Zavier terpaksa harus mencari seorang wanita untuk di jadikan istri secepatnya, karena di paksa oleh sang kakek yang sedang sakit parah. Sebagai seorang pewaris tunggal dirinya di tuntut oleh sang kakek untuk memiliki istri di usianya yang ke 27 tahun, hal ini membuat Zavier hampir gila.
Sementara itu di sisi lain, Sofia yang baru saja kehilangan sang papa, kini menjadi yatim piatu hidup menderita di tangan mama dan adik tirinya. Namun sebuah teragedi tak terduga terjadi, mama tiri Sofia tiba-tiba menjual Sofia kepada seorang laki-laki tua demi uang. Namun pada akhirnya hal ini malah membuat jalan bagi Sofia bertemu dengan Zavier.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Hal ini tentu sudah cukup membuat mereka tau kalau Sofia memang benar-benar membutuhkan bantuan.
"Tuan, bisakah kalian biarkan saja aku pergi dari sini? Aku bisa mengurus diriku sendiri," kata Sofia lagi sangking tidak mau nya kembali ke kelaurga tirinya.
"Kenapa? Bukan kah kau anak orang kaya? Papa mu adalah Afdan Amores, kau juga punya mansion kan," ucap Zavier angkat bicara.
"Tidak, aku tidak punya apa-apa lagi, mereka telah merebut semuanya dari ku, mereka bahkan menjual ku, karena itu aku tidak akan pernah kembali lagi ke mansion, tidak akan," jawab Sofia masih dalam keadaan bersimpuh.
Terlihat jelas wajah takut di selimuti rasa trauma di diri gadis mungil itu, hal ini membuat Glen iba.
"Aku mohon biarkan aku pergi," kata Sofia lirih.
"Dengan keadaan seperti ini, kau mau pergi ke mana?" tanya Zavier dengan tatapan menusuk nya.
"Aku akan pergi ke rumah tuanangan ku, aku hanya punya dia sekarang sebagai satu-satunya orang yang mungkin bisa membantu ku, untuk tuan berdua terima kasih sudah menyelamatkan ku dari laki-laki tua itu," jelas Sofia dengan polos nya.
Seketika Zavier mengerutkan keningnya, wanita yang ancang-ancang hendak dia jadikan istri kontrak itu ternyata malah sudah punya tunangan.
"Astaga ini lah yang aku hendak jelaskan namun tidak bisa," kata Glen yang kini memegang kepalanya yang sedang berdenyut sakit karena menghadapi masalah ini.
"Kau punya tunangan? Siapa dia?" ucap Zavier menatap Sofia tampa berkedip.
"Sa-samuel," kata Sofia menyebutkan nama Samuel.
Seketika suasana jadi hening, Zavier benar-benar tidak terima akan hal itu, orang yang sudah dia pilih ternyata malah sudah bertunangan ini benar-benar menguji kesabaran seorang tuan muda yang biasanya sangat mudah meledak emosi nya ini.
Sementara itu di sisi lain.
"Jadi begitu lah cerita nya tuan, nyonya," kata Rusita kepada mama dan papa dari Samuel yang saat ini datang ke mansion mereka untuk mengurus soal pernikahan Sofia dan Samuel.
Dia mengatakan semua hal-hal palsu yang telah ia rekayasa untuk membuat kedua orang tua Samuel menyetujui pertukaran ini.
Ia menceritakan bagaimana Sofia yang memilih kabur dengan pria lain karena tidak ingin menikah dengan Samuel, dirinya benar-benar bekerja keras untuk menjatuhkan nama baik Sofia.
"Nyonya Rusita, Sofia adalah anak yang baik aku rasa tidak mungkin dia melakukan hal ini, lagipula Samuel dan Sofia saling mencintai satu sama lain," kata mama dari Samuel yang masih belum yakin dengan apa yang di jelaskan mama Rusita beberapa puluh menit lalu.
"Astaga Tante, dia memang terlihat sangat baik di hadapan siapapun, tapi Tante harus tau dia sebenarnya sudah lama berselingkuh dengan pria, lain ini aku ada buktinya, dia pergi ke pesta dengan pakaian yang seperti ini," kata Tara yang kemudian menujukkan sebuah foto di ponselnya di mana foto tersebut dia ambil saat Sofia sedang mabuk kemarin.
"Astaga," ujar mama Hana kaget dan tak habis fikir.
"Ini benar-benar anak tuan Afdan?" tanya papa nya Samuel tak menyangka.
"Ya, siapa lagi om," ungkap Tara dengan wajah serius.
Mama Hana dan papa Brian saling pandang satu sama lain, mereka tidak menyangka kalau Sofia akan jadi seperti itu setelah papa nya meningal.
"Samuel, kau sudah mengetahui semuanya nak?" Ucap sang mama sambil menoleh ke arah Samuel.
"Iya ma," jawab Samuel sambil ikut memasang wajah sedih seolah tak menyangka kalau Sofia akan seperti ini, padahal semua itu rencana mereka semua.
"Lalu bagaimana ini? Pernikahan sudah dekat, kita tidak mungkin membatalkan aku tidak mau menanggung malu," kata mama Hana sambil memegang kepada nya yang mulai pusing.
"Karena itu aku punya solusi yang sangat bagus untuk kelaurga kita, bagaimana kalau aku biarkan Tara mengantikan Sofia untuk menikah dengan Samuel? Ini adalah jalan satu-satunya," kata Rusita sambil memasang wajah sedih.
"Tara? Apakah dia siap menggantikan? Bagaimana mereka bisa bersama tampa cinta?" ucap mama Hana yang kaget dengan pernyataan mama Rusita.
"Tante, demi menyelamatkan nama baik keluarga kami dan juga kelaurga Tante, aku bersedia menikah dengan kak Samuel mengantikan kak Sofia, tapi masalahnya apakah kak Samuel mau," ujar Tara dengan wajah sok imut menatap Samuel.
"Aku, tentu saja aku mau, ini demi kelaurga," kata Samuel menjawab nya dengan sangat enteng.
Sejujurnya mama Hana merasa sedikit ada yang aneh, namun dia tidak ingin memperburuk suasana, atau menambah air yang sudah keruh menjadi semakin keruh, ia lun memilih untuk menyetujui semua perubahan yang di atur Rusita saat ini.
"Baik lah kalau begitu, aku juga tidak bisa berbuat banyak, ini semua demi nama baik keluarga kita, pernikahan harus tetap berlangsung," kata mama Hana mengambil keputusan akhir.
Kini Tara dan Samuel lega karena rencana mereka telah atur.
Setelah berbincang-bincang tentang pertukaran antara Sofia dan Tara, akhirnya semuanya telah di sepakati, pernikahan akan di adakan dalam dua Minggu lagi.
"Terima kasih banyak atas jamuan hari ini Rusita, kau dan anak mu Tara benar-benar sangat menghargai kami," kata mama Hana yang saat ini hendak berpamitan pulang bersama Samuel dan suaminya.
"Sama-sama Tante, ini sudah sepatutnya," jawab Tara mewakili sang mama yang hanya tersenyum lembut.
"Baik lah, kalau begitu kami permisi dulu, sampai jumpa," kata Hana melambaikan tangan kepada Tara.
Kelaurga Samuel pun akhirnya meningalkan mansion.
"Yes! Rencana kita berhasil ma, mama lihat kan tadi? Betapa kagetnya mereka melihat for Sofia yang terlihat seperti kupu-kupu malam itu?" kata Tara yang memegang kedua tangan mama nya.
"Iya sayang, bagaimana kau bahagia kan karena akhirnya kau lah yang menjadi tuanangan Samuel saat ini?" tanya Rusita dengan wajah bahagia.
"Ya, aku sangat bahagia ma, terima kasih banyak," kata Tara sambil memeluk mama nya.
Sementara itu di sisi lain.
"Sudah lah tuan muda, biarkan saja dia pergi, doa sudah punya tunangan, tidak mungkin kita akan memaksa nya untuk menjadi istri kontrak mu," kata Glen membujuk Zavier yang saat ini tenaga termenung sambil menyesap rokok nya.
"Aku sudah menemukan orang yang tepat, menurut mu kenapa aku harus melepaskan nya?" kata Zavier menatap Glen sekilas.
"Kita mengurung orang yang tidak bersalah apakah ini menurut tuan muda sangat bagus untuk seorang tuan muda Zavier? Dia akan semakin furstasi dan ketakutan," kata Glen bolak balik menasehati Zavier namun tidak di dengar oleh sang kepala batu.
"Aku tidak peduli, intinya aku mau dia saja, aku tidak mau wanita lain karena mereka hanya jalang yang menginginkan diriku," kata Zavier kekeh.
"Bagaimana dengan tunangannya itu?" kata Glen putus asa.
Zavier menatap Glen, ia mematikan rokok nya dan membuangnya ke mana pun ia mau, ia kemudian berdiri dari duduknya dan memasukkan kedua tangan ke dalam saku celana dengan tatapan tajam itu ia menatap Glen.
Bersambung ....