NovelToon NovelToon
Ketika, Kau Menciumku

Ketika, Kau Menciumku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:235.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Motifasi_senja

Di lanjutkan season 2.
Mohon maaf jika up nya sedikit ya, soalnya author nulis 2 judul. 🙏🙏🙏

Moli adalah seorang gadis SMA yang periang. namun di balik cerianya itu Dia adalah seorang gadis yang sangat kesepian.

hingga suatu ketika Dia beretemu dengan seseorang yang lelaki yang masih duduk di bangku SMP bernama Yoga. Seiring berjalannya waktu mereka mulai akrab.

namun di sisi lain. hubungannya dengan sang kekasih (Diki) justru mulai retak karena kedatangan wanita lain. wanita yang telah lama mengenal Diki dari kecil.

Hubungan Moli dan Diki pada akhirnya merenggang. sementara Moli kini mulai terbiasa dengan kehadiran Yoga yang menurutnya bisa membuat dirinya selalu tersenyum menggantikan ruang sepi yang selama ini terjadi.

penasara.??? yukk langsung aja kepo in???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Motifasi_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duabelas

3 bus pariwisata sudah bertengger di halaman sekolah. Bu Demora selalu pemandu wisata berteriak dengan sebuah benda berbentuk corong yang ada di tangan kanannya. “Ayo yang belum masuk cepetan! Belum hadir saya tinggal!” Suaranya terdengar melengking membuat siapa saja yang mendengar lari terbirit birit menghampirinya.

Mia yang sudah stay duduk di kursi dekat jendela mencari sosok Moli di antara puluhan siswa lainnya. Di jumpainya Moli sedang menyeret koper dengan hand bag melingkar di lehernya. Mia terkekeh melihat langkah Moli yang tergopoh gopoh karena teriakan Bu Demora. “Ayo cepetan Moli! Lama kamu tu ya! Bisa ketinggalan pesawat karena nunggu kamu doang.”

“Ck! Menyebalkan emang tuh guru!” gerutunya ketika sudah duduk di samping Mia.

Mia nyengir kemudian memasang earphone ditelinganya. “Lagian elo lama sih!”

“Gue kebelet! Masa iya gue pis di bus? Bisa gempar kali.”

Moli merogoh ponsel di saku celananya, mencari nomor Diki yang sedari tadi belum di jumpai orangnya.

Moli

Kamu ikut bus yang mana?

Diki

Bus paling depan, nanti kita ketemu di bandara aja, biar bisa duduk bareng.

Read.

Moli mendongak setengah berdiri melihat bus yang melaju terlebih dulu dari bus yang di tumpanginya bersama Mia. Kemudian Ia menghempas kembali. “Kira kira sama si Ular nggak ya?”

Sesampainya di bandara mereka langsung di giring menuju ke pesawat. Moli yang merasa belum menjumpai Diki, matanya terus berkeliling mencari sosok kekasihnya itu.

“Dimana sih Dia?”

Moli mendengus kesal karena tak menjumpai Diki. Ia duduk bersama Mia kembali yang belum lepas dari earphone kesayangannya itu. “Udah nanti juga ketemu disana.”

“Ck! Gue Cuma nggak iklas aja kalau sampai ternyata dia bareng sama si Ulang genit itu.”

“Iya gue tahu, tapi masa iya lo mau ngubek ubek nih pesawat buat nyari satu orang doang?”

Moli cemberut mendengar ucapan Mia. Memang benar sih tapi bikin jengkel juga kan?

Perpustakaan sekolah memang identik dengan suasana yang sepi. Tentu saja siapa yang disana pastilah beberapa orang yang mungkin sedang di asingkan oleh temannya atau bisa jadi oleh kekasihnya. Yoga duduk dengan kaki di tekuk, bersendehan pada dinding di lantai paling ujung. Matanya menyusuri tulisan kecil yang berbaris rapi di sebuah buku novel. Hening tak ada suara.

Dari balik rak Doni muncul dengan membawa sebotol minuman di tangannya. “Sialan lo! gue cariin ternyata disini..”

Tak ada reaksi dari Yoga. Ia masih fokus pada bacaannya. Doni ikut duduk di sampingnya dengan kaki selonjor. Mata nya melirik pada Yoga yang tak bergeming dengan kedatangannya. “Udah ketangkep belum tuh Beruang kuning?”

Alamak!! Yoga mendongak mendengar perkataan itu. Di tutupnya buku novel yang sedari tadi membuatnya terdiam kemudian menoleh menatap Doni yang sedang meneguk minuman. “Gue lupa sama beruang sob!”

Yoga menepuk pundak Doni yang langsung terbatuk karena minuman yang sedang diteguknya. “Anying lo! Tersedak gue ****!”

Yoga berdiri menarik Doni keluar dari perpustakaan. “Lo harus temenin gue cari beruang itu lagi.”

“Nggak nggak! Ogah gue.” Doni mengibaskan tangan Yoga yang masih menarik baju nya. “Nyusahin tuh beruang!”

Yoga menyeret tas punggung Doni yang hendak berbalik arah. “Cepetan nying!”

Doni mendesah pasrah. Emang dasar bocah kalau baru pertama kenal cewek ya gini? Ribet mulu bawaannya, suka bikin dongkol. Dengan memalas akhirnya Doni membonceng mengikuti kemana Yoga pergi.

Siapa sangka seorang pria yang sebelumnya tak terlalu tertarik dengan makhluk yang bernamakan wanita, kini justru terperangkap masuk kedalam kehidupan makhluk itu. Terperosok lebih dalam, walau sebenarnya belum bisa di pastikan tentang apa perasaan ini. Semua berlalu begitu saja. Tak ada yang memaksa ataupun di paksa. Ini terjadi karena kemauan hati. Biarlah jika makhluk itu belum paham, akan tetapi raga ini tahu betul bahwa ada rasa suka berlebih dalam lubuk hatinya.

Lalu ini sebuah rasa yang mungkin akan bertahan selamanya ataukah hanya cinta monyet seperti pada umumnya? Yoga mendesah dari balik helm kemudian membelokkan motornya menuju sebuah Mall.

Tempat parkiran masih longgar. Yoga menstandar motornya melepas helm yang menyembunyikan wajahnya.

“Kalau sampai 2 jam elo nggak dapat itu beruang, gue balik.” Celoteh Doni yang sedang merapikan kerah baju seragamnya.

“Bawel lo! Kaya mak emak!”

Langkah kakinya langsung tertuju pada toko boneka di sisi barat gedung itu. Yoga masuk dan langsung mencari dimana beruang itu bersembunyi.

“Ini Ga.”

Doni mengangkat boneka beruang berwarna kuning, namun ukurannya hanya sekitar 35 cm saja

Yoga menjulingkan mata tak merespon ucapan Doni. Ia melangkah mendekati karyawan toko di dekat kasir. “Mbak ada boneka teddy berukuran besar nggak ya?”

“Bentar ya mas saya cek dulu.”

Demi seorang wanita, haruskah seperti ini? Lalu apa yang akan Ia minta selanjutnya? Tak akan menyerah! Ini karena hati. Semua tentang hati.

Yoga menunggu karyawan itu sambil mondar mandir. Terkadang menggigit bibir bawahnya berharap beruang itu berhasil Ia dapat kan. Doni yang meliatnya hanya geleng kepala lalu sibuk lagi dengan boneka kecil yang berbaris di atas rak.

“Ini mas tinggal satu, sisa warna kuning.”

Astaga! Nasib baik sedang memihak padanya. Yoga melongo dengan mata membulat besar. Ia seperti mendapatkan sebuah kejutan yang bisa saja membuat nya meloncat kegirangan. Inikah yang dinamakan keberuntungan? Boneka itu lengkap seperti apa yang di minta oleh Moli. Ada pita di leher dan tulisan Love di bagian dada. Yoga berhambur menyerobot boneka besar itu.

“Seriusan ini? Oh tuhan.” Yoga memeluk boneka itu seperti seorang anak kecil yang dapat mainan baru. Seorang karyawan yang di depannya hanya meringis keheranan. Tak ayal dengan Doni dengan mulut menganga lebih heran lagi.

“Buset tuh bocah! Girang nya kaya dapet lotre puluhan juta.”

Tanpa banyak cincong Yoga langsung menuju ke mesin kasir untuk membayar beruang besar itu. “Makasih ya mbak.” Yoga melempar senyum dengan rasa girangnya.

“Yuk balik!”

Yoga membalikkan badan keluar dari toko dengan memeluk boneka besar itu.

17.00 WIB

Sesampainya di tempat tujuan, rombongan itu langsung menuju hotel berbintang tiga di kota Denpasar Bali. Satu kamar terdiri dari 3 orang. Dan sialnya Moli satu kamar dengan Ular berbisa alias si Lia. Untungnya sih, kamar itu berisi tiga ranjang berukuran 100x200 cm, jadi tak perlu tidur bertiga dalam satu ranjang tentunya.

Moli menaruh kopernya di samping ranjangnya. Matanya sempat melirik si Lia yang sedang sibuk membenarkan make up nya yang sudah mulai luntur karena kepanasan.

“Sayang ya, si Fani nggak bisa ikut.”

Mia menyandarkan tubuhnya pada bantal yang tergeletak di atas ranjang.

“Kalau ikut pasti bukan Dia yang satu kamar dengan kita.” Tunjuk Mia pada Lia yang hendak keluar kamar.

Fani emang nggak bisa ikut, bukan karena kemauannya, tapi karena keadaannya yang belum memungkinkan. Ia masih harus istirahat di rumah hingga fertigo nya benar benar hilang. Nasib buruk sedang menimpanya. Padahal sudah dari jauh hari Ia menata beberapa barang yang akan di bawa ke Bali. Namun apalah daya, Ia harus terbaring karena sakit.

Moli melepas sweter yang membalut tubuhnya kemudian membaringkan tubuh lelahnya di atas ranjang. “Kalau Fani ikut pasti rame deh.”

“Ck! Yang ada bisa bikin ruangan ini engap! Ada lo lo pada aja udah bikin gue gerah!” cerocos Lia sebelum bangkit keluar dari kamar itu.

Mia berdiri seraya melotot padanya. “Kampret emang ! Gue timpuk ****** lo!”

Yang di semprot tak menggubris dan langsung menghilang di balik pintu. Emang resek tuh Cewek. Bikin hati gedeg aja rasanya.

Kegiatan study tur akan di laksanakan hari esok sekitar pukul delapan pagi. Untuk saat ini lebih baik pejamkan mata dan mempersiapkan aktivitas besok yang sudah bisa di perkirakan bakal padat.

Drtt drtt...

Getaran dari dalam hand bag di atas meja. “Halo... kenapa Dik?”

“Makan yuk, sekalian cari angin.”

“Boleh.”

Moli mengurungkan niat nya untuk tidur. Ia bangkit berjalan perlahan meninggalkan Mia yang sudah tertidur pulas.

Setelah pamit dengan bu Demora, Mereka berdua menuju ke sebuah angkringan yang tak jauh Hotel tempat mereka menginap. Bukan karena tak ada restoran tapi makan di pinggiran jalan terkadang ada sensasi tersendiri. Begitu lah katanya.

“Bang, nasgor dua ya.”

“Siap mas.”

Mereka duduk di kursi yang sudah disediakan dan beberapa menit kemudian nasi goreng pun sudah siap santap.

Moli menghirup aroma nasi goreng yang menggoda itu. “Hmmmm... enak nih...”

“Ya udah gih makan, mumpung masih anget.”

“Diki!”

Teriakan seorang wanita dari seberang jalan. Ia berjalan menghampiri mereka. “Mau dong...”

“Mau? Aku pesenin satu.”

“Boleh deh...”

Lia duduk di depan Diki. Wajah nya acuh melihat Moli yang duduk di samping Diki.

Wanita ini memang selalu muncul disaat mereka sedang berdua. Kebetulan atau kah direncana? Dia memang berniat mengganggu hubungan Moli dengan Diki. Semua itu sudah terbukti dengan cara Lia yang selalu acuh pada Moli. Bahkan Lia secara terang terangan mencoba merayu Diki saat sedang bersama Moli. Otak nya sudah tercampur air comberan barang kali.

“Gue heran ya sama elo. Selalu muncul dimanapun kita berada.” Sindir Moli tanpa melihat wajah Lia.

Semakin hari tingkah Lia semakin membuatnya mengelus dada. Kenapa Tuhan harus mengirim wanita seperti dia diantara hubungan ini?

Moli menarik jaketnya lebih kedepan dan berdiri mengabaikan nasi goreng yang tinggal separuh. Wajahnya di tekuk sebal. “Gue mau balik ke hotel, udah malam.”

“Tapi kan belum habis?”

“Bodo!”

Moli menyebrang dan berlari menjauh dari mereka berdua. Lia hanya memandang punggung gadis itu dengan tawa liciknya.

“Tunggu Mol, ini pak uangnya.”

Setelah membayar Diki berlari menyusul Moli yang langkahnya jauh di depan. “Ngambek lagi deh Dia.”

Merasa di acuhkan Lia menggebrak meja, hingga pembeli lainnya melirik dirinya dengan tatapan aneh. Ia menghentakkan kaki dengan tangan mengepal. “Bakal gue rebut Diki dari cewek sialan itu! Buat apa pindah kalau Diki jadi milik orang lain?”

“Jangan ngambek gitu dong,” ucap Diki sebelum Moli masuk ke Hotel.

“Aku nggak suka ya, lihat Lia yang selalu ganjen banget sama kamu. Bikin enek tahu!”

“Iya aku minta maaf, Lia emang gitu orang nya.”

Merasa Diki tak membelanya, Moli menghentakkan kaki dengan keras menatap wajah Diki dengan tajam. “Belain aja terus Dia, intinya kalau Lia masih kaya gitu, mending kita nggak usah ketemu dulu.”

“Lho kok gitu si Mol?”

“Ya terserah.” timpal Moli dan berlalu meninggalkan Diki yang sebelum nya sempat menarik tangannya untuk tak pergi.

***

Like like like!!! Mohon dukungannya..

1
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
🧸Syasha🔖
Ceritanya Bagus tapi Nama tokohnya sering ketuker Doni jadi Diki terus kadang Lia jadi Mia.
Sesilia Juwita
cerita nya bagus ,mudah d pahami tidak berbelit Belit ,,lanjut Thor
semoga jd novel terbaik 😍😍😍
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Next
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Lanjut
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Perhatian Yoga daripada pacar sendiri
Maretha Putri
baru kali ini aku baca novel,tapi serasa ngerasain
Nana_Ratna
Moliiii putusin c Diki, cowo plin plan bin bege
Nana_Ratna
Request order aza Ga, beruang kuningnya k pengrajin boneka
Dety Lefran's
thor..moli punya janggut ya😂😂🤭🤭
jekey🐰
jadi ini novel season kedua yaa?
Bintang Kejora: bukan say.. season dua, tanggal 30
total 1 replies
Putu Sugandi
kok namanya hampir mirip dgn novel gadis mungil ,pantesan Thor salah ketik nama Mona jadi Moli 😂😂,apalagi disini juga nama pemerannya sama ,ada mama Santi ada Fani ,jangan" nih novel ulang versi gadis mungil ya Thor🤭, habisnya mirip Diki = Arga , yoga =Radit ,Moli =Mona ,trus xx..?= Tiara /aura 🤭🙏
Bintang Kejora: nah itulah kenapa sering typo😭😭😭 karena pas nulis 2 judul harus selesai berbarengan. 😭 dan novel ini sedang di revisi tapi beluk sempat.
total 1 replies
Jac_Aline
maaf ya, disini ada kejanggalan cerita deh.... gimana gak bisa ada kabar, khan mereka bisa chat / telp buat kasih kabar dll.
maaf ya thor kalau aq kasih kritikan ✌️✌️✌️
Bintang Kejora: iya sayang. makasih krisannya, novel ini masih proses revisi.😃🙏
total 1 replies
Jac_Aline
namanya banyak yang kebalik ya?
semoga lebih teliti lagi ya thor
Dhea Chanyeol
Thor bingung gue sih Moli itu anaknya siapa?
Truss hubungan nya Ama season 1 apa?
Dhea Chanyeol: ohh gitu yahh
total 2 replies
W.Willyandarin
Keren thor cerita nya 👍👍👍

Jangan lupa mampir di cerita saya yang berjudul Cinta Abdinegara dan Putih Abu-Abu di tunggu feedback nya 🤗🤗🤗

Terimakasih 🙏🙏🙏
Muhammad Ari
bagus thor... ijin promo ya, jgn lupa baca novel dg judul "MY CLICK GIRL" ya 🙏😇
linanda anggen
semangat trs walau sudah end 😁👍
🎧ᖇ𝚎𝙴ʰⁱᵃᵗᵘˢ♫︎
padahal nunggu smpe Moli nikah ma yoga..tp ttp aq tunggu up nya Thor.. semangat
Bintang Kejora: iya sayang, kalau ada waktu aku pasti lanjur season 3. nanti kapan2 ada bonus chapter
total 1 replies
Yora
tim kreji up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!