NovelToon NovelToon
Cinta Kembarku

Cinta Kembarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Badboy / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sanny Rama

Sequel DUREN MANIS...

Si kembar Rava dan Reva sudah beranjak dewasa. Mereka mulai mengenal cinta.

Reva yang lebih supel dan nakal jatuh cinta pada Flora, gadis cantik dan judes yang bekerja di rumahnya. Tapi Flora sudah terlanjur kesal pada sikap cuek Reva yang tidak sengaja mengotori seragam Flora.

Bagaimana Reva berjuang menaklukkan hati gadis pujaannya?

Sedangkan Rava yang serius dan tenang mulai tertarik pada Diva, gadis manis yang pintar memasak. Diusia yang masih muda, Diva sudah memiliki sebuah restaurant yang selalu ramai pembeli. Diva yang selalu tersenyum mengalihkan dunia Rava yang sepi karena takut kehilangan cinta pertamanya.

Sanggupkah Rava menyatakan perasaannya pada Diva? Apalagi dengan adanya Akbar yang lebih dulu hadir menaut hati Diva.

Akankah nasib mereka sama dengan Alex dan Rio atau justru kutukan itu sudah berakhir saat Rio mendapatkan kebahagiaannya bersama Gadis?

Kisah ini adalah sequel Duren Manis yang menceritakan cinta si kembar Ravando dan Revaldo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanny Rama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

Gadis bodoh

Tring! Suara chat masuk terdengar dari ponsel

Flora. Reva mengirimkan pesan menanyakan hasil ulangan Flora. Gadis itu

mengirimkan foto kertas ulangannya pada Reva dengan catatan kalau ia tidak bisa

ng-date hari ini karena besok ada ulangan Fisika. Reva langsung menelpon Flora.

“Halo. Jadi kamu nggak sabaran mau ng-date sama

aku?”tanya Reva dengan nada menggoda.

“Bukan gitu! Aku cuma nggak mau berhutang. Apa kamu

bisa bantu lagi?”tanya Flora berharap.

Reva mengatakan kalau dirinya lembur lagi hari ini

dan minta Flora untuk belajar sendiri dulu. Hanya itu yang dikatakan Reva, lalu

menutup telponnya. Flora menatap kecewa layar ponselnya sampai ia tidak sadar

kalau Sandra sudah melirik ponsel Flora.

“Siapa tuan mesum?”tanya Sandra dengan suara

maksimal.

Beberapa teman mereka menoleh pada Flora dan

Sandra. Flora membekap mulut Sandra, protes padanya yang bersuara sangat keras.

“Udah gue bilang, dia majikan gue.”bisik Flora.

“Kapan lo bilang? Flo, lu mulai nakal ya. Sapa dia?

Gebetan apa pacar?”

“Idih, amit-amit jadi pacarnya. Ogah.”saut Flora

malas.

Flora benar-benar tidak mau membahas tentang Reva.

Mereka bersiap-siap untuk pelajaran terakhir di hari itu. Untung saja gurunya

segera masuk ke kelas. Flora bisa terlepas dari pertanyaan Sandra.

Ketika jam bubaran sekolah, Flora melongo melihat

Reva berdiri di gerbang sekolahnya. Pria tampan itu berdiri di samping motor sportnya

dengan gaya sok keren yang menarik perhatian satu sekolah.

“Flo! Sini!”panggil Reva.

“Yang benar saja! Ngapain dia kesini? Hadeh!!”keluh

Flora mulai kesal.

Flora berjalan mendekati Reva, ia menatap horor ke

kanan ke kiri berharap Sandra tidak melihatnya. Untung saja anak-anak lainnya

berkerumun di dekat mereka, menghalangi pandangan Sandra yang baru keluar dari

toilet.

“Tuan ngapain kesini?”bisik Flora.

“Aku punya waktu dua jam. Ayo, pulang. Cepetan

naik.”pinta Reva.

Flora langsung naik ke boncengan motor Reva. Pria

itu tersenyum pada semua siswa wanita di dekat mereka sebelum memacu motornya

menjauh.

Flora yang melihat hal itu, ngdumel dalam hati, ”Cih,

dasar playboy. Tebar pesona dimana-mana.”

Mereka segera sampai di rumah Alex. Reva minta

Flora mengambil buku Fisikanya. Meja makan masih sepi karena Alex tidak ada.

Waktu makan siang juga hampir selesai. Tadi Reva minta ijin pada Rio untuk

pulang makan siang setelah setengah hari penuh sibuk membantu kakaknya itu. Reva

memanfaatkan waktunya yang sedikit untuk membantu Flora.

Flora mendekati Reva, ia memberikan buku

Fisika-nya. “Kalau Fisika, kamu harus hafal rumus. Mungkin sedikit sulit untuk

otakmu yang kecil.”ejek Reva.

“Maksud tuan, aku bodoh, gitu?”tanya Flora

cemberut.

”Bodoh tapi cantik, kayaknya sepadan. Bisa gawat

kalau dia terlalu pinter.”

Reva bergumam dalam hatinya, ia tidak menanggapi

pertanyaan Flora.

“Maaf kalau aku bodoh, tuan pintar.”kata Flora

lagi.

“Aku nggak bilang gitu ya. Coba lihat sini.”kata

Reva meminta Flora mendekat.

Reva menunjukkan beberapa contoh soal yang bisa

dipelajari Flora. Ia juga melingkari soal-soal yang ada di buku. Sedang serius

Flora memperhatikan semua yang ditunjuk Reva, tiba-tiba... cup. Flora langsung

menjauh memegangi pipinya. Pria itu baru saja mencium pipinya tanpa permisi.

“Jangan marah ya. Aku perlu sedikit support. Capek

nich.”bujuk Reva.

“Tapi itu bukan alasan kau bisa seenaknya

begitu.”saut Flora kesal. Flora membuang muka, ia ingin pergi dari sana tapi

Reva menarik tangannya. Pemandangan itu tidak lepas dari pandangan Mia yang

terus mengawasi keduanya sejak mereka datang.

“Sepertinya yang dikatakan Rava benar. Tapi bahaya

banget kalau sampai mereka pacaran. Bisa mengganggu waktu belajar mereka.”Mia

sibuk bergumam sendiri.

Tapi Mia tidak perlu khawatir sama sekali karena

Reva kembali serius mengajari Flora belajar.

*****

Saat jam pulang kerja hampir tiba, Rava mendengar

keributan di restaurant. Ia melihat Widya sedang di marahi oleh salah satu

customer yang sedang makan disana. Rava segera mendekati mereka.

“Maaf, ada apa ini?”tanya Rava menatap Widya yang

basah kuyup.

Customer itu menoleh menatap Rava, “Rava, ngapain

disini?”tanya Keira.

Kening Rava mengkerut sebentar melihat Widya, ia

menatap Keira dan tersenyum. “Kei, apa kabar? Aku magang disini. Ada masalah

apa?”

Keira menunjuk Widya yang menumpahkan minuman ke

tas mahal kesayangannya. Jadi Keira menyiram Widya balik sebagai pelajaran

untuknya. Rava melirik tas Keira yang bahkan tidak basah. Tapi haruskan Keira

menyiram Widya sampai seperti ini.

Rava tersenyum lagi. Ia melepas kancing jasnya,

lalu membuka jasnya dihadapan semua orang. Seragam magang Widya yang berwarna

putih jadi transparan karena basah. Rava tidak bisa melihat seorang gadis

dipermalukan seperti itu. Ia menyampirkan jasnya ke bahu Widya.

“Kei, aku minta maaf okey. Dia cuma siswa magang

disini, tanggung jawabku juga. Bagaimana kalau kutraktir sebagai kompensasinya?”

Keira masih ingin membuat masalah. Putri pertama

Jodi itu memang sangat dimanjakan oleh Jodi. Sifatnya kasar dan angkuh, kadang

suka seenaknya sendiri. Rava membujuk Keira agar memaklumi Widya. Untung saja

Keira sedang senang hari itu karena Reynold akan kembali.

Rava memutar bola matanya, mendengar ocehan Keira

tentang kepintaran Reynold. “Dasar bucin.”desis Rava.

“Apa kamu bilang?!”tanya Keira memicingkan matanya.

“Pesan makanan, Kei. Biarkan Widya pergi ya. Kita

makan sepuasnya.”bujuk Rava lagi.

Rava memberi kode pada Widya untuk pergi dari sana.

Widya berjalan cepat masuk ke ruang istirahat pegawai. Ia mengusap wajahnya

yang basah kena air dan juga air matanya. Rava masuk ke ruang istirahat

pegawai, ia duduk di samping Widya.

“Kamu nggak pa-pa?”tanya Rava.

Widya mengangguk. “Kak, maaf jasnya basah. Maaf

juga tadi saya nggak sengaja numpahin air minum. Kaki saya kesandung, kak.”

Rava tersenyum, menepuk pundak Widya. “Bawa jasku

pulang ya. Nggak mungkin kan kamu pulang basah-basahan gini. Besok balikin,

nggak usah dicuci. Disini ada laundry kok. Kamu bisa pulang sendiri?”

Widya mengangguk. Mereka berdua menoleh ke pintu

masuk, Lisa dan siswa magang lainnya masuk ke ruang istirahat itu. “Kalian

boleh pulang sekarang. Sampai ketemu besok.”ujar Rava beranjak dari sisi Widya.

Lisa menatap puas pada Widya yang basah kuyup, “Sukurin.”desis

Lisa. Lisa tersenyum tipis pada siswa laki-laki yang satu tim dengan Widya. Ia

menyuruh temannya itu untuk menjegal kaki Widya hingga menyinggung Keira.

Akibatnya Widya menjatuhkan gelas berisi air bekas minuman customer lain ke tas

Keira.

Widya masih mengelap tangan dan juga lehernya. Ia

hanya tersenyum menanggapi teman-temannya yang mencoba berbasa-basi padanya.

Dirinya memang sedang tidak beruntung hari ini.

“Jadi pelayan aja nggak becus.”desis Lisa.

Widya mencoba tidak menanggapi Lisa. Ia sudah cukup

kena masalah hari ini dan tidak ingin menambah masalah lagi. Masa magang kerja

adalah yang paling penting dalam tugas akhir sekolahnya. Kalau Widya bisa

melewati ini dengan baik, ia bisa lulus dengan baik juga.

Tapi sepertinya Lisa belum mau berhenti mengganggu

Widya hari ini. Ia mengambil air minum di atas meja lalu menyiramkannya pada

Widya.

“Apa-apaan sich lo!!”teriak Widya.

*****

Makasih udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejakmu

rate bintang 5, like, komen, dan yang paling penting vote, vote, vote. Ty.

Visual Keira (putri pertama Jodi dan Katty)

Visual Widya

1
Eka Sari Agustina
👍👍👍👍👍
G
lanjut
Mella Soplantila Tentua Mella
dasar Reva mesuuum... ha ha hahaaa ketangkap basah sm ibu negara
Martini
di tunggu kelanjutannya Thor kan flora hamil
Martini
wah dapat mantu Sekai 2 mama jelita god
Martini
anaknya mami jelita gresek semua
Martini
bakal kena semprot tu jeny
Martini
gawangnya udah gol ya reva
Martini
selalu seru aja Thor karyamu
Martini
hahaha camer sama menantu klop geseknya
Martini
pembantu ganjen di pecat aja Thor bisng kerok itu
Martini
iya Reva itu kan bucin
Martini
jangan bikin aq baper donk Thor kasihan ravanya
Martini
aq sampai ikut nangis Thor kasihan rava perjuanganya tidak ada artinya di depan diva
Martini
diva kok sadis tadi aja berharap sekarang malah bikin rava hanjur
Martini
semoga Frank ya thor
Martini
aq setuju kalau Roger sama jeny
Martini
mungkin lagi berhai hai Thor Reva sama flo
Martini
kayaknya dapat lampu hijau dech Juan Ama devina 👍👍👍
Martini
Devina kok hadi gadis bar bar sich
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!