NovelToon NovelToon
Istriku Mengubah Hidupku

Istriku Mengubah Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ramirisss

Arka adalah Userator biasa yang belum Awakening, ia bekerja sebagai kuli bangunan. Tiba-tiba dinikahkan dengan seorang gadis bernama Sisil untuk melunasi hutang Ibunya.

Siapa sangka setelah menikah—Arka malah Awakening, kekuatannya meningkat.

[Bahagiakan Istrimu untuk mendapatkan banyak keuntungan dan meningkatkan kekuatanmu!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramirisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27 Kegilaan Sisil

​Ruangan bawah tanah itu terasa laksana sebuah kuburan massal yang terisolasi dari peradaban. Bau tanah yang lembap, karat besi yang membusuk, serta hawa dingin yang mencekam menusuk hingga ke tulang.

Di tengah ruangan, di bawah pendar remang-remang dari sebiji lampu pijar kuning yang berkedip tidak stabil, pria tua gendut dan Ibu tiri Sisil terikat sangat kuat pada dua kursi kayu tua.

​BYUUURRR!

​Tanpa ada aba-aba, Julius dan Sera menyiramkan seember air es murni ke wajah kedua tawanan tersebut. Sontak, pria gendut dan Ibu tiri itu tersentak terbangun dengan napas yang memburu hebat laksana tercekik.

 Ibu tiri Sisil langsung mencoba berteriak, namun suaranya hanya berupa erangan tersumbat yang panik karena mulutnya telah disegel mati menggunakan lem perekat khusus oleh Sera.

​"Ugh... K-Kau... Beraninya kau menculikku!! Kau tidak tahu siapa aku?!" teriak pria gendut itu gila, matanya melotot panik menatap sekeliling sebelum pandangannya terkunci pada sosok Sisil yang berdiri anggun di hadapannya.

​"Hmm!!.. Hmmm!!" Sang Ibu tiri meronta-ronta di atas kursinya, air mata kepanikan mulai merusak riasan wajahnya yang menor.

​Sisil melangkah perlahan dengan ketukan sepatu hak tingginya yang berirama konstan.

 Ia berjalan mendekati kursi sang Ibu tiri, lalu dengan satu gerakan dingin, tangan mungilnya menjambak kuat-kuat rambut wanita paruh baya itu hingga kepalanya mendongak ekstrem ke atas.

​Sisil mengulas seulas senyuman manis yang sangat cantik namun memancarkan aura kematian yang pekat.

"Ibu... tunggu dulu ya. Tenang saja, nanti pasti ada giliran khusus untuk Ibu. Jadi, jangan berisik dulu," bisik Sisil teramat lembut di dekat telinga ibunya, sebelum melepaskan jambakannya secara kasar hingga kepala wanita itu terayun lemas.

​Sisil kemudian membalikkan tubuhnya, melangkah anggun menghampiri pria tua gendut yang tubuhnya sudah gemetaran menahan tak berdaya.

​"Hey, Pelacur Kecil! Segera lepaskan aku sekarang juga! Kau benar-benar tidak tahu siapa sosok yang sedang kau usik ini, hah?!" teriak pria gendut itu, mencoba mengembalikan harga dirinya yang runtuh.

​Sisil memiringkan kepalanya sedikit dengan ekspresi wajah yang sangat polos laksana anak kecil. "Hmm, tidak tahu. Memangnya... kamu itu siapa?"

​Pria gendut itu mendengus angkuh, mengira gertakannya berhasil. "Heh! Aku adalah orang kaya raya pemilik utama dari perusahaan tambang terbesar! Dan aku memiliki banyak koneksi petarung elit di benua ini! Asal kau tahu, saudaraku bernama Andra, dia adalah seorang Userator 6 Stars tertinggi di wilayah Indonesia ini! Jika dia tahu aku disentuh olehmu, kau akan dicincang hidup-hidup!"

​Mendengar ancaman besar tentang nama 6 Stars tersebut, Sisil tidak menunjukkan riak ketakutan sedikit pun di wajahnya. Ia justru menutup mulutnya, melepaskan suara kekehan manja yang menggemaskan. "Ohh... takutnya~"

​"Jika kau pintar, lebih baik sekarang juga kau lepaskan ikatan ini! Lalu berlututlah di bawah kakiku dan jadilah hewan peliharaan baruku, maka aku akan mempertimbangkan untuk mengampuni nyawamu yang tidak berharga itu!" ucap pria itu makin sombong, matanya kembali menatap tubuh Sisil dengan pandangan jelalatan penuh nafsu kotor.

​Sisil menatap mata menjijikkan itu dengan pandangan datar yang sangat dingin. "Tapi... aku sudah punya suami. Nama suamiku Mas Arka."

​Pria gendut itu tertawa terbahak-bahak, meremehkan. "Tidak masalah! Tinggalkan saja suamimu yang miskin itu! Aku pasti jauh lebih kaya raya darinya dan aku berani menjamin bisa lebih membahagiakanmu dan memuaskanmu!"

​Sisil terdiam sejenak, melangkah satu jengkal lebih dekat hingga ujung sepatunya bersentuhan dengan kaki pria itu. "Benarkah... kamu mau membahagiakanku?"

​"Tentu saja! Aku selalu sangat memanjakan dan menyayangi wanitaku!" pria itu menyeringai mesum, merasa di atas angin.

​"Kalau begitu... aku mau mengambil kebahagiaanku sekarang dari tubuhmu," ucap Sisil dengan nada suara yang teramat manis.

​"Tenang saja, Cantik! Aku akan memberikanmu apa saja yang kamu mau setelah ini! Mobil mewah, perhiasan berlian, uang melimpah, semua pasti akan kuberikan demi membuatmu bahagia!" seru pria itu bersemangat.

​"Kalau begitu..." Sisil perlahan mengangkat tangan kanannya yang sudah dilapisi oleh sarung tangan karet tipis. Ia memosisikan jari telunjuk dan jari tengahnya yang runcing tepat di depan kelopak mata pria tua gendut itu.

​Pria gendut itu mendadak merinding, firasat buruk menghantam otaknya. "A-Apa... Apa yang ingin kamu lakukan dengan jarimu itu?" tanya pria itu bingung sekaligus panik.

​Sisil mengulas senyum paling indah yang pernah ia miliki. "Ini adalah bentuk kebahagiaanku... yaitu membuatmu tidak akan pernah bisa melihat tubuhku lagi dengan tatapan nafsumu yang menjijikkan itu."

​CRRAKKK!!!

​Tanpa ada kedipan mata atau keraguan sepeser pun, Sisil menghujamkan kedua jarinya kuat-kuat masuk merobek rongga mata pria tua gendut itu hingga ke dasar saraf terdalamnya.

​"ARRRRGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!"

​Jeritan histeris yang luar biasa menyakitkan meledak dari mulut pria gendut itu, menggema gila meruntuhkan kesunyian ruangan bawah tanah.

Tubuhnya yang tambun kejang-kejang di atas kursi kayu, meronta ekstrem saat Sisil dengan santai menarik kembali jemarinya, membawa keluar dua buah benda berbentuk bulat yang berlumuran darah murni dari dalam wajah pria itu.

​"Sakit!! Sakit setengah mati!! Tolong aku!!! Siapa pun tolong aku!!!" raung pria itu dengan suara melengking pecah.

Kedua matanya kini hancur total, menyisakan dua lubang hitam yang terus mengalirkan darah segar dalam jumlah masif.

​Ibu tiri Sisil yang menyaksikan adegan itu dari arah samping seketika didera ketakutan yang luar biasa mengerikan.

Seluruh tubuh wanita tua itu bergetar hebat laksana diguyur es, tatapan matanya melotot horor menyaksikan bagaimana anak tiri yang dulu ia siksa dan ia manfaatkan, kini menjelma menjadi monster yang memegang dua bola mata manusia dengan senyum tanpa dosa.

​"Wanita gila!! Kau benar-benar iblis gila!!" teriak pria itu meratap di tengah kegelapannya.

​Sisil mengabaikan makian itu. Dengan gerakan santai, ia mengayunkan kaki kanannya, menghantamkan ujung sepatu hak tingginya yang tajam tepat ke arah selangkangan pria tua gendut itu dengan kekuatan penuh secara bertubi-tubi.

​BRAK!

​"ARRRRGGGHHHH!!!"

​"Sudah cukup!! Ahhh!! Ampuni aku!! Aku mohon ampuni nyawaku!!" Pria itu melolong histeris, menangis darah sembari menahan rasa sakit ganda yang menghancurkan kesadarannya.

​Sisil tertawa lepas, tawa bahagia yang sangat renyah menyerupai melodi indah di tengah neraka. "Kenapa memohon ampun? Katanya tadi kamu ingin membuatku bahagia? Ini adalah bentuk kebahagiaanku yang sesungguhnya, ahahaha~"

​Sera kemudian melangkah maju dari balik bayangan, membawa sebatang besi panjang silinder yang memiliki bolongan khusus di bagian tengahnya. Ujung besi itu telah dibakar menggunakan api magis tingkat tinggi hingga warnanya berubah menjadi merah kekuningan yang membara membakar udara sekitar.

​"Ini Nyonya, silahkan," ucap Sera, menyerahkan gagang besi panas itu kepada Sisil.

​Sisil menerima besi membara tersebut, matanya berbinar puas melihat hawa panas yang mengepul dari ujung logam. "Buka celananya," perintah Sisil datar.

​Sera mengangguk patuh, dengan cepat merobek dan membuka celana milik pria tua gendut itu hingga tak menyisakan apapun.

​"To-Tolong berhenti... Ampuni aku... Aku bersumpah akan memberikan apa saja yang kau mau! Rumah, saham, perusahaan, ambil semuanya! Tolong jangan lakukan hal mengerikan itu lagi!" teriak pria itu, tangannya yang terikat bergetar gila saat kulit paha bagian bawahnya mulai merasakan hawa panas yang mendekat.

​Pria itu mulai sadar sepenuhnya bahwa bagian terpentingnya hendak dieksekusi. "A-Apa yang ingin kau lakukan?! Tidak!! Jangan lakukan apapun lagi padaku!!" teriaknya histeris.

​Dengan sisa tenaganya, pria gendut itu meronta ekstrem ke samping, mencoba melarikan diri hingga membuat keseimbangan kursi kayunya runtuh.

 BRRAAAK! Tubuh tambunnya terjatuh bersama dengan kursi kayu, membuatnya kini terbaring mengenaskan di atas lantai beton dengan posisi tubuh yang masih terikat kuat pada kursi.

​"Tolong jangan lagi! Ampun, ampun!! Aku mohon!!" raungnya penuh dengan ketakutan, menangis sejadi-jadinya di atas lantai dingin yang bersimbah darahnya sendiri.

Bersambung..

1
Sarah
Nah... aku mulai agak-agak takut nih. Takutnya lama-lama dia ngebahagiain istrinya karena sistem doang karena dia mendapat keuntungan.
Jacky Hong
saran thor
klo bsa ceritanya jgan terlalu lma ke yg lain
fokus ke arka aja kan dia MC
klo ke yg lain sebisanya agak dipersingkat
gitu aj dan ceritanya bagus kok
semangat buat ceritanya thor
tak kasih kopi 1👍
Arts: hemm, protagonisnya ada Arka dan Istrinya Sisil.. jadi pasti ada bagian Sisil juga, karena gak mungkin cuma jadi pajangan doang istrinya. kalo ke karakter lain aku juga usahakan singkat wkwk
Makasih sarannya ya, makasih juga udah baca
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
♥️♥️
penggemar_Uangkecil?!
♥️
penggemar_Uangkecil?!
♥️♥️
penggemar_Uangkecil?!
♥️
Qxz
Rajin Rajin Up Thor, udah Ku Like + Kasih Kopi ni/Grin/
Qxz
buset langsung dapat bini njer/Skull/
Qxz
buset bibi nya kalau nyindir tajem banget ya kayak silet/Skull/
Qxz
baguss banget penulisannya/Drool/, wah bisa belajar banyak nii
Destuto Rastra Ekatama
crazy up thor
Sarah
Berarti Arkana sebenarnya baru lahir tahun ini. Gen Beta dia~ 😌
Arts: wkwk bener juga
total 1 replies
Destuto Rastra Ekatama
lanjuttt
Arts: lagi di usahakan
total 2 replies
Destuto Rastra Ekatama
lanjutttt
Arts
Gimana ceritanya sejauh ini? jangan lupa kasih komen ya.. kalau bisa rating juga ya
Destuto Rastra Ekatama
lanjutt thor ampe tamat
Arts: siap, makasih udah baca
total 1 replies
Eclipse
Mantappp
Arts: makasih dah sering mampir kak
total 1 replies
Schauven
baiknya pakai nyonya aja thor. nona biasa dipakai buat perempuan yang belum nikah
Arts: oke, makasih udah koreksi
total 1 replies
Schauven
Ini beneran istriku sumber keberuntunganku sih
Schauven
Heh😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!