NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Yang Terbuang

Perjalanan Dewa Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Fantasi Isekai
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jun

Zhou Ming, seorang pekerja kantoran di Bumi yang mati karena kelelahan bekerja berlebihan, tiba-tiba terbangun di dunia yang asing—dunia tempat para kultivator bertarung demi kekuatan, umur panjang, dan kedudukan tinggi. Ia masuk ke dalam tubuh tuan muda keluarga Zhou yang terkenal sebagai orang sampah: tidak memiliki akar spiritual, tidak bisa berkultivasi, selalu dihina, disiksa, dan akhirnya dibuang ke Hutan Kematian yang penuh bahaya saat tubuhnya sudah penuh luka parah.

Di saat harapan hampir lenyap, sebuah Sistem Poin Tak Terbatas muncul di pikirannya. Poin yang didapatkan dari setiap tindakan, pencapaian, atau bahkan hal kecil bisa ditukar menjadi segala sesuatu yang diinginkan: batu spiritual, teknik dewa, tubuh sekuat dewa, senjata legendaris, akar spiritual tingkat tertinggi, bahkan langsung menaikkan tingkat kultivasi dalam sekejap.

Dengan pengalaman hidup, pengetahuan, dan barang-barang unik yang hanya ada di Bumi—mulai dari masakan lezat yang bisa meningkatkan energi,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12: Rindu Bumi, Hadiah Mainan dari Dunia Lain

Malam itu, setelah Yue’er tertidur pulas di kamar tidurnya yang nyaman, Zhou Ming duduk sendirian di tepi kolam air spiritual. Suara gemericik air yang lembut terdengar menenangkan, cahaya samar berkilauan di permukaan air, dan udara di sekitarnya terasa damai sekali.

Namun di tengah ketenangan itu, rasa sepi tiba-tiba menyelinap di hatinya. Ia menatap langit-langit gua yang terang oleh lampu listrik, lalu pandangannya jatuh pada semua benda yang ada di sekelilingnya: panel surya, kulkas, AC, perabotan, bumbu masakan… semuanya berasal dari Bumi, dunia asalnya yang sudah ia tinggalkan jauh-jauh.

Rasa rindu yang dalam tiba-tiba menyeruak di dadanya. Ia rindu udara kota yang ramai, rindu suara kendaraan, rindu pemandangan laut dan pegunungan yang biasa ia lihat, rindu makanan jalanan, rindu semua hal kecil yang dulu ia anggap biasa saja. Di dunia kultivasi ini, meskipun ia sudah punya kekuatan besar, tempat tinggal nyaman, dan orang yang harus dilindungi, ia tetap merasa seperti orang asing yang hidup di tanah orang lain.

“Entah bagaimana keadaan di sana sekarang… apakah keluarga, teman-teman, dan semua orang yang aku kenal masih baik-baik saja? Apakah mereka tahu aku sudah tidak ada di sana lagi?” gumam Zhou Ming pelan, suaranya penuh rasa haru dan kerinduan yang mendalam.

Ia menghela napas panjang, lalu mengusap wajahnya. Ia tahu, rasa rindu ini tidak akan hilang dengan mudah, tapi setidaknya… ia bisa membawa sedikit kehangatan dan keindahan dari Bumi ke sini, ke dunia yang asing ini.

Pikirannya tiba-tiba tertuju pada Yue’er. Gadis itu masih berusia muda, jiwanya polos dan lembut, baru saja bangun dari tidur panjang ratusan tahun. Ia belum pernah merasakan masa kanak-kanak yang bahagia, belum pernah bermain, belum pernah memiliki barang miliknya sendiri. Selama hidupnya, ia hanya hidup di gua yang gelap atau tidur panjang, tidak ada kebahagiaan masa kecil yang pantas ia dapatkan.

Mata Zhou Ming yang tadinya penuh kerinduan kini berubah menjadi lembut dan hangat.

“Benar… Yue’er masih kecil. Dia pantas mendapatkan kebahagiaan, pantas memiliki masa kecil yang indah. Aku tidak bisa memberinya dunia Bumi yang asli, tapi aku bisa memberinya semua hal menyenangkan dari sana lewat sistem ini.”

Zhou Ming segera bangkit berdiri, rasa rindunya sedikit teralihkan oleh niat baik itu. Ia langsung memanggil tampilan Toko Sistem di dalam pikirannya, lalu masuk ke kategori Barang Dunia Lain → Mainan & Barang Hiburan.

Begitu halaman itu terbuka, ribuan jenis barang langsung muncul di hadapannya, berwarna-warni, indah, dan beragam jenisnya—semua barang yang biasa dimiliki dan dimainkan anak-anak di Bumi. Zhou Ming tersenyum lebar, lalu mulai memilih satu per satu barang yang paling cocok dan menyenangkan untuk Yue’er.

Ia memilih dengan teliti, memastikan semuanya aman, indah, dan akan disukai oleh gadis polos itu:

✅ Boneka Beruang Besar Berbulu Lembut – 8 Poin

Berwarna cokelat lembut, ukurannya sebesar badan Yue’er, bulunya halus sekali, sangat nyaman dipeluk saat tidur.

✅ Set Boneka Cantik dengan Pakaian Lengkap – 12 Poin

Boneka wanita cantik dengan wajah indah, rambut panjang, dan puluhan setelan baju, gaun, sepatu, serta aksesoris yang bisa diganti-ganti sesuka hati.

✅ Balok Susun Warna-warni Besar – 7 Poin

Balok berwarna cerah, aman, bisa disusun menjadi rumah, istana, menara, atau apa saja sesuai imajinasi.

✅ Buku Cerita Bergambar & Buku Dongeng – 10 Poin

Berisi ratusan cerita indah, bergambar penuh warna, tulisannya jelas, sangat cocok untuk dibaca dan dipelajari.

✅ Alat Gambar Lengkap: Kertas, Pensil Warna, Krayon, Kuas & Cat Air – 9 Poin

Semua perlengkapan untuk menggambar dan melukis, warnanya cerah dan indah.

✅ Bola Warna-warni, Gasing Putar, Boneka Binatang Kecil – 6 Poin

Berbagai mainan kecil yang menyenangkan dan mudah dimainkan.

✅ Tenda Bermain Bentuk Istana Cantik – 15 Poin

Tenda kain yang indah, berbentuk seperti istana peri, bisa dipasang di dalam ruangan, tempat yang nyaman untuk bermain dan bersembunyi.

✅ Kotak Musik Putar dengan Lagu Indah – 8 Poin

Saat dibuka, akan memutar lagu yang lembut dan menenangkan, di dalamnya ada patung kecil yang berputar cantik.

Total yang dibutuhkan hanya 75 poin, sangat murah, tapi semua barang itu adalah hal yang paling berharga dan menyenangkan bagi seorang anak kecil.

Zhou Ming langsung menukarkan poinnya, dan seketika itu juga, tumpukan barang berwarna-warni, indah, dan cantik muncul menumpuk rapi di tengah ruang tengah gua. Ia segera menyusun semuanya dengan rapi, memasang tenda istana di sudut ruangan, menata boneka, buku, dan alat gambar di atas meja kecil yang sudah ia siapkan.

Setelah semuanya siap, Zhou Ming kembali ke kamar Yue’er, membuka pintu pelan-pelan. Gadis itu sudah bangun, sedang duduk di tepi tempat tidur sambil menyisir rambut panjangnya dengan tangan, wajahnya tampak sedikit bosan dan ingin tahu.

Begitu melihat Zhou Ming masuk, Yue’er segera tersenyum cerah, matanya berbinar.

“Kakak Zhou Ming! Selamat pagi!”

Zhou Ming tersenyum balik, lalu mengulurkan tangannya.

“Selamat pagi, Yue’er. Ayo ikut aku, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu.”

Wajah Yue’er penuh rasa penasaran. Ia segera turun dari tempat tidur, memegang tangan Zhou Ming yang hangat dan besar, lalu berjalan keluar bersamanya.

Saat pintu ruang tengah terbuka lebar, mata Yue’er langsung membelalak lebar sampai batas maksimal, mulutnya sedikit terbuka karena kaget dan takjub.

Di depannya, ada tumpukan barang berwarna-warni yang indah, ada istana kain yang cantik, boneka-boneka yang lucu dan cantik, buku bergambar yang cerah, dan banyak benda lain yang sama sekali belum pernah ia lihat atau bayangkan sebelumnya. Cahaya lampu menyinari semuanya, membuatnya tampak bersinar indah bagaikan harta karun peri.

“Ini… ini apa ini…??” suara Yue’er gemetar karena kaget dan gembira, matanya berkaca-kaca penuh rasa haru.

Zhou Ming tersenyum lembut, lalu mendorongnya perlahan mendekat.

“Ini semua untukmu, Yue’er. Ini namanya mainan, barang-barang untuk dimainkan, untuk bersenang-senang, untuk membuatmu bahagia. Semuanya milikmu sendiri, boleh kamu pakai, kamu simpan, kamu lakukan apa saja sesuka hatimu.”

Yue’er tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Ia berjalan perlahan mendekat, lalu dengan hati-hati menyentuh boneka beruang besar yang berbulu lembut itu. Saat bulu yang halus dan hangat itu menyentuh tangannya, ia langsung merasa nyaman sekali. Ia memeluk boneka itu erat-erat, wajahnya ditekan ke bulu yang lembut itu.

“Lembut sekali… hangat sekali…” bisiknya dengan suara manja dan bahagia.

Ia kemudian melepaskan pelukan, lalu berlari kecil ke arah boneka cantik, menyentuh gaunnya yang halus, melihat mata boneka yang berkilau indah. Lalu ia melihat buku cerita bergambar, membuka halaman pertamanya, dan matanya langsung terpaku pada gambar-gambar indah di dalamnya.

“Wah… indah sekali… gambarnya bagus sekali…” serunya dengan suara penuh kekaguman.

Ia berlari ke sana kemari, menyentuh dan melihat satu per satu barang itu, setiap kali melihat benda baru, ia akan mengeluarkan suara kekaguman yang manis. Wajahnya yang cantik bersinar cerah, pipinya merah merona, matanya berbinar seperti bintang paling terang di langit malam. Rasa bahagia yang murni dan tulus memenuhi seluruh hatinya.

Zhou Ming berdiri diam di dekat pintu, melihatnya dengan senyum hangat di wajahnya. Melihat Yue’er yang bahagia dan ceria seperti ini, rasa rindu dan kesepiannya tadi perlahan hilang digantikan oleh rasa hangat di dada.

Tiba-tiba Yue’er berhenti bergerak, lalu berbalik badan, berlari cepat ke arah Zhou Ming, dan langsung memeluk erat pinggangnya dengan kedua tangannya yang kecil. Wajahnya ditekan ke dada Zhou Ming, suara manisnya terdengar penuh rasa terima kasih yang mendalam.

“Terima kasih, Kakak Zhou Ming… Terima kasih banyak… Ini pertama kalinya aku punya barang milikku sendiri… pertama kalinya aku melihat hal-hal seindah ini… Aku sangat bahagia… Sungguh, aku sangat berterima kasih padamu…”

Suaranya sedikit tergetar, ada rasa haru dan bahagia yang bercampur menjadi satu. Selama ratusan tahun hidupnya, baru kali ini ia merasakan kebahagiaan yang seindah dan sehangat ini.

Zhou Ming mengusap kepala dan rambut panjang Yue’er dengan lembut, nadanya penuh kasih sayang.

“Tidak perlu berterima kasih. Selama aku ada, aku akan berusaha memberimu semua kebahagiaan yang pantas kamu dapatkan. Kamu masih kecil, kamu pantas bermain, pantas bahagia, pantas memiliki semua hal indah di dunia ini.”

Yue’er mengangguk kuat sambil masih memeluknya erat. Setelah puas memeluk, ia melepaskan pelukannya, lalu menarik tangan Zhou Ming dengan antusias.

“Kakak! Ayo main bersamaku! Ayo susun balok ini! Ayo lihat buku cerita ini sama-sama! Aku mau Kakak main bersamaku!”

Zhou Ming tertawa kecil, lalu mengangguk setuju.

“Baiklah, baiklah. Aku akan main bersamamu hari ini, sepuasnya.”

Siang itu, di dalam gua yang hangat dan nyaman itu, terdengar suara tawa ceria dan riang Yue’er yang bergema di mana-mana. Suara itu manis, jernih, dan penuh kehidupan, membuat suasana gua yang tadinya sunyi menjadi hidup dan hangat.

Mereka menyusun balok menjadi istana tinggi, menggambar di atas kertas, mengganti baju boneka, membaca buku cerita bergambar bersama-sama, dan bermain sampai Yue’er lelah dan pipinya memerah karena terlalu banyak tertawa.

Di sela-sela waktu bermain, Yue’er bertanya dengan polos sambil memegang bola warna-warni di tangannya:

“Kakak… barang-barang ini sangat indah, sangat menyenangkan… Dari mana Kakak dapat semuanya? Apakah ada tempat ajaib yang penuh barang indah seperti ini?”

Zhou Ming tersenyum sedikit, menatap langit-langit gua sejenak, lalu menjawab lembut:

“Iya. Barang-barang ini berasal dari tempat yang jauh sekali, tempat asalku dulu. Di sana, banyak sekali hal indah, hal menyenangkan, makanan enak, dan pemandangan yang luar biasa indah. Tempat itu bernama Bumi.”

Mata Yue’er berbinar penuh rasa ingin tahu.

“Bumi…? Nama yang indah sekali. Apakah tempat itu lebih indah dari tempat tinggal kita ini?”

Zhou Ming mengangguk perlahan, nada bicaranya penuh kerinduan.

“Iya. Sangat indah, sangat nyaman, sangat ramai. Di sana ada laut luas yang biru, ada pegunungan hijau yang tinggi, ada kota yang terang benderang, ada banyak orang yang hidup bahagia bersama-sama. Aku… sangat rindu tempat itu.”

Melihat wajah Zhou Ming yang sedikit sedih, Yue’er segera meletakkan bola di tangannya, lalu kembali memeluk lengannya erat-erat, wajahnya menatap Zhou Ming dengan pandangan lembut dan pengertian.

“Kakak rindu rumahnya ya? Tidak apa-apa… Kalau Kakak rindu, Yue’er akan menemani Kakak. Di sini sekarang sudah jadi rumah Kakak juga, kan? Kita sama-sama tinggal di sini, sama-sama bahagia. Nanti… kalau ada kesempatan, kita bisa pergi ke sana melihat tempat itu sama-sama ya?”

Kata-kata polos dan tulus itu langsung menyentuh hati Zhou Ming. Ia menatap gadis kecil di sampingnya dengan rasa haru yang besar, lalu mengangguk kuat.

“Iya. Benar sekali. Di sini sekarang adalah rumahku juga. Dan suatu hari nanti… kalau ada kesempatan, aku akan membawamu pergi ke sana, melihat semua keindahan tempat asalku itu bersamamu.”

Wajah Yue’er kembali cerah bersinar.

“Janji ya?!”

“Janji.”

Hari itu, Zhou Ming tidak hanya memberikan mainan dan kebahagiaan untuk Yue’er, tapi Yue’er juga tanpa sadar telah memberikan ketenangan dan penghiburan untuk hatinya yang sedang rindu dan kesepian. Di tengah dunia yang asing ini, mereka berdua saling menjadi keluarga, saling melengkapi, dan saling menjaga satu sama lain dengan sepenuh hati.

1
verto
10 poin lagi dari mana? kan hargnya 20
Bang Jun: Aduh maaf kak,kesalahan dan kelalaian autor.maklum baru belajar nulis🙏,sebagai ganti nya,ke depan autor akan perbaiki lebih baik lagi.juga mohon dukungan dari para sahabat ya,kita usahakan tembus 300 episode kalau ramai tidak nutup kemungkinan 500 sampai 800 episode💪.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!