Ruqqaya, gadis cantik dan cerdas berusia 19 tahun, memiliki impian besar untuk masa depan nya. Namun, keputusan orang tua membuat nya harus meninggalkan mimpi-mimpi nya. masalah demi masalah datang, perdebatan antar kakak adik dan orang tua semakin memanas.
ketika sang ibu yang tiba-tiba pergi tanpa kabar, Membuat Ruqqya dan adik-adik nya harus berjuang untuk menemukan sang ibu dan memperbaiki kehidupan keluarga mereka.
Bagaimana kelanjutan kisah nya? Mari ikuti kisahnya di "Perjalan Menuju Kebahagiaan"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elva19 fitriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Pagi ini, di meja makan, suasana yang biasa nya hangat dengan segala canda tawa ke tiga anak nya, kini ruang makan menjadi hening..
Hening..
Dengan penuh tanda tanya besar di benak mereka masing-masing. Dari mulai sarapan sampai sarapan selesai, tidak ada percakapan sama sekali.
"berangkat dulu, Yah Bu.. Pamit Amalia di ikuti Fajar di belakang Amalia yang tengah mencium tangan kedua orang tua nya.
"assalammu'alaikum.. Pamit mereka berdua kompak.
"wa'alaikumsalam.. Jawab mereka bertiga serempak.
"hati-hati di jalan. Tambah Ibu, sambil membereskan piring bekas sarapan mereka.
"Ruqqa ke kamar dulu yah, Bu.. Pamit nya agak canggung.
"nak... Tidak mau ngobrol dulu, sama Ayah? Tanya nya
"maaf Yah, Ruqqa lelah. Jawabnya tanpa menoleh pada sang Ayah. Memang terkesan tidak sopan. Namun rasa kecewa nya yang membuat nya seperti ini.
"Ruqqa yang sopan.!! Seru Ibu setengah berteriak.
"Bu... Ayah menggelengkan kepala meminta sang istri untuk diam.
"maaf... Singkat nya, sambil berlalu menuju kamarnya.
Setelah kepergian Ruqqa, Ibu berjalan mendekat ke arah Ayah yang tengah duduk di kursi meja makan.
"Ayah lihat kan? Coba Ayah fikir ulang untuk mengirim nya kuliah di malang.!! Seru nya kesal, melihat perilaku tidak sopan putri sulung nya itu.
Tanpa Bu.Sekar sadari, perubahan yang terjadi pada Ruqqa justru disebabkan oleh perkataan kasar Bu.Sekar sendiri.
"tapi, Ibu juga tidak boleh bentak Ruqqa seperti tadi. Peringat sang suami kalem.
"bela aja terus yah.!! Ketus nya sambil membersihkan meja makan.
"astaqfirullah.. Ayah hanya mengingatkan ibu. Kalau begitu Ayah berangkat ngojek dulu. ..Assalammu'alaikum.
"wa'alaikumsalam.. jawabnya sambil mencium tangan sang suami.
Pangkalan ojek, pukul 11.30 para driver ojek sudah berkumpul di pangkalan ojek, untuk beristirahat sejenak..
"Pak.Harun kenapa? Tanya Ujang pada Pak.Ahmad
"enggak tahu.. Jawab nya sambil menggeleng.
"Pak.Harun kenapa? Tanya ujang sambil menepuk bahu Pak.Harun pelan.
"e eeeh... Kaget nya
"maaf ya Pak, kaget ya? ucap nya tidak enak hati.
"enggak kok Mad, tenang aja. Senyum nya.
"ada masalah Pak? Dari tadi bapak kok kelihatan lesu begitu?
"aku hanya lagi bingung aja Mad, Ruqqa meminta kuliah. Jelas nya lesu.
"kuliah? Tanya Pak.Ahmad dan Ujang serempak. Sedangkan Pak.Harun hanya mengangguk lesu.
"bukan nya bagus ya Pak!! Seru Ujang
"iya looh Pak, seharus nya Pak.Harun bangga pada Ruqqa yang mau lanjut kuliah.
"bener itu Pak.Harun..
"tapi istri ku enggak setuju Jang, aku harus gimana?
"looh.. Kok enggak setuju? Heran Pak.Ahmad
"karna menurut istri ku anak sulung ku itu belum mandiri Mad. Entah lah.. Aku bingung jadi nya.
"kalau aku nurut istri.. Aku takut anak ku kecewa. Tapi kalau aku ikut kemauan anak ku... Ucap nya terhenti.
"apa yang di bilang istri ku benar.. Aku jadi bingung sendiri.. Frustasi nya
"selain itu, kebutuhan sehari-hari makin banyak juga.. Tunduk nya lesu.
"di bicarakan baik-baik aja Pak.. Saran ujang
"benar itu Pak... Ajak istri dan anak bicara baik-baik Pak.. Bilang aja kalau Bapak sekarang masih belum ada biaya.. Pasti dia mengerti. Ucap Pak.Ahmad menenangkan.
"aku takut di kecewa Mad.
"kan belum di ciba Pak!! Ajak bicara berdua aja Pak.. usul ujang lagi.
"oke lah... Akan aku coba bicara berdua sama anak ku nanti. Putus nya yakin.
"ya udah... Yuuk pulang. Ajak Ujang
"yuuuk!! Seru Pak.Ahmad dan pak.harun kompak... Mereka menjalan kan motor mereka dan menjalankan menuju rumah masing-masing.