Sequel DUREN MANIS...
Si kembar Rava dan Reva sudah beranjak dewasa. Mereka mulai mengenal cinta.
Reva yang lebih supel dan nakal jatuh cinta pada Flora, gadis cantik dan judes yang bekerja di rumahnya. Tapi Flora sudah terlanjur kesal pada sikap cuek Reva yang tidak sengaja mengotori seragam Flora.
Bagaimana Reva berjuang menaklukkan hati gadis pujaannya?
Sedangkan Rava yang serius dan tenang mulai tertarik pada Diva, gadis manis yang pintar memasak. Diusia yang masih muda, Diva sudah memiliki sebuah restaurant yang selalu ramai pembeli. Diva yang selalu tersenyum mengalihkan dunia Rava yang sepi karena takut kehilangan cinta pertamanya.
Sanggupkah Rava menyatakan perasaannya pada Diva? Apalagi dengan adanya Akbar yang lebih dulu hadir menaut hati Diva.
Akankah nasib mereka sama dengan Alex dan Rio atau justru kutukan itu sudah berakhir saat Rio mendapatkan kebahagiaannya bersama Gadis?
Kisah ini adalah sequel Duren Manis yang menceritakan cinta si kembar Ravando dan Revaldo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanny Rama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12
Gadis bodoh
Tring! Suara chat masuk terdengar dari ponsel
Flora. Reva mengirimkan pesan menanyakan hasil ulangan Flora. Gadis itu
mengirimkan foto kertas ulangannya pada Reva dengan catatan kalau ia tidak bisa
ng-date hari ini karena besok ada ulangan Fisika. Reva langsung menelpon Flora.
“Halo. Jadi kamu nggak sabaran mau ng-date sama
aku?”tanya Reva dengan nada menggoda.
“Bukan gitu! Aku cuma nggak mau berhutang. Apa kamu
bisa bantu lagi?”tanya Flora berharap.
Reva mengatakan kalau dirinya lembur lagi hari ini
dan minta Flora untuk belajar sendiri dulu. Hanya itu yang dikatakan Reva, lalu
menutup telponnya. Flora menatap kecewa layar ponselnya sampai ia tidak sadar
kalau Sandra sudah melirik ponsel Flora.
“Siapa tuan mesum?”tanya Sandra dengan suara
maksimal.
Beberapa teman mereka menoleh pada Flora dan
Sandra. Flora membekap mulut Sandra, protes padanya yang bersuara sangat keras.
“Udah gue bilang, dia majikan gue.”bisik Flora.
“Kapan lo bilang? Flo, lu mulai nakal ya. Sapa dia?
Gebetan apa pacar?”
“Idih, amit-amit jadi pacarnya. Ogah.”saut Flora
malas.
Flora benar-benar tidak mau membahas tentang Reva.
Mereka bersiap-siap untuk pelajaran terakhir di hari itu. Untung saja gurunya
segera masuk ke kelas. Flora bisa terlepas dari pertanyaan Sandra.
Ketika jam bubaran sekolah, Flora melongo melihat
Reva berdiri di gerbang sekolahnya. Pria tampan itu berdiri di samping motor sportnya
dengan gaya sok keren yang menarik perhatian satu sekolah.
“Flo! Sini!”panggil Reva.
“Yang benar saja! Ngapain dia kesini? Hadeh!!”keluh
Flora mulai kesal.
Flora berjalan mendekati Reva, ia menatap horor ke
kanan ke kiri berharap Sandra tidak melihatnya. Untung saja anak-anak lainnya
berkerumun di dekat mereka, menghalangi pandangan Sandra yang baru keluar dari
toilet.
“Tuan ngapain kesini?”bisik Flora.
“Aku punya waktu dua jam. Ayo, pulang. Cepetan
naik.”pinta Reva.
Flora langsung naik ke boncengan motor Reva. Pria
itu tersenyum pada semua siswa wanita di dekat mereka sebelum memacu motornya
menjauh.
Flora yang melihat hal itu, ngdumel dalam hati, ”Cih,
dasar playboy. Tebar pesona dimana-mana.”
Mereka segera sampai di rumah Alex. Reva minta
Flora mengambil buku Fisikanya. Meja makan masih sepi karena Alex tidak ada.
Waktu makan siang juga hampir selesai. Tadi Reva minta ijin pada Rio untuk
pulang makan siang setelah setengah hari penuh sibuk membantu kakaknya itu. Reva
memanfaatkan waktunya yang sedikit untuk membantu Flora.
Flora mendekati Reva, ia memberikan buku
Fisika-nya. “Kalau Fisika, kamu harus hafal rumus. Mungkin sedikit sulit untuk
otakmu yang kecil.”ejek Reva.
“Maksud tuan, aku bodoh, gitu?”tanya Flora
cemberut.
”Bodoh tapi cantik, kayaknya sepadan. Bisa gawat
kalau dia terlalu pinter.”
Reva bergumam dalam hatinya, ia tidak menanggapi
pertanyaan Flora.
“Maaf kalau aku bodoh, tuan pintar.”kata Flora
lagi.
“Aku nggak bilang gitu ya. Coba lihat sini.”kata
Reva meminta Flora mendekat.
Reva menunjukkan beberapa contoh soal yang bisa
dipelajari Flora. Ia juga melingkari soal-soal yang ada di buku. Sedang serius
Flora memperhatikan semua yang ditunjuk Reva, tiba-tiba... cup. Flora langsung
menjauh memegangi pipinya. Pria itu baru saja mencium pipinya tanpa permisi.
“Jangan marah ya. Aku perlu sedikit support. Capek
nich.”bujuk Reva.
“Tapi itu bukan alasan kau bisa seenaknya
begitu.”saut Flora kesal. Flora membuang muka, ia ingin pergi dari sana tapi
Reva menarik tangannya. Pemandangan itu tidak lepas dari pandangan Mia yang
terus mengawasi keduanya sejak mereka datang.
“Sepertinya yang dikatakan Rava benar. Tapi bahaya
banget kalau sampai mereka pacaran. Bisa mengganggu waktu belajar mereka.”Mia
sibuk bergumam sendiri.
Tapi Mia tidak perlu khawatir sama sekali karena
Reva kembali serius mengajari Flora belajar.
*****
Saat jam pulang kerja hampir tiba, Rava mendengar
keributan di restaurant. Ia melihat Widya sedang di marahi oleh salah satu
customer yang sedang makan disana. Rava segera mendekati mereka.
“Maaf, ada apa ini?”tanya Rava menatap Widya yang
basah kuyup.
Customer itu menoleh menatap Rava, “Rava, ngapain
disini?”tanya Keira.
Kening Rava mengkerut sebentar melihat Widya, ia
menatap Keira dan tersenyum. “Kei, apa kabar? Aku magang disini. Ada masalah
apa?”
Keira menunjuk Widya yang menumpahkan minuman ke
tas mahal kesayangannya. Jadi Keira menyiram Widya balik sebagai pelajaran
untuknya. Rava melirik tas Keira yang bahkan tidak basah. Tapi haruskan Keira
menyiram Widya sampai seperti ini.
Rava tersenyum lagi. Ia melepas kancing jasnya,
lalu membuka jasnya dihadapan semua orang. Seragam magang Widya yang berwarna
putih jadi transparan karena basah. Rava tidak bisa melihat seorang gadis
dipermalukan seperti itu. Ia menyampirkan jasnya ke bahu Widya.
“Kei, aku minta maaf okey. Dia cuma siswa magang
disini, tanggung jawabku juga. Bagaimana kalau kutraktir sebagai kompensasinya?”
Keira masih ingin membuat masalah. Putri pertama
Jodi itu memang sangat dimanjakan oleh Jodi. Sifatnya kasar dan angkuh, kadang
suka seenaknya sendiri. Rava membujuk Keira agar memaklumi Widya. Untung saja
Keira sedang senang hari itu karena Reynold akan kembali.
Rava memutar bola matanya, mendengar ocehan Keira
tentang kepintaran Reynold. “Dasar bucin.”desis Rava.
“Apa kamu bilang?!”tanya Keira memicingkan matanya.
“Pesan makanan, Kei. Biarkan Widya pergi ya. Kita
makan sepuasnya.”bujuk Rava lagi.
Rava memberi kode pada Widya untuk pergi dari sana.
Widya berjalan cepat masuk ke ruang istirahat pegawai. Ia mengusap wajahnya
yang basah kena air dan juga air matanya. Rava masuk ke ruang istirahat
pegawai, ia duduk di samping Widya.
“Kamu nggak pa-pa?”tanya Rava.
Widya mengangguk. “Kak, maaf jasnya basah. Maaf
juga tadi saya nggak sengaja numpahin air minum. Kaki saya kesandung, kak.”
Rava tersenyum, menepuk pundak Widya. “Bawa jasku
pulang ya. Nggak mungkin kan kamu pulang basah-basahan gini. Besok balikin,
nggak usah dicuci. Disini ada laundry kok. Kamu bisa pulang sendiri?”
Widya mengangguk. Mereka berdua menoleh ke pintu
masuk, Lisa dan siswa magang lainnya masuk ke ruang istirahat itu. “Kalian
boleh pulang sekarang. Sampai ketemu besok.”ujar Rava beranjak dari sisi Widya.
Lisa menatap puas pada Widya yang basah kuyup, “Sukurin.”desis
Lisa. Lisa tersenyum tipis pada siswa laki-laki yang satu tim dengan Widya. Ia
menyuruh temannya itu untuk menjegal kaki Widya hingga menyinggung Keira.
Akibatnya Widya menjatuhkan gelas berisi air bekas minuman customer lain ke tas
Keira.
Widya masih mengelap tangan dan juga lehernya. Ia
hanya tersenyum menanggapi teman-temannya yang mencoba berbasa-basi padanya.
Dirinya memang sedang tidak beruntung hari ini.
“Jadi pelayan aja nggak becus.”desis Lisa.
Widya mencoba tidak menanggapi Lisa. Ia sudah cukup
kena masalah hari ini dan tidak ingin menambah masalah lagi. Masa magang kerja
adalah yang paling penting dalam tugas akhir sekolahnya. Kalau Widya bisa
melewati ini dengan baik, ia bisa lulus dengan baik juga.
Tapi sepertinya Lisa belum mau berhenti mengganggu
Widya hari ini. Ia mengambil air minum di atas meja lalu menyiramkannya pada
Widya.
“Apa-apaan sich lo!!”teriak Widya.
*****
Makasih udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejakmu
rate bintang 5, like, komen, dan yang paling penting vote, vote, vote. Ty.
Visual Keira (putri pertama Jodi dan Katty)
Visual Widya