Natasha Bleecker berusia 30 tahun seorang sekretaris CEO tampan bernama Dimas dijodohkan dengan Reza Permadi berusia 26 tahun. Natasha adalah cinta pertama Reza sewaktu kecil dulu. Sedangkan Dimas sangat terobsesi memiliki Natasha membuat jalan perjodohan mereka sedikit rumit. Kerikil kerikil tajam selalu datang dalam hubungan Natasha dan Reza.
Apakah mereka dapat berakhir bahagia seperti cerita pada novel novel romansa lainnya?
Dukung terus Author dengan Like, coment, fav & share. Dengan begitu memberi semangat Author untuk cepat menyelesaikan kisah Natasha dan Reza.
Terimakasih untuk teman teman penyuka noveltoon 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggraini Gita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12 : Putus Asa
Pagi ini dimeja makan rumah Mommy Maya. Mereka sarapan bersama.
"Jodi, batalkan perjodohan konyol ini!!!" celetuk Oma Ranti dengan nada marah.
"Mami..semua keputusan ada ditangan Reza. ini masalah hati Reza mi" jawab Daddy Jodi tegas.
"tapi wanita murahan itu sudah mempermalukan keluarga kita" Oma Ranti tetap ingin membatalkannya.
"Mamiiii...mami tidak berhak mengatakan hal buruk pada calon menantuku" bentak Mommy Maya.
"kau berani membentakku Maya?!" Oma Ranti menunjuk nunjuk wajah Mommy Maya.
"tapi kak..benar apa kata mami. wanita itu bukan wanita baik baik. tidak pantas bersama dengan Reza" saut Aunty Citra.
"sudahlah..aku tidak mau berdebat lagi. aku sudah tidak ingin sarapan" Daddy Jodi pergi meninggalkan mereka diikuti Mommy Maya.
"kau kenapa ikut ikutan Citra? diam saja, ini bukan urusanmu" Uncle bara marah dengan sikap istrinya.
"tapi aku auntynya mas. aku juga ingin yang terbaik untuk keponakanku" jawab Aunty Citra.
"hanya Reza yang tau mana yang terbaik untuknya"
"Mami juga tidak perlu ikut campur. itu hanya sekedar foto yang bisa saja di edit. jaman sekarang apa yang tidak bisa direkayasa??" Uncle Barapun pergi meninggalkan dua orang keras kepala itu.
******
Hotel Rins Carlton lantai 25
Reza bangun dengan sempoyongan, memegang kepalanya yang pusing dan tangan kanannya yang perih. Darah sudah mengering.
toktoktok
"Tuan.." suara Bani didepan pintu. Berkali kali mengetuk, tak ada respon. Bani memberanikan diri membuka dengan kartu cadangan yang dimintanya pada resepsionis.
Ceklek
Bani perlahan masuk ke kamar mewah nan besar itu. kamar berantakan, pecahan botol dan noda darah yang cukup banyak. Namun Reza tak ada dikamarnya. Terdengar suara gemericik air. Reza sedang dikamar mandi.
Pintu kamar mandi terbuka, Reza mengenakan jubah mandi berwarna putih dengan rambut yang basah.
"Tuan.." suara Bani mengagetkan Reza.
"kau mengagetkanku saja Bani. kenapa kau bisa masuk?"
"kartu cadangan Tuan" Bani meringis.
"ooohhh..."
"mana pakaianku yang baru?"
"ini Tuan" Bani menyerahkan paperbag.
Reza meraih paperbag dengan tangan kirinya.
"Tuan maaf...saya obati dulu tangannya" Bani mengambil p3k yang tersedia di dalam kamar.
Selesai mengobati, Reza berusaha dengan susah payah memakai kemeja dan celana jeansnya.
"Tuan..Pak Doni ada diruang ICU. Beliau terkena serangan jantung, masih kritis dan koma. Dan Ibu Dira dirawat karna syok" Bani memberitahu pada Reza, mungkin saja berguna.
"Hemm..." Reza bersikap acuh namun didalam hatinya merasa iba dan khawatir dengan keadaan Natasha saat ini dengan kedua orangtuanya yang seperti itu. tapi rasa kecewa masih teramat besar.
"Nona ditemani Mas Gilang...Tuan"
Reza membulatkan matanya
'untuk apa Gilang disana? berdua saja dengan Natasha?? sialan' batin Reza.
*maaf ekspresinya gak sesuai sama keadaan Reza yang masih marah. Cuma mau kasih liat aja Reza pakai kemeja dan celana jeans. Tetep ganteng kan 😁😊
******
Rumah Sakit B
Keadaan papa Doni masih sama, kritis dan koma. Mama Dira sendiri sudah siuman.
"Mamaaa..."Natasha memeluk mama Dira dan menangis. menyesali perbuatannya.
"sayangku...mama percaya sama kamu. mama tau gimana kamu" mama Dira mengelus punggung Natasha.
"tapi papa...ma"
"mama percaya papa pasti kuat dan lekas pulih"
Mama dira menguatkan hati anaknya.
"Gimana dengan Reza ma? dia sangat marah dan pergi. Sampai sekarang gak ada hubungin Nat" Natasha menangis kembali.
"sabar sayang..nak Reza anak yang baik. mungkin memang saat ini butuh waktu untuk sendiri. Biarkan dulu"
"aku sayang, cinta sama Reza ma. ini semua pasti ulah Dimas"
"Mama tau nak...semoga segera terungkap dan Reza kembali sama kamu"
"semoga ma"
"ingat kata kata mama...jangan lari dan menghilang seperti dulu lagi. semua harus dihadapi. oke?"
"iya mama"
Flashback on
Dengan mama berkata seperti itu, membuatku kembali ke masa lalu, sudah 5tahun berlalu. Dimana aku sangat lelah dengan hubungan yang tidak sehat. Laki laki bernama Kenzo. Laki laki yang posesif, mood yang gampang berubah ubah, emosi yang tak stabil. Ya kenzo adalah psikopat. terakhir kali aku disekap diruang bawah tanah, banyak lebam ditubuhku, dan bersyukur aku masih bisa melarikan diri. Dan aku tau kalau Kenzo menghamili sahabatku Nina. Aku memutuskan untuk kabur dari Indonesia. Pergi ke Belanda, ke desa yang jauh dari kota yang tak mungkin kenzo dapat menemukanku. Setelah 4 bulan sembunyi, Aku mendapatkan kabar bahwa kenzo bunuh diri.
Flashback off
Percakapan antara ibu dan anak itu didengar oleh Gilang saat dirinya akan masuk ke kamar rawat mama Dira. Gilang tau bagaimana Natasha memang benar benar mencintai Reza.
"permisi tante" sapa Gilang masuk ke kamar inap mama Dira.
"maaf..nama kamu siapa nak?" tanya Mama Dira
"saya Gilang tante, sepupu Reza" jawab Gilang
"ooo..silahkan duduk nak Gilang"
"terimakasih tante..apa tante sudah lebih baik?"
"alhamdulillah sudah"
"ma, semalaman Gilang berjaga didepan kamar" kata Natasha.
"oya? pulanglah nak, kamu pasti lelah" titah mama Dira.
"enggak kok tante. saya mau ajak Natasha sarapan di kantin rumah sakit. apa boleh?"
"boleh, memang Natasha belum makan kan nak? ikutlah dengan Gilang"
"iya ma" perut natasha memang sudah ingin segera di isi.
"mari tante" pamit Gilang dan diikuti Natasha keluar menuju kantin rumah sakit.
Sepanjang lorong, koridor dan sesampainya dikantin rumah sakit, orang orang melihat sinis pada Natasha. apalagi kalau bukan tentang berita dia dimana mana. Natasha menunduk. Rasanya ingin kabur saja. Saat natasha ingin pergi dari suasana tak mengenakan itu, tangannya dipegang erat Gilang.
"jangan pergi, jangan hiraukan mereka. ayok duduk" ajak Gilang yang sudah menarik kursi dan mendudukan natasha disana.
"makan dulu, nanti perutmu sakit" kata Gilang.
Dari kejauhan Reza melihat kedekatan Gilang dan Natasha. Ada rasa cemburu saat melihat Gilang dekat dengan calon istrinya itu. Reza datang berniat untuk melihat keadaan papa Doni dan Mama Dira tapi justru melihat pemandangan ini.
"ternyata dia baik baik saja, aku pikir dia sedang terpukul. sialan...untuk apa aku capek capek kemari?" gumam Reza.
"Tuan...kenapa tidak menghampiri Nona?" tanya Bani berdiri di belakang Reza.
"tidak perlu, dia baik baik saja tanpaku. kita pergi saja" Reza pergi meninggalkan rumah sakit. tanpa sengaja Gilang melihat Reza dari kejauhan.
"Natasha, tunggu sebentar. jangan kemana mana" Gilang pergi meninggalkan Natasha sendiri di kantin yang ramai. yang penuh dengan tatapan tajam tak suka.
"Rezaa..." Gilang mengejar Reza, tapi Reza tak menghiraukannya. terus berjalan menuju mobilnya di basement rumah sakit.
"tunggu" Gilang memegang bahu Reza untuk menghentikan langkahnya. Reza berbalik dengan ekspresi tak bersahabat.
"apa??" bentak Reza
"seloww za, gak perlu pake emosi" Gilang memang lebih bisa mengatur emosinya dengan baik. karna usia yang lebih dewasa dari Reza.
"hemm" Reza membalas dengan deheman.
"loe kesini mau liat natasha kan? kenapa gak samperin? dia butuh loe"
"butuh gw? gak yakin gw. dia lebih seneng obral sana sini. cewek murahan. cihh" Reza ketus dan meludah ke sisi kirinya.
"bangsat loe Za" Gilang geram.
BUGG 👊👊👊
Tinjuan keras melayang ke wajah Reza. Reza tak terima, membalas pukulan Gilang. Mereka saling adu tinju, berguling, bangkit, jatuh kembali tak ada yang melerai karna percuma. keduanya sedang tersulut emosi. Bani hanya bisa diam melihat Tuannya berkelahi.
"stopppp!!!!" teriakan keras dari Natasha menghentikan perkelahian sengit itu.
Mereka langsung menyudahi dan terduduk lemah. Luka memar di seluruh wajah mereka. bibir dan pelipis yang berdarah.
"aku bilang tunggu dikantin, kenapa mengikutiku?" tanya Gilang berjalan mendekati natasha tertatih tatih memegangi perutnya.
Natasha tak menjawab dan tak mau menatap mata Reza. Rezapun diam menatap Natasha.
"sejak kapan kamu disini?" tanya Gilang
"dari awal" jawab Natasha lirih.
Gilang melihat jelas mata Natasha yang sayu, sedih dan terluka.
"maafkan aku Reza, aku memang wanita murahan" Natasha melepas cincin pertunangan yang semalam diberikan Reza, dan satu barang lagi. kalung dengan liontin R.
Reza menunduk menggenggam cincin dan kalung yang diberikan Natasha. kecewa dengan dirinya sendiri, kenapa bisa lolos perkataan kasar itu dari mulutnya. Dia tau perkataannya sudah melukai hati Natasha.
"obati lukamu sebelum pergi" ucap Gilang dan berjalan masuk ke dalam rumah sakit.
Natasha berlari meninggalkan mereka. Satu tempat tujuan, yaitu lantai paling atas rumah sakit.
******
POV Wanita berambut pendek sebahu
Aku melihat perkelahian antara dua orang laki laki di basement rumah sakit. menyebut nyebut nama Natasha. perkelahian antara Reza dan entah siapa. sangat menarik. Tak lama Natasha datang. aku melihatnya terluka dan menangis. mengembalikan cincin dan kalung pada Reza. Benar benar menyenangkan melihat Natasha terluka 😄😄😏😏 ini belum seberapa. liat saja nanti, ada kejutan menarik untukmu Natasha. Demi balas dendam abang kenzo.
*******
Lantai atas Rumah Sakit B
"kenapa harus sesakit ini? baru saja aku merasakan dicintai dan mencintai seseorang dengan tulus tapi semua hancur dalam hitungan detik. semua menatapku hina. Laki laki yang kucintai juga sama. YA AKU WANITA MURAHAN!!! kau puass??" Natasha berteriak sambil menangis.
"aku harus bagaimana? papa sakit dan masih koma" menangis sesenggukan.
"Dimas brengsek!! aku membencimu!!!"
Natasha putus asa, tak tau harus bagaimana. Terlintas dipikirannya untuk mengakhiri hidupnya. Perlahan menaiki tembok dan berdiri diujung dan siap melompat dari atas gedung.
"mama papa maafkan Natasha"
Tangan natasha ditarik paksa hingga jatuh kebawah kepelukan seseorang yang sangat dia kenal aroma tubuhnya. yang membuatnya candu, yang dia rindukan. Reza.
Natasha pingsan. segera Reza menggendong ala bridal style turun ke lantai dasar, ke ruang IGD. walaupun tubuhnya pun sakit dimana mana akibat perkelahian tadi.
Bersambung...
******
Visual Gilang