lebih terawat" ucap polos tika
Mira terdiam , memang betul apa yang di katakan oleh tika. mira yang seorang kulitnya kehitaman dan bajunya agak memudar. Bagaimana ingin merawat diri kalau dirinya tidak diberi nafkah yang bener Oleh suaminya.
Mereka keluar dari cafe menuju taksi , mereka akan mencari toko kain yang bagus dan yang paling penting cantik di kantong.
****
Sedangkan di kantor , pandu. memikirkan perubahan dari sikap mira.
"kenapa aku ngerasa, dia berubah" batin pandu
"apa mira , tahu hubungan ku dengan tari. ahh mana mungkin mira tahu. aku yakin kalau main dengan sangat mulus" batin pandu
Tiba tiba ada notif dari tari
"mass.. kapan kita ketemu. aku kangen lohh" pesan manja dari tari membuat pandu tersenyum. ia membayangkan wajah tari yang manja dan tubuhnya yang sexy di mata pandu.
Bersambung...
...****************...
Hay para kawand kawand jangan lupa di like dan komen ya, biar tambah semangat nulis nya. hehehe. terimakasih sudah membaca