NovelToon NovelToon
Pernikahan Sandiwara

Pernikahan Sandiwara

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Me Akikaze

Tidak ada pilihan, itulah yang sedang dirasakan dan dialami oleh Ganis, gadis berambut panjang, bermata indah dengan bulu mata yang lentik itu. setahun yang lalu, dia ditolong oleh Anaya,Anaya yang datang sebagai malaikat telah membantunya membiayai pengobatan Ibunya. setelahnya, Ganis bekerja untuk Anaya sebagai sekertarisnya. Kemanapun Anaya, dipastikan Ganis berada di sisinya.Hingga Anaya memiliki kekasih, Bagi Ganis. Anaya dan kekasihnya yang bernama Saga adalah pasangan yang sempurna. Ganis turut berbahagia saat Anaya dilamar oleh Saga. Namun menjelang hari pernikahan itu tiba, Anaya memberikan pilihan pada Ganis, antara Ganis harus membayar biaya pengobatan Ibunya yang mencapai ratusan juta dalam tempo satu minggu, atau menikah dengan Saga kekasihnya?

lalu, apa yang akan dilakukan Ganis? sementara dia tidak tahu mengapa Anaya melakukannya. Bagaimana kelanjutan kisah Ganis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Akikaze, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebelas : Hari Baru Menjadi Bagian Keluarga Saga

“Kamu sakit?” tanya Nyonya Rima yang sedari tadi memperhatikan Ganis, kini hanya mereka berdua, Saga sudah bertolak menuju kantor, sedangkan Tuan Candra bersama perawat sedang berada di taman samping rumah.

“Sudah baikan Ma” Ganis mengelak.

Nyonya Rima mendekat dan menempelkan telapak tangannya di dahi Ganis, nampak sedikit terkejut, karena terasa panas.

“Kamu sakit, ayo kita ke dokter” ajak Nyonya Rima. Nyonya Rima adalah orang terbaik di rumah ini yang menerima Ganis, meskipun Nyonya Rima tahu jika Ganis bukanlah menantu yang sesungguhnya dia harapkan.

“Tidak usah Ma, nanti juga baikan, efek hujan kemarin itu Ma” Ganis tersenyum, dalam hati dia sangat Bahagia mendapatkan perhatian dari Mama mertuanya.

“Mbak Marni, tolong ambilkan obat penurun panas di lemari obat” teriak Nyonya Rima.

“Iya Nyonya” balas Mbak Marni segera menuju tempat yang dituju. Tidak terlalu lama, Mbak Marni datang membawa obat yang dimaksud.

“Ini Nyonya” Mbak Marni menyerahkan obat untuk Ganis.

“Terima kasih Ma” Ganis menerimanya dengan tersanjung.

“Sama-sama, kamu jangan segan-segan kalau di sini, anggap saja sebagai rumah kamu sendiri, bagaimanapun juga kamu adalah menantu keluarga ini, atau kamu bisa panggil Mbak Marni atau yang lainnya untuk melayani kamu, jangan apa-apa dikerjakan sendiri. Kamu paham?” Nyonya Rima menegaskan.

Ganis mengangguk, sungguh dia tidak enak hati berada di rumah ini yang semuanya serba ada, apa-apa tinggal panggil asisten rumah tangga yang jumlahnya lebih dari 5 orang, hanya saja Ganis belum hafal siapa saja mereka yang ada di sini. Tapi bukan karakter dia yang apa-apa selalu minta dilayani.

“Saga, saya yakin kamu punya penilaian tentang dia” Nyonya Rima lekat memandangi Ganis, seolah dia ingin tahu penilaian Ganis tentang putra semata wayangnya. Ganis gelapagan. Kalau saja dia boleh jujur, maka dia akan mengatakan jika Saga adalah laki-laki yang sombong, menyebalkan, tidak peduli dengan orang lain, dingin. Tidak ada hal baik yang ingin dia katakan.

“Tuan Muda…adalah lelaki yang sangat serasi dengan Nona” kalimat itu yang meluncur dari mulut Ganis. Nyonya Rima hanya tersenyum mendengar kalimat itu. “Dan Tuan muda adalah seseorang yang sangat menyayangi Nona” Ganis menambahkan.

“Apakah kamu sudah lama bekerja dengan Anaya?”

“Setahun lalu Ma, tepatnya setelah Ibu saya meninggal, saya bekerja dengan Nona Anaya”

“Apakah kamu tahu sekarang dia di mana?”

Ganis menggeleng, terakhir kali bertemu, Anaya tidak mengatakan apapun, hanya info dari Radian waktu itu yang menyatakan jika Anaya akan ke Belanda. Itupun Ganis tidak mempercayainya 100 persen.

            Di tengah pembicaraan dengan Nyonya Rima, Tuan Candra datang menghampiri. Nyonya Rima dan perawat yang merawat Tuan Candra meninggalkan Tuan Candra dan Ganis. Beberapa detik tidak ada pembicaraan. Ada rasa canggung yang besar yang sedang dirasakan Ganis.

“Saya ingin melihat anak saya menikah di tengah kondisi saya yang semakin menurun, saya berharap dia menikah dengan gadis pilihannya yang dia sukai, sejak awal saya tidak pernah ingin tahu siapa gadis yang ingin dinikahi” Tuan Candra memulai pembicaraan. Ganis duduk mendengarkan sambil memperhatikan Tuan Candra, lelaki itu terlihat lelah dan menahan sakit, entah sakit apa yang diderita oleh Tuan Candra. Sorot matanya masih tajam meskipun terlihat cekung, hidungnya sama mancungnya dengan hidung Saga.

“Saya tidak pernah ingin memilih siapa yang diinginkan Saga dalam hidupnya, tapi saya sangat terkejut saat tahu jika ternyata yang dinikahi adalah kamu, bukan tunangannya”

“Maafkan saya Tuan…” Ganis mulai membuka suara.

“Saya kecewa, hanya saja asalkan Saga Bahagia, maka jangan ada perpisahan antara kalian, karena ini sudah jalan kalian untuk saling memiliki” Tuan Candra menambahkan.

Ganis terdiam beberapa saat, memang Tuan Candra tidak tahu menahu dengan masalah yang sebenarnya terjadi. Mungkin saja Tuan Candra menganggap bahwa Ganislah yang merebut Saga, Ganislah yang menjadi penghianat hubungan Anaya dan Saga, atau Tuan Candra menganggap jika Sagalah lelaki brengsek yang menghianati Anaya dan lebih memilih menikah dengan asisten Anaya.

“Jika semua ini pilihan Saga, saya bisa apa? Saya hanya ingin melihat dia Bahagia” ujarnya. Ganis mengangguk.

“Iya Tuan”

“Mengapa kamu masih memanggilku Tuan?” tuan Candra protes.

“Oh..maaf Pa…”

“Kamu sudah menjadi bagian dari keluarga ini, jaga nama baik keluarga, jaga nama baik Saga, kamu adalah ratu nantinya”

Makjleb, kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh Tuan Candra seolah menjadi beban berat yang harus dia pikul sekarang. Dia adalah bagian dari keluarga ini, keluarga yang bukan main-main, keluarga dengan nama besar, keluarga yang sebenarnya sangat hangat. Lantas, mengapa Nona Anaya memilih untuk pergi meninggalkan Saga? Adakah rahasia yang tidak diketahui olehnya.

Baru sehari menjadi bagian keluarga ini, Ganis merasa beban yang dia rasakan sungguh bukan main-main. Dimulai dari sudut pandang yang berbeda, jika Saga dan Nyonya Rima menganggapnya hanya “istri sandiwara”, tetapi Tuan Candra menganggap dia adalah mantu yang sangat dicintai oleh Saga.

“Iya Pa, terima kasih sudah sangat baik menerima saya yang dengan lancang hadir di keluarga ini” Ganis merendah, dia sudah tidak tahu harus berbicara apa. Keluarga ini terlalu baik dan hangat sebenarnya, bahkan dengan kekurangan dan kesalahannya dia ada di keluarga ini pun, mereka masih mau menerima dan memperlakukannya dengan sangat baik.

“Tolong jaga Saga, jangan sampai lepaskan dia” pinta Tuan Candra, matanya lekat menatap Ganis penuh harap. Di situ Ganis tahu jika Tuan Candra sungguh sangat menyayangi putra stau-satunya tersebut. Ada rasa bersalah yang bergelayut dalam otaknya, mengapa dia menjadi seorang pembohong di keluarga ini? Tenggorokan Ganis terasa tercekat, kali ini benar-benar tidak bisa mengatakan apapun.

            Sepanjang hari Ganis menghabiskan waktu berada di kamar Saga, hanya berbaring setelah minum obat, sesekali memejamkan matanya, hanya saja dia tidak bisa tertidur dengan nyenyak. Sesungguhnya dia ingin tidur di kamar lain agar bisa leluasa dan tidak mengganggu aktivitas Saga, tapi tidak memungkinkan karena sepertinya akan menaruh curiga Tuan Candra. Ganis meringkuk di sofa dekat jendela, kali ini dia sudah menggunakan selimut. Dia sengaja mengambil selimut di kamar lainnya. Demam di tubuhnya berangsur turun, berkat obat yang diberikan oleh Nyonya Rima.

            Selepas makan malam, Ganis Kembali beristirahat di kamar. Terdengar langkah kaki selepas pintu kamar terbuka, perlahan mata Ganis membuka. Dilihatnya Saga memasuki kamar, mata Ganis membuka dengan sempurna. Benar saja, ini bukan mimpi, Saga memasuki kamar. Saga melonggarkan dasi dan membuka kemejanya kemudian memasuki kamar mandi. Tidak dihiraukannya Ganis yang sedang ada di kamar tersebut.

            Ganis membuka lemari dan mengambilkan baju untuk Saga, piayama warna abu-abu. Ganis meletakkannya di atas ranjang.

            Sekitar 30 menit Saga menghabiskan waktu di kamar mandi, seperti biasa dia keluar dari kamar mandi hanya dengan lilitan handuk warna putih di pinggang, Ganis sudah tahu jika Saga akan segera keluar dari kamar mandi, dia merebahkan dirinya di sofa dan membelakangi pandangan agar tidak melihat Saga. Saga melirik ke arah Ganis yang sedang rebahan, menatap piyama yang sudah disiapkan Ganis di atas ranjang, beberapa detik dia ragu untuk memakainya, tapi akhirnya dipakai juga.

“Kamu nggak usah repot-repot menyiapkan semua ini” Saga membuka percakapan, Ganis masih rebahan.

“Tidak apa-apa, saya sudah biasa melakukannya untuk Nona”

“Aku bukan Nona kamu!” tolak Saga.

Peeeet………

Tiba-tiba mati lampu. Ganis refleks bangun dari rebahannya, sedangkan Saga panik mencari HP.

“Sial lowbat” umpatnya, tangannya sibuk mencari lilin di laci samping ranjangnya, mencari lilin di sana dan korek api. Tidak berapa lama, lilin menerangi  kamar tersebut. Saga bernafas lega, sedangkan Ganis duduk di atas sofa sambil menekuk lututnya lengkap dengan selimut.

“Dasar, sudah aku bilang berkali-kali, kenapa genset juga tidak berfungsi” Saga mengomel, Ganis hanya mendengarkan.

“Saya akan ambil lampu di bawah Tuan” Ganis membuka selimut dan bersiap untuk turun mengambil lampu.

“Tetap di sini, jangan kemana-mana” pinta Saga, tangannya memegang pergelangan tangan Ganis erat.

 

like itu gratis ya man teman, please...tinggalin like kalian sayang-sayangku....biar aku tambah semangat nulisnya....^^

1
falea sezi
bkin cerai Thor dan ganis pergi jauh jahat amat si anaya
neneng Nurnaasih
suka ceritanya
neneng Nurnaasih
Cerita orang tua Biru ya thor
Me Akikaze: iya kak ☺
total 1 replies
Diana Afra
sudah 3 kali boca cerita ini... top bgt..
Me Akikaze: MasyaAllah.... author seneng banget baca komennya. makasih kakak.... ☺. mungkin bisa baca cerita author yang lainnya juga... 😁
total 1 replies
Ria Nurma
😂😂😂😂
dewi musnida
thor, kapan nich, belah durennya?
dewi musnida
lanjut thor, figthing✊👌
Sundari Sekariputi
bgs ceritanya tor 👍👍👍
Isnay Maulani
maacih thor 🙏🙏
sukses trs tuk karya2nya 💕💕💕💕
Me Akikaze: sama² kak 🥰. Amiiiin....
total 1 replies
Beauty JK
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Me Akikaze: huhuhu thanks kakak sudah membaca katua author. bisa baca karya author yg lain lagi ya kak.... 🥰
total 1 replies
Rini Haryati
keren ceritanya
sukses
semangat
mksh
Me Akikaze: terima kasih kak....
bisa baca karya author yg lain kak.... 🥰
total 1 replies
Nita Ahmad
bagus
Erik Kurnianto
sukaaa
Erik Kurnianto
nk ng daerah ku thor
gae ublik sko minyak goreng
hemat dan awet
Me Akikaze: salam kenal kak... bahasane podo karo daerahku tibakne. wkwkwk
total 3 replies
Erik Kurnianto
ceritamu apik lhp thor
ono jk bikin penasarane
othor e siiip
Erik Kurnianto
oke thor
jadikan kritik untuk lebih menyemangati diri
yg aku tahu jadi penulis itu tidak mudah
semangat terus othor
semua karya bagus
Erik Kurnianto
ganis jadi korban d sini
Erik Kurnianto
bnyak dugaan2 lucu kie lho thor
ng koment
Erik Kurnianto
koyone kie y thor
aku jal arep nebak
mungkin Anaya due dendam to bpak e Saga
nk bener kasih like thor🤗
Erik Kurnianto
ijeh curiga aku thor karo Anaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!