NovelToon NovelToon
Luka Berbalut Cinta

Luka Berbalut Cinta

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Playboy / Konflik etika / Tamat
Popularitas:295.1k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

Ternyata cinta yang ia terima hanya semu, ternyata selama ini ia hanya cinta sendirian. lalu...
apa yang harus ia lakukan saat ia telah menyerahkan sagalanya sebagai bukti cintanya justru kenyataannya....

ketulusannya hanya di jadikan bahan taruhan.

Azalina Akira Sadewa,
gadis cantik berusia 17 tahun yang cinta mati kepada kekasihnya yang bernama Alexis Arron Megantara hingga bersedia menyerahkan miliknya yang paling berharga untuk laki laki itu.

namun ternyata....ia hanyalah bahan taruhan Alex dan teman temannya.
Tidak ada cinta bagi Alex untuk Zalina.

apa yang di lakukan Zalina saat ia tahu kenyataan pahit itu.....?!
sementara ia sudah terlanjur menyerahkan miliknya yang paling berharga untuk Alex.

ikuti kisah baru aku ya .....

" LUKA BERSELIMUT CINTA...."

Semoga suka dan tak pernah bosan selalu ngikuti karya aku...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12 hati yang hancur

Mobil yang di kendarai Alex baru saja keluar dari gerbang sekolah ketika Zalina yang sejak tadi berdiri di balik pilar menundukkan kepalanya kian dalam. Tatapan matanya menatap lurus ke arah lantai.

Sekali lagi,

Bulir bulir bening air mata menetes tanpa pamit membasahi pipinya.

Dalam diam, gadis itu terisak. Hatinya sungguh sakit tak terperih.

Selepas dari perpustakaan tadi ia berlari ke toilet guna membersihkan wajahnya karena air mata yang mengalir begitu saja membasahi wajahnya.

Setelahnya ia segera melangkah ke arah parkiran hendak keluar dan menemui teman temannya.

Tapi naas,

Ia justru di perlihatkan dengan pemandangan yang sungguh mampu semakin melukai hati dan perasaannya.

Zalina segera bersembunyi di balik pilar besar penyangga di gedung itu karena tak mau Alex dan pacar barunya mengetahui keberadaannya di tempat itu.

Akan tetapi,

justru karena itu...

air mata yang baru saja ia bersihkan kembali tumpah tanpa bisa ia bendung lagi.

Karena dari sini,

dari balik pilar besar ini, Ia bisa mendengar dengan jelas kehangatan dan kelembutan juga keromantisan seorang Alexiz Arron Megantara kepada Zoya.

Sungguh hatinya sakit tiada terkira melihat perlakukan Alex kepada Zoya yang berbanding terbalik dengan perlakuan pemuda itu kepadanya dulu.

Lima bulan berpacaran dengan Alex tak pernah sekalipun rasanya ia merasakan kelembutan dan kehangatan apalagi keromantisan sikap pemuda itu kepadanya.

Kini Zalina sadar,

Bukan karena Alex yang dingin karena itu memang sikapnya. Tapi Alex dingin karena sebenarnya pemuda itu memang tak mencintainya sama sekali.

Alex mendekatinya dan menjadikan ia pacarnya hanya untuk sebuah taruhan semata.

Dada Zalina kian terasa sesak mengingat hal itu.

" bodohnya kau Zalina...kau baru sadar sekarang jika kau hanya cinta sendirian kepadanya " ucap gadis itu lirih.

Tangannya meremas kuat rok seragamnya.

Tanpa ia tahu, saat ini seseorang yang adalah Marik terus menatapnya dari balik dinding.

Marik juga sudah sejak tadi berada di sana karena ia memang sengaja mengikuti Zalina yang terlihat berlari ke arah toilet sekolah tadi.

Zalina masih betah berdiri dan menunduk menatap lantai ketika ponselnya berdering.

( ya... Carlo...) terdengar jawaban Zalina lirih.

( maaf....kalian pergi saja dulu nanti kalau bisa aku akan menyusul, aku masih di ruang guru ) lanjut Zalina lagi jelas berbohong.

Sungguh ia tak mau teman temannya melihat kondisinya yang hancur seperti ini.

Zalina menarik nafas dalam dalam, di usapnya wajahnya yang telah basah oleh air mata.

" Alex..." desis Zalina pelan dan nyaris tak terdengar.

" aku tidak akan menyumpahi apalagi berdoa buruk untukmu.

Tapi andai kau tahu...betapa perlakuanmu begitu menyakitkan bagiku.

Aku tulus mencintaimu hingga aku tak sedikitpun pernah berpikir buruk bahkan curiga kepadamu.

Semoga di kemudian hari kau tidak akan pernah mendapat karma buruk atas semua perlakuan dan perbuatanmu padaku " lanjut Zalina masih dengan mendesis lirih.

Zalina perlahan mengangkat kepalanya,

Baru ia sadari kini, mendung bergelayut manja pada langit hingga membuat suasan menjadi kian gelap.

Tak lama rintik hujan mulai turun, Zalina menarik nafas panjang sebelum akhirnya ia memutuskan untuk melangkah menembus rintik hujan.

Namun,

Baru saja ia akan melangkah seseorang menghentikan langkahnya dengan mencekal lengannya.

Zalina sangat terkejut dan segera menoleh.

" sebentar lagi pasti hujan akan turun dengan deras....

tunggu terang sebentar lagi... " kata seseorang itu yang tak lain adalah Marik.

Zalina menatap penuh tanya kepada Marik.

" aku Marik...anak kelas XII IPS 3 " Marik memperkenalkan diri.

Ia paham...mungkin gadis di hadapannya itu tak mengenalinya.

Zalina mulai mengingat wajah Marik, Zalina menarik pergelangan tangannya yang di genggam oleh Marik.

Tatapan mata Zalina berubah dingin kepada Marik kala ia ingat, Wajah di hadapannya itu juga salah satu teman Alex.

" jangan salah paham padaku...aku memang teman Alex, tapi aku... "

" tidak usah menjelaskan apapun padaku karena aku tidak butuh...."

Zalina memotong ucapan Marik, setelahnya ia membuang pandangannya ke arah luar parkiran.

Pemuda itu benar...

Rintik hujan telah berganti menjadi rinai hujan yang deras.

Sementara Marik hanya bisa menarik nafas dalam mendengar ucapan ketus gadis di sisinya itu.

Namun tak dapat ia pungkiri, saat ini hatinya terasa senang tiada terkira.

Berada di satu tempat yang sama dengan posisi sedekat ini dengan seseorang yang menjadi crushnya selama ini...

Sungguh rasanya sangat luar biasa bagi seorang Marik Aljahir Abraham itu.

Mata Marik terus mencuri curi pandang ke arah Zalina yang nampak gelisah menatap rinai hujan yang deras.

Zalina melingkarkan ke dua tangannya memeluk tubuhnya sendiri ketika hawa dingin mulai menyergapnya.

Marik yang sejak tadi terus mencuri curi pandang dan memperhatikan Zalina mengerti yang di rasakan oleh gadis itu.

Dan tentu saja ia merasa tak tega melihat gadis impiannya ke dinginan.

Marik melepas jaket yang ia kenakan dan kemudian melangkah mendekati Zalina.

Tanpa pamit tiba tiba Marik memakaikan jaketnya pada gadis itu.

Zalina sontak menoleh menatap Marik tajam.

" pakai saja jangan di lepas...udaranya sangat dingin,

nanti kau sakit... " kata Marik dengan wajah lembutnya.

" di sini kita memang tidak kehujanan, tapi angin dingin menerpa kita dengan bebas dari depan kita dan belakang kita " lanjut pemuda itu lagi mencoba memberi pengertian atas sikapnya yang meminjamkan jaketnya untuk gadis itu.

Zalina pun akhirnya menerima dan membiarkan jaket Marik menghangatkan pundak dan punggungnya.

" tidakkah kau ingin sedikit ke mari ?! Sepertinya di situ hembusan rinai hujan menerpamu,

Rambutmu mulai basah " ucap Marik lagi.

Zalina mengusap rambutnya, dan ya...pemuda itu benar.

Rambutnya memang mulai basah karena hembusan derai air hujan yang menerpanya.

Rasa sakit di hatinya karena Alex membuat ia seakan tak menyadari hal itu.

Zalina melangkah agak mundur ke belakang.

Kembali hening,

Marik terdiam tanpa tahu apa lagi yang bisa ia ucapkan untuk bisa berbincang dengan Zalina. Sementara Zalina...

Ia pun hanya diam dan tenggelam dengan pemikirannya sendiri.

Cukup lama Zalina dan Marik sama sama saling terdiam hingga sebuah mobil terdengar mengklakson beberapa kali.

Wajah Zalina seketika nampak sedikit riang, seulas senyum tersungging di bibirnya.

Dan sungguh senyum itu membuat Marik kian terpesona padanya.

Tak lama seorang pria dewasa dengah tubuhnya yang masih gagah dan seragam PNSnya mendekat kearah mereka dengan membawa payung.

" papa..." cicit Zalina dengan sedikit melonjak kecil karena senang dirinya di jemput.

Marik tersenyum melihat tingkah gadis itu.

Tak ia sangka jika Zalina semanja itu kepada orang tuanya.

Bedebah memang Alex yang tega merusak gadis itu.

Rutuk Marik di dalam hati.

" Papa telephon dari tadi gak di angkat sayang..." ucap laki laki dewasa itu sambil menyerahkan tangannya untuk di salami Zalina.

" maaf...gak denger, hujannya deras pa..." jawab Zalina terdengar manja.

" ya sudah ayo...mama sudah nunggu di mobil " ajak laki laki itu dan Zalina menganggukkan kepalanya.

" jaket siapa ini sayang ?! " tanya papa Zalina ketika hendak memeluk pundak sang putri dan ia melihat jaket menyampir di pundak putrinya itu.

Zalina pun baru teringat.

" sebentar pa.." kata Zalina sambil melepaskan jaket Marik dari pundaknya.

" itu jaket saya om...maaf lancang, saya hanya kasihan melihat Zalina kedinginan " Marik segera mendekat sambil tersenyum sopan dan menerima kembali jaketnya yang di berikan Zalina kepadanya.

Tangannya terulur menyalami dan kemudian mencium punggung tangan papa Zalina.

Jelas saja hal itu membuat Zalina dan papa Zalina tertegun sejenak.

" saya Marik om..." Marik memperkenalkan diri.

" ah iya iya nak Marik....terima kasih ya sudah minjami anak om jaket.

e...bawa kendaraan ?! " jawab papa Zalina sekaligus bertanya.

" ah iya om...saya bawa motor " jawab Marik sambil menuding sebuah motor yang ada di parkiran.

Papa Zalina menoleh dan sedikit mengerutkan kening melihat sebuah motor sport terpakir di sana.

Dengan hanya melihat motor itu saja papa Zalina paham jika Marik bukan akan orang sembarangan.

" ya sudah kalau begitu....kami duluan ya " pamit papa Zalina sambil merangkul pundak Zalina dan mulai melangkah meninggalkan tempat itu.

Marik tersenyum lebar sambil menganggukan kepalanya mempersilahkan.

Selepas kepergian mobil Zalina, Marik memeluk dan menciumi jaketnya.

Aroma wangi tubuh Zalina seolah masih tertinggal di sana dan bisa dengan jelas tercium olehnya.

Tak apa tadi Zalina masih bersikap dingin dengannya,

Tapi pengalaman barusannya dengan Zalina dan papanya membuat hati Marik membuncah.

Pemuda itu kemudian melipat jaketnya dan memasukkan jaket itu ke dalam tasnya.

Ia tak akan rela dan tak akan ia biarkan jaket itu basah yang akan membuat aroma wangi Zalina hilang dari sana.

1
Lina Febriyanti
menarik
Amilawati
menyesal bacahya zalian di buang di rendahkan serendahnya tpw nanti dia nikah juga SM Alex malah hamil anak Alex,sejak awal dia murahan masa karangter utamanya muarahn tdn bermoral lagi👎
tris tanto
lha buktinya 10th lu gk sm alin lu udh nikah terlepas itu perjodohan ato apaun secara sadar lu yg pilih kan
Paon Nini
sinting.... sekali manusia suka gelap celup itu akan jadi kebiasaan. kasihan sekali aku dengan pemikiran dia yang kayak gini
Paon Nini
ortunya zalina tau g sih alasan kenapa mereka pacaran dan kenapa akhirnya mereka putus?
Paon Nini
aku tetep masih curiga kalau kado itu adalah test pack
Paon Nini
dia bukan orang baik dia bwhat btw
Paon Nini
pertanggungjawaban? saat kamu ambil perawannya dia juga kamu harus tanggung jawab bodoh, bukan saat dia hamil doang
Paon Nini
semoga selingkuhannya dateng deh
Paon Nini
pret
Paon Nini
sllu bgt
Paon Nini
kalau bener ini marik circle alex emang patut di jauhi
Paon Nini
nah kan
Paon Nini
si narik ngak lagi hamilin anak orang juga kan?
Paon Nini
bicarain aja kalau udah kayak gini
Paon Nini
kan Arthur mau tanggung jawab kecuali dia lepas tanggung jawab baru kalain malu. lagian emang si zoya ini banyak mau ya gunj jadinya
Paon Nini
ya harunya si alex ngeh jika dia ngak pernah having sex sama zoya terus zoya baru nikah 7 bulan udah lahiran kalain bisa kroscek dong
Paon Nini
harusnya km berlutut minta maaf jika perlu lex
Paon Nini
dia tau ternyata
Paon Nini
oh astaga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!