Salwa Abidhar, seorang gadis berhijab yang manis nan cantik berusia 20 tahun yang ditinggalkan oleh calon suaminya setelah menjalani lima tahun berpacaran tepat 2 minggu sebelum pernikahanya dilangsungkan dan lebih mirisnya yang dinikahi oleh hanum kekasihnya itu adalah sahabat Salwa sejak masa SMA dahulu
Setelah melewati masa masa terendah dalam hidupnya, sampai pada akhirnya ia dipertemukan dengan seorang presdir muda, kaya raya yang dianugrahi wajah tampan yang nyaris sempurna
Arsanatha Abrisam Dirgantara, generasi penerus ketiga perusahaan Maharsya grub sebuah perusahaan besar yang terkenal di wilayah Asia bahkan dunia, lelaki yang dikenal karna kepemimpinanya yang tegas dan memiliki sifat yang dingin jarang tersenyum ataupun bercanda namun sangat bertolak belakang dengan sikap aslinya
Sampai pada akhirnya mereka menikah, Akankah Salwa dapat melupakan mantanya dan mulai mencintai Arsa? Atau malah sebaliknya ia tak pernah bisa melupakan Hanum kekasihnya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilmafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjadi istri
Wanita itu sama seperti bunga
Mereka harus diperlakukan dengan lembut, baik, dan penuh kasih sayang
(Ali bin Abi Thalib)
♡♡♡
Aku menurni setiap anak tangga mengendarkan pandangan keseluruh sudut rumah mewah ini, warna putih lebih mendominasi di setiap ruangan tempat ku berada, bingkai foto berukuran besar saat pernikahan kami pun terpapang nyata di ruang tamu, kaki ku terus melangkah menyusuri setiap ruangan indah nan mewah itu terlihat sangat nyaman dan hangat.
kami memang akan tinggal berdua di rumah ini lebih tepatnya keluarga ku dan Arsa lah yang menyuruh nya namun sebenarnya masih terbantu saat aku tahu beberapa pelayan rumah akan tinggal dirumah belakang, rumah yang memang akan dijadikan tempat tinggal para pekerja di rumah ini
Kaki ku berhenti melangkah saat menemukan sebuah ruangan yang kucari sejak tadi ruangan ini berwarna merah muda kesukaan seluruh kaum hawa di dunia. ruangan itu pun tak kalah mewahnya dengan ruang yang lainya meskipun berwarna girly namun tak meninggalkan kesan elegan nya, terlihat beberapa juru masak yang tengah sibuk menyiapkan hidangan untuk tuan muda dan nona mudanya itu, mereka terlihat lebih seperti koki bintang lima dibanding juru masak untuk sebuah rumah
Sepertinya mereka mulai menyadari keberadaanku, Mereka menundukan kepala hormat "Selamat pagi nona muda" Sapa mereka serentak sambil tersenyum ramah kearahku
"Selamat pagi" Kata ku sambil menyetak senyum
"Selamat pagi nona, apa ada yang bisa dibantu?"
Ucap wanita setengah baya dari wajahnya terlihat seperti orang berdarah korea ia tiba tiba muncul dibelakang ku tanpa terdengar langkah kakinya mendekat
"Ah tidak ada, tadinya saya hanya ingin melihat lihat saja" Jawab Salwa
Ia mengangguk "Pernalkan saya kepala pelayan dirumah ini anda bisa memanggil saya Elle" Ujar sang kepala pelayan memperkenalkan diri dan menunuduk kan kepalanya sopan kepada nona muda
"Senang bisa mengenal anda bu Elle"
"Jika anda ingin berkeliling rumah ini saya akan menemani anda nona" Tawar nya
"Tidak apa apa saya bisa sendiri bu Elle" Kata Salwa ramah ia ingin langsung kembali ke kamar saja rasanya berkeliling rumah ini sudah bisa membuat kaki wanita itu pegal pegal akibat kelelahan bukan karna dia lemah tapi ini lebih kepada ukuran rumah
"Baiklah jika sarapanya sudah siap saya akan memanggil anda dan tuan muda" Ucap bu Elle yang langsung dianggguki oleh Salwa
Salwa berjalan menuju kamarnya sambil bersenandung ria layaknya anak kecil entah dia sendiri pun bingung mengapa mood nya hari ini bisa baik, tanpa mengetuk pintu itu dengan seenak jidatnya Salwa masuk ke kamar itu mugkin dia lupa bahwa ini bukan kamar dirumahnya yang dulu dan mungkin dia juga lupa bahwa ada seseorang di balik kamar itu
Karna ketidak sopanan istrinya Arsa dibuat terkejut setengah mati saat melihat ada yang membuka pintu kamarnya tanpa permisi namun keterkejutan itu berhasil tertutupi dengan wajah datar dan dingin yang dimilikinya untung sudah memakai baju gumamnya kalau tidak wanita itu akan teriak sekencang toa masjid
"Eh maafkan aku karna tidak mengetuk pintu dulu"
Ucap Salwa yang seperti nya menyadari ke barbaran nya itu membuat suaminya terkejut, ini juga karna ulahnya berteman dekat dengan Sandra dan Nesa yang menularkan jiwa ke barbaran mereka
Rasanya Arsa ingin menegur seorang yang berani mengejutkanya itu, namun karna wanita itu adalah istrinya ditambah wajahnya yang sangat menggemaskan saat merasa bersalah membuat tuan itu tak mungkin tega untuk menegurnya jadilah hanya diangguki oleh Arsa sambil tersenyum
Lelaki itu terlihat sedang mengancingkan lengan kemeja nya entah angin apa yang membuat Salwa berinisiatif untuk memakaikan dasi yang tergeletak di tempat tidur itu dengan cepat ia menyambar dasi itu dan melingkarkanya di kerah kemeja Arsa, membuat lelaki itu terperangah saat merasakan ada seseorang yang melilitkan dasi dilehernya, Salwa tersenyum puas dengan hasil kerja nya tak sia sia dia belajar memakai dasi dari SMP gumamnya
"Nah udah selesai" Ujar Salwa dengan riangnya
Arsa mengacak acak hijab pashimina Salwa karna gemas dengan tingkah laku istrinya itu membuat wanita itu memajukan bibirnya beberapa senti pertanda ia sedang ngambek
"Ikh ini jadi berantakan lagi kan" Rengek Salwa sambil merapikan hijab nya lagi membuat Arsa tak tahan akan kegemasan wanita itu
Moment penuh kegemasan menurut Arsa terhentikan saat ada yang mengetuk pintu kamar mereka
"Maaf menganggu anda dan nona muda" Dia terlihat menunduk di ujung pintu
"Ada apa bu?"
Tanya salwa
"Sarapan nya sudah siap, anda dan tuan muda bisa turun kebawah sekarang " Ujarnya masih menunduk ia takut mengganggu waktu tuan muda bersama nona muda nya itu
"Baiklah kami akan turun ke bawah sebentar lagi"
Jawab salwa kemudian kepala pelayan itu menunduk hormat dan berlalu meninggalkan mereka
...
Kini aku tengah berada di meja makan bersama dengan suami tampanku makanan yang terhidang di meja ini memang benar benar mewah seperti makanan kelas atas wajar bukan makanan ini memang untuk presdir Mahasya group jadi dipikir pikir wajar untuk mereka jika memakan makanan seperti ini setiap hari beda jauh dengan ku untuk makan seperti ini harus ada momen momen penting dulu, suara dentingan senduk dan garpu saja yang terdengar kami hanya saling diam sebenarnya memang makan tidak diperbolehkan bersuara bukan?
"Apa kamu akan ke kantor dan bekerja sekarang?"
Tanyaku penasaran setelah sarapan pagi selesai
"Iyah aku akan ke kantor seperti nya, ga apa apa kan Sya?" Lelaki itu malah bertanya balik kepada Salwa
"Iyah ga apa apa ko By"
Ucap Salwa membuat Arsa menaikan alis nya sebelah pertanda ingin tahu
"By?"
Tanya dia
Salwa tengah berfikir untuk menjawab pertanyaan suaminya yang menanyakan filosofi kata itu padahal itu hanya kata yang keluar begitu saja dari mulutnya
"Emm itu... " "Oh iya, Hubby aku singkat jadi By"
Akhirnya ketemu sama filosofi yang pas begitu gumamnya
Arsa hanya mengangguk tersenyum sebenarnya ia tahu bahwa istrinya itu hanya random memilih panggilan sayang untuknya namun ia hanya ingin menjaili istrinya itu agar berpikir tentang arti dari kata itu
Cup
Satu kecupan itu berhasil mendarat di pipi tembam milik Salwa ia sangat gemas dengan tingkah istrinya itu, dan benarkan pipi nya itu memerah benar benar membuat Arsa frustrasi sendiri dengan kegemasan istrinya itu entah dulu mertua nya ngidam apa sampai melahirkan anak seperti Salwa
Disisi lain tubuh salwa menegang saat mendapatkan ciuman mendadak sang suami, entah dia harus bagaimana kini pipinya memerah akibat malu dan jantungnya malah berdetak berpacu maju ingin tenggelam dari bumi ini saja pikirnya
"Aku mau ke kamar mandi dulu"
Ucap salwa kemudian berlari dengan kecepatan yang ia miliki bukan ke kamar mandi sebenarnya ia hanya bersembuanyi di balik dinding untuk mentralkan hati serta pipi nya itu
Arsa malah terkekeh saat melihat salah tingkah istrinya
♡♡♡
Assalamualaikum readers ini adalah novel pertama author jika terdapat kesalahan dalam penulisan mohon kritik dan sarannya jangan lupa like coment and vote karna dukungan kalian membuat Author semangat buat up nya hehe
ceritanya bagus kok😊